Sekretaris GAMKI Medan Gelmok Samosir, pembohongan hukum dan kekejaman terhadap rakyat.
Oktober 7, 2009
Media Online Bersama Toba dot Com – Terdakwa kasus demo anarkis pembentukan Provinsi Tapanuli, Gelmok Samosir yang mengenakan baju warna putih berteriak sesaat setelah majelis hakim membacakan putusan, pada persidangan kasus demo anarkis pembentukan Protap, di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (6/10/2009) kemarin.
Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhi hukuman enam tahun penjara kepada terdakwa karena terbukti bersalah terlibat dalam demo anarkis yang mengakibatkan tewasnya ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat.
Gelmok Samosir yang juga Sekretaris GAMKI Medan itu sesaat setelah hakim menjatuhkan vonis 6 tahun penjara walau belum seluruh putusan selesai dibacakan, ia berteriak : “Ini adalah pembohongan hukum dan kekejaman terhadap rakyat. Majelis pembohong, dimana keadilan. Majelis tidak melakukan kebenaran”
Ketika ditanya wartawan apakah terdakwa akan mengajukan banding terhadap putusan, Gelmok mengatakan apa masih ada keadilan.
“Apa peran saya, tidak ada satupun saksi di persidangan yang membuktikan kesalahan saya. Buat apa sidang berbulan-bulan kalau yang ada hanya kebohongan”, kata Gelmok.
Usai sidang, penasehat hukum terdakwa H Adardam Achyar dan Kardi Sinaga yang ditanyai wartawan mengatakan pihaknya mengajukan banding atas putusan tersebut.
Menurut Adardam, pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap terdakwa hanya karena terdakwa ikut masuk ke ruangan sidang dan berteriak-teriak.
Pencarian pada artikel ini:
- GAMKI sumut
- gambar suasana di pengadilan
- samosir
- sidang ricuh
- demonstrasi anarkis
- profil batak dairi
- Contoh pelanggaran hukum
- Gelmok samosir
- provinsi tapanuli
- propinsi tapanuli










saya setuju ada propinsi tapanuli,dengan demikian akan semakin tinggi kesadaran
halak hita mencintai bumi tapanuli,sehingga akan memberi kontribusi setiap indivi
du sesuai talenta masing-masing,saya yakin kita semua punya tanggung jawab
moral kepada ibu pertiwi tapian nauli. Horas….
vonis hukum thdp pembela protap sangat tidak masuk akal.
saudara-saudara, rekan juang sekalian…
harapan kita, kejanggalan dan kesewenang-wenangan yang kita alami ini akan menjadi kegelisahan bersama, ketika semakin banyak kita merasakan kegelisahan itu, maka penolakan atas keadaan itu juga akan semakin kuat. disitulah benteng-benteng tirani akan di runtuhkan untuk perubahan atas cita-cita mulia…
horas…