Calon Bupati Taput terkaya Syamsul Sianturi, total harta senilai Rp.56,16 Milyar
Oktober 8, 2008
TARUTUNG, Media Online Bersama Toba dot Com – Komisi Pemilihan Umum atau KPU) Tapanuli Utara resmi mengumumkan harta kekayaan enam pasangan calon bupati.
[Foto Peta Tapanuli Utara] Dalam pengumuman harta kekayaan tersebut, calon Bupati Syamsul Sianturi tercatat sebagai orang terkaya dengan total harta senilai Rp56,16 miliar. Pengumuman laporan daftar kekayaan pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah Taput 2008 mengacu kepada ketentuan Undang-Undang No 12/2008 tentang Persyaratan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam Pilkada.
Demikian Kontributor Media Online Bersama Toba dot Com sian rura Silindung Tarutung - Tapanuli Utara.
Anggota KPU Taput Divisi Pendaftaran dan Penetapan Calon Lambas Hutasoit mengatakan, pengumuman harta kekayaan itu dilakukan karena merupakan kewajiban KPU.
Dikatakan dalam undang-undang sudah diatur bahwa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah wajib memberikan laporan daftar kekayaan dan bersedia diumumkan.
kemudian, apa yang diterima KPU tersebut adalah syarat kelengkapan administrasi. Laporan harta kekayaan itu disertai dengan bukti laporan yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.
Sampai saat ini semua harta kekayaan tersebut telah beres baik, secara laporan ke KPK ataupun pajak. Terkait penggunaan harta kekayaan untuk kampanye, Lambas mengatakan setiap pasangan calon wajib menggunakan rekening khusus dana kampanye yang nantinya diperiksa oleh akuntan publik yang ditunjuk KPU Taput.
Perlu diketahui bahwa laporan harta kekayaan berbeda dengan dana kampanye. Untuk itu dana kampanye, nanti menyusul dan akan diumumkan. Salah satu pasangan calon Bupati Taput Wastin Siregar sebelumnya mengatakan bahwa laporan harta kekayaan itu bukanlah syarat mutlak. Harta kekayaan pasangan calon yang diumumkan KPU tersebut hanya tolok ukur untuk menjadi pertimbangan masyarakat.
Warga Taput akan lebih jeli melihat sendiri siapa calon yang dianggap mampu menjadi pelopor pembangunan.
Kalau harta kekayaan adalah suatu persyaratan yang harus kita penuhi, tetapi itu tidak mutlak. menurutnya syarat mutlak itu adalah kesanggupan membangun Taput yang lebih baik.
Dikatakan jika nantinya KPU Taput mengumumkan laporan harta kekayaan, masyarakat akan mengetahui sendiri besaran kekayaan si calon. Dia berkeyakinan masyarakat tidak akan melihat dari besaran harta itu saja.
Maka untuk itu masyarakat Tapanuli Utara yang perlu dilihat adalah kinerja, totalitas, dan latar belakang si calon. Nantinya dari beberapa hal itu, masyarakat dapat lebih mengenali siapakah calon yang akan dipilihnya.(*)







horas
kenapa tidak dicoba saja memilih calon bupati yang kaya, setidaknya dia sudah menikmati harta yg berlimpah, kalaupun dia nanti korupsi, jd penyakitanlah dia krn kebanyakan makan uang haram
syaloom…
untuk memimpin kabupaten tapanuli utara tidak dibutuhkan berapa nominalnya harta calon bupati tersebut. sebaiknya kita melihat integritas, “sense of people” (rasa kerakyatannya), wawasan, dan maturity (kematangan), a wise decision maker dan visi misinya terhadap progresivitas pembangunan di TAPUT. Menurut hemat saya, latar belakang para calon bupati perlu juga kita pertimbangkan. tentu masyarakat TAPUT mengerti dengan apa yang saya maksud. jangan tergoda dengan duit dan takut dengan “predikat” calon bupati. Saya yakin rakyat TAPUT pasti bijaksana. Horas……
Jika hari nurani berbicara, saya kira tidak perlu kita melihat aspek yang sulit kita analisa untuk seorang figur. sederhana saja siapa yg berani dari seorang calon bupati yg memberikan 25% dari gaji pokonya kepada anak miskin (Biaya sekolah) misalnya.bila setahun 12 bulan maka 5 tahun 60 bulan. bila tiap bulan menyumbangkan 25% dari gajinya ke setiap desa tertinggal untuk membamtu maka dalam satu periode dia telah membantu 60 desa tertinggal yg bukan dari APBD.Contoh Gaji 20 Juta. 25% dari situ 5 juta setiap desa bantuan pribadi dari penghasilannya. maka 60 desa memperoleh 360 Juta selama jabatannya.bila perlu pilihlah desa tertinggal tersebut dan buat perjanjian dengan tokoh desa itu maka pada giliran anda gajian mereka dapat.beranikah memberikan, maka anda tidak perlu kampanye habis-habisan hanya bayar tuak yang kurang membangun.
Semoga masukan baru yg berguna.
Motif atau alasan orang batak rantau pulang kampung ada 2. Yg pertama karena meninggal dan dikuburkan dikampung halaman. Yang ke dua adalah untuk merebut kekuasaan. jadi jangan jatuhkan pilihan kepada pasangan calon bupati yang datang dari perantauan lalu cari muka kepada masyarakat Taput dibalik janji2 kampanye. Marilah kita jatuhkan pilihan kepada Supir yang telah berpengalaman dalam perjalanan kita menuju Taput yang MAKMUR dan SEJAHTERA.
siapapun yg nanti t’pilh itulah suara rakyt n suara tuhan.tdk peduli supir oplet ato perantau yg sukses.yg pentg bkn org mati jiwanya yg menag.molo boi akka namarsikkolai majolo asa adong lapatan marsikkola.asa adong roha anak tai malului titel..horas taput!
kemenangan salah satu kandidat mudah-mudahan jadi kemenagan semua rakyat taput..
asal ma unang janji tinggal janji….alana hita rakyat on do sengsara…
pajak masuk trus tapi realita buayt rakyat nol besar….
dari dulu sampai sekarang jalan di taput tetap hansuuurrrrr
semoga bup terpilih mampu untuk berubah dan bangkit dari keterpurukan…
kLo dipikir² dengan harta segitu banyak, bisa aja kan membangun TapanuLi utaRa, tanpa harus memperhitungkan dana APBD.
he he he…
saLut buat BpK. SyamsuL SiantuRi.
gimana sEch caranya bisa memiliki harta yg sebegitu besaR..??
mohon saRan nya..
he he he he
kok samsul org kaya …tp ngak menerima kekalahan ya……manang holan hutang do i sude…or uang rampasan….! sotung manikkot da….
memang kalau dilihat dari perkembangannya Taput termasuk lambat, kabupaten Dairi yang masih seumur jagung sudah mampu meningkatkan PAD, sampai Taman Imannya sidikalang yang sudah mendunia, memberikan penghasilan pada parawisata sumut sampai ratusan juta, lahan kering di parbuluan menjadi lahan subur, penghasil kentang dan daun kol, yang menjadi harapan malaysia dan singapore, dahulu kalau orang makan jeruk medan pasti berasal dari tanah karo, JANGAN SALAH LAE, ITU SEMUA BERASAL DARI SIDIKALANG SEKARANG, Pertambangan Emas dan Temabaga sedang didirikan di Dairi. Saya salut dengan DR.MP Tumanggor, mampu menerapkan ilmunya di kab Dairi. Saya bukannya mengatakan kalausarjana pasti berhasil, tetapi sebaiknya Bupati Taput harus DR, biar bisa menerapkan ilmu-ilmunya di taput, apalagi kalau sudah punya pengalaman di Luar Negeri, Mana mungkin Taput bisa ditingkatkan PAD nya kalau bupatinya saja tidak berpendidikan? Bagaimana dia bisa menerapkan daya analisis dan jiwa enterpreneur untuk membangun Taput. Memang Toluto dipilih oleh Masyarakat Tapanuli, Tetapi itu semua karena dia bisa memainkan emosi masyarakat Tapanuli Utara, kalau hasil pembangunan Taput agak tertinggal dari kabupaten lain. Mudah-mudahan Tapanuli bukan sarang penyamun lagi 5 tahun kedepan. Sadarlah masyarakat Taput kalian sudah tertinggal