Bersama Toba, bersama kita membangun, bersama kita basmi korupsi....!

Sehat.., Rumahku adalah Istanaku.

Opini 1 Tanggapan »

>> oleh. Elisabet. Simanjuntak, Asisten Apoteker

Rumah adalah pusat kesehatan keluarga karena, rumah tempat anggota keluarga berkumpul dan saling bercandaria, setiap persoalan anggotanya mempengaruhi yang lainnya baik kesehatan, kebahagiaan maupun penderitaan.
gbrrumahsehat.JPG
Kemudian rumah bukan sekedar tempat istirahat saja akan tetapi tempat untuk mendapatkan kasih sayang kesetiaan dan kebahagiaan, bukan itu saja dari rumah segalanya dimulai, rumah yang kacau penyebab awal terjadinya ketidak nyamanan atau ketidak tenangan.

Maka untuk mencegah peristiwa itu kita perlu membuat rumah yang sesuai dengan aturan-aturan kesehatan walau sederhana yang penting bersih, nyaman, sehat, murah dan efisien.

>> Rumah berpengaruh terhadap Kesehatan <<

Rumah yang terlalu sempit dimana banyak penghuninya akan mempengaruhi kebersihan udara lantaran ruangan itu akan kekurangan oksigen, hal ini dapat menurunkan daya tahan tubuh penghuninya sehingga penyularan penyakit sangat rentan terjadi misalnya melalui pernapasan (TBC).

Rumah yang terlalu sempit juga akan mempengaruhi terganggunya fasilitas bagi setiap orang yang berada didalamnya, rasa ketenangan akan berkurang sehingga otomatis menyebabkan anggota keluarga terutama yang remaja akan mencari pelarian diluar karena tidak adanya rasa betah di rumah.

Kiranya kita sadar akan pentingnya kebersihan rumah, sehingga rumah itu akan memberikan rasa nyaman dan akan menyatu dengan kita karena ada propaganda yang mengatakan Rumahku adalah Istanaku, nah..sekali pun rumah kita sederhana yang penting dapat memberikan rasa nyaman dan mampu melindungi semua penghuninya dari bahaya-bahaya disekitarnya.

Jangan remeh, terhadap Benalu.

Opini Belum ada komentar »

>> oleh: Elisabet Simanjuntak,Asisten Apoteker <<

Siapa tidak kenal tumbuhan parasit alias “Benalu“, namun anda jangan terlalu anggap remeh bahwa bukan selamanya “Benalu” itu untuk dibenci i,…….kenapa……??

Benalu memang tak tahu malu..! sudah “ngontrak”, gratis, masih tega menyedot makanan si “Pemilik rumah”, sampai-sampai inangnya kering.

Untungnya, Benalu cukup andal mengobati beragam penyakit manusia, termasuk kanker.Kalau tidak,………..!
Ya, kalau tidak, benalu tentu akan terus-menerus jadi tumbuhan terkutuk di dunia maupun akhirat, sebab, seumur-umur ia akan dikenang sebagai tanaman yang kerjanya bikin repot melulu dijagad manusia dan dijagad flora, tak tahu diri, pagar makan tanaman dan sejuta sumpah serapah lainnya.

Sebelum lebih jauh membahas “sesuatu” yang dimiliki Benalu, mari kita berkenalan dulu dengan keluarga besarnya.
Meski nama Benalu sudah tak asing lagi, apalagi sering dipropagandakan di buku-buku pelajaran sekolah sebagai tumbuhan berstereotipe negative, kenyataannya tak semua orang terlebih mereka yang tinggal di kota-kota besar akrab dengan tanaman “pengganggu” ini.

Aslinya Benalu dikenal sebagai penggemar tumbuhan perdu, disitu ia biasa membentuk lingkungan sekitar yang memberikan kesan rimbun, tidak teratur dan kurang terawat.
Untuk memergoki Benalu tak sulit, anda bisa menemukannya disekitar hutan, tepi jalan. Kebun, bahkan tegalan.
Tanaman ini berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif.
Nah…….!, sekarang tau.. kan, ternyata si Benalu, memang tidak selalu bikin repot..!

Guru Hatautan bersama, Tongkat Tunggal Panaluan.

