Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Sketsa masyarakat : bu guru si tukang “encing”

Mei 28, 2008

Nah..beginilah jalan ceritanya,
Salah seorang guru, disalah satu sekolah kejuruan di Kabupaten Toba Samosir, sebut saja namanya Nelly (26), perantau dari daerah Rantauparapat Sumatera Utara, bila lelaki melihat sepintas wajahnya akan “tergiur” oleh kecantikan wanita yang berfropesi guru ini, cuma disini kan ada moral, etika, aturan, agama dan sejuta keterbatasan manusia.

Dimata lelaki dewasa, Nelli begitu sempurna dan diam-diam dibawah umur menyukainya bahkan terang-terangan Bandot tua menggodahnya.

Nelly terkenal “galak” bak sadis bahkan dijuluki oleh siwa-siswinya guru itu disebut si “Baling”, kenapa..?.
Selain tingkahnya yang kasar dan suka menendang bahkan menampar tanpa ada rasa mendidik, merasa guru itu di atas angin alias super power serta ianya menganggap si murid harus turut perintahnya segala..!.
Tidak jarang dijumpai murid menangis akibat tendangan “maut” dari si baling bahkan ada murid sampai menahan sakitnya akibat ulah sang guru itu hingga beberapa hari dan bahkan tidak masuk sekolah.

Disebut Nelly itu “Baling”, lantaran kadang disaat mengajar secara spontan ianya ngomongnya nyerocos diluar materi yang diajarkan, ya…., macam orang yang baling, ngomong tak karuan.

Guru si “Baling”, disatu sisi mempunyai kelainan, dimana setiap tiga menit selalu keluar ruang kelas pada saat ianya mengajar, rupanya si baling mempunyai kelainan bahwa ianya selalu buang air kecil, bagaimana jadinya murid-muridnya konsentrasi sementara guru baling selalu “asyk ke kamar kecil”, apa memang ini sudah hobby nya yang tidak dapat dirubah pada saat mengajar..?.

Bukan itu saja, sang guru itu terakhir diketahui bahwa ianya hobby sekali 3 menit buang air kecil dimanapun berada, baik itu dirumah tinggalnya maupun diperjalanan, apa tidak repot itu……..?

Kalau sudah begini, bu guru….!, Apa tidak sebaiknya pakai “Pampers” alias popok.., he.he.he….. (*)

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Enam Balai roong model rumah Batak, Perlu perhatian dari Pem.kab.Tobasa-Sumut
6 (enam) Balai roong model desain rumah Batak yang didirikan sekira Tahun 1938 oleh Belanda di zaman penjajahan sebelum Indonesia merdeka, balai roong itu

Penegak Hukum, usut dan tidak lanjuti hasil audit BPK RI di DPRD Toba Samosir
Balige - Toba Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com - Tertangkapnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR, Bulyan Royan yang

Lumban Silintong, percontohan menuju Objek Wisata.
>>Tingkat Ketrampilan pengaruhi kesejahteraan >> Ahli sulaman didatangkan dari Tasikmalaya. Ny. Intan Monang Sitorus Br. Marpaung (Ketua TP PKK Kabupaten Tobasa/Ketua Dekranasda Kab. Tobasa) melakukan pembinaan

100 Tahun kebangkitan Nasional, dengan sebuah nilai harmonis terhadap keberadaan suatu Industri.
>>Keberadaan suatu industri meningkatnya kesenjangan Sosial.

Kenaikan BBM, menjadi sebuah beban dikalangan masyarakat.
>>Oleh: Elisabet.Simanjuntak.

Komentar

One Response to “Sketsa masyarakat : bu guru si tukang “encing””

  1. dollin htjl on Agustus 11th, 2008 20:43

    mumgkin holan na manendang balik dora bu guru i ate lae

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba
Gambar danau toba batak