Vernando Situmorang berteriak, di pengadilan Negeri Medan ada konspirasi.
September 16, 2009
>>Putusan ini adalah pembunuhan demokrasi di negeri ini, formalitas saja semua ini
Media Online Bersama Toba dot Com - Amang tahe……behado akka dongan ta..on.. dipambahenan ni Jaksa Penuntut Umum dohot diakka Penegak Hukum di Negeri ini, melihat tuntutan dan putusan majelis hakim terhadap pejuang Protap.
Demikian dikatakan masyarakat Batak di Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir dalam mengomentari putusan hukum yang dialami pejuang-pejuang Propinsi Tapanuli Kepada Kontributor Media Online Bersama Toba dot Com (16/09/2009)
Nah..begini Beritanya.., Vonis 3 tahun yang dijatuhkan majelis hakim kepada Vernando Situmorang, menuai keributan. Terdakwa kerusuhan maut pembentukan Provinsi Tapanuli atau Protap pada (3/2/2009) lalu itu, tak terima divonis tinggi hingga berteriak saat digiring ke sel tahanan sementara PN Medan.
Saat wartawan berusaha mengabadikan aksinya, polisi yang mengamankan sidang berusaha menghalangi hingga memicu amarah terdakwa protap lain yang berada di dalam sel.
“Kan jelas kalau di pengadilan ini ada konspirasi. Putusan ini adalah pembunuhan demokrasi di negeri ini, formalitas saja semua ini,” teriak Vernando.
Wartawan dari berbagai media spontan mengabadikan aksinya. Namun, Kompol Sisman Adi -polisi yang dicap jurnalis kerap menghalangi peliputan sidang protap- berusaha menghalanginya.
Aksi Sisman menyulut amarah terdakwa protap lain yang berada di sel.
“Jangan halang-halangai wartawan woi, biarkan mereka meliput apa yang terjadi. Enggak profesional kau (Kompol Sisman Adi-red) woi, banyak kali gaya kau woi,” teriak salah satu terdakwa kepada Sisman disusul puluhan terdakwa lainnya dengan menendang sel, mengguncang ruang tahanan hingga memembuat kegaduhan.
“Woi polisi ecek-ecek, jangan banyak kali gaya kalian. Biar tahu kalian, almarhum Azis Angkat meninggal itu gara-gara kalian. Kenapa saat kejadian jumlah kalian sedikit menghadapi 5 ribu massa? Sengaja atau bagaimana kalian? Ini, pas sidang, jumlah kalian yang berlebihan. Kalian batasi pula wartawan meliput, enggak ada otak kalian woi,” sorak terdakwa lain dari balik jeruji.
Demi tugas, wartawan kembali berusaha mengabadikan aksi itu bahkan sampai memanjat jendela ruang sidang VII PN Medan karena pintu masuk dikawal ketat. Melihat ulah puluhan pencari berita itu, Kompol Sisman berang dan memaki wartawan. “Woi turun kalian, jendela itu ada yang punya. Enggak ada otak kalian,” maki perwira berkulit sawo matang itu kepada fotographer dan reporter.
Spontan terdakwa protap balas memaki Sisman dan dituduh pecundang. “Polisi kepanjangannya Politisi Sial, itulah kalian. Ayo wartawan dengarkan jerit kami, biar semua ini didengar










sebenarnya sasaran utama Hukum bagi para pendemo protap adalah keluarga GM Panggabean sebabagai pelampiasan dendam dari pihak lawan keluarga pak GM Panggabean alai gabe sude hona gotana semoga para Bapak Hakim ias unang mabiar mamereng angka sibalga botohon dohot si humisik na jorbuti mauliate
menurut pantauan saya selama mengikuti proses persidangan protap melalui satu media di medan, sepertinya hukuman-hukaman yang sudah di jatuhkan kepada para pendemo Protap itu sudah di atur sedemikian rupa oleh pihak pengadilan, dimana saksi-saksi yang di hadirkan para kuasa hukum tersangka pendemo protap selalu tidak ada artinya di pengadilan, di mana kita ketahui ada saksi dan tampa ada saksi sama aja hukumanya 7 tahun penjara, jadi pengadilan yang sedang di jalani para tersangka pejuang Protap hanya formalitas saja, dan tampa di sidangkan pun sudah ada hukumanya, dan masih mungkin banyak lagi kejangalan-kejangalan yang lain. dan pesan buat para penegak hukum di medan ini: cobalah anda memberi hukuman melalui hati nurani jangan hanya emosi anda. coba anda rasakan kalaulah anak anda di hukum tampa melakukan kesalahan. apa yang anda perbuat? atau anda akan menagis ? TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA. AMIN
para pejuang protap yang harus berhadapan dengan hukum, apa pun alsannya yah.. bersabarlah, mudah-mudahan berakhir dengan baik dan demokrasi tumbuh subur di negri tercinta ini terutama di tano batak ate.
Hors!!!!!!
Penduduk sumut kurng lebh 9 jt
Berbagai mcam pikiran tentunya,.
Untuk arah yg lebih baik mari rakyat kita bekali dulu dengn pengetahuan, kan batak banyak sarjana, jadi sebenarnya tidak susah. Dengan syarat mental pekerja kerasnya di ganti dengan mental pengusaha.selain itu orang jaman dulu masih banyak di taput.sehingga kalah gesit dari yg muda.ingt:ibukota propinsi jauh lebih baik dari kabupaten..jadi untuk PROTAP mari kita arahkan investasi ke PROTAP. Anak rantau dari tapanuli cukup besar, mungkin bisa 1 jt.kalau masing masing investasi rp 50 jt * 1 jt jiwa= …..
Itu baru dari orang mampu saja…
Jadi PROTAP pasti bisa