Serba serbi Belum ada komentar »

gbrtunggalp.JPG

Menurut legenda Batak, Tongkat Tunggal Panaluan dibuat setelah Ajibonda Hatautan dan Boru Tapinauasan, kembar lain jenis keturunan Guru Hatautan dan Sindak Panaluan melakukan hubungan inses saat mereka beranjak dewasa.Takut untuk pulang ke rumah orang tua mereka, Ajibonda Hatautan dan Boru Tapinauasan memilih tinggal di tengah hutan.
Celaka, mereka berdua malah lengket di pohon tersebut bersana-sama, dengan dukun dan binatang yang dikerahkan oleh Guru Hatautan untuk membebaskan putra dan putrinya, agar tetap bersama mereka, Guru Hatautan menyuruh seseorang untuk membuat tongkat panjang dari batang pohon tersebut.
Tongkat itulah yang kemudian diberi nama Tongkat Tunggal Panaluan

Perempuan Batak, ada dimana-mana..!

Serba serbi 1 Tanggapan »

gbrinang2.JPG

Disamping mengurusi pekerjaan domestik rumah tangga, perempuan Batak terkenal gigih dan ulet bekerja untuk membantu suami mencari nafka.Bertani, mencari ikan, berdagang, mengajar, menjadi bidan, perawat,………ya, mereka ada dimana-mana, seperti dalam gambar diatas perempuan Batak dalam upacara adat, Horas… untukmu perempuan Batak terus ikuti jejak, semangat Ajeng Kartini..

PT.Toba Pulp Lestari (PT.TPL) tunjukkan kehebatannya : “bagi-bagi uang kesejumlah wartawan se Toba Samosir.!”

Berita 1 Tanggapan »

PT.Toba Pulp Lestari (TPL) di SosorLadang Porsea Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara, selasa (6/5) mendadak mengumpulkan sejumlah wartawan yang bertugas di Toba Samosir dengan membagi-bagi uang masing-masing wartawan sebesar Rp.150 ribu, “tanpa perencanaan yang secara tiba-tiba mengadakan acara tak jelas alias acara ecek-ecek,”sebutnya Wartawan Hr Medan Pos, SMK.Panji Demokrasi dan lainnya wartawan yang tidak mengikuti acara “misteri” tersebut yang bertugas di Toba Samosir seraya mengatakan uang apa itu yang dibagi-bagi pihak PT.Toba Pulp Lestari (TPL) terhadap masing-masing wartawan.

Luar biasa….!, PT Toba Pulp Lestari, ada apa dengan wartawan pilihannya, “buat acara terhadap wartawan tanpa rencana dan mendadak sehingga tidak seluruhnya wartawan di undang, ada apa dengan PT TPL,”sebutnya Simanjuntak.

Bubarkan itu Managament Humasy Toba Pulp Lesatari jangan buat pilihan-pilihan kepada wartawan di Toba Samosir, “omong kosong semua nya,”tandasnya Djonngi. Baca selengkapnya »

Ditikki…,na ujui..,Perjalanan hidup Letjen Purn TB Silalahi.

Berita Belum ada komentar »

Convention Hall dengan interior yang artistik yang berkapasitas sekira 500 orang, di TB Silalahi Center Balige Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara, disiarkan sebuah Vidio Klip, TB Silalahi “ na uju i ditikki dakdanak sahat tu na magodang rodi na marpahompu “ ( sejak kecil hingga usianya yang ke 70 ).

Simak ditikki na uju i..! ceritanya melalui siran Vidio klipnya :

Betapa sulitnya kehidupan pada masa penjajahan Belanda hingga masa penjajahan Jepang, kondisi itu bukan hanya dialami TB Silalahi tetapi juga dialami semua bangsa,gbrtbcenter.JPG (terlihat Bapak TB Silalahi mengenakan kemeja warna biru garis-garis saat mendampingi Kejagung foto diambil 07-05-2008 ) selanjutnya dalam acara siaran vidio klip itu pada waktu penjajaham jepang dan Belanda, TB Silalahi berjuang keras menempuh kehidupan disaat usianya 5 Tahun ianya sudah ditinggal orang tua.
TB Silalahi adalah anak dari seorang supir pribadi seorang pejabat belanda pada saat itu, sejak ayahnya meneinggal dia harus bekerja keras membantu ibu mencari nafkah dan untuk biaya sekolah.

Sejak usia 7 tahun hingga dewasa TB Silalahi perna menjadi seorang buruh, namun kesulitan kehidupan itu menjadi suatu agitasi bagi dirinya dan menjadi sebuah berkah.
Setelah ianya menamatkan SMA, dia mengikuti seleksi perguruan tinggi di Universitas Gajah Mada dan berhasil lulus dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Kemudian meninggalkan Universitas Gaja Mada Tahun 1957 dan menimbah ilmu di Institut Teknologi Bandung ( ITB) lantara terobsesi pada Presiden RI pertama Ir.Soekarno. Baca selengkapnya »

Ketika, ” R I 67 “, berada di Kabupaten Toba Samosir.

Berita Belum ada komentar »

Ketika, Kejaksaan Agung Herman Supanji pemilik mobil warna hitam “ R I 67 “ datang berkunjung ke Kabupaten Toba Samosir-Propinsi Sumatera Utara dalam rangka study banding Rabu (7/5) di TB Silalahi Center Pagar Batu Balige.
kejagung-3.JPG
Tampak dalam gambar, TB Silalahi, Kejagung Herman Supanji, Kejatisu G.Marbun, Kejari Balige Tumpak Simajuntak, Bupati Toba Samosir, Bupati Tapanuli Utara.

“untuk study banding dan melihat objek wisata dikabupaten Toba Samosir seperti Danau Toba yang begitu indah dan permai panoramanya,”sebutnya TB.Silalahi dalam kata sambutannya di Convention Hall yang begitu mewah dan memiliki desain interior yang artistik, acara tersebut dihadiri Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA, Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing, Kejatisu G.Marbun, dan seluruh jajaran Kejaksaan se Sumatera Utara, dan juga Toko masyarakat, Toko Adat Ulama dan masyarakat Toba Samosir.

TB Silalahi mengatakan kedatangan Kejaksaan Agung bukan dalam rangka kasus-kasus korupsi melainkan hanya melihat objek wisata dan stuy banding, “sebelumnya kami sudah ke Huta Ginjang untuk melihat pemandangan Danau Toba yang begitu Indah yang tidak terkalahkan di dunia,”sebutnya. Baca selengkapnya »

Kasus Dugaan Korupsi di Bagian Umum Pemkab.Tobasa, “sepertinya jalan ditempat”

Korupsi Belum ada komentar »

Pegawai-pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara sepertinya sudah was-was untuk melaksanakan kegiatan proyek maupun kegiatan sosialisasi dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir.

Hal ini dikatakan sejumlah PNS kepada Bersama Toba dot Com baru-baru ini yang katanya tidak usah masing-masing disebut namanya.
Perbincangan ini terkait masalah Korupsi di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, seperti kasus korupsi kegiatan Keaksaraan Fungsional (KF) di Dinas Pendidikan sebesar Rp.90 juta, bahwa kegiatan itu adalah fiktif, Nasib Pasaribu sebagai pemimpin kegiatan yang di vonnis 1 Tahun.

Kemudian Kasus dugaan Korupsi sebesar Rp.48 Juta yang terjadi di Dinas Pemuda dan Olaraga, Pemegang Kas, Pembantu Pemegang Kas dan saksi-saksi lainnya sudah dimintah keterangan di Kejaksaan Negeri Balige.

Kegiatan Sosialisasi sebesar Rp.48 Juta, Parlinggoman Manurung sebagai Pemimpin Kegiatan sudah beberapa kali dipanggil untuk dimintah keterangan dan hal ini Parlinggoman sudah status tersangka.
gbrtikuskantor.JPG
“Kasus dugaan korupsi sebesar Rp.48 juta, kemudian kasus Korupsi Kegiatan Keaksaraan Fungsional sebesar Rp.90 juta, sementara dugaan-dugaan korupsi kelas kakap yang terjadi di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir ini sepertinya tidak terjamah oleh Kejari Balige,”ucap mereka para PNS di Kabupaten Toba Samosir.Menurut mereka seperti Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir yakni Bagian Umum dalam hal Pengadaan Mobil TA 2006 sebesar Miliarran rupiah sumber dana dari APBD sepertinya jalan ditempat, “ada apa sebenarnya Hukum,”sebut mereka seraya mengatakan apakah Kejaksaan Negeri Balige hanya untuk mengejar target Program 5-3-1 yakni 5 untuk Propinsi ( Kejati ), 3 untuk Kabupaten Kota (Kejari) dan 1 untuk Kecamatan (Kecabcari).

Mereka mengharapkan agar kasus-kasus korupsi di Toba Samosir jangan tebang pilih,”jika perlu sikat bersih,”tandas mereka.

Pengadilan Agama Kabupaten Toba Samosir, Anggaran untuk Penyuluhan tidak Transparan.

Berita Belum ada komentar »

Kegiatan Tahun Anggaran 2008, Penyuluhan Hukum yang dilaksanakan Senin (5/5) di Balige, BersamaToba dot Com ( Ir.Ivan Napitupulu ) Selasa (6/5) berkunjung ke Kantor Pengadilan Agama yang berlokasi di Onan Raja Balige dalam wawancaranya dengan Ketua Panitia kegiatan Penyuluhan Hukum Drs Suhatta Ritonga SH yang juga Humasy Pengadilan Agama yang didampingi Panitra Sekretaris Dra.Zuhaira SH.
Dra.Zuhaira SH sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam kegiatan Penyuluhan Hukum mengatakan bahwa Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Balige Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara yang dihadiri sedikitnya 135 orang peserta dari Kecamatan Laguboti dan Kecamatan Balige .

Menurutnya kegiatan penyuluhan Hukum kepada masyarakat rencananya akan dilaksanakan tiga kali kegiatan, “Kecamatan Balige dan Laguboti disatukan di Balai Desa Balige,” imbuhnya.

Sedangkan Humasya Pengadilan Agama Drs Suhatta Ritonga SH yang juga sebagai Ketua Panitia Kegiatan itu mengatakan Penyuluhan Hukum yang akan direncanakan di Kecamatan Porsea atau pun di Daerah Paritohan, “kami belum bisa tentukan jadwalnya yang jelas pada bulan Mei 2008,”ujarnya Ritonga.

Dikatakan Sumber dana kegiatan itu dari Mahkama Agung namun Suhatta Ritonga beserta Zuhaira, tidak transparan dengan jumlah nominal dana kegiatan itu, “ Dana kegiatan itu bukan untuk bahan komsumsi atau pun tidak perlu dipublikasikan, karena kami akan mempertanggung jawabkan ini kepada pihak Negara,”sebutnya

Mereka katakan untuk peserta diberikan buku materi ceramah dan diberi ongkos masing-masing transportasi sebesar Rp.35.000.-

Tujuan dilaksanakan Penyuluhan Hukum itu adalah untuk meningkatkan kesadaran hukum dan ketertiban hukum di masyarakat.

Sementara itu pengamatan Bersama Toba (5/5) di Balai Desa Balige yang hadir mengikuti acara Penyuluhan Hukum itu sekira 100 orang.

DR.IL.NOMMENSEN, Dengan Cintah Kasihnya terhadap Pendidikan dan Kesehatan.

Serba serbi Belum ada komentar »

Missionaris Ingwer Ludwig Nommensen, Ephorus HKBP pertama (1881-1918) Rasul Orang Batak, “Dia memang telah lama pergi,,,, Namun kita tetap merasakan yang telah diperbuat nya, dan patutlah kita mengenangnya”!.
gbrnomensen.JPG
Tidak ada orang asing yang begitu istimewa di hati orang Batak seperti Misionaris I.L.Nommensen yang telah menjalani hidupnya di Tanah Batak selama 56 Tahun dan bahkan berwasiat kepada keturusan nya agar apabila, Ia kelak dipanggil sang Pencipta nya jangan dibawa ketempat kelahirannya di Negara Germany, akan tetapi harus dimakamkan di Desa yang telah Ia pilih dalam nazar nya yakni dahulu Huta Sigumpar nadihaholongi (Tercinta.red)

Yang kini Huta Sigumpar sudah menjadi Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara, Semoga Huta Sigumpar menjadi Huta yang diberkati Tuhan..!!!

Salah satu Sejarah yang sangat mendasar bagi bangsa Batak, DR IL Nommensen membuat pola piker dan Kepercayaan yang mendasar, melangka keluar dari Animisme dan keterbelakangan menuju Hakristenon sebagai paradigma baru dengan nilai-nilai cinta kasih, pendidikan, kesehatan dan tentu saja kemajuan melalui ajaran yang dibawahnya ke Tana Batak.

Menggali sejarah dan melestarikan nilai perjuangan serta keteladanan DR.IL Nommensen sebagai Pahlawan dan apostel orang Batak untuk dapat dicontoh diteladani dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir.

Sejauh ini sejarah DR IL Nommensen masih hanya dituliskan dalam beberapa bulu dan bahkan masih tersimpan dalam wujud saksi-saksi bisu, seperti Peninggalan Bangunan-bangunan gedung gereja seperti (”Foto gereja HKBP Balige”), Makam Rumah Tua dan lain sebagainya.
gbrgerejabalige.JPG
Sehingga Bersama Toba dot Com melalui tulisan ini, mengajak putra-putri perantau di parserahan untuk memberikan perhatian ke Bona Pasogit dan berkenan pulang kampong secara bersama-sama sambil wisata rohani ke Huta Sigumpar Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara, sama seperti orang yang melakukan wisata rohani ke Jerusalem

Namaku Tapanuli, ibu pertiwi yang cantik, anggun dan menawan, mereka menyebutku juga Tana Batak, tempat orang-orang Batak dilahirkan dan dibesarkan.

Maintenance and Design by Suraja
Entries RSS Comments RSS Masuk log