Seputar Perdebatan Pembentukan Provinsi Tapanuli
Februari 12, 2009
Dalam berbagai perdebatan seputar rencana pembentukan Provinsi Tapanuli dengan beberapa teman batak, saya mendapatkan beberapa poin yang selalu dan terus menerus menjadi titik serang mereka. Kebanyakan yang tidak setuju dengan Protap selalu berawal dari kekhawatiran dan buruk sangka akan tidak beresnya Provinsi baru tersebut karena berbagai alasan. Kekhawatiran dan prasangka buruk inilah yang menjadi bumerang bagi mereka untuk bisa berpikir positif terhadap kemajuan halak kita dan regional Tapanuli pada khususnya.
Berikut saya coba beberkan hasil debat dengan mereka yang tidak setuju dengan pembentukan propinsi Tapanuli
Yang pertama adalah pernyataan bahwa pembentukan Provinsi Tapanuli adalah hanya untuk kepentingan kekuasaan segelintir orang yang haus kekuasaan dan berpeluang memunculkan korupsi di tano batak nantinya.
Untuk masalah haus kekuasaan, saya bertanya balik, politikus mana yang tidak haus kekuasaan??? Itu hal lumrah dalam peta perpolitikan di belahan dunia mana pun!
Memang benar, dengan adanya Protap nantinya, korupsi pasti akan terjadi, dan itu hanya akan bisa diminimalisir dengan adanya lembaga kontrol swadaya masyarakat sendiri untuk mengawasi pemerintahan yang sedang berjalan.
Saya ingin mencoba deskripsikan secara sederhana alur terjadinya korupsi selama ini. Dana yang berasal dari pusat, akan dikorupsi oleh pejabat di Jakarta, lalu Medan (Sumut), lalu pemerintah kabupaten di Tapanuli. Dan dengan adanya Protap, alur korupsi tersebut akan dapat dipotong karena tanpa harus melalui Medan (Sumut) lagi. Dan ini berarti secara logika bisa dipastikan dana yang benar-benar bersih jatuh ke tangan masyarakat Tapanuli akan lebih besar karena terpotongnya jalur korupsi yang selama ini harus melalui tangan Medan (Sumut).
Yang kedua adalah mereka selalu mempertanyakan seberapa efektifkah provinsi Tapanuli ini akan mampu mengangkat masyarakat Tapanuli dari tingkat kemiskinan saat ini. Apakah akan lebih baik dari kondisi sekarang yang tetap berada dibawah Sumut?
Pertanyaan ini bisa kita jawab dengan sebuah contoh kecil ketika terjadi pemekaran kabupaten baru Humbang Hasundutan beberapa tahun yang lalu. Semenjak pemekaran kabupaten baru tersebut, banyak jalan-jalan baru mulai dibangun di pelosok sana sehingga dapat dipakai untuk mengangkut seikat dua ikat sayuran hasil bumi Tapanuli. Apalagi jika sudah ada Provinsi Tapanuli, bukan hanya seikat dua ikat.. satu goni pun bisa diangkut dengan transportasi dan fasilitas jalan yang lebih memadai!
Point nya adalah, dengan berpindahnya ibukota Provinsi ke Tapanuli, sedikit banyak akan mampu membangkitkan semangat dan menggairahkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di sekitar ibukota tersebut, itu adalah hal yang tidak bisa dipungkiri lagi.
Kita tidak bisa memprediksi akan sampai sejauhmana pertumbuhan ekonomi masyarakat nantinya setelah adanya provinsi baru tersebut, tapi saya yakin pasti akan terjadi pertumbuhan!
Selanjutnya adalah sikap pesimis terhadap kinerja dan kesiapan orang-orang Tapanuli untuk dapat mengelola Provinsi Tapanuli yang akan terbentuk nantinya.
Anggapan mereka ini sebagian besar merupakan cerminan dari kekecewaan mereka terhadap pemerintahan kabupaten yang sedang berjalan saat ini di Tapanuli. Mereka menganggap bahwa belum dan tidak ada pemimpin yang layak untuk mengelola provinsi baru tersebut nantinya.
Anggapan mereka ini juga menunjukkan bagaimana mereka hanya percaya pada kepemimpinan orang di luar Batak, dan senang jika dipimpin oleh orang Jawa, Melayu, dll…sayang sekali!
Pernyataan diatas sebenarnya tidak perlu ditanggapi sebab sistemlah yang akan menyeleksi siapa pemimpin yang benar-benar bisa membawa Tapanuli ke arah yang lebih baik. Kita tidak perlu meragukan kecerdasan dan kepiawaian orang Batak yang sudah diakui ke seantero dunia, tinggal kita mencari siapa yang paling qualified untuk memimpin Tapanuli nantinya melalui pilihan rakyat.
Debat yang paling aneh adalah ketika mereka mulai menyinggung karakter orang batak yang buruk sehingga tidak akan maju provinsi Tapanuli nantinya dengan mengatakan halak hita orangnya cuma mau menang sendiri, gak mau kalah, suka gak sabaran, suka pamer, suka berjudi, sifatnya manguloki, dan lain-lain!
Menanggapi pernyataan diatas, saya berkata dalam hati, bukankah dia mengatai dirinya sendiri??
Kalaupun semua yang dikatakannya adalah benar-benar karakter orang Batak yang asli pada umumnya, lalu mau bagaimana? Merubah karakter ribuan orang Batak? Saya bahkan tidak setuju dengan pernyataan mengenai karakter orang Batak tersebut diatas, banyak karakter orang Batak yang membuat dia menjadi sukses baik di perantauan maupun hutanya sendiri.
Seperti seorang anak kecil yang suka nakal, lalu dimarah-marahi, dikekang bahkan dilibas, tidak akan membuatnya menjadi lebih baik! Yang bisa kita lakukan adalah dengan memfasilitasi!
Dengan adanya fasilitas berupa Provinsi baru nantinya diharapkan dapat menjadi media bagi liarnya intuisi orang Batak dan tajamnya pemikiran-pemikiran halak hita untuk dapat memajukan bangso Batak dan regional Tapanuli pada khususnya di masa mendatang!
Yang terakhir adalah debat terkait masalah SARA, dikhawatirkan dengan adanya Provinsi baru ini hanya akan membuat orang Batak dan Kristen pada umumnya menjadi inklusif karena dianggap sarangnya Kristen.
Menjawab debat terakhir ini sebenarnya tidak terlalu sulit bagi para perantau pada umumnya yang telah merasakan bagaimana menjadi warga negara nomor 2 di negaranya sendiri. Tidak perlu jauh-jauh, kita bisa melongok sebentar ke Medan.
Seperti penuturan seorang teman yang kebetulan menjadi almamater di salah satu fakultas di USU, beliau mengatakan bahwa bisa dikatakan tidak ada lagi Batak Kristen yang menjadi dosen di fakultas tersebut, apalagi hanya untuk menjadi asisten dosen, tidak akan mungkin!
Silahkan anda melihat lingkungan sekitar anda, apakah anda menemukan kasus yang serupa tapi tak sama, atau dalam bentuk yang lain?
Anggo ninna dongan, agama memang telah menjadi SETAN di negara ini
Konklusi dari perdebatan ini adalah mari kita mencoba berpikir positif terhadap rencana pembentukan Provinsi Tapanuli, satu sisi kita memang wajib berpikir kritis, tapi di lain sisi jangan sampai kekhawatiran kita tersebut akan menghambat perkembangan kita sendiri.
Tidak perlu terlalu khawatir dengan para koruptor karena sekarang ini sudah bukan jamannya lagi korupsi. Sudah banyak lembaga pengawasan yang telah dibentuk pemerintah kita untuk menindak para koruptor. Orang Batak juga bukan kumpulan orang bodoh, masyarakat pasti akan membentuk sistem monitoring sendiri untuk mengawasi jalannya pemerintahan.
Bayangkan jika di Tapanuli nantinya dibangun sebuah universitas Negri (bukan swasta) yang dibiayai oleh negara, diisi oleh putra putri Batak yang cerdas dan mungkin bisa mengalahkan reputasi universitas besar lainnya di Indonesia. Tidak perlu bersusah payah mencari kerja di luar Tapanuli (mereka akan susah diterima alani habatahon dohot kekristenannya), karena akan langsung direkrut ke luar negri atau mengabdikan dirinya untuk memajukan bona pasogit dengan ilmunya!
Industri dan pertanian pun dibangun dengan perlahan dan berjalan beriringan untuk memajukan pertumbuhan ekonomi dan peningatan taraf hidup rakyat Tapanuli.
Bukan tidak mungkin kawan….!!
Tulisan kiriman dari Rohanauli Manik








Mantap kali tulisanmu ito, aku dukung 100 %, Pas yang ito bilang itu, kita selalu diserang dari berbagai alasan biar gak jadi provinsi tapanuli ini, cukuplah mereka jadi korban dipenjara, VIVA PROTAP
Prop Tapanuli sudah sepantasnya ada untuk memudahkan pengentasan kemiskinan , untuk itu harus tetap diperjuangkan dengan cara yang arif, kita lihat 25 thn yang lalu dengan sekarang kondisi Tapanuli umumnya sama saja tidak ada pembangunan yang menyentuh rakyat kecil, jadi perlu adanya perubahan yang bombastis, SDM sangat mumpuni pilih yang terbaik, potensi sumber daya alam yang ada harus dikembangkan,dan ini bisa dilakukan apabila pusat pemerintahan lebih dekat ke sumbernya
PERBINCANGAN LETJEND (PURN) LB PANJAITAN DENGAN TV ONE
Rabu (11/2) Letjend TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan memberikan wawancara dalam acara dialog di TV One, sekitar perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli dan kerusuhan yang terjadi di DPRDSU tanggal 3 Pebruari 2009 yang lalu.
Wawancara TV yang mengungkapkan banyak hal, kami kutip selengkapnya di bawah ini.
Luhut : Beberapa tahun yang lalu mereka datang ke saya, saya tanya, kita ini mau mendirikan Provinsi Tapanuli, sudah lama kalau tidak salah sudah 7 tahun lamanya. Jadi saya tanya, apakah kalian sudah melakukan penelitian mengenai pembentukan Provinsi Tapanuli. Mereka katakan sudah, mereka sudah melakukan penelitian dengan Universitas Gajah Mada, bahwa layak menjadi provinsi. Tetap alasan pertama, kenapa kalian ingin pembentukan provinsi gitu ? ya pembangunan di kampung kami sangat tertinggal pak, gitu. Dan itu betul menurut saya, karena kontrol dari besarnya Sumatera Utara itu, membuat sedemikian rupa bagaimanapun pembangunan itu akan tertinggal dari tempat lain, itu terbukti. Saya bilang, kalau kalian sepakat ? ya silahkan saja, itukan hak kalian.
Tanya : Apakah saat itu Bapak memberikan dana juga kepada mereka?
Luhut : Oh ndak ada itu, dalam perjalanan mereka ada bikin malam pengumpulan dana, 1,5 tahun atau 2 tahun lalu. Ada 500 orang, 700 orang begitu.
Tanya : Apakah Bapak hadir saat itu ?
Luhut : Saya hadir, hadir…hadir.
Tanya : Beberapa waktu lalu, apakah anda bertemu dengan Alm bapak Abdul Aziz Angkat.
Luhut : Betul, jadi tokoh-tokoh ini minta ke saya, mengeluh gitu. Bang gimana ini, semua sudah setuju pembentukan Provinsi Tapanuli, tetapi, DPRD belum kasih rekomendasi, gitu.
Tanya : Banyak tokoh-tokoh mengeluh kepada anda, siapa sih Pak tokoh-tokoh itu.
Luhut : Banyaklah, tokoh-tokoh Golkar, anak muda dari Tapanuli itu, mereka datang ke saya. Saya bilang, okelah nanti saya bantu, gitu. Saya telepon lah beberapa teman, supaya saya ketemu pak Aziz ini, karena saya ngak kenal kali samanya. Akhirnya mereka aturlah, kami ketemu di Medan, kebetulan saya ada urusan di sekolah saya di sana. Pulang dari Politeknik di Laguboti, saya mendarat di Medan, dan saya ketemu dia di hotel, makan pagi kami.
Saya bilang sama dia, dinda, bagaimana ini mengenai kampung kita ini, gitu? Kapan kira-kira mau paripurna? Saya kira mungkin tanggal 16 lah bang, bisa bikin paripurna, tetapi masih ada fraksi ngak setuju. Kalau Golkar dia bilang yang setujulah, karena dia kan dari Golkar. Saya tanya fraksi mana aja itu, dia sebutlah beberapa fraksi. Tolong lah abang atur di pusat supaya tidak berlarut-larut di sini, gitu. Saya bilang, okelah saya coba tanya nanti, begitu. Dan memang saya tanya beberapa teman untuk bantu, karena saya bilang, dibiarkan berlarut-larut, kenapa sih ? begitu loh. Dijawabin dong…, ya, ya atau tidak, jangan dibiarkan tergantung-gantung, karena inikan haknya demokrasinya mereka, mereka sudah 7 tahun memperjuangkan. setelah itu selesai, saya bilang begitu. Dan sampai sekarang saya tidak ada komunikasi lagi dengan mereka gitu. Saya dapat SMS, bahwa ada kerusuhan, tapi saya tidak perhatikan betul karena saya sibuk begitu, baru saya tahu kemudian bahwa beliau (Aziz Angkat) pergi, dan saya sangat-sangat menyesalkan insiden itu.
Tanya : Lantas, bagaimana anda melihat unjukrasa pembentukan Provinsi Tapanuli di gedung DPRDSU yang ricuh kemarin itu?
Luhut : Jadi begini, pembentukan Provinsi Tapanuli adalah hak demokrasi orang-orang itu, itu kita nggak boleh persoalkan dong! semua orang punya hak itu. Kedua, berdemonstrasi itu hak demokrasi mereka juga. Yang salah itu adalah kok sampai anarkis, apalagi sampai ada yang meninggal, itukan sangat kita sesalkan begitu, dan saya tidak setuju itu. Nah besoknya ada kemudian beberapa yang demonstrasi itu lari ke saya datang mengadu. Saya bilang, nggak boleh itu, kamu harus bertanggungjawab karena kalau salah kau harus siap diadili, dan kalau memang kau salah, kau masuk penjara. Itu harga yang harus kau bayar menebus kesalahan, gitu loh.
Tanya : Apakah ketika itu, ada yang datang kepada Bapak meminta sejumlah dana? Karena banyaknya orang yang datang sekitar 2000 an orang, datang ya, membutuhkan banyak biaya untuk melakukan aksi ini.
Luhut : Nggaklah, saya nggak campuri yang begitu-gituan. Nggak lah. Nggak ada kepentingan saya lakukan itu, nggak ada. Makanya saya aneh melihat orang, dibilang ada intelektual-intelektual, aktor intelektual, kampungan itu, nggak adalah yang gitu-gituan.
Tanya : Kalau kita lihat pak, DPRDSU sendiri tidak mensyahkan atau tidak menyetujui pembentukan Provinsi Tapanuli karena beberapa syarat. Katakanlah secara ekonomi dan juga secara sumber daya manusia ataupun alam, bahwasanya Tapanuli tidak memenuhi syarat, begitu?
Luhut : Siapa bilang? sekarang ini kalau anda lihat, kan yang survei dan bikin data adalah UGAMA. Tanyalah UGAMA itu, kalau mereka benar laporannya ya. Dia bilang imposible terjadi provinsi. Kalau dibilang itu nggak kaya, sekarang daerah itu punya geothermal banyak, tapi sekarang kan nggak di kelola, termasuklah listrik, berapa ratus Mega Watt ada di sana?. Dengan ada air Sigura-Gura berapa ribu Mega Watt bisa ada ? Itu daerah pertanian, tanahnya subur, sub tropis itu, tetapi nggak ada pertanian di sana. Jadi kalau itu menurut saya tidak akan benar. Saran saya begini loh, kita jangan bikin persoalan itu jadi complicated begitu. Coba dilihat sesederhana mungkin, sehingga gampang menyelesaikannya. Kalau dibikin complicated, tarik sana, tarik sini, akhirnya jadi gimana ya, jadi aneh sendiri kita loh.
Tanya : Apa sih sehingga Provinsi Tapanuli ini sehingga cepat-cepat terwujud. Apa potensi di Tapanuli ini sampai percaya dirinya.
Luhut : Yang pertama ini dari buah reformasi kan. Jadi orang pengen punya daerah sendiri, mungkin menurut saya ya, saya kan nggak kesana ya. Yang kedua, saya sudah sebut sama anda tadi, potensinya banyak di situ. Pertanian saya kira paling bagus di sana karena sub tropisnya. Geothermal, saya bilang tadi listrik, kalau daerah itu sediakan sekian ribu Mega Watt dengan jumlah penduduk 1,5 juta. Daerah itu kan bisa bikin banyak. Pariwisata juga bagus.
Tanya : Kalau potensinya banyak, kenapa masyarakat di sana masih kurang sejahtera juga?
Luhut : Karena tidak ada yang mengolah, tidak ada investasi. Coba, siapa yang datang ke sana? Jalan jauh. Lapangan terbang masih sangat terbelakang. Apa yang anda harapkan di situ. Kalau anda pergi ke sana, dari tahun ke tahun tidak ada perobahan.
Tanya : Kata DPRDSU sendiri bahwa di sana kekurangan Sumber Daya Manusia, sehingga tidak mengolah potensi yang ada begitu pak?
Luhut : Ya nggak juga, nggak betul juga.
Tanya : Apakah ini suara murni dari warga gitu pak tidak ada suara-suara titipan begitu pak?
Luhut : Oh nggak lah. Saya kan punya sekolah di sana, jadi saya lihat. Saya tiap-tiap 2-3 bulan ke sana. Saya lihat tingkat kemiskinan di situ. Itu tinggi. Sekarang kita buat, coba praktek pertanian, ternyata subur, bagus itu. Nah, kenapa tidak dibikin lebih baik dalam satu tataran, aturan yang benar begitu. Ya.. kalau ada potensinya itu akan lebih bagus. Paling tidak ada gubernurnya yang sudah lihat. Kalau saya bisa saja. Hanya yang sekarang saya ingin katakan, mereka ini sudah 7 tahun gitu, ya dilihatlah. Jadi semua jernih lah melihat. Inikan saya dengar tadi itu di TV jadi ada 50 ditahan. Kayaknya… kasus yang parah banget. Kek orang Batak yang berdosa amat sih.
Tanya : Ya mungkin, karena meninggalnya pak Aziz pak?
Luhut : Itu saya tidak setuju, kalau menurut saya, kalau itu orangnya yang mengorganisir itu dapat ditangkap, ya diadili gitu loh. Nggak ada masalah. Sebab mereka minta saya bantu. Saya bilang bantu, kalian punya hak untuk dibela. Nggak masalah itu. Karena ini negeri demokrasi kok. Kalau anda salah harus bertanggungjawab.
Tanya : Untuk mewujudkan Provinsi Tapanuli ini, kira-kira apa yang sudah anda lakukan, misalnya lobi-lobi mungkin dengan orang-orang. Karena berat rasanya ini terwujud pak?
Luhut : Nggak juga sih, saya nggak punya. Hanya karena mereka minta tolong. Saya kan katanya sudah termasuk senior, saya tanya teman-teman, ya saya bilang bantulah itu. Ada yang bilang mungkin karena begini-begini, saya bilang tidak. Itu murni, mereka pingin lihat bahwa ada kesejahteraan lebih bagus di sana. Saya kan nggak partai politik, buat kepentingan apa saya bikin rame-rame di situ. Jadi saya pikir, jangan ngawur lah, artinya jernih melihat itu. Negeri ini jadi rusak kalau kita ngawur berpikirnya. Tetapi kalau berpikir jernih, dilihat saya kira nggak masalah. Saya ingin satu saya tambahkan. Sekarang kan sudah banyak yang ditahan itu, diperiksa itu, jadi dimulai yang bagus, jadi jangan menimbulkan keresahan baru. Karena kalau ada keresahan baru lagi, bukan menyelesaikan masalah, tetapi ada konflik berkepanjangan, kan ndak bagus itu! Saya nggak setuju itu!
Tanya : Inikan belum terwujud sampai sekarang, dan kalau misalnya sekarang pemerintah pusat tidak mengabulkan pembentukan Provinsi Tapanuli, apa yang anda lakukan, sebagai anda putra Tapanuli ?
Luhut : Mereka kan punya hak demokrasinya, kalau tetap mengajukan, ya kita lihatlah, ya waktulah nanti yang menentukan itu. Masak dia berontak. Berontak kan nggak benar!
Tanya : Tapi harus dilihat dengan lapang dada ya pak?
Luhut : Ya semua harus berlapang dada begitu. Tapi harus juga diperhatikan. Kalau ada permintaan begitu, kok tempat lain bisa. Kok kami nggak bisa. Itukan sudah diskriminatif kan? Jadi harus dihindari juga.
Jadi kalau hemat saya, harus ada dialog yang terbuka, lakukan saja yang benar. Kalau memang itu pantas jadi provinsi, dihormati juga gitu. Jangan ada pikiran yang macam-macam, itu yang saya tidak setuju. Jadi dilihatlah yang benar.
Luhut : Saya ada satu lagi, saya mengucapkan duka cita yang sangat mendalam terhadap Pak Aziz, khususnya kepada keluarga. Saya sangat tersentuh karena saya ketemu beliau beberapa waktu sebelum dia meninggal. Saya betul-betul sangat menyayangkan sampai kejadian ini terjadi. Tetapi proses-proses yang lain itu jangan saya kira dikacaubalaukan dengan meninggalnya beliau. Meninggalnya beliau ini merupakan tragedi yang harus kita ingat dalam demokratisasi negeri ini. Itu saja dari saya. (TV One/Hel/m)
SAya pribadi sangat kecewa karena ProTap baru di endapkan… padahal ibarat main bola udah tendangan pinalty .. tinggal tendang dan tercipta GOAL..
Saya sangat Optimis apabila udah jadi Propinsi Tapanuli pembangunan akan bergelora dan yg paling pasti lagi Bandara silangit apabila di bangun bertaraf internasional maka turis tidak singgah di Medan lagi dan langsung ke Bona pasogit kita… ehhh angan .. angan namaon ate….. Horas dan selamat berjuang
Dang angan2i lae mr bien,yakinma lae ikkon jd do PROTAP i,ikkon maju do bonapasogit i.songon nidok ni pribahasa mati satu tumbuh seribu,jd nang saonari Pak GM CANDRA panggabean dkk di takkup,godang dope nasanggup maperjuangkon PROTAP on. Termasuk hita2 nadi pangarattoan on! Buat itoku br manik mauliate ito nunga denggan be huhilala tulisan munai,sai anggiatma nian naso setuju hian gabe setuju mandukung PROTAP, Hidup PROTAP DAN HARUS TETAP DI PERJUANGKAN. Horas
Saya punya Analisa yang agak berbeda dengan insiden kemarin
Sbb
1. dprdsu tdk mau memparipurnakan Protap, mungkin karena kurangnya lobby lobby dari para pemrakarsa terhadap para anggota dewan termasuk ( UANG SOGOK) Jadi kurasa mereka itu minta uang sogok. Jaman sekarang ini Getooo lohhhh,,,
2. A.Aziz meninggal murni karena sakit jantung, massa hanya di tarik tarik trus di teriaki langsung MATE.. Khan anehhh, Berarti dia dah punya pentakit jantung itu.. di tambah lagi dia gak pernah olah raga,,, lihat aja perutnya waktu di bopong,,, berlemak gitu.. Patut di curigai para politisi golkar ini para KORUPTOR LIHAI gak jauh beda dengan Embhanya SUHOARTO
3. Protap harus tetap di perjuangkan sampai kapan pun itu dah harga mati
4. jangan dengar komentar 2 miring ttg pembetukan Protap, mereka hanya orang orang yang tdk suka orang Batak Maju, ditambah sentimen Agama
PAK AZIZ bilang banyak Petinggi GOLKAR TIDAK SETUJU PROTAP.
HANYA SATU SAYA KATAKAN
1.JANGAN PILIH GOLKAR (JUSUF KALLA)
2.JUSUF KALLA SENTIMEN SAMA ORANG BATAK
3.JUSUF KALLA MENGHANCURKAN REPUTASI ORANG BATAK
4.AJAK SEMUA KELUARGA TIDAK MEMILIH GOLKAR DAN JUSUF KALLA
5.Saya KECEWA BERAT DENGAN GOLKAR
6.MARI KITA SEMUA ORANG BATAK KITA SAMPAIKAN PESAN INI KESEMUA SANAK KELUARGA YANG DITAPANULI DAN INDONESIA
Benar itu lae ferd jgn pilih GOLKAR.Walaupun disaat PILPRES Sotung dipillit hamu si JK i.holan halak makassardo di angkat i tu ginjang! HIDUP PROTAP…..PROTAP HARUS MENJADI KENYATAAN.Horas
Rada bingung juga terkait pernyataan (alm) Aziz Angkat, bahwa fraksi Golkar setuju, tapi ada juga statement yang menyatakan bahwa almarhum mendapat tekanan dari sesama anggota dewan (yang berasal dari partai Golkar).
Ditambah lagi pada waktu Jend. (Purn) Luhut Panjaitan teleconference dengan wakil ketua DPRD SU (di acara TV One, saya tonton sendiri), jelas beliau “nembak” pernyataan wakil ketua DPRD tersebut tentang “siapa yang gak setuju” dan menekankan bahwa tidak perlu semua hal di politisir!
Pertentangan antara kesan diskriminatif, dengan hasil riset (kita bicara data) terkait daerah-daerah lain yang dianggap “gagal” dalam menempuh pemekaran propinsi, memang tak berujung. Apalagi di tulisan ini (di bagian atas) ada dibahas tentang sikap pesimis. Kalau saya bilang, tiap orang kan beda… kalau disana gagal, belum tentu disini juga akan gagal. Walaupun begitu, sama-sama tidak ada jaminan pasti (yang ada hanya strengh, kekuatan SDA) yang bisa diukur.
Yang pasti, kalau memang Tapanuli pantas dimekarkan, biarlah terjadi seperti yang diinginkan. Penghalang-halangan terhadap hak demokrasi, apalagi yang ditunggangi oleh kepentingan politik (atau golongan tertentu), sangat bertentangan dengan landasan negara ini.
Priyo Budi Santoso, Seorang Petinggi GOLKAR, sudah berkoar-koar di media mengatakan, Hentikan Pembantukan Provinsi Tapanuli, MEMANG JELAS GOLKAR TIDAK SETUJU DENGAN PROTAP, Padahal Ide ini dihembuskan oleh Partai Golkar.
GM.Chandra Panggabean adalah Kader Partai Golkar yang juga anggota DPRD TKT 1 SUMUT yang direcall dari keanggotaan karena tidak didukung oleh partai Golkar, mereka gerah dengan tuntutan GM.Chandra P masalah Janji memuluskan Pembentukan Provinsi Tapanuli. Hal ini diakui oleh Mantan Ketua Partai Golkar dan Ketua DPRD TKT 1 SUMUT yang digantikan oleh Pak Aziz yaitu H.Abdulwahab Dalimunte, beliau mengaku bahwa kebijakan Partai Golkar me recall GM Chndra P karena selalu menuntut PROTAP.
Saya begitu KECEWA mendengar pernyataan para Kader Golkar dari Pusat sampai Daerah. Mereka hanya MENCUCI TANGAN terhadap Protap.
GUBSU H.Syamsul Arifin Sudah setuju dan Mendukung penuh, sampai ada kesalahan direkomendasi yang dibuat, tidak sampai ke tangan DPRD.
Tetapi apa mau dikata, memang banyak yang tidak setuju dengan PROTAP, apapun yang kita lakukan, pasti saja ditentang, dan menghalalkan segala cara.
SEGALA CARA YANG BENAR SUDAH DILAKUKAN TETAPI SELALU SALAH, BAJKAN GUBSU MENGATAKAN PROSEDUR PROTAP SUDAH BENAR.
Jangan katakan Protap tidak memnuhi syarat, saya sudah katakan PROVINSI PAPUA BARAT, masih ada zaman batu dan pakai koteka, bahkan antar desa masih dihubungkan oleh jembatan gantung (rabbingan-istilah batak) BISA JADI SECEPAT KILAT. ITU karena ada Political Will dari Presiden SBY, sebenarnya tanpa rekomendasi DPRD TKT 1 SUMUT PROTAP juga bisa diwujudkan, TETAPI LAGI-LAGI MENTOK, BANYAK YANG TIDAK SETUJU PROTAP.
Panitia Protap ini bisa saya analogikan dengan cerita seorang AYAH dan ANAK dan SEEKOR KUDA
1.Ketika lewat desa A, sianak naik kuda si ayah jalan kaki, orang desa A bilang, teganya anak ini membiarkan ayahnya jalan kaki..
2.Ketika lewat desa B, karena ada kritik, sianak jalan dan si ayah naik kuda, eh..kena kritik lagi, tega amat si ayah anaknya jalan kaki
3.Ketika lewat desa C, karena ada kritik, sianak dan si ayah jalan kaki, kudanya dibuat tanpa ada yang naik, eh…dikritik lagi, ko..gak naik aja, kuda untuk apa??
4.Ketika lewat desa D, Karena dikritik lagi, ayah dan anak naik bersama dikudanya, eh..dikritik lagi, dikatakan anak dan ayah ini tega amat sih, kudanya dinaikin berdua, kan kudanya kecil??
5.Ketika lewat desa E, karena kena kritik lagi, ayah dan anak memangguk saja kudanya berdua, eh…orang bilang ini ayah dan anak gila kali ya…
BEGITULAH NASIB KITA ORANG BATAK DIMATA orang itu (tebak sendiri) gak ada juntrungannya, semua yang kita lakukan sebaik apapun selalu salah, PADAHAL BANYAK YANG LEBIH KACAU DARI KITA, PADAHAL PROTAP SUDAH MELALUI PROSEDUR YANG BENAR, ITU KATA GUBSU
Tapanuli adalah tanah leluhur orang batak ,jadi pantas dibangun oleh ethnis batak.
Hanya orang-orang bodohlah yang tidak setuju pembentukan propinsi tapanuli. bagi semua orang batak yang yang lahir diluar negeri maupun yang sudah lahir diperantauan…. kalau kamu merasa ada mengalir dalam dirimu darah batak mari kita bangun dan kita dukung pembentukan propinsi tapanuli untuk kemajuan tanah leluhur kita tanah batak. tanah batak itu hanya ada di tapanuli.yang tidak setuju pembentukan propinsi tapanuli buangkankah dulu HOTEL yang melekat dalam diri anda .H O T E L Yaitu :
H : Hosom
O : Oto
T : Teal
E : Elat
L : late
Maka cara berfikir anda akan maju . Pembentukan propinsi tapanuli bukan untuk membagi-bagikan kekuasaan belaka atau kepentingan pribadi .tapi kalau kita berfikir positip maka tujuannya adalah Untuk anak-anak cucu bat dimanapun berada. Apakah saudara tidak bangga kalau tanah leluhur saudara
terkenal kesemua penjuru dunia ? di mohon jangan dibawa-bwakan atau dicampur adukkan dengan agama.Agama adalh pribadi masing-masing terhadap TUHAN.Kalau kamu mengaku orang batak mari kita satukan misi dan visi kita dalam membangun tanah leluhur kita tanah batak.Kita wujudkan perjuangan saudara-saudara kita untuk meneruskan Propinsi tapanuli.
Napuran tano-tano sai rangging masiranggongan nang pe badanta padao dao ,adong diluar negeri manag na didia petaho
tonditaima masigomgoman.sada mahita sude laho marjuang patulushon propinsi tapanuli.
H O R A S
I
L
O
V
E
BANGSO BATAK
MARI BERSATU HITA HALAK BATAK I
Perdebatan pembentukan protap kalau masih didasarkan pada prasangka dari masing masing pihak (baik yang pro maupun kontar) tidak akan bisa menyelesaikan masalah.Kalau DPRD Sumut tidak akan mengagendakan lagi paripurna Pembentukan PROTAP dalam masa keanggotaan 2004-2009 tidak masalahnya itu….Mumpung mau pemilu dan anggotan dewan baru akan terpilih lebih bagus PEMDA hasil pemekaran TAPUT berbenah sebaik-baiknya. Tolong perlihatkan dulu kalau pemekaran memang untuk kesejahteraan dan bukan untuk bagi-bagi jabatan. Selama ini daerah-daerah hasil pemekaran TAPUT juga belum sepenuhnya beres diantaranya rekrutmen PNSD masih KKN-lah, Infrastruktur masih amburadul (untuk sebagian) dan harus diakui orang kita (batak) yang berhasil juga tidak sepenuhnya berhasil diajak pulang oleh PEMDA baru tersebut untuk mau membangun daerahnya. Malah ada pejabat daerah hasil pemekaran yang lebih banyak di Medan atau di Jakarta dibandingkan keliling daerah yang dipimpinnya, jadi kayak mananya itu???? Jadi jangan dibangkitkan sentimen kesukuan apalagi agama karena itu bisa membuat suasana kita tambah runyam. Soal tulisan Rohanauli Manik tentang prasangka keagamaan yang terkesan bahwa Batak Kristen adalah warga nomor dua di SUMUT, itu sangat subjektif dan tendensius.Apa dengan PROTAP kita akan menciptakan warga kelas dua lagi?yang benar saja…agama manapun melarang untuk balas dendam…kecuali kita memang mau mengkangkangi agama. saat ini yang penting adalah membenahi terlebih dahulu daerah hasil pemekaran, dan kalau sudah beres baru kita minta pemekaran yang lebih besar itupun kalau memang diperlukan…Horas….
Amang A.Nasution, kalau kita orang Tapanuli Utara ini sangat concern dengan saudara yang di TAPSEL tetapi kalau kita dengar komentar2 di media, bahkan di tulisan2 lain, BANYAK ORANG TAPSEL MENGATAKAN DIA BUKAN BATAK, Sedih rasanya, BAHKAN ADA YANG BILANG, “Kalau Batak Kasar itu khan KRISTEN?”, itu katanya, itu realita amang Nasution. JADI JANGAN DIPUNGKIRI JIKA TAPSEL TIDAK BERGABUNG DENGAN PROTAP KARENA FAKTOR AGAMA (TAPUT MENGAJAK TAPSEL KOK..), TAPSEL YANG MENCARI MASALAH INI.
Sebenarnya KALAU Tapsel ikut bergabung, indah kali bang, DIGILIR GUBERBNURNYA, atau digilir juga Ibu Kotanya, pasangan GUBERBUR DAN WAKIL harus di padu.
SAYA YAKIN TEMAN2 DARI TAPUT MAU, TETAPI TAPSEL YANG TIDAK MAU, Sudah ada contoh bagus DI TAPTENG DAN SIBOLGA.
Sementara akhir2 ini TAPTENG DAN SIBOLGA disusupi lagi menjadi keluar dari rencana PROTAP.
BEGITU AMANG NASUTION
to : A.Nasution
Tidak bisa dipungkiri Amang, menjadi orang Kristen sekalipun kwalitasnya lebih baik lebih susah menjadi pejabat tinggi di negara ini termasuk di sumut dan di negara-negara Islam lain. Di negara islam banyak sekali tekanan bagi orang Kristen seperti pajak (jaziyah) bagi dimmi istilah bagi orang non islam, Kekristenan di hambat, gereja dibakar dan dirusak, penginjil di bunuh,dll. Padahal Kekristenan membawa pembaharuan terbesar dalam sejarah melebihi ideologi maupun kpercayaan apapun. Saya heran sampai sekarang masih banyak yang berambisi mengislam negara, padahal tidak ada sejarah atau contoh bahwa negara islam lebih baik dari negara non islam.
Bahkan sampai sekarang ribuan orang-orang islam berbondong-bondong imigran ke negara barat karena kemajuan negara barat tapi secara munafik menghina peradapan dan kepercayaan orang barat yang jauh lebih baik dan maju.
Saya sendiri bermarga Siregar berani berkata bahwa marga siregar mayoritas adalah Kristen tapi masih lebih banyak marga siregar yang islam lebih diuntungkan secara politik walaupun mereka lebih sedikit dan siregar yang Kristen lebih banyak yang lebih pintar tapi dihambat karirnya.
Kalau Amang riset ke negara-negara Islam, Agama menjadi penghambat kemajuan karena memasung dan mengatur demokrasi secara hukum agama, Di Indonesia sekalipun bukan negara Agama tapi tendensi yang menghambat orang kristen maju sangat kentara termasuk di Pemda Sumut.
Ijin pendirian gereja sangat susah berdiri dengan peraturan-peraturan mirip peraturan setan.
Sementara hampir setiap kantor pemerintahan,sekolah/universitas di seluruh Indonesia dengan biaya negara berdiri gratis tanpa hambatan peraturan apa-apa. Bahkan masalah haji juga disubsidi negara. Berapa banyak uang kita mengalir ke tanah Arab Amang, Bukankah negara ini telah menomor duakan Orang Kristen yang Nasionalis serta setia pada Pancasila dan UUD 1945 ?.
Di protap tidak ada warga kelas nomor dua dalam urusan karena masalah perbedaan kepercayaan. Jangan sampai ada tukar kepercayaan karena mau naik jabatan seperti yang sudah banyak saya dengar.
Mari bersaing secara sehat, Jangan ada unsur agama masuk ke dunia politik dan pemerintahan.
Protap berdiri supaya tapanuli tidak terhambat kemajuannya. Karena sudah terlalu jelas,banyak pihak yang menghambat kemajuan orang Batak Khususnya warga HKBP.
ai boasa gabe ditarik hamu tu agama mangomentari amang A Nasution i? so binoto dope na Islam atau Kristen ibana. Sungkun hamu jolo..
Mungkin orang2 yg ditanyai oleh saudara Rohauli ini yang tidak mendukung terbentuknya PROTAP adalah orang asli Tapanuli ( Batak ) tapi namanya sudah ke Arab-araban, caba kita lihat di koran2, mereka sangat tidak setuju dengan pembetukan Protap apalagi dengan adanya peristiwa 3 pebruari yg lalu, mereka sangat lantang bersuara mengatasnamakan orang Tapanuli mereka punya Marga asli dari tapanuli tapi kalau kita perhatikan nama mereka kebanyakan nama dari Timur tengah.
Padahal rencana Protap di bentuk bukan untuk Kristenisasi tp untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Tapanuli di segala bidang.
Jayalah Bangso Batak,…..God bless Tapanuli…………Horas
saya sangat setuju pembentukan protap dengan segala resikonya. protapsudah pasti akanlebih baik bagi perkembangan kabupatan dan kota yang ada sekarang. menurut saya, pembangunan selama ini belum menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi orang batak. misalnya saja pulau samosir (sekarang kab. samosir) karena pembangunan relatif minim bahkan tidak ada sejak merdeka sampai dengan sekarang, maka orang batak yang ada disana pada pergi merantau ke daerah lain. sekarang pada umumnya orang yang tingal disamosir adalah orang-orang yang sudah tidak produktif. apalagi di daerah dolok samosir sama sekali setiap kampung (huta) tidak ada penghuninya. semua itu disebabkan karena tidak sentuhan pembangunan. maka sudah selayaknya protab itu diwujudkan. kalau dalam proses pembentukan protap terjadi unjuk rasa yang anarkis, kita semua semua tidak setuju, tetapi sebaliknya hal itu terjadi adalah karena akumulasi ketidak adilan dari para elit politik dalam menerapkan sistem demokrasi yang kita anut.
Pembentukan provinsi ada yang pro dan ada yang kontra baik di tingkat masyarakat bawah, pejabat tinggi bahkan pengambil keputusan pun sulit mengatakan ya disebabkan ada rasa kekhawatiran. Kekhawatiran ini yang memicu segala langkah untuk mengambil keputusan baik dari SDM nya apakah berkemampuan untuk memimpin dan Sumber Daya Alamnya apakah mampu untuk mensejahterakan rakyatnya. Inilah yang kita promosikan terlebih dahulu untuk memberi kepercayaan kepada khalayak orang banyak dan juga kepada pemerintah dan DPR, memamg sudah disampaikan bapak Luhut Panjaitan bahwa sumber daya alam sangat menjanjikan dan selama ini dibiarkan tidur karena belum ada mengelolanya demikian juga SDMnya tidak ada masalah karena banyak yang mampu untuk itu dan bila perlu segera dibuat pelatihan. Saya suka caranya HKBP meminta izin pendirian Gedung Gereja ( sebenarnya tidak boleh disamakan meminta izin Gereja dengan memmbentuk suatu pemerintahan ) tetapi membangun kepercayaan kepada khalayak umum bahwa mereka tujuannya beribadah kepada Tuhan ( walaupun sampai sekarang ada yang tidak punya izin ). Demikian juga pembentukan PROTAP ini kita harus meyakinkan dengan gencar promosi sumber Daya Alam inilah yang kita usung kepada Pemerintah jadilah PROTAP. Maaf kalau drafnya 9 tahun yang lalu sudah ada promosi ini mari kita tidak jemu-jemu untuk menyampaikannya. Mengenai komentar miring biarkan saja karena ada yang kontra tapi kita harus mampu meyakinkan mereka bahwa ini lho PROTAP yang mau kita bentuk. saya juga setuju dengan komentar sebelumnya bila memang demikian adanya kepemimpinan boleh saja bergantian dari utara keturunan Ishak atau dari selatan keturunan Ismail ini suatu hal luar biasa toleransinya tapi tidak bisa ibukotanya digilir itu membuat biaya sangat tinggi dan tidak mungkin. Mari kita memilih tempat yang pengembangannya dalam jangka panjang. PROTAP YES. Terima Kasih.
Para elit atau tokoh2 ( berasal dari tapanuli ) yg ada dipusat adalah representasi dari SUMUT. Sehingga masyarakat SUMUT beranggapan harus memproteksi “aset2″nya. Hal itu demi kekuatan lobi SUMUT dipusat.
Menurut saya kalau masalah SDM yang di lihat oleh DPRD SU di Tapanuli terbatas pada yang kasat mata doang. Memang sih, kalau sekedar melihat SDM yang bertempat tinggal di tapanuli sendiri itu bisa jadi benar. Tapi tunggu dulu, DPRD SU kan tidak tahu bahwa banyak SDM Tapanuli yang Handal yang ada di berbagai tempat di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Jogja. Dan kemungkinan besar SDM tersebut bisa kembali membangun tapanuli bila Provinsi terbentuk. Tinggal yang perlu kita cermati, apakah panitia pembentukan terzebut, punya visi yang jelas nggak untuk memanggil merkea kembali, dan memberikan kesempatan. Kalau tidak ada usaha, menggunakan SDM yang andal tersebut, saya pikir pembentukan provinsi itu akan sia-sia dan hanya untuk segelintir orang. Jadi dlam hal ini, say termasuk orang yang setuju tapi dengan memperhatikan hal diatas.