Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Perjuangan seorang ibu, melawan sakit, mama.. Tuhan memberkati Mu.-

April 27, 2008

>Mamaku : Berdoa memohon terlepas dari penyakit yang dideritanya
>Bersama Toba dot Com : mamaku di operasi selama 8 jam
>Prof.Dr.Gerhad Panjaitan : Selama pengoperasian tanganku di jamah Tuhan

Kami keluarga besar Napitupulu, tidak pernah menyangka harus menghadapi ujian berat diusia mama kami Asima br hutapea (65) harus berhadapan dengan penyakit yang menyerang leher.(kanker gondok)

Kami sekeluarga khususnya mama tidak pernah menyangka menderita penyakit yang begitu menakutkan itu, ianya tidak mengeluh mama tercinta itu begitu tabah meskipun merasa sakit menggerogoti sekitar daerah lehernya.

Sejujurnya kami keluarga besar Napitupulu sangat sedih melihat mama kami yang menahan rasa sakit meskipun demikian mama kami selalu berusaha untuk tersenyum menyembunyikan rasa sakit yang dialaminya, ianya ingin semua keluarga tegar dan tidak membuat keluarga menjadi sebuah beban pikiran.

Melalui Bersama Toba kami berusaha mewujudkan harapan mama kami yang sakit namun memiliki semangat hidup yang besar demi Bapa, anak-anak, dan cucunya yang masih ingin bercanda ria dengannya.

SEBUAH FIRASAT ANEH,
Dikala kami berkumpul disenja yang indah ,mama menanyakan berbagai macam hal kepada kami “apakah aku masih bisa berkumpul dan bercanda ria kelak dengan cucu cucu ku, masih kah aku nanti bertemu dengan anak-anak ku yang jauh dirantau,”tanyanya polos.
Kami tidak menyadari pertanyaan mama, kami pikir itu adalah sebuah pertanyaan iseng, seorang orang tua namun kami tidak bisa menjawab, namun kami memperlihatkan kitab suci pada mama dan mengatakan, bahwa apa pun yang kita inginkan, maka mintalah pada Tuhan.

Suatu hari, keanehan timbul dimana mama kami selalu ceria tiba-tiba menjadi pendiam dan pemarah bahkan tidak dapat makan dan hanya tiduran saja tanpa membagi beban sakitnya kepada keluarga.
Kami menyadari keganjilan tersebut lantaran mama kami sudah semakin lelah dan lemas, pada malam itu jam 11.15 wib, hari Sabtu tanggal 05 april 2008 saat itu mama tiba-tiba mendadak dilarikan ke Rumah Sakit HKBP Balige yang tidak begitu jauh dari rumah.
Mama dilarikan ke Rumah Sakit itu lantaran tekanan darahnya yang draktis naik, kontan saja kami semua panik pada waktu itu, karena selama ini mama kami tidak pernah mengalami hipertensi.
Sebagai tindakan awal Dokter di Rumah Sakit HKBP Balige memberikan infus dan obat untuk penurun tekanan darah, anehnya mama kami tetap lemas dan tidak dapat makan.

Takut terjadi hal yang lebih buruk kami segera melarikan mama ke Rumah sakit Umum Herna di Medan.
Ternyata setelah dilakukan diagnosa oleh Prof.Dr. Gani Tambunan ahli sepesial Kanker dan Tumor, mamaku mengidap penyakit kanker gondok yang menekan didalam kerongkongan sehingga hal inilah yang mengakibatkan mama kami tidak dapat menelan makanan.
Akhirnya menurut hasil diagnosa, setelah satu minggu dirawat di Rumah Sakit itu, Dokter memutuskan agar mama kami harus dioperasi pada hari senin, tanggal 21 april 2008 tepatnya hari ibu Kartini.(hari kemerdekaan bagi kaum wanita.red).

Detik-detik operasi sangat mencekam bagi semua keluarga besar Napitupulu (Glatik II.Kamar kls III.1.2) dimana mama kami mengumpulkan semuanya keluarga meminta permohonan Doa dan kekuatan tidak terasa air mata membasahi pipi dikala itu mama kami menyanyikan sebuah lagu rohani Protestan yakni, Husomba ho Tuhan, Tangihon au, Sangkap mu ma tontong pasaut tu ahu, lamganda bahen non i, holong ni rohami, sai lamganda holong tu ahu begitulah lirik lagu mama kami yang diiringin sanak keluarga dan penuh isak tangis.

Bukan itu saja dengan hikma, Bapa meminpin Doa yang didampingi Prof.Dr.Gerhad Panjaitan yang sekaligus berdoa bersama “ale ama nami na di Banua nginjang, sai pinarbadia ma goarMu………. …………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………
Unang hami togihon tu pangunjunan alai palua ma hami sian Pangago…………………..”

(Bapa kami yang ada di sorga dimuliakan lah nama Mu…………………………………
……………………………………………………………………………………………..
Jangan bawah kami kedalam pencobaan tetapi lepaskan la kami dari yang Jahat…………)

Terdengar suara mama kami lebih lantang begitu histeris dan yakin dan percaya Kuasa Tuhan mampu menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
Amin…..doa selesai, beberapa saat kemudian mama kami didorong menujuh ruang operasi dengan penuh rasa sayang kami satu per satu mencium kening mama kami untuk memberikan dorongan semangat agar tetap berjuang di dalam nama Tuhan Jesus Kristus.

Tepatnya jam 10.00 wib, mama kami pun dioperasi dengan ditangani beberapa Dokter yakni: Dokter spesial Anastasia (Dr.Poltak Simangunsong); Dokter spesial Bedah Tumor & Kanker (Prof.Dr.Gerhad Panjaitan), Dokter spesial Kanker & Tumor (Prof.Dr Gani Tambunan) dan beberapa Dokter senior lainya yang dibantu beberapa suster.

Saat-saat penantian itu membuat jantung kami seakan-akan copot dan penuh harapan agar penyakit mama kami dapat disembuhkan, setelah 3 jam diruang operasi bahkan sampai 8 Jam, Prof Dr Gerhad Panjaitan keluar dari ruang operasi dan memanggil keluarga untuk masuk ruang dokter, saat itu jantung kami dag.. dig.. dug..tak menentu.

Dokter menyimpulkan Kanker gondok yang diderita mama kami sudah parah hingga menggorogoti leher bagian kiri dan bagian kanan.

Alhasil, leher kiri berhasil diangkat dan mengeluarkan segumpal daging sementara leher kanan sudah terjadi pengapuran dan dokter Rumah Sakit Umum Herna tidak berani mengoperasinya dan menganjurkan ke Rumah Sakit di Bandung untuk pengobatan yang lebih intensif.
“itu adalah mujizat saya dapat berhasil membebaskan segumpal daging di leher kiri itu Tuhan menjamah tangan ku,” ujar Prof Dr Gerhad Panjaitan seraya mengatakan bahwa mamaku, harus mengkomsumsi obat sepanjang umurnya.

Selama beberapa minggu di Rumah Sakit Umum Herna, mama kami dirawat biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit tetapi kami keluarga besar Napitupulu tetap nekad untuk pengobatan mama kami, Tuhan pasti membantu untuk mendapatkan biaya pengobatan mama kami yang tersayang, aku (Ir.Ivan Napitupulu-Bersama Toba dot Com), percaya pada mujizat, terlepas semua dari biaya itu perjalan kami mendampingi mama membuat semakin dekat dengan Tuhan.

Kondisi mama kami Pasca operasi sudah banyak perkembangan, dimana untuk sementara dokter mengambil alternatif terakhir untuk mengkomsumsi makanan dengan memakai selang melalui perut sebelah kiri sekalipun begitu tertekan tetapi hal itu dapat menambah berat badan mama kami yang sempat menurun drastis.
Hal ini akan terjadi beberapa waktu lamanya sampai mama kami dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Bandung .

Akhirnya penulis, Ir.Ivan Napitupulu, (Bersama Toba dot Com yang juga Reporter Hr.Medan Pos Group) mengharapkan doa dan dukungan para pengunjung, semoga mama kami tabah, kuat dan mampuh menghadapi segalah cobaan.

Tuhan memberkati……….Syalom

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Tiga anggota DPRD Tobasa dari Partai PDIP, resmi dipecat
Toba Samosir, Balige - Media Online Bersama Toba dot Com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau DPP PDI Perjuangan, pecat Tumpal Sitorus,

Lowongan Kerja Rumah Sakit Mahkota(MMC)
Rumah Sakit Mahkota(MMC) adalah penyelenggara perawatan kesehatan swasta yang terletak strategis di dalam area bisnis dan wisata di Melaka, Malaysia. Perusahaan pemilik Rumah Sakit Mahkota adalah

Golongan si Raja Batak Parbaringin Malim Martonggo, untuk melindungi Tanah Batak dan Masyarakat Batak.
Golongan Siraja Batak Parbaringin Malim Marsada dengan ketuanya Raja Sampuara Marpaung beserta seluruh anggotanya yang datang dari seluruh Nusantara melakukan doa (tonggo) dan permohonan kepada

Rumah Sakit HKBP Balige, bukan seperti yang dulu lagi..
>Bersama Toba dot Com : harapkan, Bonar Napitupulu ( Eporus HKPB ), perhatikan Rumah Sakit Umum HKBP Balige. Rumah Sakit Umum HKBP Balige miliknya

Siasati, memberi obat pada si kecil
>>Oleh:Elisabet Simanjuntak Asisten Apoteker. >>Rayuan dan bujukan manja pada si kecil. Kita sering kali kewalahan memberikan obat pada si kecil, selain rasa yang pahit, bau yang

Komentar

3 Responses to “Perjuangan seorang ibu, melawan sakit, mama.. Tuhan memberkati Mu.-”

  1. pida on April 28th, 2008 01:45

    Kami akan selalu berdoa unt namboru agar lekas sembuh dari penyakit ini,kami yakin namboru seorang sosok ibu yg sangat tegar dan bisa berjuang melawan penyakit ini.Kami juga akan tetap doakan keluarga agar tetap tabah dan kuat atas semua pencobaan ini.Tetap berpegang teguh pada Tuhan kita,dia akan datang melawat kita dan selalu campur tangan di dalam kehidupan kita.Tuhan membekati….Amin

  2. farady on April 29th, 2008 15:09

    Tuhan itu sungguh Maha Baik. Kita yakin disetiap waktu Dia selalu menyertai kita. Semoga keluarga Abang diberi Nya ketabahan dan kekuatan di masa-masa kesembuhan orang tua yang kita cintai. Karena hanya kepadaNya kita bisa berserah. Tiada pencobaan yang tidak bisa dilalui oleh umatNya. Akhir kata Semoga orang tua yang kita cintai lekas sembuh dan bisa melakukan aktivitasnya seperti hari - hari sebelumya… Amin

  3. Asia Selular on April 29th, 2008 15:40

    kami panjatkan doa untuk kesembuhan dari ibu Asima br.Hutapea…
    Ibu Asima adalah sosok ibu yang kuat..
    terlihat di mata dan semangatnya.

    beliau pernah mampir ke toko kita, saat ia berbelanja hp..
    senyumannya masih teringat oleh kita..
    dan sapaan ramah sering ia lontarkan kepada kami..

    kami keluarga dan karyawan/wati dari toko Asia Selular mendoakan kesembuhan dari Ibu.Asima..
    kita merindukan senyuman dan keramahan dari ibu..
    semoga ibu cepat sehat kembali..

    salam dari Medan..

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak