Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Kelahiran Pancasila, Idiologi Pemersatu Bangsa.

Juni 3, 2008

>>Pancasila telah berusia 63 tahun
>>Masa depan Pancasila ditentukan kemampuan Bangsa Indonesia

Dengan gamblang menarik butir-butir Pancasila, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang sedang memperbincangkan dasar Negara Republik Indonesia, hal ini dikatakan Presiden RI pertama, Ir Soekarno dalam sebuah pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 yang silam.

Pada hari Minggu 1 Juni 2008, Pancasila telah berusia 63 Tahun, sebuah usia yang dianggap belum dewasa bagi sebuah Ideologi, Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia dengan berbagai Undang-undang dasar (UUD), hal ini menunjukkan bahwa Pancasila adalah dasar Negara yang telah menjadi Konsensus Nasional dan diterima oleh semua kelompok yang ada di Indonesia.

Maka Pancasila adala Ideologi pemersatu Bangsa yang menjadi modal bagi Bangsa Indonesia untuk bersatu sebagai sebuah bangsa yang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melihat banyak masalah nyata yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia seperti Demokratisasi, krisis ekonomi dan penegakan hukum.

Ada baiknya agar dasar Negara tersebut, untuk sementara tidak diperdebatkan dan dibicarakan sampai semua persoalan yang dihadapi Bangsa Indonesia tersebut berhasil diselesaikan.

Masa depan Pancasila sangat ditentukan oleh kemampuan Bangsa Indonesia mengisi Pancasila dengan nilai-nilai yang berkembang didalam masyarakat Indonesia.

Kelima Sila yang ada dalam Pancasila harus dijabarkan secara jelas sehingga dapat diwujudkan menjadi lembaga politik yang akan dibentuk dalam sebuah system politik, system pemerintahan Pancasila.

Penjabaran dan konkretisasi Pancasila ini hanya bisa terjadi bila ada wacana public yang bebas yang memberikan kesempatan bagi siapa saja menyampaikan pendapatnya.
Pendapat yang beragam diharapkan akan menghasilkan butir-butir yang menjadi bagian dari Pancasila.

Penyeleksian terhadap butir-butir yang bermunculan diserahkan kepada proses sosial yakni, intrasi yang terjadi antara berbagai pihak yang akan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan.(guru besar Fisip UI,Maswadi Rauf)

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Golongan II dan Golongan III Tahun 2008
Dalam rangka pengisian formasi Pegawai Negeri Sipil Tahun 2008 yang lowong, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia memberi kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi

Perihal BersamaToba.com
Website ini adalah merupakan catatan pribadi seorang putra daerah Balige langsung dari bona pasogit yang kemudian menjadi media online bagi masyarakat luas.Ir.Ivan NapitupuluSemoga website ini

Tangkal dampak Negatif, dari proses Globalisasi.
Balige, Tobasa, Media online Bersama Toba dot Com - Kemajuan tehnologi dewasa ini dan cepatnya informasi melalui media cetak, elektronik, komunikasi dan sebagainya sangatlah kita

Jendral Prabowo Subianto Lumban Tobing
Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto secara resmi berhak menyandang marga Lumban Tobing di belakang namanya. Upacara pemberian marga Lumban Tobing kepada Prabowo digelar di Convention

Sisingamangaraja Inkarnasi dari Batara Guru
>> oleh Ivan Napitupulu Blogger Batak parBalige, Tobasa, Media Online Bersama Toba dot Com - Menurut cerita proses ajaib kelahiran Sisingamangaraja I bermula saat jatuhnya 'jambu

Komentar

2 Responses to “Kelahiran Pancasila, Idiologi Pemersatu Bangsa.”

  1. KUNTHI LESTARI on Agustus 12th, 2008 13:22

    bagus tp lbh dimajukan lagi

  2. R.B. Reagan on September 4th, 2008 01:44

    Nama saya Reagan, saya seorang Katolik. Saya sangat mendukung pluralisme, saya mendukung dan bangga dengan apa yg telah di nyatakan NU dan Muhammadiyah bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah ideologi final bagi Ibu Pertiwi kita tercinta ini, bangsa Indonesia. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pemersatu bangsa, tanpa Pancasila akan terjadi perpecahan bangsa, NKRI akan runtuh. Oleh karena itu kewajiban kita semua sebagai anak bangsa, kita orang Indonesia, Katolik, Protestan, Islam, Buddha, Hindu, Konghucu, dan bahkan agama agama lain yg ada di dalam Indonesia wajib mempertahankan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena Pancasila tidak bisa di pisahkan dari Indonesia, seperti motto kota Manado, ”kita semua saudara” selayaknya kita jadikan contoh untuk hidup rukun, saling menghormati dan penuh pluralisme, mari kita semua bersatu dan berjuang untuk kemajuan bangsa Indonesia dan wajib mempertahankan Pancasila.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak