Komisi Pemilihan Umum Taput: “kejar”, Mutakhirkan Data
Januari 12, 2009
TARUTUNG, Kabupaten Tapanuli Utara Media Online Bersama Toba dot Com – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Tapanuli Utara kembali memutakhirkan data pemilih untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah atau pilkada ulang.
Walau-pun dana pelaksanaan pemungutan suara ulang sebesar Rp5,8 miliar belum diserahkan ke KPU Taput, pemutakhiran data tetap dilakukan untuk menyikapi keputusan Mahkamah Konstitusi yang hanya memberikan batas waktu 60 hari untuk melaksanakan pilkada ulang.
Setelah menerima Daftar Pemilih Sementara atau DPS yang diambil dari Daftar Pemilih Tetap atau DPT pemungutan suara yang lalu, KPU langsung memutakhirkan data dengan batas waktu yang sangat sempit, yakni delapan hari terhitung sejak hari Sabtu tanggal 10/1.
Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu kemarin di Kantor KPU Taput di Tarutung mengatakan data yang akan dimutakhirkan adalah DPT pada pemungutan suara pilkada lalu. Dalam data yang diterima KPU Taput dari kantor catatan sipil, terjadi penghapusan sebanyak 188 nomor induk kependudukan (NIK) dari 181.120 pemilih.
Sedangkan tuntutan para penggugat terhadap MK terjadi ketumpang tindihan NIK lebih dari 26.000 pemilih. Perubahan DPT setelah dimutakhirkan. ‘Peran serta pasangan calon sangat kami butuhkan dalam pemutakhiran data,” ujar Lamtagon mengharapkan agar dana untuk pelaksanaan pemungutan suara ulang tersebut segera direalisasikan.
Sebab, dana tersebut akan digunakan sebagai biaya operasional. Kepala Kantor Catatan Sipil Taput K.Sormin menyangkal adanya kesimpangsiuran data dalam DPT yang digunakan untuk pemungutan suara lalu. Pada dasarnya DPT tersebut masih dikerjakan secara manual yang dibantu dengan sistem software microsoft XL.
Sementara software baru yang dimiliki catatan sipil saat ini sudah menggunakan aplikasi khusus untuk mengumpulkan data penduduk.Tingkat kesalahannya juga sangat minim. ”Software itu kami terima pada bulan Juni, sementara DPT kami keluarkan pada bulan Juli,” paparnya.
Dalam tahapan yang dilaksanakan untuk pemungutan suara ulang, KPU meniadakan tahapan kampanye guna memaksimalkan waktu yang sangat sempit. Nantinya, KPU akan menyosialisasikan pemungutan suara tersebut kepada masyarakat untuk mengefisienkan waktu. Saat ini pemerintah daerah telah menampung Rp5,8 miliar dana dalam anggaran pendapat belanja daerah (APBD) 2009.
”Kami memang kewalahan menyediakan anggarannya, tetapi keputusan MK mengikat dan wajib,” papar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Taput Saul Situmorang kepada wartawan di Tarutung kemarin.
Dia menambahkan, anggaran tersebut hanyalah untuk putaran pertama sementara untuk putaran kedua masih dalam pengajuan termasuk dengan biaya pengaman yang berjumlah Rp2,4 miliar.
Jika diakumulasikan hingga putaran kedua, APBD harus menampung hingga Rp11 miliar.Dana tersebut telah dimaksimalkan dari Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) 2009 sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 44/ 2007 yang menyebutkan biaya pelaksanaan pilkada harus ditampung dalam APBD sebagai dana hibah bersyarat.”
Serta penetapan anggaran tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan pelaksanaan,”kata Saul. Salah satu pasangan calon kepala daerah dengan nomor urut 3, Samsul Sianturi mengharapkan kinerja KPU saat ini harus lebih baik daripada sebelumnya. KPU harus lebih objektif sesuai dengan ketentuan dalam kode etik pelaksanaan pilkada.
”Ini jangan sampai hancur karena adanya pelaksanaan pilkada.Sebab,yang kita persoalkan bukanlah masalah siapa menang dan siapa kalah, tetapi lebih pada hak demokrasi rakyat,” tandasnya. Selain itu, kepentingan pemutakhiran bukanlah semata- mata untuk pilkada,tapi juga untuk pemungutan suara dalam Pemilu Legislatif 2009.
Panitia pengawas (panwas) pemilu mendesak KPU segera menuntaskan persoalan DPT. ”Kesalahan pilkada tidak boleh terulang dalam pemilu. Itu yang ingin kami hindari,” kata Ketua Panwas Legislatif 2009 Sadion Situmeang.










Gunakan pikiran yang bersih dan hati nurani dalam setiap tindakan.
http://www.marurat.com
Info lengkap asal usul dan sejarah batak. Selengkapnya klik disini
Usut tuntas kecurangan pilkada TAPUT, asa unang somal ala ni hepeng lao mangula si ulaon,
Jadi apa lah niat anak Toke Rojan (David Hutabarat) ini untuk maju sebagai
Caleg 1 Dapil 1 PKPB Tarutung ini!?
sudahlah Bokapnya jadi Anggota DPRD 2
Periode dan hanya tahu makan Gaji Buta dan Korupsi Proyek untuk kepentingan
Pribadi… Haha…. terus si David Hutabarat yang sempat menjabat Ketua LSM
LIRA Taput dipecat oleh Pusat karena Korupsi…..oh tahe…..aka na ritik
on..!!!!
Gak puas-puas juga mereka ini mau Korup kulihat !!
coba tengok Bapakmu si Jan Piter Hutabarat (si ROJAN) gak ngerti apa-apa dalam Politik, tahunya hanya menjilat TLT dan terima gaji buta….hahahhaha…buat modal memperbesar usaha HOTEL GLORY-nya dan Lapo Lamsihar di Pertigaan Sirpang Jembatan TRT
Mendingan
tunjukkan dulu kemampuanmu kalau memang hebatnya kau lulus dari ITB
itu….Jangan jadi Raja Kandang aja….
Mau kau siksa selamanya Rakyat
Taput ini ya, sudah terlampau miskin kulihat manusia disini….. dasar
Pakai Otak dong…
Masa kau halang-halangi niat Caleg Parpol lain yang
lebih tua usiamu untuk maju …dengan cara kamu hancurkan alat peraga, spanduk dan baliho mereka…..hahhahha….
Buat KPU :
Mari selamatkan pilkada taput dari usaha-usaha kecurangan dan dari permainan uang dan tekanan premanisme.
Ingat tanggung jawab anda sebagai tugas kepercayaan masyarakat dan gereja membangun perubahan di taput.
BUKAN SAATNTA LAGI UNTUK MENYALAHKAN,BERSYUKURLAH KITA MASIH DIBERIKAN TUHANUNTUK MENGADAKAN PIKADA ULANG,SEKARANG SAATNYA PERGUNAKAN KATA HATIMU SIAPA YANG PANTAS UNTUKU MEMIMPIN TAPUT KEDEPAN,DAN BAGI MAHASISWA DAN PEMUDA JANGAN MAU DIGODA KARENA UANG RATUSAN RIBU RUPIAH,KITA MUDA MUDI SILINDUNG HARUSNYA MALU,KARNA KITALAH SUASANA DAN PILKADA INI HANCUR,SEBAGAI ORANG BERPENDIDIKAN ARAHKAN PARA SAUDARA KITA YANG DIKAMPUNG UNTUK MEMILIH SESUAI DENGAN KATA HATI MEREKA DAN PALING PERLU JANGAN TAMBAH DOSAMU DENGAN MEMBURUKKAN CALON BUPATI,HORAS,SELAMAT MEMILIH KEMBALI
kepada lae partalitoruan, sebenarnya saya sendiri tidak masalah dengan komentar anda, sayapun sangat mendukung pilkada taput diulang apalagi pemimpin yang sekarang sangat KURANG harus yang jujur dan kompeten, Saya hanya koreksi komen anda mengenai alumni ITB, lae jangan bawa-bawa civitas akademika, itu masalah pribadinya, kalau alumni ITB terlampau kecil untuk menguasai taput, apakah alumni ITB seperti IR.SUKARNO, IR.H.JUANDA,BJ.Habibie,IR.CIPUTRA.IR.Aburizal bakrie,dll jadi rusak namanya karena segelintir itu? Sebaiknya lae bicarakan masalah pribadinya saja, Kecuali dia tidak kompeten dengan ilmunya, itu mungkin perlu dipertanyakan, misalnya ahli kimia tidak tahu apa H2O. Mauliate
sebelum saudara dipilih coba anda pilih dulu jiwa anda mana yang lebih baik mengedepankan kemarahan atau kesabaran dalam menghadapisetiap masalah yang tahu anda sendiri dan Allah oke calon pelayan rakyat
walaupun sudah lewat, saya tetap berani katakan kemenangan Toba pada pemungutan suara ulang Pemilukada Kab. Tap. Utara adalah penuh kecurangan, dimana otaknya adalah KPU Kab. Tap. Utara sendiri. Kenapa saya katakan begitu, DPT yang ditetapkan oleh KPUD Kab. Tap. Utara terjadi 2 kali diumumkan, NIK masih ada yang double, nama ganda, data pemilih yang direkayasa.
Pemilihan pilkada taput putaran ke dua tetap curang di interven penguasa.Mauliate.
untuk pendukung yang kalah, jangan asal ngomong aja , berikan bukti….
sampai sekarang sudah dilantik aja masih ada orang yang tidak puas… dasar…