Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Untukmu pemimpin di Toba Samosir

November 18, 2009

Pemimpin dengan memiliki seni

Pemimpin dengan memiliki seni


Media Online Bersama Toba dot Com – Konon, di negeri antah-berantah, memerintahlah seorang Kepala Daerah yang bijaksana.

Apapun yang dititahkan Kepala Daerah selalu dikerjakan staf-stafnya. Namun, para staf itu punya satu kebiasaan buruk: mereka suka mencari perhatian, menjilat dan angkat telor dengan cara yang berlebihan.

Kalau berjalan beriringan, mereka akan berlomba-lomba “menyenangkan” hati Kepala daerah dengan cara memuja-muji.

Yang satu berkata: Bapak adalah kepala daerah yang paling bijaksana di seluruh dunia; tak ada kepala daerah lain di muka bumi ini yang melebihi kebijaksanaan bapak.

Yang lain tidak mau kalah: Kita sungguh berbahagia memiliki kepala daerah yang amat perkasa; tidak pernahkorupsi.

Tidak mau ketinggalan, staf lain pun bersuara: kepala daerah kita memang luar biasa; jangankan korupsi, pengabdian bapak untuk rakyat sangat luar biasa.

Demikianlah mereka menghalalkan segala cara untuk mencari muka.

Lama kelamaan, Kepala daerah itu makin kesal dengan semua perlakuan tersebut dan mulai menyusun rencana untuk memberi sebuah pelajaran.

Suatu hari, kepala daerah itu mengajak para staf-stafnya berjalan-jalan ke-desa-desa. Seperti biasa, staf-stafnya kembali berlomba mengeluarkan pujian-pujian gombal.

Kepala daerah itu kehilangan kesabarannya pun berujar, “Kalian mengatakan bahwa aku adalah seorang kepala daerah yang paling hebat di muka bumi?”

“Ya, benar, pak. Itu jelas. Apa saja yang bapak perintahkan pasti terjadi,” seperti koor para staf-stafnya itu menjawab.

“Betulkah kalau aku memerintahkan rakyat membayar pajak, izin gangguan, galian C dan fee 15% dari proyek mereka akan melakukannya?”

“O, sudah pasti, sudah pasti,” para staf-staf itu berebut cepat menjawab.

“Aku juga pernah mendengar, karena pengabdian-ku semua hal akan tunduk kepada perintahku. Benarkah itu?”

“Benar pak. Segala perintah atau Perda pasti dituruti oleh segala sesuatu di daerah ini.”

Demikian kepala daerah dengan staf-stafnya seperti katak dalam tempurung.Nah…….bagaimana, kepala daerah mu beserta staf-stafnya

Untuk-mu Pemimpin di Kabupaten Toba Samosir.

Etos ke-6 berbicara tentang seni. Dan aspek seni yang bisa kita pelajari dari kisah ini adalah seni mendidik orang, seni menegur, seni memberi pelajaran.

Kepala daerah memberikan pelajaran yang penting dan berharga kepada para stafnya dengan cara yang kreatif dan efektif. Itulah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Memang, kepemimpinan adalah sebuah seni.

Seni diperlukan bukan saja dalam memimpin, tetapi dalam semua aspek pekerjaan.

Kita semua dianugerahi dengan bakat, talenta, dan kemampuan seni yang beragam. Manfaatkanlah itu, niscaya kita akan berkembang menjadi orang yang lebih kreatif menyelesaikan pekerjaan kita.

Jika kita menerapkan rasa seni pada semua aspek hidup dan pekerjaan kita, maka kita selalu bisa menemukan cara yang unik untuk menyelesaikan masalah-masalah kita sesuai dengan diktum etos ini: aku bekerja cerdas penuh kreativitas. botimaaaaa………….

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Met’ pagi dan Sore buat mu Tobasa, gak ada loe..gak rame
-Ketika itu, barisan start di tempat gerak, siap gerak, lancang kanan gerak hitung mulai, ucap komando barisan pada sore hari di halaman sejumlah dinas

Danau Toba Raja dari segala Danau


Kataku, pemimpin di Kabupaten Toba Samosir.
Media Online Bersama Toba dot Com - Kataku Calon Pemimpin di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir adalah tidak boleh hanya mendengarkan laporan-laporan resmi para

Kasus Dugaan Korupsi di Bagian Umum Pemkab.Tobasa, “sepertinya jalan ditempat”
Pegawai-pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara sepertinya sudah was-was untuk melaksanakan kegiatan proyek maupun kegiatan sosialisasi dilingkungan Pemerintahan

Mencetak Pemimpin Masa Depan di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir
[ditulis Ivan n70 - Blogger Batak parBalige ] Media Online Bersama Toba dot Com - Masalah regenerasi kepemimpinan adalah hal yang seringkali dihadapi suatu Pemerintahan

Komentar

One Response to “Untukmu pemimpin di Toba Samosir”

  1. Black on November 24th, 2009 17:46

    MEDAN – Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU) bakal menolak ratusan calon mahasiswa berprestasi dari 26 daerah melalui jalur Penulusuran Minat dan Prestasi (PMP) tahun akademik 2010/2011termasuk juga kota Medan. Penolakan itu sebagai imbas dari sikap 26 daerah yang tidak menjalin kerja sama pembuatan naskah ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009 di Sumut.   

    “Kalau mereka (26 daerah, red) itu tidak mau kerja sama dengan kita, mengapa pula kita menampung calon mahasiswa berprestasi dari mereka. Itukan tidak fair namanya,” tegas rektor USU, Chairuddin Panusunan Lubis, tadi malam.

    26 daerah yang ditolak itu, 19 di antaranya menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI). Yakni Langkat, Binjai, Medan, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Samosir, Kota Gunung Sitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Kota Pematang Siantar dan Sibolga.
    Kemudian tiga daerah, yakni Toba Samosir, Padang Lawas dan Kota Padang Sidimpuan menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Berikutnya tiga daerah lagi menjalin kerja sama dengan Universitas Padjajaran Bandung. Yakni Kota Tanjung Balai, Mandailing Natal dan Padang Lawas Utara, serta satu daerah, yakni Tapanuli Tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

    “Kita hanya menerima calon mahasiswa PMP 2010/2011 dari Kota Tebing Tinggi, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu, Deli Serdang dan Humbang Hasundutan. Karena lima daerah ini bersama Pemprov Sumut menjalin kerja sama dalam seleksi CPNS dengan kita,” ungkap Chairuddin.

    Menyangkut jumlah calon mahasiswa PMP 2010/2011 dari 26 daerah yang ditolak itu, Chairuddin mengaku tidak bisa merincikannya. Karena formasinya belum dibuat. Begitupun dia memperkirakan sekitar 1.000-an orang. Hal ini didasarkan pada formasi PMP USU 2008/2009 sebanyak 1.497 orang dan formasi PMP USU 2009/2010 sebanyak 1.341 orang.

    “Jumlahnya belum pasti, tapi sekitar 1.000 orang. Karena jumlah itu merupakan hasil penjaringan pihak sekolah di seluruh daerah Sumut yang mendapat kuota sekitar 30 persen untuk diterima masuk USU melalui jalur PMP,” tandasnya.

    Saya sangat setuju dengan kebijakan Bapak Rektor USU. Jika penduduk tobasa setuju atau tidak, itu bisa kita salahkan bupati tobasa. kalau mau semua penduduk tobasa bisa menurunkan Bapak Bupati Tobasa, karna hanya mementingkan dirinya dan bukan kepentingan penduduk tobasa.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak