Ketabahan hati sang Nelayan, di Danau Toba.
Juni 22, 2008
>>Oleh: Elisabet Simanjuntak
>> Nelayan merupakan pekerjaan turun temurun
>> Nelayan menangkap ikan dengan jaring net diatas sebuah Sampan
>> Mata pencaharian desa Meat adalah, Nelayan, Bertani dan Tenun Ulos.
Matahari belum lagi terbenam, senja itu Bersama Toba dot Com berada di pinggiran Danau Toba tempat dimana biasanya dapat dijumpai Nelayan yang sedang memasang jaring net untuk menangkap ikan.
.
Dibeberapa pinggiran Danau Toba percisnya di desa Meat, tampak jelas sejumlah ikan kecil bergerombol, airnya yang terasa tenang dan jernih membuai para nelayan “terjun” untuk segera mengkayuh sampan guna menangkap ikan.
Adapun sejumlah ikan yang didapat si Nelayan adalah, Ikan Mas dan Ikan Mujahir yang biasanya ikan tersebut akan dijual ke onan (“pasar”) Balige yang merupakan mata pencarian warga desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, sebelum menunggu hasil panen disawah tiba.
Pekerjaan ini sudah merupakan kebiasaan dan tradisi bagi masyarakat di daerah desa itu bahkan sudah berlangsung secara turun temurun.
Sekedar untuk diketahui mata pencarian di desa Meat adalah Nelayan, Bertani dan Pengerajin Ulos yang ditenun dengan tangan tanpa bantuan mesin.
Ternyata alangkah besarnya Kuasa Sangpencipta dengan memberikan kekayaan alam, serta ikan melimpah, khususnya Danau Toba yang dapat memberikan kehidupan bagi insan Nelayan bahkan manusia diseluruh pinggiran Danau Toba.
Trimakasih…. buatmu Nelayan,tugas anda sungguh mulia.





Saya melihat gambar diatas, sungguh indah dan penuh kesabaran dan ketabahan hati, dari segi penghasilan dari bertani, nelayan, tenun ulos, mungkin pengahasilannya adalah kurang dari cukup, tapi bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan sampai sarjana, disinilah kita anjungin jempol mengenai pengelolaan keuangan yang sangat bagus, mungkin kalau di kota besar yang jauh besar penghasilannya masih minus,, kita pantas anjungan jempol. untuk pemerintah daerah harus diperhatikan bagaimana meningkatkan penghasialan ini. terimakasih