Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Sahala mi da Oppung, pasu-pasu hami gomparan mon.

Juli 22, 2008

Balige, Tobasa, Media online Bersama Toba dot Com - Bagi orang Batak, hormat kepada kedua orang tua bahkan terhadap sahala ni akka da oppung yang terdahulu yang telah meninggal sangatlah di nomor satu-kan, ini di wujudkan untuk melaksanakan Titah atau perintah Tuhan yang ke lima yaitu Ingkon pasangapon natua-tua termasuk ma i angka Sahala ni da oppung.
gbrsimin.JPG
[ Ditulis, oleh: Blogger Perempuan Batak sian Balige >> Elisabet Simanjuntak AA ]


Terbukti, walau-pun dengan mengeluarkan ringgit si tio atau biaya yang jumlahnya tidak sedikit tapi bagi orang Batak kegiatan Mangongkal Holi atau Menggali tulang belulang untuk kemudian diangkat dan mendirikan tugu adalah suatu penghormatan atau kebanggaan tersendiri serta merupakan kebudayaan yang dipertahankan hingga abad ini.

Akibat rasa menghormati tidak jarang di daerah Tapanuli, kita menjumpai terkadang kuburan atau Tugu lebih diutamakan dari pada kondisi rumah untuk tempat tinggal.

Salud memang…., dengan Pesta yang dilaksanakan secara besar-besaran hingga memakan waktu berkisar tiga sampai empat hari serta di iringi Gondang yaitu sejenis alat musik Batak yang dapat “menghipnotis”, seolah-olah kita terlarut untuk melaksanakan sejenis Ritual yang sangat-sangat marpartondion.

Ada-pun maksud yang dituju orang Batak dengan menjalankan kegiatan Mangongkal holi yaitu dengan cara mengumpulkan semua saring-saring atau tulang belulang ke tempat yang lebih pantas sebagai bukti rasa sayang dan hormat kita terhadap orang yang kita cintai yang telah di panggil sang pencipta.

Sehingga kiranya orang Batak yang melakukan penghormatan terhadap Sahala ni angka da oppugn, kelak kita akan memperoleh hidup yang lebih baik hingga keturunan yang akan datang menjadi lebih marsangap dan memperoleh hagabeon serta pasu-pasu [ berkah ] di dunia dan khususnya marsangap di hadapan Tuhan sang pencipta.

Semua kegiatan yang kita laksanakan itu memang mewujudkan betapa besarnya rasa cinta serta hormat kita terhadap natua-tua-ta [ orang tua kita ]. Akan tetapi alangkah lebih indahnya jika kita dapat melaksanakan hal yang membuat natua-tuat-ta, semasa mereka masih hidup dalam usianya yang sudah senja, kiranya dengan ketulusan hati, kita rawat dan sepenuh hati menyayangi serta manogu-nogu akibat faktor ketuaan dan dikarenakan sakit

Setulus hati mereka [ orang tua ] meminta kita ia nakkon-na atau anaknya kiranya sisa hidupnya ini dirawat dan menjalankan semua yang terbaik sesuai dengan ke inginan nya karena tidak ada artinya jika kelak mereka sudah pergi, baru kita menyadari dan menyesali keterlambatan ini.

Hingga dengan bukti sayang dan perhatian kita semasa hidupnya dia merasa punya semangat menjalani hari hingga sisa hidupnya, dengan cara lebih banyak waktu dirasanya bersama anakkon-na.

Terlukislah didalam hati orang tua kita bahwa betapa hormatnya dan sayangnya di-akka anakkon-na, namarnatua-tua, dan dengan demikian mereka akan mamasu-masu hita [ memberi berkah ] hingga pada saatnya di hatua-on na.

[ Artikel ini untuk bagi keluarga Batak na sada roha namar hama-maranggi dohot namar-iboto, dibahen i sada marohat ta, palas son roha ni akka natua-tua ta be.]

Nah….., pengunjung Bersama Toba dot Com yang tercinta, simak lagunya ciptaan dari Denny Siahaan yang berjudul “Uju di Ngoluk kon manian” yang dapat menggugah hati untuk memulainya sebelum terlambat di “ FORUM TOBA “, marlogu ma jolo hita ate.

Horas………..

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Dikabarkan, Rencana Pembangunan 40 kios di Tobasa sebesar Rp.1,2 Milyar
>> Aneh..!, Kegiatan Pembangunan Kios itu dikelolah Dinas Koperindag. >> Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Toba Samosir tidak berfungsi. >> Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan,

Perempuan Batak, Ulet dan Tangguh.
Memang benar perempuan Batak terkenal gigih dan ulet bekerja untuk membantu suami mencari

Gubsu H.Syamsul Arifin Silaban SE, sangat memperhatikan Pembangunan Tapanuli.
Balige, Toba Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com – Horas ma di hamu Oppung, Inang, Amang, Tulang, Nantulang Amang boru dohot di akka Namboru,

Empat PNS Pemkab.Tobasa, keabsaan mereka sebagai Abdi Negara sedang digugat.
Balige, Toba Samosir, Media online Bersama Toba dot Com - Empat oknum Pegawai Negeri Sipil atau PNS Pemerintahan Kabupaten

Darius Onggar Djulu Marpaung, tahun 1973 pernah mencalonkan diri menjadi Presiden RI
>> Kini nama Darius Onggar Djulu Marpaung dibuat jadi nama sebuah Jalan di Kab.Tobasa >> Ivan Napitupulu Blogger Batak parBalige, Siantar Narumonda,

Komentar

6 Responses to “Sahala mi da Oppung, pasu-pasu hami gomparan mon.”

  1. Poltak Simanjuntak on Juli 27th, 2008 17:16

    Mengaitkan Titah kelima dengan kebiasan mangongkal holi saya kira sedikit beresiko. Sebab, sebelum ke-kristenan pun, tata cara adat seperti ini sudah dilaksanakan. Saya lebih setuju, kalau Upacara Mangongkal holi, Membangun Tambak (Kuburan) dikaitkan dengan kearifan tradisional Batak.
    Salah tahe, pandapothi? :)

    Senang mengunjungi web ini. Sangat bermanfaat dalam memperbanyak sumber informasi mengenai Bona Pasogit, terlebih-lebih Tano dohot Tao Toba. Mauliate.

    Hu link web on tu http://poltak.simanjuntak.or.id

    Horas tondi madingin
    Pir tondi matogu

  2. PEBRI on Juli 31st, 2008 16:27

    HORASS TOBASA…………………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    KAMI DARI ANAK RANTAU MASYARAKAT TOBASA DENGAN INI MEMINTA KEPADA PARA PEJABAT PEMERINTAH SETEMPAT YAMG ADA DI TOBASA TOLONG DIPERHATIKAN KEADAAN MASYARAKAT BAIK DENGAN MELIHAT KONDISI JALAN,ATAUPUN DENGAN MENINGKATKAN PERTANIAN.TERIMA KASIH.
    MOLO ADONG NASALA MANGIDO MAAF MA HAMI…..
    HORAS…………HORAS……HORAS….

  3. rapolo on Agustus 1st, 2008 23:11

    horas lae

    ini adalah kunjungan balik, makasih atas kunjungan dan komentarnya di rapolo

    blog ini bagus untuk mendukung kelestarian budaya batak juga berisi berita berita dari bonapasogit, maju terus dan tetap semangat

    ps: lae di tab Toba Link udah lae add link aku, sayangnya ada yg kurang tepat. ku bukan marga damanik, sebaiknya anchornya cukup rapolo aja.

    makasih

  4. Ninggor Pardede on Agustus 3rd, 2008 08:22

    Puji Tuhan.
    Sangat setuju. Uju dingoluni natoras i ma nian angka pinomparna patuduhon holong (asa sanga gotilonna angka naniula tangan dohot pingkiranna).
    Nungnga humurang be nian anggo nuaengon namambahen tugu.
    Soso-soso:
    Molo adong pinompar namambahen na ture tu natoras uju dingoluna jala hombar tu ngoluna, boi dora baritahononta di jabu muna on.
    Maju terus.
    Mauliate

  5. realylife on Agustus 3rd, 2008 12:46

    terima kasih sudah mampir di situs bloggersumut.net
    ayo mari bersama memajukan sumut

  6. HASROL PARHUSIP on Agustus 23rd, 2008 20:20

    Horas,
    Molo boi mangido tolong au, tolong kirim data ke e-mail ku mengenai: Penggalian tulang belulang, ditinjau dari sudut teologis dan ekonomi.
    molo boi secepatnya, malam ini ataupun besok.
    karena sangat penting untuk melengkapi penulisan tesis saya dengan judul: “Pandangan Alkitab terhadap penggalian tulang belulang leluhur”
    Mauliate.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak