Jamu Tradisional, “sedang sakit”
Juni 15, 2008
>>Oleh: Elisabet Simanjuntak, Asisten Apoteker.
>>Awas..!, jamu “dinodai” bahan kimia
>>Melawan jamu palsu, bukan perkara enteng.
Seperti yang kita ketahui di Tanah Air ini, banyak kita jumpai beragam tumbuh-tumbuhan, akar-akaran, daun, dan bahan alami yang lain yang dapat kita olah secara tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit, kesemuanya ini diwariskan oleh Nenek moyang kita yang dikenal pandai meracik bahan-bahan tradisional tersebut menjadi JAMU.
Bukankah…seharusnya, warisan Nenek Moyang yang turun temurun sampai pada saat ini harus dijaga sebagai salah satu kekayaan bagi Bangsa ini.
Jamu merupakan campuran bahan-bahan yang didapat dari alam, diolah sedemikian rupa dengan sederhana tanpa ada campuran bahan-bahan yang berhubungan dengan kimia, namun apa yang kita dapatkan sekarang ini, seperti yang kita ketahui, kini JAMU TRADISIONAL kita “sedang sakit”.
Adapun jumlah dan Merk Jamu mencapai ratusan ribuh, dari berbagai fungsi dan khasiatnya masing-masing.
Seperti Jamu Asam Urat, Flu, Rematik, Pegal linu, pelangsing bahkan menambah stamina dan keperkasaan pria yang laris manis diminati para kaum Adam.
Sekarang ini banyak dijumpai obat-obat yang mengandung kimia yang dicampur dan dapat ditemukan pada Jamu, bukankah kejadian ini membuat masyarakat menjadi “takut” untuk minum jamu.!, misalnya Paracetamol yang seharusnya digunakan menurunkan panas, Fenil Butason untuk Rematik dan pengapuran tulang, CTM untuk alergi ataupun obat tidur dan bahkan senyawa dengan kimia yang lain yang sangat membahayakan bagi tubuh bila dicampurkan kedalam produk Jamu tanpa melalui pengawasan dan dosis yang tepat bukannya kita mendapatkan khasiat yang diinginkan akan tetapi malah menjadi meracuni tubuh kita.
Ironisnya selain itu juga Sildenafil Sitrat dijumpai pada Jamu Keperkasaan pria, Sibutramin untuk pelangsing, Dexametason untuk menghilangkan Nyeri dan rasa sakit, dimana semuanya senyawa kimia ini mempunyai efek samping mulai dari pembengkakan wajah, gagal ginjal, kerusakan fungsi hati bahkan sampai merenggut nyawa manusia bila itu dipergunakan tanpa aturan yang benar.
Memang “melawan” Jamu Palsu bukan perkara yang enteng karena Jamu yang mengandung kimia sudah bagai jamur yang berakar menjalar kemana-mana, bahkan ke pelosok penjuruh Tanah Air, lantaran Jamu sangat mudah dijumpai, mulai dari penjual Jamu gendong, kios Jamu, Toko Obat, Apotik bahkan Restoran.
Sepantasnya Jamu yang diwariskan leluhur kita, dijaga keasliannya bukan dijadikan jamu kimia yang dapat meracuni tubuh.
Nah…siapakah yang sepantasnya disalahkan oleh kekeliruan yang menjadikan warisan leluhur ini ternoda..!, bahkan nyaris menghilangkan citra bagi tanaman obat di Nusantara ini.





Ulos Batak, mendapat perlindungan secara Hukum.
>> Hak Cipta, selama pencipta hidup >> Hak Budaya, selama Budaya itu ada. Ulos Batak adalah sebagai identitas, ada orang mengatakan ulos Batak adalah sebagai Budaya, Adat,
Tano Batak bebas dari Avian influenza
Toba Samosir, Mudah-mudahan penyakit Flu Burung ini tidak sampai ke bumi Tano Batak, demikian kata Blogger Perempuan Batak dari Media Online Bersama
Rumah Sakit HKBP Balige, bukan seperti yang dulu lagi..
>Bersama Toba dot Com : harapkan, Bonar Napitupulu ( Eporus HKPB ), perhatikan Rumah Sakit Umum HKBP Balige. Rumah Sakit Umum HKBP Balige miliknya
Perjuangan seorang ibu, melawan sakit, mama.. Tuhan memberkati Mu.-
>Mamaku : Berdoa memohon terlepas dari penyakit yang dideritanya >Bersama Toba dot Com : mamaku di operasi selama 8 jam >Prof.Dr.Gerhad Panjaitan : Selama
Ketua Otorita Asahan, berikan kunci Traktor secara simbolis
Ketua Otorita Asahan, Saut Hutauruk sedang memberikan kunci traktor besar dan kecil secara simbolis yang disaksikan Toko Pemuda masyarakat Sumatera Utara GM.Panggabean, ( baju
Komentar
Berikan komentar dan masukan anda