Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Menyaksikan Ihan Batak keramat, di Bondol Kabupaten Toba Samosir.

Mei 20, 2008

FEATURE

>>oleh:Elisabet.Simanjuntak, Asisten Apoteker<<

>>IHAN BATAK YANG DIKERAMATKAN<<
>>SEBUAH BATU DIPINGGIRAN GOA<<
>>DAUN SIRIH DISEKITAR GOA BATU<<

Ketika berkesempatan ke Desa Bonan Dolok (“Bondol”), kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Propinsi Sumatera Utara, Bersama Toba dot Com Selasa (20/5) melihat sebuah sungai Sirambe Nauli dimana terdapat sekumpulan “ Ihan Batak “, konon dikabarkan sudah ada yang berumur hingga ratusan tahun, bahkan di informasikan Ihan Batak yang ada di sungai Sirambe itu ada yang berukuran besar, bagi masyarakat setempat bahwa Ihan Batak tersebut dianggap keramat.
Memasuki Desa Bonan Dolok (“Bondol”) dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam dari pusat kota Balige, suasana damai segera terasa.gbrserambe-2.JPG
Kehidupan sudah berdenyut mewarnai desa yang terletak di kaki gunung , Desa Bonan Dolok jalan menujuh kesana sangat rusak parah disepanjang jalan hampir semuanya jalan rusak, menyusuri desa Bonan Dolok ditemukan sebuah sungai Sirambe Nauli yang sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga tampak seperti sebuah kolam panjang.

Oleh warga setempat sungai itu dibagi menjadi beberapa fungsi masing-masing, yakni, untuk air minum, masyarakat setempat biasanya mengambil air minum dari sungai tersebut lantaran airnya sangat jerni dan bersih.

Kemudian merupakan kolam mandi dan berenang sepuasnya, bukan itu saja sungai Sirambe juga dipergunakan untuk tempat ibu-ibu mencuci pakaian.

Uniknya, di Sungai itu hidup ratusan ekor Ihan Batak berukuran besar dan kecil, Ihan Batak inilah yang menjadikan Desa Bonan Dolok istimewa dan menjadi salah satu objek parawisata di Balige Kabupaten Toba Samosir.

Biasanya Ihan Batak tersebut bersembunyi dalam goa-goa batu yang berada didasar kali dan akan keluar saat pengunjung turun ke sungai Sirambe Nauli untuk memberi makan, missal seperti kacang-kacangan atau pun nasi.

IHAN BATAK YANG DI KERAMATKAN

Menurut inang br Huta Julu (65) salah seorang penduduk Bonan Dolok keberadaan Ihan Batak didalam sungai itu jika kita berikan makanan seperti kacang-kacangan atau pun nasi, Ihan Batak itu akan muncul dari goa-goa batu ada yang kecil dan ada yang besar,gbrserambe-5.JPG bila Ihan Batak berukuran besar muncul disaat kita memberikan makan, maka rejeki kita akan datang, “ coba berikan nasi itu kearah goa-goa itu,” sebutnya inang br Hutajulu kepada Bersama Toba dot Com, benar Ihan Batak berukuran sedang dan kecil bermunculan dari goa-goa batu itu namun seperti yang diharapkan Ihan Batak ukuran besar tidak muncul.

Inang br Hutajulu mengatakan air sungai dapat dipergunakan sebagai obat, namun Ihan Batak tersebut tidak dapat diambil dari sungai tersebut, “konon sudah pernah ada pengunjung yang mengambil Ihan Batak dari sungai tersebut dan dimasaknya dirumahnya namun Ihan Batak itu setengah matang dan setengah lagi tidak matang,”sebutnya seraya mengatakan pengunjung yang mengambil Ihan Batak itu mengalami sakit keras.

Setelah mendengarkan kejadian itu, seketika itu masyarakat setempat dan sekitarnya meyakini bahwa Ihan Batak itu keramat dan bukan untuk dikomsumsi.

SEBUAH BATU DI PINGIRAN GOA.

Konon dikabarkan awal mula keberadaan batu itu berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat berasal dari gadis cantik boru Siagian yang dijodohkan dengan orang yang tidak dicintainya, sehingga gadis cantik boru Siagian itu putus asa kemudian pergi ke sungai Sirambe sambil menangis dan mengungkapkan perasaan hatinya kedalam goa batu tersebut, “tumagon ma ahu di ho dari pada tu baoa naso huhaholongi, (“lebih baik aku disungai Sirambe itu dari pada sama pria yang dijodohkan yang bukan saya cintai sambil memohon dengan penuh isak tangis”) dan seketika itu gadis cantik boru Siagian tersebut berubah menjadi sebuah Batu, dan bukan itu saja Batu tersebut tidak boleh diinjak dan diyakini sampai sekarang ini karena batu itu adalah jelmaan manusia,”demikian boru Hutajulu mengisahkan keberadaan batu yang berada dimulut goa Sirambe Nauli.
gbrserambe-4.JPG
Ketika itu boru Hutajulu sedang menyiram (“memandikan.red”) Batu tersebut mereka menyakini bahwa dengan memandikan batu tersebut maka mereka akan terhindar dari marah bahaya dan akan memperoleh keberuntungan, siapa saja pun dapat melakukan hal yang sama.

DAUN SIRIH DISEKITAR GOA BATU

Terdapat juga daun sirih yang tumbuh menjalar disekitar mulut goa batu besar, konon daun sirih itu dapat dipergunakan sebagai obat untuk meyembuhkan beragam penyakit.
gbrserambi-6.JPG
Kemudian di daerah pinggiran sungai Sirambe dan sekitarnya, pernah dipasang penerangan untuk sungai itu namun entah kenapa lampu tersebut tidak menyalah, diyakini penghuni sungai tidak menginginkan keberadaan penerangan tersebut dan penduduk setempat melarang para pengunjung atau siapa pun untuk memasuki daerah sungai itu apabilah sudah menjelang sore pukul 18.00 wib lantaran penghuni sungai itu sudah berada di daerah Sungai Sirambe Nauli.

Menurut penuturan boru Hutajulu kepada Bersama Toba dot Com bahwa Sungai tersebut sudah pernah di pestakan tanggal 04 Mei 1953 dengan diiringi Gondang Batak agar penghuninya melindungi warga disekitar sungai tersebut khususnya bagi pinompar ni Hula-hula Siagian (keturunan Siagian.red)
Horas….!

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Ketika, ” R I 67 “, berada di Kabupaten Toba Samosir.
Ketika, Kejaksaan Agung Herman Supanji pemilik mobil warna hitam “ R I 67 “ datang berkunjung ke Kabupaten

Ulos Batak, kekayaan Budaya Batak
Sektor Pendukung PERINDUSTRIAN.>>Pengerajin Ulos BatakInang boru Butar butar Pengerajin ulos di Lumban Gala gala, kecamatan Balige, kabupaten Toba Samosir, propinsi Sumatera Utara, sedang mengerajin ulos

Kabupaten Toba Samosir, Ada-ada saja…!
Ketika itu pada pagi hari, di Jalan Dr T.D Pardede percisnya di depan Kantor Koramil Balige,sedikitnya belasan tenaga kontrakan di Dinas Perhubungan Pemerintahan

Bantuan Bank Dunia pe “digigit” do, beha ma boi maju Kabupaten Tobasa.!
[Gambar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir Dokumen Foto] Kabupaten Toba Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com - Bantuan Bank Dunia dari Negara

Pengumuman Formasi Seleksi CPNS di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir Tahun 2008
P E N G U M U M A N NOMOR : 800/2634/BKD/PMP/2008 SELEKSI PENERIMAAN CPNS DAERAH DARI PELAMAR UMUM DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TOBA SAMOSIR FORMASI TAHUN ANGGARAN

Komentar

8 Responses to “Menyaksikan Ihan Batak keramat, di Bondol Kabupaten Toba Samosir.”

  1. Fredy Toba on Mei 22nd, 2008 16:40

    Sudah lama ingin lihat Sirambe Bonandolok Balige, eh… ketemu juga di sini.
    Mauliate ma ate .. admin !

  2. msiagian on Juni 27th, 2008 10:45

    selama saya di bonandolok, yaitu waktu sekolah di SD: saya tidak pernah mendengar cerita mengenai batu yang dari jelmaan manusia.

    mungkin inang boru hutajulu, berfantasi untuk mengarang serita baru tentang: “aek sirambe”. jadi ingin pulang untuk melepas rindu.

  3. mangatur manurung on Agustus 22nd, 2008 07:47

    kisah yang cukup bagus dapat meningkatkan parawisata tobasamosir
    seharusnya ada kolom untuk cerita – cerita unik tentang dearah yang ada
    di tobasa. dan mempunyai versi bahasa inggris

    terima kasih

  4. samantha on April 9th, 2009 17:15

    mari lestarikan situs2 budaya adat toba. mauliate

  5. kodrat on April 30th, 2010 23:45

    i love bonan dolok saya perna disana suasana sangat tenang udara sejuk dan ampai saat ini semua kenangan disana tak bisa saya lupakan terutama cinta saya
    i love you nora smoga kamu bahagia di sana muda mudahan saya bisa kesana kembali; amin terimakasih.

  6. renegade on Juli 30th, 2010 15:50

    If so…sent the precious fishes back to Toba Lake, and we can inter-national-ize “Na Ni Ura” to re-establish “the people who do not know fire”, do we?

  7. Ryantie Siagian on Agustus 9th, 2010 14:00

    Gabe malungun au tu tano hatubuan i poang…
    Mauliate ma di toba.com sukses slalu…

  8. Lauder Siagian on Agustus 13th, 2010 10:56

    Horas tondi madingin, pir tondi matogu.

    Mandok mauliate do au tu TUHAN i alana mancai godang pardalanan di parngoluokku dibahen Tuhan i..

    Tubu ma au jadi anak marmarga SIAGIAN jala di pagodang-godang natua-tuakku M. Siagian/ R. Br. Tambunan di Bonandolok Lumbanbalian nauli i. Di tingki au dakdanak mancai jot-jot do marmeam-meam di aek sirambe na uli i.

    Ditikki i, hu taburhon ma iddahan (nasi) tu aek i jala pintor mangakkati ma akka ikkan IHAN i hubereng. Hape saonari dang adong be i, ingkon jonok tu gua i ma hita baru mamereng ikkan i. Ali ipe, mauliate ma di hita sude na boi manjaga kelestarian ni ikkan ihan di sirambe i.

    Nungnga attar ganjang luat naung hu dalani. Songon ni dok nilagu i “Sian Australia Sahat rodi Junani, Alai ianggo hutakki sai huingod doi toktong”.. Iba pe songonimara, ditikki lao iba tu aek Niagara, disan tarida ma akka ikkan salmon. Ditikki ima marningot ahu tu hutakki Bonandolok dohot aek Rambe na uli. Mansai jaga do halak i tu kelestarian ni Niagara i. Marpikkir au disi boa ia hami tu aek Sirambe i?

    Manetek ilu mambege molo adong marparmeaphon haulion ni aek i, apalagi sampe menyetrum ikkan disi.

    Martaniang ahu tu Tuhan i, asa bolas padengganhon hutaki dohot mual nauli i, ditikki parngolukki.

    Lauder Siagian
    (A. Mortama Heskia Siagian)

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak