Siklus kehidupan, turun -temurun.
Juni 7, 2008
>>Oleh: Elisabet.Simanjuntak
>>si Kecil mirip aku……!
>>Gen, yang sudah diwariskan.
Pada saat, sanak saudara berkunjung melihat bayi lahir sering kita dengar “komentar”, “Lihat matanya, mirip sekali Bapaknya.” Atau
“Cantik ya…hidungnya mancung seperti mamanya.!”
Kita pasti, bangga mendengar pujian seperti itu.?, kenapa
Ketahuilah, Apa saja yang kita turunkan kepada si Kecil..!
Jadi mau tak mau si kecil tidak dapat memilih yang sudah “diwariskan” dari Orang tua, baik “warisan” materi gen sebagai cirri-ciri fisik misalnya warna bola mata, rambut, warna kulit maupun cirri-ciri yang lain, yang tidak nampak, umpamanya penyakit turunan, golongan darah dan sebagainya.
Terkadang dapat kita jumpai si kecil sangat mirip dengan ibunya, hal ini bukan berarti gen dari si ibu lebih banyak dimiliki si kecil akan tetapi materi gen yang mengandung ciri-ciri pada ibu lebih dominant, lalu kemana sisa gen yang tidak terlihat…?
Gen si Bapak tidak akan hilang begitu saja, gen yang sudah “diwariskan” itu akan tetap tersimpan dan suatu saat nanti muncul pada keturunan selanjutnya.
Misalnya jika anda tegap pada hal anak tidak tegap seperti anda, mungkin saja salah satu cucu anda akan mewarisi sifat tersebut, namun anda jangan heran, bila kita melihat si kecil yang baru lahir mirip nenek atau kakek lantaran gen tidak akan lenyap begitu saja dan cirri-ciri itu akan terlihat pada keturunan berikutnya.
Yang indah atau yang tidak diinginkan memang sudah diwariskan, begitulah hal materi gen, milik anda, dan pasangan, mau tidak mau materi gen itu akan diturunkan ke si buah hati.
Demikianlah siklus kehidupan manusia turun temurun.





Ketabahan hati sang Nelayan, di Danau Toba.
>>Oleh: Elisabet Simanjuntak >> Nelayan merupakan pekerjaan turun temurun >> Nelayan menangkap ikan dengan jaring net diatas sebuah Sampan >> Mata pencaharian desa Meat adalah, Nelayan, Bertani
Ulos Batak, mendapat perlindungan secara Hukum.
>> Hak Cipta, selama pencipta hidup >> Hak Budaya, selama Budaya itu ada. Ulos Batak adalah sebagai identitas, ada orang mengatakan ulos Batak adalah sebagai Budaya, Adat,
Jamu Tradisional, “sedang sakit”
>>Oleh: Elisabet Simanjuntak, Asisten Apoteker. >>Awas..!, jamu “dinodai” bahan kimia >>Melawan jamu palsu, bukan perkara enteng. Seperti yang kita ketahui di Tanah Air ini, banyak kita jumpai beragam
Komposisi dan Konstruksi Dalihan Na tolu, dihalak Batak.
Inginkah anda memperoleh kekayaan serta keturunan yang kaya sejahtera…? Muliahkanlah dan agungkan Hula-hula, kenapa..? Hula-hula, Wujud Allah yang dapat dilihat dengan mata (“Debata na niida”), hula-hula ibarat
Ditikki…,na ujui..,Perjalanan hidup Letjen Purn TB Silalahi.
Convention Hall dengan interior yang artistik yang berkapasitas sekira 500 orang, di TB Silalahi Center Balige Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara, disiarkan sebuah Vidio
Komentar
Berikan komentar dan masukan anda