Propinsi Tapanuli Suatu Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Agustus 5, 2009
>> Otto Hasibuan SH,tuding kepolisian cereboh
>> kalau polisi memang benar-benar mau menguak kasus ini, mengapa tidak memeriksa semua pihak, termasuk mantan petinggi polisi di Sumut.
Media online Bersama Toba dot Com - Sidang lanjutan demo maut pembentukan Protap atau Propinsi Tapanuli dengan terdakwa GM Chandra Panggabean, kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan,kemarin (4/8/2009).
Meski tak seramai sidang sebelumnya, lewat tim kuasa hukumnya, Chandra buat pengakuan mengejutkan. Candra menuding 3 sahabat (alm) Abdul Azis Angkat sebagai otak perencana pembunuhan Ketua DPRD Sumut pada 3 Februari 2009 itu.
Dalam sidang itu, melalui team kuasa hukumnya, Otto Hasibuan SH, Chandra tak menerima dakwaan jaksa yang menudingnya aktor utama perencana pembunuhan Azis Angkat. “Ada 30 butir item kesalahan yang didakwakan pada klien kami, tapi semuanya tak berdasar fakta yang ada. Dalam persidangan ini, jaksa malah memutar fakta-fakta, yang seolah-olah itu pulalah yang terjadi pada saat kejadian,” kata Otto Hasibuan SH di depan majelis hakim dipimpin Kusnoto SH, yang didampingi 7 hakim anggota.
Dalam eksepsi (bantahan dakwaan-red) yang diberi judul “Protap Suatu Perjuangan yang Tak Pernah Padam”, menurut Otto, aksi 3 Februari lalu adalah aksi damai, dan bukan Chandra pemimpinnya. “Jaksa telah salah, Chandra bukan pemimpin aksi kala itu, akan tetapi Chandra hanyalah sebagai Ketua Pembentukan Protap,” ungkapnya.
Otto menjelaskan, aksi 3 Februari 2009 yang berujung anarkhis itu tidaklah direncanakan sebelumnya. Para pengunjuk rasa hanya mempertanyakan kenapa paripurna pengesahan Protap tak juga digelar DPRD Sumut.
Dirincikannya, saat aksi itu, pihak pengunjuk rasa sebelumnya telah meminta izin pada pihak berwajib, untuk melaksanakan aksi damai di gedung DPRD Sumut dengan menurunkan 5 ribu massa. Jadi, pemberitahuan itu menurut Otto adalah sah sesuai prosedur yang ada.
Soal kericuhan saat aksi itu, Otto manuding pihak kepolisianlah yang ceroboh. Sebab menurutnya, personil polisi yang diturunkan hanyalah puluhan untuk mengamankan 5 ribu massa. “Inikan jelas kalau polisi tidak professional dan tidak sigap. Bayangkan saja, sangat tidak wajar kalau jumlah mereka (polisi-red) yang puluhan bisa mengamankan 5 ribuan massa yang ada.
Sangat diherankan, kenapa saat persidangan ini mereka siap untuk mengamankan, tapi sewaktu aksi damai lalu tidak, ada apa ini?” imbuhnya.
Usai Otto, pembacaan eksepsi pun dilanjutkan oleh anggotanya, Adardam Achyar SH. Pengacara berambut tipis dan berkacamata ini pun menerangkan soal keterlibatan tiga sahabat (alm) Azis Angkat, yakni Elmadon Ketaren, Abdul Muluk Siregar dan Edi Arifin alias Arifin.
“Mengapa tiga orang tersebut tidak dijadikan tersangka oleh pihak yang berwajib? Padahal, mereka bertigalah yang membawa almarhum keluar gedung, dan di luar gedung pun mereka yang membiarkan almarhum diamuk massa,” terang penasehat hukum asal Jakarta ini sembari menunjukkan foto-foto ketiganya.
Dirincikannya, dalam foto dan video yang dikumpulkan pihaknya, terlihat Elmadon yang mengaku sebagai pengawal Aziz Angkat, yang diutus Partai Golkar, ikut menggiring Aziz ke luar gedung DPRD Sumut. Saat di luar terlihat Elmadon sengaja membiarkan Aziz diamuk massa sembari tersenyum-senyum.
Sedangkan Abdul muluk, kata Adardam, telah sengaja mendorong Aziz ke kerumunan massa. Dan Arifin, sebagai pengawal Ketua DPRD Sumut itu, sangat terlihat jelas dalam gambar dan video meninggalkan Aziz yang telah diamuk massa.
“Dalam persidangan Joko dan Gelmok pada waktu lalu, terungkap kalau Elmadon telah tahu sebelum hari H, akan terjadi aksi brutal. Itu dia ketahui dari intel Kodam, berartikan sudah ada set perencanaan aksi, jadi siapa sebenarnya ini orang? Kenapa Elmadon tak dimintai pertanggung jawaban,” keluh Adardam.
Setelah Adardam, Berlian Purba SH pun langsung melanjutkan pembacaan eksepsi. Menurutnya, pasal pembunuhan berencana yang dikenakan pada Chandra sangatlah tidak berdasar.
“Kalau Chandra membunuh pasti dia ada menyentuh almarhum (Aziz). Faktanya kan Chandra tidak ada menyentuh almarhum sedikitpun, jadi tidak ada pembunuhan di sana,” kata pengacara berkumis tebal ini.
Ditegaskannya, rumusan dakwaan yang dibuat jaksa kabur dan tidak cermat. Karena itu pihaknya meminta majelis hakim membebaskan Chandra dari tuduhan jaksa.
Usai pembacaan eksepsi, oleh pihak jaksa, melalui Windu Suwondy SH, mengaku akan mempersiapkan Replik (tanggapan atas eksepsi-red) di persidangan selanjutnya.
“Kami akan ajukan Replik, Pak hakim, kami minta satu minggu untuk menyusunnya,” terang Windu, diamini majelis hakim.
Sementara di tempat terpisah usai sidang digelar, Otto Hasibuan kembali menekankan dakwaan jaksa tidak berdasar. “Dalam foto dan video kan terlihat jelas kalau yang membawa keluar almarhum adalah tiga orang yang mengaku dekat dengan almarhum. Kalau mereka tidak membawa keluarkan tidak terjadi seperti itu, kenapa sampai sekarang polisi tidak mau membuka kasus ini.
Padahal kan jelas dalam foto dan video kalau almarhum tangannya dipegang dan dipaksa keluar, namun saat dikerumuni massa, tiga orang tadi malah membiarkannya. Jadi kenapa polisi tidak menindak hal ini,” tegas Otto.
Dikritisinya, kalau polisi memang benar-benar mau menguak kasus ini, mengapa tidak memeriksa semua pihak, termasuk mantan petinggi polisi di Sumut.
“Kalau mau cerita hukum, polisi harus membuka kasus ini. Bukan hanya tiga orang (Elmadon Cs-red) tadi, mantan petinggi kepolisian Sumut waktu itu pun meskinya diperiksa.Soalnya dari Kapolsek, Kapoltabes, dan Kapolda kala itu kan tidak ada di TKP, meskinya karena kesalahan itu, mereka harus dimintai kesaksian juga,” pungkas Otto.
Terpisah, Elmadon Ketaren yang ditemui wartawan di PN Medan, mengaku tak mempermasalahkan tudingan pengacara Chandra pada dirinya.
“Biar sajalah, mereka(Pengacara-red) kan mau membela kliennya, tapi soal apa yang dituduhkan mereka pada saya itu tidak benar,” tegas lelaki jangkung berambut putih ini.
Ditegaskannya, kala itu dirinya tak ada membiarkan (alm) Aziz Angkat dari amuk massa, malah dia sempat mengamankan massa. “Kok mereka membilang saya tertawa, orang saya waktu itu mau mengamankan kok, kan sudah enggak benar itu tudingan mereka.
Saya pun kala itu mencoba menelepon rekan lainnya untuk mengasih tahu kondisi brutal itu,” pungkasnya.
Pencarian pada artikel ini:
- Austindo Nusantara jaya agri palito
- contoh surat dakwaan chandra panggabean
- pengacara ferdinand sianturi sh
- perkembangan PROTAP
- proses perkembangan musik suku batak toba(sumatera utara)










Kita harus melangkah lebih dari satu langkah, kejadian kemarin kita serahkan saja pada yang berhak menanganinya semoga dalam mengambil keputusan dengan hati-hati dan benar agar tidak terjadi lagi kericuhan. Saya Pribadi sangat menginginkan terbentuknya Protap, supaya daerah kita semakin maju dan berkembang, marilah kita sama-sama memberikan pemikiran yang baik serta dukungan supaya dapat terbentuk kita sangat ketinggalan dibandingkan dengan daerah lain, baik dari segi pembangunan dan kemasyarakatanya, kalau bisa struktur dalam panitia untuk protap diperbaharui dan dipilih orang-orang yang dekat dengan yang berkuasa agar berjalan dengan lancar tapi masih melalui ketentuan-ketentuan yang berlaku, horas…. dan sukses .. utk ..PROTAP..
Horas………
Kalau saya analisa dari kejadian yang ada sampai dengan ke persidangan,,,sepertinya konfiguarasi politik tertentu sangat kental disini sehingga pada sasaran tembak yang sudah ditentukan membuat sidang kasus PRotap semakin gelap.Ada beberapa penilaian saya yang membuat Protap tidak diresmikan :
1.Karena angapan mereka masyarakat Protap mayoritas Kristen padahal masyarakat protap adalah heterogen suku maupun agama.
2. Iri melihat keakraban warga protap hampir tidak ada konflik sara walaupun terdiri dari beberapa suku dan agama. Suka dan tidak Suka Protap adalah barometer kehidupan yang harmonis masyarakat Indonesia dimata dunia international.
3. Jika protap jadi propinsi maka medan akan tenggelam dengan perkembangan protap baik dari segi parawisata maupun ekonomi rakyat serta sumber daya manusianya.
Maka dari itu berjuang terus untuk berdirinya protap.
Tu sude bangso batak : INGOT MA LAGU NI AMATTA JACK MARPAUNG na mandok :
” Mulak maho…bangso ki……
” Bangso batak…bangso ki
” bangso na jogi………..dst
Artinya bukan ragamu yang mulak tapi pemikiran kita lah yang harus kita berikan untuk kemajuan protap. Mari bersatu demi anak cucu kita sehingga kemajuan dan peradapan bangsa Indonesia kedepan dengan munculnya putra-putri tapanuli diblantika politik dan pemerintahan Indonesia dapat terwujud.
bolokkon dao: TEAL-ELAT – LATE
HORAS MA DIHITA SASUDENA
Surya N Panjaitan
oke, Protap jalan terus,tapi harus melalui proses birokrasi yg jelas, tidak melalui kekerasan, gak usah terburuburulah, jika pemerintah menganggap ini sudah pas, pasti akan disetujui, jangan kondisikan,seakan-akan PROTAP jika tidak segera dunia terkesan akan kiamat, jika kita masih sumut seakan-akan kita akan hidup sengsara, padahal bukan itu, berpikirlah positif, mau propinsi sendiri, mau sumut teruspun,orang batak dimanapun akan tetap hebat, dan sampai detik ini tetap dperhitungkan, baik dikancah manapun, kita terlalu bercermin dan berkata ” kenapa gorontalo, maluku utara, kep.riau, bisa padahal mereka lebih kecil dari wilayah kita, yah…itu benar, tapi tolong bercermin lagi propinsi yg jauh lebih besar dari sumut pun masih aman2 aja, gak minta pemekaran, liat tuh,, jawa timur, jawa barat, jawa tengah…dll, horas madihita sude, salam buat para pejuang protap, Tuhan beserta Kita
TO Lae : r,butarbutar :
Saya hanya mengomentari perkataan lae (gak minta pemekaran, liat tuh,, jawa timur, jawa barat, jawa tengah…dll)
Saya mengatakan perbandingan Jumlah penduduk karena banyak yang mengkritik dari jumlah Penduduk dan luas daerah yang dimekarkan terlampau kecil…ini bukan persoalan besar atau tidak…
Kalau lae pernah kesana jatim dan jawa barat, ada yang berbeda dengan bahasa dan kulturnya tidak???
Mereka senasib dan satu rasa, ngapain harus dimekarkan???
Kita..yang di Tapanuli, kesannya di NO.2 kan, mana ada orang Melayu dan Jawa yang mau mikirin Tapanuli??
Sebagai bukti..
1.UU Protap tidak di Golkan DPRD (mereka memang tidak mau tau dengan tapanuli)
2.Pembagunan lebih banyak di daerah Melayu dll
Jadi Bapak r.butarbutar, jangan bandingkan dengan Jatim dan Jabar, karena mereka tidak ada yang perlu dimekarkan,,karena satu bahasa satu rasa dan satu semuanya..kalau di P.Jawa dikatakan orang Jawa dan Sunda..
Kita orang batak belajarlah dari GAM. Lihat mereka sekarang ! jangan disebut kita orang yang keras kalau tidak terbukti.
Masih persoalan ini saja yang dibahas, padahal para pejuang protap sudah di vonis sekian tahun, seharusnya kita memberi dukungan terhadap mereka, supaya mereka betah dipenjara, adapun persoalan mekar memekarkan ini menjadi sulit kalau kita hanya melihat pemekaran dari segi phisiknya saja,banyak yang melihat kalau sudah dimekarkan maka tingkat kehidupan akan meningkat dan pembangunan phisik menjadi salah satu indikasi keberhasilan pemekaran.
Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat secara phisik sudah maju, karena pembangunan ‘katanya” hanya di P. Jawa, jalan lebar2 dicor semua, bangunan pada menjulang tinggi, jadi lagi lagi ” katanya ” tak perlu lagi dimekarkan karena mereka sudah maju dan mereka satu bahasa , satu suku dan satu rasa dan ” katanya ” lagi, mana ada orang Jawa dan Melayu yang mikirin Tapanuli. Memang orang Tapanuli ada yang mikirin Jawa dan Melayu, boro2 mereka mikirin Tapanuli, di P. Jawa aja masih banyak yang tidak makan secara normal.
Tadi malam di acara salah satu TV swasta, digambarkan kehidupan masyarakat Desa Cisarua Tegal Alur, Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat. Ini Jawa Barat lo, yang notabene tidak jauh dari Ibukota RI,ternyata ada kehidupannya yang sungguh2 sangat memprihatinkan, mereka makan hanya dengan nasi plus pote2 (petai cina) dan cabe hijau yang digiling kasar, sungguh..benar2 terharu menontonnya..pada malam hari mereka hanya menyalakan palito (lampu minyak dengan wadah bekas botol minuman suplemen) yang cahayanya sungguh sangat temaram.Kemudian di daerah lainnya di P. Jawa masih banyak makan nasi aking ( Nasi bekas yang dikeringkan kemudian dicuci, dijemur sampai kering, kemudian dimasak lagi ).
Di Tapanuli saya kira tidak ada lagi kehidupan yang seperti itu, baik yang dipedalaman maupun di desa2 kecil lainnya ,listrik juga sudah banyak yang masuk.
Jadi kepada teman2 jangan dilihat hanya Packagingnya saja, lihat isi dalamnya.
Sebenarnya tingkat kehidupan masyarakat Tapanuli sudah jauh lebih maju dari daerah2 lain, hanya mungkin secara phisik ( Bangunan dan Jalan ) ketinggalan dari P.Jawa.
Biarkanlah Pemekaran Tapanuli berjalan sesuai dengan prosedurnya..jangan terlalu memaksakan….Sekarang coba dipikirkan apa yang bisa dibantu untuk korban aksi demo anarkis di Medan terutama keluarganya…unang holan hata……
hora…horas…horas…Merdeka !!
Tu sude angka dongan………
Jangan berkomentar banyak bila tidak melakukan sesuatu yang berarti (OMDO) dan jangan komentar yang negatif atas perjuangan para PEJUANG PROTAP.
Mereka semua orang berpendidikan tinggi, para pemikir, para kesatria yang mempunyai rasa kesetiakawanan sosial yang tinggi, mempunyai integritas dan kapabilitas dalam mewujudkan suatu cita-cita mulia untuk memberikan secercah harapan baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di TAPANULI. Memang perlu disadari suatu perjuangan kerapkali mengalami suatu pengorbanan, bisa harta, perasaan, hati, penderitaan dan tekanan lainnya yang sangat mendera jiwa dan fikiran. Perwujudan yang akan diraih belum berhenti sampai kepada putusan pengadilan. Mereka- mereka yang korbankan diri untuk masuk dalam tahanan akan tercatat dalam SEJARAH dalam berdirinya PROVINSI TAPANULI kelak. Jangan kita memberikan tanggapan sinis dan bahkan menyalahkan mereka, memang demikian adanya suatu perjuangan memang tidak selalu mulus tapi HASIL AKHIR dapat terwujud ketika kita bersatu hati dan tujuan dalam memberikan kontribusi yang positif atas semua perjuangan yang dilakukan mereka.
Horas….. TUHAN MEMBERKATI ….
Horas!!!!!!!!!!!!
ai boasa gabe marbadai hamu di blog on????
satukan hati,,jiwa dan perasaan,,,,,,kita harus dukung protap,,,coba kita berkaca sejenak,,,,begitu banyak orang-orang intelek yang berasal dari bangso batak,,,tapi kenapa kita ga bisa berdiri diatas tanah sendiri,,,ada pemilihan gubernur,,tapi yang mencalonkan diri dari batak sa truk???gmana bisa menang..jangan kedepankan ambisi pribadi,,tapi sesama,,ayo bersatulah,jangan jadi marbadai ho sude,,,mana orang batak yang dulu??apa benar orang batak holan sigodang hata???daongkan??makana satu hita ate,,saya kuliah di jateng,kami semua dukung protap termasuk dari IKATAN MAHASISWA BATAK SE-KOTA SEMARANG,,,OKE!!!!!!!!
KETUA IMABA
JEFRI DS SIANTURI
SATU LAGI ATE,MENURUT SAYA MOLO ADONG PEMILIHAN NAJONGJONG SAHALAK PE ATE,,UNANG SA TRUK,,AI BOA DO HITA ON SUDE,,,,,AI HOLAN NANAENG MARAKKAL DO HUBERENG,,,,,,SAYA YAKIN NATUA-TUA KAMI YANG ADA DI TAPANULI SANGAT BIJAK DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN,,,,,
TAPANUI I DA INANG TARBARITA DO,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,BUKTIKAN!!!!!!!!
Kami SETUJU sekali Pro-Tap terbentuk. Setelah kami mengikuti berita dari surat kabar Harian SIB dari peristiwa Demo Damai bln Feb. 2009 sampai proses persidangan bagi para Pe-demo dengan tuduhan pembunuhan dan tuntutan hukuman yang TAK masuk akal sehat. Setelah membaca berita-berita tsb, kami telah mengadakan kontak ke Medan melalui kantor redaksi Harian SIB beberapa kali via telephone dan email dengan mengutarakan maksud dan tujuan kami yang baik untuk di ekses pada para tertuduh dan juga kami kontak sahabat kami yang ada di Medan yang juga menghubungi pengacara mereka, TETAPI kami mendapat respon yang “TIDAK” mengesankan atas niat baik kami.
Biarlah hanya doa kami dari negri seberang pada Bapa di Surga menyertai mereka untuk tabah menghadapi cobaan ini…sabar ma da…God bless you, all. Horas!!!
perjuangan Protap adalah mulia dan bijak,,jgn ada satu detikpun mundur,,dihimbau kpd masyarakat pecinta keadilan & kesejahteraan mari kita bersatu padu,tekad bulat yg utuh, hati pikiran yg jernih, jgn jadi pengecut, pendiam, harus tampil satukan tekad untuk jadikan Propinsi Tapanuli yang sudah lama diidamkan masyarakat Tapanuli,,,demi Indonesia Raya yg sejahtera,,,,,,usirrr manusia-manusia yang benci, Iri, dengki,,, sama perjuangan Propinsi tapanuli yg tidak senang dengan masyarakat Tapanuli makmur ,,,,,,,,Propinsi Tapanuli Milik bersama,,milik kita semua dan Indonesia Raya.wass
horas………………..