Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Siasati, memberi obat pada si kecil

Juni 8, 2008

>>Oleh:Elisabet Simanjuntak Asisten Apoteker.

>>Rayuan dan bujukan manja pada si kecil.
gbrtelleng.JPG
Kita sering kali kewalahan memberikan obat pada si kecil, selain rasa yang pahit, bau yang tidak enak dan amis sering membuat si kecil menolak obat yang diberikan.

Pada hal system kekebalan tubuh si kecil sebelum melewati usia lima tahun belumlah sempurna, hal ini menyebabkan rentan terhadap penyakit terutama inpeksi seperti diketahui anak dominan diberikan obat berupa sirup ataupun puyer (“serbuk”) yang jelas rasanya sangat tidak diinginkan si kecil.

Seharusnya sebelum memberikan obat kepada si kecil terlebih dahulu baca aturan yang tertera pada label kotak kemasan misalnya, 3 kali 1 hari dan jangan melampaui batas pemberian obat.

Kemudian, berikanlah obat pada si kecil sesuai dengan waktunya misalnya, harus diberikan sebelum atau sesudah makan dan sesuai dengan dosis anjuran serta menggunakan sendok takar yang ada dalam kemasan obat tersebut.

Untuk membantu si kecil dari obat yang berbentuk puyer dimana rasa bau yang kurang enak dapat disiasati dengan mencampur puyer dengan jus buah tetapi dengan jumlah yang tidak terlampau banyak sehingga tidak berpengaruh terhadap kasiat obat.

Dapat juga dengan menyampurkan puyer kedalam puding buah, agar-agar atau pun jeli lantaran rasanya disukai si kecil.

Sendok atau alat makan yang berbentuk dan bermotif lucu atau berwarna, sehingga mampu menarik perhatian si kecil, bukan itu saja obat dapat juga dicampur pada susu biasa atau susu coklat, akan tetapi pastikan obat yang mau diberikan tercampur homogen.
Bahkan dapat juga dicampurkan bersama-sama dengan makanan kesukaan si kecil misalnya, dicampurkan dengan madu atau potongan kue.

Meskipun Balita belum mahir berbicara tetapi berikan penjelasan serta pengertian mengapa si kecil perlu minum obat dan apa manfaatnya serta ajak si kecil berbicara seolah-olah minta izin saat akan memberi obat padanya, “maaf ya…nak, mama, mau memberikan vitamin agar kamu tumbuh dan cepat besar, sebentar kog setelah itu mama akan bercerita dongeng.!”

Rayuan dan bujukan manja pada si kecil akan sangat menarik perhatiannya dan ingin segera menyelesaikan hal tersebut.

Nah…ternyata menyenangkan bukan,tanpa harus menunggu si kecil menangis karma harus minum obat.

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Pentingnya, Pengawasan Obat, Makanan dan Kosmetik.
>> Oleh: Elisabet Simanjuntak Asisten Apoteker. Melindungi masyarakat dari berbagai bahaya, serta kerugian yang diakibatkan penggunaan Obat, Makanan, Kosmetik dan Alat-alat kesehatan salah satu hal

Siklus kehidupan, turun -temurun.
>>Oleh: Elisabet.Simanjuntak >>si Kecil mirip aku……! >>Gen, yang sudah diwariskan. Pada saat, sanak saudara berkunjung melihat bayi lahir sering kita dengar “komentar”, “Lihat matanya, mirip sekali

Jamu Tradisional, “sedang sakit”
>>Oleh: Elisabet Simanjuntak, Asisten Apoteker. >>Awas..!, jamu “dinodai” bahan kimia >>Melawan jamu palsu, bukan perkara enteng. Seperti yang kita ketahui di Tanah Air ini, banyak kita jumpai beragam

Menyaksikan Ihan Batak keramat, di Bondol Kabupaten Toba Samosir.
FEATURE >>oleh:Elisabet.Simanjuntak, Asisten ApotekerIHAN BATAK YANG DIKERAMATKAN>SEBUAH BATU

Par rengge-rengge, di Pelabuhan Balige
Par rengge-rengge ( pedagang kecil.red) Jumat (2/5) disekitar Pelabuhan Balige, ini terjadi sekali seminggu di Balige ibu kotanya Kabupaten Toba Samosir. Par-rengge-rengge ( pedagang kecil.red

Komentar

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba
Gambar danau toba batak