Balige, Nasibmu Kini…
Februari 21, 2009
Balige kota kecil kota yg indah namun sayang namanya tidak setenar Parapat dan Bali yg selalu di agung – agungkan dinas pariwisata ke manca negara. Kenapa? mungkin inilah sebuah pertayaan yang harus kita renungkan bersama.
Kalaulah kita merunut kembali keindahan kota Balige, mungkin tidak salah kalau aku sedikit mengagungkannya. Terlepas dari tanah kelahiranku aku hanya ingin melukiskan keindahannya buat saudara pembaca yg belum pernah singgah di Balige.
Kota Balige dikelilingi pegunungan Bukit Barisan dan persisnya ditepi danau kebanggaan Indonesia yakni danau Toba. Akan tetapi dari sekian banyak gunung yang mengelilinginya ada sebuah gunung yg berdiri “megah” menantang angin kencang dari danau Toba yg mungkin ingin merobohkannya. Bagi penduduk disana gunung itu mendapat nama “Dolok Tolong”. Dari atas gunung itu anda dapat menikmati keindahan panorama alam Danau Toba yg dapat menghilangkan beban pikiran anda ketika anda diatas sana.
Kalaulah kita melihat sekeliling dengan cermat maka kedua mata kita akan melihat dua air terjun yg memang indah untuk dilihat. Apabila anda ingin merasakan segarnya mandi di bawah air terjun maka pergilah ke desa pandumaan, disana anda akan mendapatkan air terjun yg bertingkat – tingkat. Dari atas sana anda juga dapat menikmati panorama alam Danau Toba sekaligus. Sama halnya dengan “Dolok Tolong” penduduk disana memberi nama air terjun itu “Sampuran Pandumaan”. Atau bilamana anda ingin menikmati air terjun terdekat pergilah ke desa Siboruon. Cerita menikmati air untuk mandi mungkin tidak melengkapi petualangan anda bilamana belum merasakan segarnya air Danau Toba.
Untuk itu melangkahlah anda ke desa Lumban Silintong maka disana anda akan merasakan segarnya air Danau Toba yg tidak jauh beda dengan Parapat ataupun Tomok. Mungkin bagi anda petualang pemaparan di atas tidak terlalu menantang. Tetapi perlu anda ketahui di Balige juga masih tersirat mistos akan sebuah Gua yg sampai saat ini belum terpecahkan. Berbicara gua tersebut maka saya akan sedikit memberikan referensi tentang gua itu. Bagi khalayak ramai disana gua tersebut disebut dengan Liang Sipege. Didalam Liang Sipege ini terdapat tiga buah terowongan yg memiliki cerita tersendiri. Dari ketiga terowongan hanya satu yg bisa kita lintasi dan kalaupun kita masuk kedalam terowongan yg satu ini maka kita akan keluar dari atas gunung gua ini. Kedua terowongan yg lain belum pernah ada orang yg berhasil melintasi sampai akhir terowongan tersebut kembali pulang dengan selamat. Konon ceritanya terowongan tersebut sampai ke kota Tarutung, coba kita banyangkan jauhnya terowongan itu dan mungkin di tengah jalan oksigen tidak dapati lagi. Mitos lain dari Liang Sipege ini adalah bilamana penduduk disekitarnya panen padi maka orang di Silindung (Tarutung) tahu bahwa di Toba sudah panen, adakah aliran air yg kecil didepan Liang Sipege sampai ke Silindung?
Menurut cerita dari terdahulu Terowongan itu adalah buatan Kolonial Belanda dimasa penjajahan dan yang pastinya pekerjanya adalah leluhur kita yg dipaksa membuatnya. Mungkin didalam sana banyak leluhur kita yg meninggal sewaktu mengerjakan terowongan tersebut.

Mungkin kita sudah mengetahui sedikit banyaknya informasi tentang Balige namaun ada satu lagi kebanggan dari kota Balige yaitu Soposurung ini adalah gudang pendidikan terbesar di Sumatera Utara karena tidak ada daerah lain yg memiliki tempat pendidikan mulai dari tingkat SMP sampai SMU/SMK yg terkumpul di satu tempat.
Di Soposurung sehari – harinya ribuan pelajar melakukan kegiatan belajar, menimba ilmu demi masa depan. Satu hal yg paling membanggakan dari sana yaitu sekalipun terdapat ribuan pelajar setiap hari dari bebagai sekolah, sangat jarang kita dengarkan namanya tawuran seperti yg kerap terjadi di daerah lain.
Memang tidak salah ketika Presiden Pertama Indonesia “Bung Karno” menginjakkan kaki di lapangan Sisingamangaraja berkata Balige Tanah Batak, Tanah Beradat, Tanah Bertuah. Selain itu Bung Karno mengatakan Kalaulah Satu orang Batak lawanku maka aku akan kalah akan tetapi Kalaulah Sepuluh orang Batak lawanku maka mereka akan kukalahkan. Tidakkah hal menyadarkan kita Orang Batak biar bersatu???
Terlepas dari semua itu kembali kepada pertayaan diawal, kenapa Balige tidak maju – maju? Siapakah yg bertanggung jawab dalam hal ini? Atau Terkondisikankah BALIGE? Marilah kita renungkan sendiri.
Teriring Salam dan Doa,
Torang Tampubolon
Tulisan dikirimkan oleh Torang Tampubolon (torangxx@yahoo.co.id)
Mari kita bersama dukung
by Ivan N70 – Blogger Batak ParBalige – Media Online Bersama Toba








Balige harus maju biar pendapatan didaerah Balige semakin meningkat tetap maju kedepan .
Balige canti apabila ditata dengan baik sebab Balige dekat danau Toba dan subur lagi saya mohon Kepada Bupatinya agar mengambil langka-langka yang baik demi Balige saya mohon klo bisa buat kapal Perry penyeberangan keSamosir agar Balige semakin ramai Pak Bupati yaitu Pak Sitorus dan jala-jalan harus diperbaiki dan moral atau pun kelakuan harus dirobah masyarakat setempat agar toris luar dan lokal suka datang dan terutama harus ditanam kembali tanah-tanah yang gundul disekitar Danau Toba saya lihat selama ini tidak ada penanaman pohon klo bisa pohon sengon lebih baik dari pada aksia atau pinus.
Pak bupati tolong galakkan penanaman pohon disekitar Tobasa dan Samosir agar subur kembali seperti dulu dan jangan lagi dipakai pupuk kimia, pupuk kandang aja seperti jaman saya dan tolong kepada Pemerinta Tobasa dan Samosir agar Penuluha Pertanian dan Kehutanan diperbanyak diSamosir agar diajari Masyarakatnya Bertani yang baik .
Demikian saran ini agar dapat dilaksanakan dengan baik.
Horas.