Hati dan Wanita
Februari 13, 2009

Pernahkah anda mengetahui sebenarnya wanita itu terbuat dari apa? Tidak jauh berbeda dengan pria, mereka terdiri dari kumpulan seonggok daging, segepok tulang, sehembus nafas dan setetes darah, plus…sejumput hati. Hati lah yang membedakan pria dan wanita.
Dengan hati mereka bisa lebih peka dalam merasakan dan berempati terhadap lingkungannya. Dengan hati pula mereka bisa lebih sabar dan sayang terhadap sesamanya dan dengan hati pula mereka bisa menumbuhkan cinta dari pasangannya.
Lalu bagaimana dengan wanita yang tidak mempunyai hati? Memangnya ada wanita yang tidak mempunyai hati? Apakah wanita tersebut memang layak disebut sebagai wanita seutuhnya?
Dalam berbagai tulisan baik berupa karya sastra maupun kitab suci, wanita sering dianggap sebagai simbol dari kelembutan, penyayang, kesabaran dan keindahan. Ada banyak parameter yang bisa mengukur “keperempuanan” dari seorang wanita sebenarnya, namun sayangnya banyak wanita tidak menyadari hal tersebut.
Mungkin anda pernah mendengar syair lagu yang mengatakan bahwa “wanita dijajah pria sejak dulu.” Itu sebenarnya tidak sepenuhnya betul. Dengan hatinya, wanita bisa menjajah seribu kerajaan di dunia ini. Lihat bagaimana awal mula manusia jatuh ke dalam dosa, lihat bagaimana banyak pemerintahan di dunia jatuh akibat peranan wanita di belakang layar pemerintahan. Dan itu semua membuktikan bahwa wanita tidak benar benar selalu dalam posisi terjajah.
Pada hakikatnya, wanita hanya dan akan tetap akan dianggap sebagai wanita, jika hatinya mampu mencerminkan keperempuanannya. Saya yakin anda akan bingung jika bertemu dengan wanita yang galak dan selalu berlaku kasar tanpa diketahui alasan yang jelas. Atau bertemu wanita yang sukanya mencemooh orang lain dan gampang mengeluarkan kata-kata kasar serta selalu mau menangnya sendiri. Tanpa memandang fisik, mungkin jiwa anda akan bertanya, “dimanakah kewanitaanmu?”
Apalagi wanita dalam posisi sebagai ibu, diperlukan hati yang benar-benar mampu menenangkan dan memenangkan hati anaknya nantinya. Tidak sekedar sabar dan telaten, wanita dalam posisi ini juga harus lebih cerdas dalam memahami kebutuhan anaknya dan pintar dalam memilih keputusan yang tepat. Sayangnya lagi, banyak wanita gagal dalam tugas suci tersebut.
Banyak wanita yang terjebak dalam sifat egosentrisnya yang terlalu kuat karena tidak mau kalah dengan pria, dan ketika mereka tidak sanggup, akhirnya menjadikan orang lain bahkan anaknya sendiri menjadi pelampiasan emosi. Alih-alih ingin menjalankan emansipasi wanita, malah membuat dia jauh meninggalkan kewanitaannya. Tragis!
Selamat hari Valentine ma tu hita sude, horas!
Ditulis oleh Suraja
Pencarian pada artikel ini:
- gambar hati
- hati
- gambar-gambar hati
- hati wanita
- FOTO HATI
- Kumpulan gambar hati
- Gambarhati
- gambar kartun hati
- gmbr hati
- kartun hati










SELAMAT VALENTINE ma tutu.songonna tersentuh do rahakku nung majaha tulisan muna on lae,gabe naeng mulak iba tu jabu.Hudok pe songoni akka dongan alani saotik do gabe hu humuruki2 boruni rajai nasogot laho brangkat karejo ,dang huingot na hari valentine saonari!hapeng ditikki marhallet sabulanai valentine nunga nipersiappon akka aha nanaeng si leanon. Dung saut gabe lupa. Eheee…tahee,akan bawa on na timboan egois na! Adongdo nuaeng nasarupa tu au???? Horas