Horas..Rura Silindung untuk Sementara Pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban, unggul.
Oktober 28, 2008
Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Media Online Bersama Toba dot Com - Pemilihan kepala daerah atau Pilkada)Kabupaten Tapanuli Utara yang dilaksanakan, Kemarin Senin (27/10) berlangsung lancar dengan situasi yang kondusif dengan tingkat partisipasi masyarakat tergolong cukup tinggi.
Jumlah pemilih Tapanuli Utara yang terdaftar sebanyak 181.120 orang dan jumlah suara sah yang telah masuk mencapai 42.647 atau sebesar 23,55 persen.
Berdasarkan hasil perhitungan sementara hingga pukul 17.00 WIB, dengan tingkat persentasi suara yang telah masuk mencapai 23,55 persen menunjukkan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban SE unggul sementara dengan perolehan suara 34 persen.
Pasangan calon Bupati/Wakil Bupati yang menjadi peserta Pilkada tersebut sebanyak 6 pasangan dengan masing-masing perolehan suara sementara yaitu pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban SE “TOBA” dengan nomor urut 1 (satu) meraih 14.554 suara atau 34,13 persen.
Pengumpul suara terbanyak kedua adalah pasangan nomor 3 (tiga) Samsul Sianturi/Drs Frans A Sihombing MM dengan perolehan suara 10.275 suara atau sebesar 14,46 persen.
Kemudian urutan ketiga disusul pasangan nomor 4 (empat) Ir Sanggam Hutapea/Ir Londut Silitonga dengan perolehan suara sebanyak 7.674 suara atau sebesar 17,99 persen.
keempat adalah pasangan nomor 2 (dua) Drs Roy Mangotang Sinaga/Ir Djundjung Hutauruk dengan perolehan suara 6.165 suara atau sebesar 14,46 persen.
Sedangkan peraih terbanyak kelima adalah pasangan nomor 5 (lima) Drs Wastin Siregar/Norman S Silitonga dengan perolehan suara 2.331 atau 5,47 persen.
Dan peraih suara terakhir adalah pasangan nomor 6 (enam) Edward Sihombing/Alfa Simanjuntak dengan perolehan suara 1.648 suara atau 2,86 persen.
Sejak pukul 07.30 WIB, dimulainya pemungutan suara di TPS-TPS, antusias masyarakat untuk memberikan hak suaranya cukup tinggi terutama saat penghitungan suara di TPS.
Di sejumlah TPS di kota Tarutung, ibukota Kabupaten Tapanuli Utara, masyarakatnya secara bergelombang mendatangi TPS bahkan ketika penghitungan suara TPS terlihat dipadati masyarakat. Situasi Kamtibmas cukup kondusif dan pemilihan hingga penghitungan suara masih berjalan lancar dan aman.
TOBA dan SALUT BERSAING DI TARUTUNG
Sementara itu, hasil pengamatan wartawanB untuk perhitungan suara sementara di Tarutung, pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban SE “TOBA” bersaing ketat dengan pasangan Ir Sanggam Hutapea/Ir Londut Silitonga yang dimenangkan dengan selisih suara sangat tipis yaitu 181 suara yakni pasangan Ir.Sanggam/Londut mendapat 5.590 suar.
Sementara itu pasangan TOBA 5.409 suara disusul pasangan Samsul/Frans dengan perolehan 3.440 suara dan pasangan Roy/Djundjungan dengan perolehan 2.755 suara.
Hasil perolehan suara sementara untuk beberapa kecamatan di Tapanuli Utara tetap menunjukkan pasangan TOBA unggul sementara yaitu di Kecamatan Parmonangan, TOBA (nomor 1) 3.256 suara, Roy/Djundjungan (nomor 2) 305 suara, Samsul/Frans (nomor 3) 686 suara, Sanggam/Londut (nomor 4) 288 suara, Wastin/Norman (nomor 5) 48 suara dan Edward/Alfa (nomor 6) 63 suara.
Kecamatan Pahae Jae, pasangan nomor 1 (1.895 suara)
Pasangan nomor 2 (850 suara)
Pasangan nomor 3 (1.560 suara)
Pasangan nomor 4 (1.130 suara)
Pasangan nomor 5 (55 sauara)
Dan Pasangan nomor 6 (164 suara)
Di Kecamatan Simangumban
Pasangan nomor 1 (1.321 suara)
Pasangan nomor 2 (417 suara)
Pasangan nomor 3 (845 suara)
Pasangan nomor 4 (348 suara)
Pasangan nomor 5 (63 suara)
Dan nomor 6 (137 suara)
Sementara di Kecamatan Siatas Barita
Pasangan nomor 1 (1.824 suara)
Pasangan nomor 2 (1.304 suara)
Pasangan nomor 3 (1.504 suara)
Pasangan nomor 4 (1.767 suara)
Pasangan nomor 5 (142 suara)
Dan Pasangan nomor 6 (128 suara)
Di Kecamatan Sipoholon
Pasangan nomor 1 (3.009 suara)
Pasangan nomor 2 (1.815 suara)
Pasangan nomor 3 (2.550 suara)
Pasangan nomor 4 (1.330 suara)
Pasangan nomor 5 (196 suara)
Dan Pasangan nomor 6 (321 suara).
Kemudian di Kecamatan Siborongborong
Pasangan nomor 1 (4.580 suara)
Pasangan nomor 2 (2.054 suara)
Pasangan nomor 3 (3.241 suara)
Pasangan nomor 4 (1.012 suara)
Pasangan nomor 5 (404 suara)
Dan Pasangan nomor 6 (4.485 suara)
Di Kecamatan Adiankoting
Pasangan nomor 1 (1.663 suara)
Pasangan nomor 2 (832 suara)
Pasangan nomor 3 (649 suara)
Pasangan nomor 4 (786 suara)
Pasangan nomor 5 (70 suara)
Dan Pasangan nomor 6 (169 suara)
(*)








Horas dihamu sude anka calon bupati taput,unang sai marbadai hamu sude,tarlomobi di toluto turanna dang boi be hian tuloto jadi bupati,alana ibado iba sandiri molo toluto jadi bupati,masa sian pareman jadi bupati dang adong tamatan singkola,gabe maila do iba mambenge diluat nadao,alana dang berkembang taput,unang pamokkus hu naeng mangallang hepeng i,alana tingki bupati pe si toluto dang adong perkembangan na.sai tong marosot perekonomian………?pesan sian hami angka pangaratto baen hamuna taput jadi sada tarkenal tuluat nadao…..hami pe las do rohanami molo denggan taput ate….?
pangaratto naloakon do ho….! nunga dipillit masyarakat taput pemimpin na…! ho ma jolma pangaratto naulloak sian taput…maila ho mambahen komentar sian ni….manag na di siborong-borong do mangaratto….! boto saotik ila…pangaratto…
Dang huattusi manang na aha komentar ni Jonny Ardony Shombik on kalimat na pe so tikkos tanda do ra bayon sikkola sore di siborong-borong manang na dang masuk sikkola holan namarmahan hoda do ra.
Sadarlah kita Godang do natarjou alai sada do tarpillit yang terpilih berarti kepercayaan masyarakat untuk membangun Taput makin bertambah, Masalah tamatan tidak penting dipersoalkan, S3 pun atau Prof belum tentu dapat membangun taput, dan kita lihat statistik perkembangan taput termasuk GDPnya sangat bagus dan masyarakatnya aman, OK…maju terus tuan TOLUTO ajak investor dari luar untuk membangun Taput. Koalin di sipoholon air panas sangat bagus diusahakan, horas……..
memang kalau dilihat dari perkembangannya Taput termasuk lambat, kabupaten Dairi yang masih seumur jagung sudah mampu meningkatkan PAD, sampai Taman Imannya sidikalang yang sudah mendunia, memberikan penghasilan pada parawisata sumut sampai ratusan juta, lahan kering di parbuluan menjadi lahan subur, penghasil kentang dan daun kol, yang menjadi harapan malaysia dan singapore, dahulu kalau orang makan jeruk medan pasti berasal dari tanah karo, JANGAN SALAH LAE, ITU SEMUA BERASAL DARI SIDIKALANG SEKARANG, Pertambangan Emas dan Temabaga sedang didirikan di Dairi. Saya salut dengan DR.MP Tumanggor, mampu menerapkan ilmunya di kab Dairi. Saya bukannya mengatakan kalausarjana pasti berhasil, tetapi sebaiknya Bupati Taput harus DR, biar bisa menerapkan ilmu-ilmunya di taput, apalagi kalau sudah punya pengalaman di Luar Negeri, Mana mungkin Taput bisa ditingkatkan PAD nya kalau bupatinya saja tidak berpendidikan? Bagaimana dia bisa menerapkan daya analisis dan jiwa enterpreneur untuk membangun Taput. Memang Toluto dipilih oleh Masyarakat Tapanuli, Tetapi itu semua karena dia bisa memainkan emosi masyarakat Tapanuli Utara, kalau hasil pembangunan Taput agak tertinggal dari kabupaten lain. Mudah-mudahan Tapanuli bukan sarang penyamun lagi 5 tahun kedepan. Sadarlah masyarakat Taput kalian sudah tertinggal
Toluto terpilih karena memang dia lebih dikenal masyarakat bukan karena dia lebih baik apalagi lebih mampu untuk membangun taput. Masyarakat taput terlalu pragmatis dalam menilai dengan bukti kepemimpinannya selama bupati termasuk aktifitasnya di ormas/partai. Sebagai pemborong apalagi merangkap sebagai bupati pasti dia sering keliling meninjau proyeknya sekaligus dimanfaatkan sebagai kunjungan kerjanya sebagai bupati untuk dikenal oleh masyarakat. Tapi Prioritas pembangunan pertanian dan pendidikan sebagai andalan yang seharusnya digarap untuk mengentaskan kemiskinan atau ketertinggalan taput. Prioritas bukan pembangunan hanya infrastrutur semata. Saya dari awal pesimis akan kemampuan Toluto dalam hal ini, Tingkat kemiskinan petani yang tinggi dan langkahnya lulusan SMU dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas sangat kontras. Semua Itu tergantung kemampuan pemimpin dalam hal ini bupati lihatlah bupati Dairi, Tobasa dan Humbang Hasundutan sebagai kabupaten baru mereka jauh lebih maju dari Taput. Siapapun bisa jadi bupati dan sudah pernah bupati tapi ukurlah dengan jujur bobot kwalitas kapasitas/kemampuan ilmu ,pengalaman apalagi moralnya.
Kapan taput memilikinya ?..atau taput tetap akan selalu terbelakang ?
hanya karena ego tidak perlu pemimpim yang berpendidikan tinggi yang ngak sekolah atau premanpun tidak apa-apa pokoknya sudah berbuat.
@ parpahae..allang ma pendidikan mi
Dang diattusi ho bei
Kalo mau komentar jgn bawa nama kampung ,maila iba,,aku juga parpahae.
kalo saudara pintar knp tdk mau calon bupati?? coba saudara jadi calon pasti byk yg dukung,, krn parpahae tdk ada yg mencalonkan.
on…sai kekukekuk..kangkung genjer. komentarmu pe komentar Umum.
Massa desak DPRD Taput tolak PAPBD 2008 dan Pemberhentian Ketua DPRD
Taput Fernando Simanjuntak secepatnya dilaksanakan!
Thursday, 13 November 2008 07:56 WIB
Waspada Online
http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_conte
nt&do_pdf=1&id=492 42
TARUTUNG – Massa yang tergabung
dalam
Masyarakat Pro Demokrasi Taput kembali berunjuk rasa ke gedung
DPRD
mendesak agar anggota DPRD Taput menolak PAPBD yang diajukan
Pemkab
Taput saat panitia anggaran eksekutif dan legislatif sedang
melakukan
pembahasan PAPBD 2008, Rabu (12/11) di ruang paripurna DPRD
Taput.
memang Taput harus di reformasi, kita malu di pangarantoan ini, gak ada yang menonjal di Tapanuli Utara, Toluto harus berubah dan banyak belajar, jangan hanya pintar mengambil hati masyarakat, tetapi buktikan dengan karya dan ciptakan lapangan kerja, daya tarik wisata, industri padat karya, dan mau belajar ke tempat lain, Salib kasih kurang begitu populer, bagaimana caranya Toluto harus meningkatkan promosi Taput, Taman Wisata Iman Sidikalang jauh lebih terkenal dan termasyur sampai ke luar negri, Ciptakan Even-even parawisata di Taput agar para pengaratto datang kesana, apalagi di laksanakan bulan desember pas semuanya pulang untuk mar natal sungguh bagus…
Apanya yang salah dengan komentar saya ?, Saya sangat heran tanggapan yang tidak membangun dan emosional dari lae Untung.
Dengan pendidikanlah saya bersama teman-teman bisa maju dan berkarir di Jakarta ini, Saya lahir di Onan Hasang berarti saya Parpahae dong dan sekolah di Tarutung berarti memiliki ikatan dengan taput. Komentar saya juga demi kemajuan masa depan taput dan tidak menjelekkan Pahae.
Saya tak mau dan berniat mencalonkan diri jadi bupati karena sudah ada figur yang jauh lebih baik untuk membawa taput jauh lebih maju, yang pasti beliau berpendidikan tinggi dan berkemampuan teruji di swasta dan di pemerintahan bahkan bukan lagi cari ambisi kekuasaan dan uang tapi semata-mata panggilan
horas ma…nunga monang be TOBA…! mauliate
Horas ma di Hamu Angka dongan na di tarutung……Molo menurut hami angka na di pangarantoan on,manang ise pe na tarpilit jadi Bupati Tarutung sai lam tu majuna ma di baen hutattai tar lubomi angka na bergerak dalam bidang pendidikan .holan ido pangidoan ni hami angka Pangaratto”MAULUATE MA DI HITA”.HORAS……………………………………………….
to @Light and Deddy,
sebelum kamu pasrah jadi orang yang teramat bego karena kebegoanmu selama ini, lebih baik kamu lanjutkan lagi pendidikanmu dan jangan tahunya main internet tapi otak kalian kosong.
untuk mendinginkan hati dan kepalamu,
baca dong ini:
Massa RPD Tuntut
Pleno KPUD Taput Digagalkan
Senin, 24 November 2008
Massa RPD
Tuntut Pleno KPUD Taput Digagalkan
TARUTUNG-METRO; Sekitar 500-an massa
Rakyat Pro Demokrasi (RPD) Tapanuli Utara (Taput) melakukan aksi damai di
depan Kantor KPUD Taput menuntut agar pleno penetapan Pilkada Taput yang
terjadwal Minggu (23/11) digagalkan. Namun hingga pukul 19.30 WIB, hasil
pleno belum diketahui.
http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/Massa_RPD_Tuntut_Pleno_KPUD_Taput_Digagalkan
yg bego itu kamu bro….! kan km dah punya bukti kecurangan pilkada proses aja ke jalur hukum……! jgn cuma teriak-teriak aja….action dong….! sotung habis hepeng mi mambayar massa na demo i….!
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapanuli Utara, Minggu (23/11) malam menetapkan pasangan Torang Lumbantobing-Bangkit P Silaban SE (TOBA) sebagai pemenang Pilkada Taput. Penetapan tersebut dituangkan dalam surat keputusan nomor 25 tahun 2008 tentang penetapan calon terpilih kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Tapanuli Utara yang ditandatangani Ketua KPU Tapanuli Utara Jan Piter Lumbantoruan SH.
Dalam pemilihan yang dilaksanakan 27 Oktober lalu, pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit P Silaban SE memperoleh 46.645 suara sah atau dengan persentasi jumlah suara sebesar 34,13 persen.
Penetapan pemenang Pilakda Taput tersebut sebagai tindak lanjut hasil rekapitulasi perhitungan di tingkat KPU Kabupaten Tapanuli Utara yang dilaksanakan 2 November 2008 di Sopo Partungkoan yang dihadiri 5 anggota KPU Tapanuli Utara, saksi, Panwas dan PPK dari berbagai kecamatan.
Ketua KPU Tapanuli Utara, Jan Piter Lumbantoruan SH, Senin (24/11) mengatakan, penetapan calon terpilih tersebut telah diserahkan kepada DPRD Taput.
Jan Piter Lumbantoruan mengakui bahwa penyampaian tersebut sebenarnya sudah terlambat sebab gugatan yang diajukan penggugat ke pengadilan bukanlah masalah sengketa hasil perhitungan suara pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Tapanuli Utara.
“Dua anggota KPU Tapanuli Utara yaitu Tunggul Simorangkir SH MH dan Ir Lambas Hutasoit sudah meneliti ke Mahkamah Konstitusi apakah ada gugatan atau tidak. Ternyata nihil,” tegas Jan Piter Lumbatorun.
Sementara Ketua DPRD Tapanuli Utara FL Fernando Simanjuntak SH yang dikonfirmasi wartawan, Senin (24/11) mengataan bahwa pihaknya akan merekomendasikan keputusan tersebut ke Gubernur Sumatera Utara paling lambat tiga hari setelah penyerahan keputusan itu oleh KPU Tapanuli Utara.
@Light
Terus apa keuntungannya bagi mu kalau si Toluto jadi Bupati ?
Mau mu supaya Rakyat Taput itu dibegoin lagi ya oleh TLT bengak,
macam kau yang sudah merasa untung jadi Hansip di rumahnya !
Denger-denger kamu berenya Br. Manalu ya? pantasan serupa
tidak berpendidikan !
tabiat-nya. hahahhaha
Tunggu aja keputusan MK Pusat tgl 3.12.2008 ini, mengenai nasib TLT & Cs!
Tolonglah yang jagoannya kalah gak usa banyak komentar, dimanapun didunia ini yang banyak pemilihnya adalah yang menang, dan tidak mungkin masyarakat taput yang 34,13 % adalah orang bodoh, mereka banyak yang S1 dan S2, tentu kalau yang milih S1 a S2 pastilah yang mereka pilih yang terbaik dari yang ada dan ternyata yang mereka pilih adalah Mr. Toluto, Jadi apalagi yang mau dikomentari, para peserta pilkada juga da sepakat utk siap menang siap kalah. Lihat juga tulisan fatimah. Sekarang yang jagoannya kalah mulailah mengatur strategi untuk 5 tahun mendatang, krn Mr.Toluto tidak ikut pilkada lagi, karena kalau masih bisa ikut pilkada pasti dia menang lagi.Semoga Taput semakin jaya….horas…horas…horas
bodoh kau cek aja ke MK di jakartaada ngak….? demo aja lg kau……..ya……!
dengar-dengar….? buktikan dong……jd ada dasar hukumnya klo mau ngomong….
@ partali toruan
menurut anda siapa memang yg harus menang? dan tuntutan teman2x anda yg demo itu siapa pula yg menang?
mauliate
Hallo Light, Fatimah & Tommy,
ai ho jolma nasarupa do namanulis kommentar di Bagasan on….
ai aha ma na diatusi ho mengenai Pilkada dan Politik…
Ai par Lapo do hamu di hutaan…!
Na di ripu hu, dang adong dana laho mardemo i…!! bahat do bah hepeng disi..na so dibotoho do, alan holan di lapo do ho magulahon Buku erek-erek bersama pamanmu si TLT pareman i
uhahuauhhuaa….marmipi ho monang muse si TLT…i…
ba bereng ma…. *sorry* yeah, komentar anak kecil gak masuk diakal kami !
selamat untuk TOBA…. KPU Pusat, KPU Sumut, KPU Taput sudah mensahkan/menetapkan pemenang pilkada TAPUT…
@pandoit :
Berapa banyak masyarakat Taput yang yang berpendidikan tinggi memilih Toluto sebagai bupati ? Berapa banyak masyarakat taput mampu menguji dengan akurat kualitas layak tidaknya Toluto sebagai bupati dibandingkan calon lain?. Bukankah kebanyakan masyarakat lebih mengenal wajah tolutu tanpa mengetahui kwalitas rohani dan kemampuannya ?. Bukankah masyarakat taput lebih percaya pada partai plus juru kampanye dari pada figur ?
Saya berkesimpulan masyarakat yang memilih Toluto adalah masyarakat yang kurang cerdas dan berpikir panjang alias gampang tergoda.
Saya tidak mempermasalahkan siapa yang menang tapi bagaimana memenangkan taput dari kemiskinan rohani,moral,materi, dan kebodohan.
Saya pesimis taput akan lebih maju dalam 5 tahun ke depan.
bahhhhh….na kalah do S2 i…..? pak sanggam boasa boe kalah…? ai pagodang hu do attong hata ta…!
Sanggam kalah hanya karena kurang populer saja, bukan karena masalah rendahnya kwalitas/kompetensi untuk membangun taput lebih baik jika dibandingkan dengan kemampuan Toluto.
Mau kemana taput yang sudah tertinggal akan dibawa oleh seorang bupati yang memiliki latar belakang togel ?
Unang holan asal monang, ai boi do monang ala mangotootoi masyarakat apalagi alani hepeng dohot partai gila uang jala main curang di pilkada.
Selama Toluto jadi bupat, dia lebih banyak jalan-jalan turun ke masyarakat sebagai kampanye terselubung. Sedangkan Sanggam tidak punya kesempatan seperti itu untuk memperkenalkan dirinya kepada masyarakat.
Maup nama hita ..,ai nunga monang be preman gabe bupati di taput.
Selamat menderita ma taput ate…., bea baenon i puang ai boi do hita dipaloak-loak angka juru kampanye i.
Peace, sioto-oto do haroa on, dang adong sangkut pautna s2 dohot kekalahan, alai sudah jelas, par taput masih mau terbelakang, kolot, mamillit pemimpin naso jelas visi misina. BAGAIMANA NANTI KALAU BUPATI TOLUTO KETEMU PEMIMPIN DARI DAERAH LAIN, PALING DIAJAK MAIN JOKER, ALANA DANG ADONG KAMUSNA NALAIN. Mailama hamu par taput i ba,,
sy pulkam…! sy merasa kasihan….! ternyata team sanggam jg mau membagikan uang perorg 200rb di asrama kodim…dan hasilnya hanya 20ribu..sisanya 180ribu setelah sanggam menang…Jd yakin mahita sude angka calon ini unang ma merasa suci molo soadong na dibuat sian taput…! Jujur be ma….! olo ma para calon i dang mambuat hepeng sian taput?