Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Dengan satu kata mereka itu bukan “Teroris”, perlakukan mereka Manusiawi, titik

Maret 28, 2009

gambar orang di borgolMedia Online Bersama Toba dot Com -Tuhamu sude akka Dongan Batak sedunia begini ceritanya, dari pengaduan secara tertulis disebutkan, pelanggaran yang dilakukan polisi dalam menangani kasus 3 Februari 2009 antara lain:

* penangkapan para tersangka tanpa surat dialami Junhaidil Samosir (03/02/2009i)
* Parles Sianturi (03/02/2009i)
* Maikel Tendo Yohanes Sihite (05/02/2009i)
* Ricard Ricardo (08/02/2009)
* Toni Gohan (10/02/2009i)
* Asi Heryanto (05/02/2009i)
* Marihot Pardede (06/02/2009)
* Eris Sitepu (06/02/2009)
* Erwin Simanjuntak (06/02/2009)
* David Saragih (06/02/2009)
* dan Tardi Siregar (08/02/2009i).

Kemudian juga disebutkan, petugas kepolisian yang melakukan penangkapan tanpa prosedur dan mengaku penangkapan dilakukan atas perintah Presiden dialami Torang Lumbantobing (06/02/2009)

*Joko Subiakto (06/02/2009), Erwin (8 Februari), Lesman Simamora (10/02/2009), Maiaga Banjarnahor, Dedi Lumbantungkup, Toman Sinaga, Lintong Lumbantoruan dan Steven Sembiring.

Selain itu pada proses penangkapan dan penyidikan mahasiswa yang dipukuli Polisi dialami :

* Richard Ricardo saat diboyong dari rumahnya menuju Poltabes, Marihot Pardede di ruang Judisusila Poltabes, Erni Erguna Sitepu di ruang Judisusila Poltabes, David Saragih di ruang Judisusila Poltabes, Erwin S Simanjuntak di ruang Judisusila Poltabes, Junhadil Samosir, Urat Sihombing dan Anju Naibaho.

Bukan itu saja para keluarga juga menyampaikan pengakuan keluarga beberapa tersangka adanya ancaman dan intimidasi yang dilakukan polisi yang berinisial AKP AH. Ketika itu di ruang tahanan Poltabes polisi itu memukul salah seorang mahasiswa David Saragih yang berada di Blok E. Melihat hal itu Burhanuddin Rajagukguk membela mahasiswa itu tetapi polisi mengeluarkan ancaman dengan mengatakan “apa urusanmu orangtua, kukuliti nanti kau di luar.Jangan harap lagi kau hidup di luar”. Saat itu dibuat pengaduan ke Provost tapi sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya.

Kemudian, sejak 4 Februari sebagian besar disuruh memotong celana panjangnya karena tidak membawa celana pendek. Sementara keluarganya yang datang membawa celana pendek tidak diijinkan masuk. Mulai tanggal 4 Februari 2009 hingga tanggal 20 Maret 2009, makanan yang diberikan kepada tahanan Poltabes dan Poldasu tidak layak untuk dimakan sehingga para tersangka tidak mau memakannya dan tidak pernah diberikan air minum.

Pada tangal 23 Februari 2009 saat diadakan rekonstruksi di Kantor DPRDSU para tersangka digari melebihi teroris dan selama rekonstruksi berlangsung, tangan ke-15 tersangka tersebut tetap digari.
gambar protapTiga tersangka masing-masing Drs Burhanuddin Rajagukguk, Parles Sianturi, Junhaidel Samosir dipaksa rekonstruksi di ruang VIP DPRD SU. Padahal ketiga tersangka mengaku tidak pernah berada di ruangan tersebut. Kemudian seorang saksi palsu dari kader Partai Golkar mengaku melihat para tersangka berada di ruangan VIP DPRD SU.

Tanggal 11 Maret 2009 petugas piket berinisial (S) tidak memberikan ijin memasukkan nasi dan air minum yang diantar oleh keluarga tahanan.

Tanggal 17 Maret 2009 petugas piket Poldasu tidak mengijinkan keluarga Jumongkas Hutagaol untuk mengantarkan makanan.

Tanggal 16 Maret 2009 di Poltabes piket juga melarang pada tersangka dan keluarga berdoa bersama menjelang selesai jam bertamu.

Tanggal 19 Maret 2009 seorang polisi berinisial AKP B memaksa para tahanan masuk ke dalam sel padahal saat itu para tahanan sedang makan malam di Poldasu.

Pada tanggal 20 Maret 2009 salah seorang tersangka yang bernama Marihot Pardede yang akan diperiksa di Poltabes, tangannya digari di belakang dengan dalih perintah Kapolri.

Selama perjalanan dari Polda ke Poltabes, kepala Marihot sering terantuk di sepanjang jalan dan hal itu dilakukan polisi yang bernama US Cs.

Pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2009 pihak persekutuan Elim mengajukan kepada Wakil Direktur agar diberi ijin untuk memberi siraman rohani pada hari Minggu 22 Maret 2009 kepada para tersangka. Tetapi Wadir Reskrim menolak dengan alasan hamba Tuhan telah disediakan. Ternyata setelah ditunggu pada hari Minggu 22 Maret 2009 hal yang dikatakan Wadir itu adalah omong kosong.

Piket jaga tidak memberikan ijin untuk membuang sampah yang ada di ruang tahanan yang menyebabkan sekeliling ruang tahanan sangat bau, banyak lalat dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Kemudian, tersangka Jumhaidel Samosir,SH pada 8 Februari 2009 dibawa sendirian oleh penyidik Poltabes ke DPRD-SU untuk rekonstruksi padahal saat itu adalah hari Minggu. Dengan tangan digari ke belakang dan dipaksa agar mengakui segala perbuatan yang tidak dia lakukan di sana dan salah seorang polisi mengancamnya kalau tidak mengaku akan dibawa ke Sungai Ular atau ke kebun tebu.

Komnas Hak Azasi Manusia atau HAM akan mengumpulkan bukti-bukti atas beberapa tindakan kekerasan, intimidasi dan pelanggaran HAM lainnya yang diadukan para keluarga aktivis Protap yang dijadikan tersangka insiden DPRD-SU 03 Februari 2008. Apabila kesimpulannya ditemukan bukti pelanggaran maka Komnas HAM akan merekomendasikan penindakan secara prosedural Kepolisian ataupun penindakan secara pidana terhadap para pelaku dari pihak Kepolisian.

Hal itu disampaikan Komisioner Pemantau dan Penyidik Pelanggaran HAM Komnas HAM Jhonni Nelson Simanjuntak ketika ditanya wartawan usai bertatap muka dengan puluhan keluarga tersangka Protap di salah satu hotel di Medan, Kamis (26/3). Para keluarga tersangka didampingi kuasa hukum tersangka aktivis Protap terkait insiden demo di DPRDSU.

Diwaktu dan tempat yang berbeda, sejumlah masyarakat Batak Toba dari Bona ni Pasogit kepada Media Online Bersama Toba dot Com Sabtu (28/02/2009) mengatakan dengan tegas, Dengan satu kata mereka itu bukanlah “teroris”, per-lakukan-lah mereka-mereka itu yang dipenjarakan atas peristiwa tragedi 03 Februari 2009 layaknya Manusiawi, titik nasa kalapa.

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Ratusan Buruh dan Masyarakat Tobasa, demo ke Kantor Bupati.
Sekira ratusan masyarakat dan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 kabupaten Tobasa (F.SBSI 1992), Senin (28/4), mengadakan unjuk rasa ke Kantor

Pentolan Pembentukan Propinsi Tapanuli Diciduk Polisi
Polisi menciduk empat orang Panitia Pemrakarsa Pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) sebagai buntut tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat karena dipukuli massa dalam aksi

Uju di najolo, ditikki dakdanak…..
oleh Ivan n70 Blogger Batak parBalige -Tobasa - sumut - indonesiaMasih ingatkah saudara di masa kanak-kanak.? lugu, pikiran bersih, tidak ada pikiran untuk korupsi, jahat, anarkis

Ketua tim pengacara Adardam Achyar SH, menilai tuntutan adalah sebagai Konpirasi Polisi, Jaksa dan Hakim.
>> Adardam berjanji akan melaporkannya langsung ke Presiden SBY, DPR RI serta instansi hukum tertinggi. >> Kesalahan mereka, paling banter melempar botol aqua waktu itu. >>

Kronologis pengambilan uang Rp.3 Milyar, dugaan korupsi Bupati Tobasa
Oleh: Ir Ivan Napitupulu, wawancara secara langsung kepada warga Toba Samosir, disamping kiri Gbr.Kantor Bupati Toba Samosir dimana Bupati melaksanakan kegiatannya.(foto.Bersamatoba)>Berita Korupsi dari Kampung

Komentar

11 Responses to “Dengan satu kata mereka itu bukan “Teroris”, perlakukan mereka Manusiawi, titik”

  1. monald.sitanggang on Juli 18th, 2009 22:54

    saya setuju diadakan protap,kena gerakan protap itu memang benar-benar untuk kemajuan masyarakat yang tertinggal dengan kemajuan zaman

  2. Elisabeth on Oktober 4th, 2009 09:33

    Saya setuju protap d bentuk.
    Agar maju kta orang batak dan tdak d pandang sblah mata oleh yg lain.

  3. Elisabeth on Oktober 4th, 2009 09:35

    Hidup propap

  4. sabar on Oktober 17th, 2009 21:16

    kita harus bersatu untuk mewujudkan protap

  5. Surya N Panjaitan on Oktober 20th, 2009 16:34

    Horas ma dihita sasude……..

    PROTAP…adalah impian dari setiap orang yang ingin perubahan demi kesejahteraan masayarakat sekitar dan memberikan kontribusi kepada negara Indonesia .

    Nah sekarang pertanyaannya :
    1. Apakah kita warga / perwakilan protap sudah siap jika diminta untuk mempresentasikan keadaan protap dan planning kedepan jika terbentuk protap.?

    2. Apakah kita sudah siap menggali setiap potensi kekayaan alam yang ada demi kemakmuran masyarakat protap dan berdampak kepada kemajuan bangsa ini. ?

    3.Apakah kita sudah bisa membuang teal ,elat., late dan hosom……….

    Kalau masalah SDM sudah tidak diragukan apalagi point nomor 1 da 2 LEwat…gampang…………..nah yang No 3 ini..yang masih susah………………………………………..gimana caranya ?
    mari kita membisakan diri ” belajar membagi ”
    Alana hita halak batak molo maretong …kali,,,tambah,,,kurang na hatopan alai molo paretongan MAMBAGI ” na susahan.
    sehingga timbulma hagaoran…..

    Mauliat,,
    …….PROTAP mendekat………..Indonesia jaya

  6. hasiholan siregar on Oktober 20th, 2009 22:44

    Per I . saya salut,hormat kepada pejuang pejuang Protap,perjuangan mereka saya
    berkeyakinan adalah murni untuk membebaskan tapanuli dari himpitan eko
    nomi dan himpitan psykologis lainnya.

    II . Hosom,teal,elat,late,timbul akibat disk comunikation/tidak saling terus tera
    ng,kalau terus terang semua jelas,semua menyadari kelebihan dan kekura
    ngan.maka kita mulai dari diri kita sendiri jelas apa adanya,jangan jadi peng
    ecut. Bangso Batak > Bangso Nasangap Jala Nasahat.

    III . Hidup Protap Horas selamanya Hasiholan Siregar

  7. hasiholan siregar on Oktober 22nd, 2009 14:18

    Turut berduka atas meninggalnya Agus Hutapea,semoga keluarga yang di tinggal
    kan tabah.

    Kepada pihak Kepolisian,khususnya Polsek Balige,Polres tobasa,agar benar benar
    mengusut kejadian tersebut,pembunuhan atau kecelakaan biasa,agar menjadi
    pelajaran di kemudian hari.

    sekian

    Hasiholan Siregar

  8. elisabeth on Oktober 30th, 2009 11:35

    Bpak syang, torang lumbantobing yang nota bene tidak ikut demo dgan ditunjukan oleh surat keterangan mengajar dri sekolah, semalam kamis 29 oktober 2009 divonis 1tahun penjara.
    Dimana keadilan di Indonesia??

  9. Radod purba on November 26th, 2009 01:14

    Protap………..Harus
    PROTAP……… PASTI.
    Bangso batak harus bersatu, baru minta provinsi aja sudah byk orang kepanasan….. Gmn kalo minta merdeka ya?
    Jangan gentar jasamu dan pengorbananmu para pejuang PROTAP Tidak akan kami lupakan. Kami mendukungmu….. Hidup BATAK. hidup PROTAP.

  10. St J Nababan on Desember 7th, 2009 18:19

    protap adalag cita-cita hidup masa depan yang pasti lebih baik,upaya pembentukan protap berarti meniti hari2 yang lebih baik,bagi warga Tapanuli,sumut secara khusus dan Bangsa Indonesia secara umum,sebab jika masih terjadi upaya mengkebiri,mengintervensi,membedabedakan satu suku,ras,agama dst,seperti yg di lakukan saat ini kepada inisiato, Protap,maka bangsa ini secara potret belum bisa di sebut bangsa yg merdeka,berdaulat. Sebab sustu bangsa yg merdeka,adalah bangsa yg betul lepas dari segala tekanan dunia luar,dan juga tidak menjajah bangsa lain,apalagi menjajah bangsanya. Penderitaan anak bangsa sebagai inisiator,yg sekaligus Pejuang Protap,betul2 berujung Tragis,mereka berhadapan seakan akan,menghadapi bangsa Penjajah,yg belum meletakkan Dasar hukum,mainset untuk berinteraksi.jika pejuang Protap dianggap sebagai separatis,ttapi hannya utk membatasi ruang berfikir,ruang bergerak,ruang bercita cita kepada suku minoritas,alangkah naifnya.Masakan Pemerintah,tidak tau benar,perencanaan pembunuhan,apa bukan.tentunya kita berduka atas kejadian kematian pak azis tersebut, namun janganlah dituduhkan yg bukan2,otopsi,saksi dst,kan ada? .hai teman2 pejuang Protap,berdoalah bagi Tuhan,agar Tuhan membukakan segala tabir yg belum tersingkap.selamat advent kawan2

  11. daniel siregar(anak dari Tardi siregar) on Maret 9th, 2010 11:56

    Hidup PROTAP
    lanjutkan perjuangan kalian untuk memperjuangkan nasib rakyat orang batak.
    semoga kalian di berkati tuhan semua.
    AMIN………………..

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak