That’s beautiful Perayaan Natal Sumut 2008, di Siborong-borong
Desember 3, 2008
Balige, Media Online Bersama Toba dot Com – Letjend (Purn) Dr TB Silalahi SH menilai, ide perayaan Natal Umat Kristen Sumut 2008 yang kali ini berlokasi di Desa Silangit Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara adalah ide yang bagus.
Soalnya konsep beribadah di area terbuka yang berada di alam pegunungan yang segar dan jauh dari keramaian kota besar akan lebih dekat dengan Tuhan.
Dikatakan Natal kali ini dilaksanakan di alam pedesaan atau virgin area, jauh dari keramaian kota. Kalau kita beribadah kepada Tuhan di alam pegunungan itu lebih dekat dengan Tuhan. Dalam agama Kristen ada istilah retreat atau menjauhkan diri dari keramaian untuk berdoa kepada Tuhan. “Saya kira itu ide yang bagus” sebutnya. seraya mengatakan lokasinya, that’s beautiful, itu daerah yang indah.
Rombongan panitia yang ikut beraudiensi di Wisma Op Herti ditepi pantai Balige dengan TB Silalahi antara lain Sekum Pdt DR Elim Simamora MTh, para wakil ketua masing-masing Jumongkas Hutagaol,SE, Drs Nurdin P Manurung, Drs Burhanuddin Rajagukguk, Sanggam SH Bakkara, Drs Gandhi Tambunan, Sekretaris Ir Hasudungan Butar-Butar MSi, Rooslynda Marpaung, Bendahara Drs Monang Simorangkir, Septa Glory Nainggolan SS, Koordinator Dana Ir Washington Pane.
Sedangkan Panitia Lokal yakni Ketua Juhal Siahaan, Sekretaris DR Simion D Harianja,MA, Wakil Ketua Rosmian Nainggolan,SH, Dr Hulman Sihombing dan Bertho Pasaribu.
TB Silalahi yang juga dikenal sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu lebih lanjut mengatakan, dirinya sering mengasingkan diri di desa yang jauh dari keramaian terutama pada saat dirinya merasa terbeban dan gundah akibat menghadapi berbagai persoalan kenegaraan maupun urusan keluarga. “Saya juga sering gundah di Jakarta, saya pulang ke desa. Di sini saya hanya mendengar suara burung, saya pandangi air Danau Toba kemudian merenungkan dan mengevaluasi apa yang saya perbuat. Saya merasa lebih khusuk berkomunikasi dengan Tuhan,” kata pak TB.
Menurutnya, kalau bicara lokasi, Desa Silangit itu sangat indah. Pdt Nomensen pun saat turun dari Tarutung berjalan kaki selama lebih kurang 3 hari tiga malam melewati Siborong-borong dan Silangit menuju Desa Meat.
Namun menyangkut lokasi perayaan Natal di area terpencil dan terbuka berarti menurutnya, ada tantangan sangat besar yang akan dihadapi panitia seperti gangguan cuaca seperti hujan, panas matahari dan minimnya sarana dan prasarana menyangkut peralatan tempat dan energi listrik.
Hal itu katanya harus dicermati dan dikaji panitia secara matang karena persoalan besar akan muncul karena menyangkut pengorganisian umat secara massal hingga ratusan ribu orang.
Pak TB mencontohkan, Siborong-borong itu sangat terbatas infrastruktur dan transportasi untuk mengangkut massa menuju dan dari lokasi. Selain itu lokasinya area terbuka sehingga harus dibangun pentas yang sangat besar dan tenda-tenda dan lain-lain.
Pak TB pun mengisahkan keberaniannya melaksanakan perayaan Natal nasional di Gunung Sitoli Nias beberapa tahun lalu pasca bencana sunami dan gempa yang memakan ribuan korban. Meski daerah itu terbatas sarana dan prasarana tapi Presiden SBY dan sejumlah Menteri katanya sangat tertata rapi atau well organise.
Kesuksesan Natal itu pun dipuji Presiden SBY dan para Menteri yang hadir. “Bahkan Presiden, ibu Ani dan para Menteri sempat menangis menyaksikan pagelaran sendra tari yang mengisahkan penderitaan masyarakat Nias saat terjadinya bencana Tsunami dan gempa. Presiden itu sangat perfeksionis sehingga sangat cermat dalam melakukan segala sesuatunya,” katanya.










i like your vilage because there my heart stay .i miss you always VINALITA.S