Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Kisah Si Butet

Agustus 25, 2008

Alkisah, Butet si Gadis Cantik dari Batak akan menghadapi ujian semester. Agar bisa konsentrasi, dia memutuskan menyepi ke villanya di Puncak. Setelah keluar dari jalan tol Jagorawi, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu Cipanas.

Beberapa pemuda tanggung langsung hutasoit-soit melihat butet yang seksi itu. Tapi butet tidak peduli, dia jalan sitorus memasuki rumah tanpa menanggapi. Sepiring Naibaho yang hangat dengan ikan gurame yang dibakar dengan batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan semangkok nababan yang hijau segar.

Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan kesana ber-bukit-bukit. Kadang nainggolan, kadang manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak pohan. Kebanyakan pohan tanjung. Beberapa diantaranya ada yang simatupang diterjang badai semalam.
Begitu sampai di villa, butet membuka pintu mobil, “wow … siregar sekali hawanya, berbeda dengan jakarta yang panggabean penuh asap. Hembusan perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan. Sejauh simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang girsang.”

Gambar si ButetMulanya butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukan hanyalah bekas kolam renang yang akan di -hutahuruk dengan tambunan tanah. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan-jalan di kebun teh saja. Sedang asik- asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar, ”Sinaga ….. !” teriaknya sambil lari sitanggang langgang.
Celakanya dia malah terpeleset dari tobing yg tinggi sehingga bibirnya sihombing. Kasihan sekali ….., butet menangis marpaung-paung lantaran kesakitan.

Tetapi …..dia lantas ingat…..bahwa sebagai orang batak pantang untuk menangis. Dia harus togar …..! Maka, dengan menguatkan, dia pergi ke puskesmas setempat untuk melakukan panjaitan terhadap bibirnya yang sihombing itu. Mantri puskesmas tergopoh-gopoh simangunsong di pintu untuk menolongnya.
“Hem …. ongkosnya pangaribuan … ” kata mantri setelah memeriksa sejenak.
“Itu terlalu mahal …. bagaimana kalau napitupulu saja … ” tawar si butet
“Napitupulu terlalu murah, mengertilah saya sebagai PNS pandapotan saya khan kecil sekali , ekonomi keluarga saya sudah sangat ginting sekali,” kata mantri memelas
“Jangan begitulah, masa tidak siahaan melihat bibir saya begini ?”.
“Baiklah , tapi panjaitan nya pakai jarum sitompul saja,” sahut mantri mulai agak kesal
“cepatlah …. ! aku sudah hampir munthe, yach ….. saragih sedikit tidak apa-apalah , dari pada bibirku sihombing terus ”

Malamnya …………
Ketika sedang asik belajar sambil makan kue lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan rajagukguk. Wah…. butet bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di pintunya berbunyi, “Poltak….!” keras sekali.
“ada situmorang ……!”, sialan, cuma kucing …. desahnya lega. Dia sudah sempat berpikir yang silaen-laen.

Selesai belajar …..
Butet menyalakan televisi. Ternyata ada siaran Discovery chanel yang menampilkan hutabarat Amazon di Kanada yg terkenal itu serta simamora gajah purba yang berbulu lebat. Saat commercial break, muncul lagu nasional RI yang terkenal dengan seruannya,
“Simanjuntak gentar, sinambela yang benar …… !”

Keesokan harinya……
Butet kembali ke jakarta dan langsung pergi ke kampus. Di depan ruang ujian dia membaca tulisan “Harahap tenang, ada ujian”. Butet bergumam, ”Ah ….. aku kan marpaung, boleh ribut dong …. !”.

Lanjutkan kalian dulu ceritanya si Butet ni :)

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Toho do arga Tao Toba di akka halak kita?? (Do we truly appreciate our Tao Toba)
Beberapa hari ini saya sedang rajin sekali browsing semua hal yang berkaitan dengan Danau Toba, Batak atau Toba. Kenapa? karena Batak Ego saya lagi taking

Gadis si Lebai Malang.
Balige, Toba Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com, Sketsa masyarakat Sungguh malang nasib yang dialami gadis ini sudah hamil 5 bulan tidak satu orang

Sikap Evaluasi diri, untuk mengenal krakter Pribadi.
Setiap orang memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa. Namun dibutuhkan waktu panjang untuk mencapai semua hal yang mampu dikerjakan. Sayangnya, manusia hanya punya satu

Sampai Kapan Penderitaan itu harus dialami, Ratusan Mahasiswa/i STT SETIA Jakarta.
Media Online Bersama Toba dot Com Berbahagialah anda jika pada malam hari anda masih bisa tidur nyenyak tanpa gangguan basah karena hujan atau sengatan nyamuk

Komentar

One Response to “Kisah Si Butet”

  1. Togar Lubis on Agustus 27th, 2008 18:06

    Terima kasih atas kunjungan saudara2 saya ke blog kami. Saya sangat yakin bahwa apa yang kita perjuangkan adalah sama. Selamat berjuang saudara2ku. Semoga Tuhan selalu memberkati perjuangan kita. Amin

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak