Menyoal Tipe LSM di Sumatra Utara
Januari 22, 2010
Mungkin beberapa dari kita pernah ingat pada masa 100 hari pemeritahannya, Gus Dur pernah memberikan warning bagi LSM-LSM dadakan yang berdiri hanya untuk ikut memanfaatkan dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) pada masa itu. Meriahnya kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di tengah- tengah kehidupan masyarakat, di satu sisi diakui sangat memberi dampak positif namun di sisi lain, kehadiran LSM tak jarang jadi bahan olokan. Seperti yang pernah diberitakan seputar LSM pemeras di sekolah tobasa. Ini karena di antara LSM ada yang tidak jelas orientasi, visi dan misinya (kalaupun ada cuma diatas kertas dan bersipat normatif), bahkan cenderung didirikan hanya untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Kenyataan adanya LSM yang berdiri hanya untuk mencari keuntungan sesaat, cukup menonjol.
Tipe LSM Merpati.
Untuk spesies ini diidentifikasikan sebagai LSM yang dengan cepat terbentuk apabila mendengar ada proyek-proyek “basah” turun dari pemerintah atau dari parpol atau dari swasta untuk mengelabui rakyat, misalnya proyek Reboisasi, Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau Kredit Usaha Tani (KUT), Bina Desa Hutan dan juga dukung-mendukung calon pejabat. Begitu tahu ada proyek-proyek semacam ini atau ada moment pemilihan pejabat, maka dengan secepat kilat sejumlah orang yang tidak jelas komitmen dan asal usul aktivitas dan keberadaannya di dunia per-LSM-an berkumpul dan langsung membentuk wadah LSM.
Tak lama kemudian mereka sudah muncul dengan setumpuk proposal menemui pimpinan-pimpinan instansi pemerintah, perusahaan dan pimpinan partai atau calon pejabat yang ikut kontes, untuk meminta proyek. Para “aktivis” LSM semacam ini, biasanya terdiri dari para wartawan dadakan, preman jalanan yang tidak ada kerjaan atau mantan “aktivis” organisasi tempoe doeloe jaman Orba yang sudah buruk sepak terjangnya atau merupakan kaki tangan partai-partai penguasa tempoe doeloe yang rata-rata adalah oportunis sejati.
Mereka ini mempunyai jaringan informasi cukup kuat tentang kapan turunnya alokasi proyek-proyek dan lainnya dari pusat sampai daerah bahkan ke kampung-kampung. LSM Merpati akan segera bubar kalau proyek sudah habis.
Ciri lainnya, biasanya dalam penulisan nama lembaga, didepannya memuat tulisan “LSM”, misalnya LSM A atau LSM B, hal ini dilakukan akibat ketidak PD-annya sendiri, struktur kelembagaan cenderung mengikuti OKP atau Partai yang sangat hirarkis dan juga mempunyai cabang-cabang, bahkan lucunya ada yang menyebut dirinya LSM tingkat pusat, LSM tingkat 1 dan tingkatan lainnya. “Aktivisnya” hanya “menyambi” saja dan bukan bekerja penuh untuk LSM tersebut, ada yang pengusaha, wartawan, kontraktor, mantan pegawai negeri atau pegawai negeri atau keluarganya. Yang lainnya adalah dalam manajemen keuangan mempergunakan manajemen warung, dimana otorita keuangan dipegang oleh satu orang saja dan dana saldo kegiatan biasanya dibagi-bagi atau di embat oleh mereka, tidak untuk di saving sebagai pendukung kegiatan lain yang tidak didanai oleh donor tetapi menjadi kebutuhan lembaga dan masyarakat.
Tipe LSM Pedati atau ada juga yang menyebutnya “LSM Taxi” atau “LSM plat kuning”
yaitu LSM yang suka dan hanya mengharapkan untuk mengerjakan proyek pemerintah atau pesanan dari yang membutuhkan. LSM jenis ini adalah kelompok LSM yang hanya ada karena didorong-dorong pemerintah. Misalnya, di suatu instansi akan mengerjakan proyek tertentu tapi diwajibkan memiliki konsultan bergelar LSM. Maka instansi tersebut akan cepat-cepat meminta orang yang dikenalnya agar segera membentuk LSM sehingga ketentuan proyek bisa terpenuhi dan semuanya bisa menjadi aman.
Praktik semacam ini biasanya terjadi pada proyek-proyek utang luar negeri dari World Bank atau Asian Development Bank (ADB) atau CGI atau IMF. LSM dengan katagori ini sifatnya lebih permanen, kantornya bagus dan “aktivisnya” biasa para dosen atau tenaga-tenaga teknik, namun hanya mengejar keuntungan. LSM jenis ini bisa dikatakan saudara kandung dengan katagori pertama. Penulisan nama lembaga, dan struktur cenderung sama dengan LSM Merpati tetapi lebih adaftif sedikit karena terdiri dari orang-orang yang punya otak. Manajemen agak lebih baik, karena memang orientasinya adalah duit. Sipat partisan terhadap kepentingan tertentu agak terbatas, tetapi juga tidak cukup independen terutama kepada juragan yang memberikan sesajen pada mereka.
Tipe LSM Sejati.
LSM jenis ini dianggap LSM yang benar-benar bekerja, tumbuh dari bawah karena aktivisnya merasa terpanggil memperbaiki berbagai ketimpangan dalam masyarakat. LSM jenis ini dengan tegas menolak utang luar negeri untuk kegiatannya dan hanya menerima dana hibah dari badan-badan pemerintah / dunia, lembaga donor luar dan dalam negeri, swadaya sendiri atau dana sumbangan publik [baik dalam maupun luar negeri]. LSM Sejati lebih senang memposisikan dan menyebut dirinya sebagai organisasi non-pemerintah (ORNOP) atau NGO yang punya komitmen besar memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan kaum tertindas, lingkungan hidup, demokratisasi dan HAM.
LSM jenis ini tidak partisan dan sangat anti dengan budaya dukung-mendukung calon pejabat atau partai tertentu. Juga tidak ada jalur hirarkis dan sub-ordinasi antara jaringan internasional, nasional dan lokal. Sipatnya adalah win-win partnership, kemitraan yang sejajar. Gaya bahasa dan penyebutan istilah-istilah agak berbeda dengan kebanyakan aktivis LSM spesies lainnya diatas (misalnya sangat anti dengan kata-kata PEMBINAAN MASYARAKAT karena mengandung konotasi sok lebih terbina dari masyarakat). Otorita keuangan dipegang oleh banyak pihak, tidak dipegang oleh satu orang. Aktivisnya sangat alergi mengurus keuangan, cenderung lebih suka dilapangan.
Coba perhatikan sekitar anda, LSM jenis manakah yang sering anda jumpai? ![]()
Pencarian pada artikel ini:
- lsm di sumatera utara
- LSM Perempuan
- lsm sejati
- lsm-lsm di kota medan
- Nama & alamat LSM di Sumatera Utara
- nama lsm yang ada di tobasa dan nama pimpinan
- pegertian unibis
- pekerjaan lsm ap bnr sukses dgn gaji
- pemerasan premanisme
- sepak terjang okp ipk










itulah masih watak bangsa kita yg hanya kejar2 proyek itupun punya pemerintah tak berani bersaing keluar kerjaan pemerintah. itu semua kita yg manjakan kok terlebih karena perut yg sejengkal itu, semua bisa dijual termasuk harga diri. maaf kalau terlalu. mauliate.
Wah makanya ini untuk sekedar informasi untuk sekolah-sekolah yang ada di tobasa, kalau ada LSM merpati dan LSM PEDATI, sepak aja. Tidak usah takut, saya setuju kalau para pemeras sepak saja. maju indonesia.
Ingin tahu dong, berapa banyak LSM Merpati, LSM Pedati nd LSM Sejati khususnya di TOBASA? Ada yang bisa ngasih info ndak??????
sebenarnya karena gampangnya mengurus izin kok!!, makanya menjamur LSM2……sebenarnya gampang menelusurinya, siapa yang mengeluarkan IJINnya?????, muaranya itu kok…..LSM amat gampang munculkan juga karena ada ijin????? keluar ijin kan ada {…….}. mulak muse tu laenta si “KORUPSI”
Kepada yth Admin.. Bersamatoba.com
Mohon setiap tulisan dicantumkan nama penulisnya biar sedikit bertanggungjawab hehehe . apakah penulisnya orang LSM juga??? karena kami benci LSM-LSM. LSM apapun itu terutama di SUMUT. Direkturnya pada ngga bisa dipercaya omongannya.
Terima kasih
Horas…, saat ini LSM sangat diperlukan masyarakat sebagai perpanjangan tangan dalam mengkritik kejanggalan yg terjadi di pemerintahan, namun jangan dimanfaatkan untuk “memeras” itu tidak manusiawi, kalau dibandingkan jaman dahulu “tanpa LSM” keadaan cukup baik dan pemerintahan masih berjalan dg baik, kenapa sekarang TIDAK…, untuk itu Pemerintah harus tegas terhadap LSM, tolong diminta : Laporan kegiatan, visi-misi, AD/ART, NPWP, dan Daftar Personil dari para LSM, biar jelas bidang dan kedudukannya. Kalau untuk kemajuan dan kebaikan saya dukung para LSM, mauliate.
wah..diakan bukan asli batak oi..dia cina cuman pake marga sitorus….
Maaf, mau nimbrung….
bagaimana caranya bisa mendapatkan kerja di NGO,
saya butuh pekerjaan, terakhir saya kerja di Exportir kopi organik KBQ Baburrayyan
saya Sarjana Pertanian (agribisnis)
Saya butuh info lowongan kerja.
trimakasi salam sukses…..
mas…
kalau ada info lowongan kerja NGO, elok kiranya saya dibagi infonya mas….
salam sukses…. dan salam kenal dari saya winiardi-Aceh Tengah
Itulah LSM, otaknya hanya mencari keuntungan, mana benar itu sebagai wasah penanmpungan aspirasi masyarakat, kerjanya hany memeras meras, tak jelas, makanya pemerintah seharusnya meniadakan LSM, lebih tepatnya dibubarkan dari Bumi Indonesia ini…
Tidak semua LSM di sumatera jelek, sebagian juga ada yang bagus dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun karena begitu dominannya LSM KTP di sumatera, sehingga muncul istilah “Jika ingin mencari duit, bekerjalah di LSM di Sumatera, namun jika tidak ingin menanggung dosa besar, cukuplah bekerja hanya 1-2 tahun saja di LSM tersebut”
Mhn maaf sblmnya, untk tdk slh faham. LSM itu sbnrnya sngt baik jk digunakan dgn bnr! yg sngt kt sayangkan mmng.. mngapa LSM bnyk di slh gunakan, sperti nakut2i pejabat stlh ditemukan kesalahannya akhirnya jd beking si pejabat tsb. Sehingga tugas pokok dan fungsinya sbg sosial kontrol tdk lg sesuai dgn AD/ARTnya.