Guru Hatautan bersama, Tongkat Tunggal Panaluan.
Mei 10, 2008
Menurut legenda Batak, Tongkat Tunggal Panaluan dibuat setelah Ajibonda Hatautan dan Boru Tapinauasan, kembar lain jenis keturunan Guru Hatautan dan Sindak Panaluan melakukan hubungan inses saat mereka beranjak dewasa.Takut untuk pulang ke rumah orang tua mereka, Ajibonda Hatautan dan Boru Tapinauasan memilih tinggal di tengah hutan.
Celaka, mereka berdua malah lengket di pohon tersebut bersana-sama, dengan dukun dan binatang yang dikerahkan oleh Guru Hatautan untuk membebaskan putra dan putrinya, agar tetap bersama mereka, Guru Hatautan menyuruh seseorang untuk membuat tongkat panjang dari batang pohon tersebut.
Tongkat itulah yang kemudian diberi nama Tongkat Tunggal Panaluan.(sumber foto, dari buku berita bergambar Pem.Kab.Tobasa)




No related posts
Komentar
Berikan komentar dan masukan anda