Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Istilah Batak Elat, Teal dohot Late

Juni 29, 2009

gambar obat dendamMangubati sahitni halak hita, ima : MAJU ( MAradu JUgul ) , DENDAM , TEAL , ELAT , LATE dohot uduranna .

Media Online Bersama Toba dot Com – Ada satu lagu Batak yang dapat dengan JITU men-simulasikan masalah ini yaitu lagi “Alusi-Au (Ahu)” atau yang dikenal sebagai lagu Marragam ragam oleh Nahum Situmorang, yang dimulai dari kata:

“Mar-ragam ragam do sita-sita di hita manisia” (Ber-ragam ragamlah cita cita kita manusia)
“Mar-Asing asing do anggo pangidoan di ganup ganup jolma” (Berlainanlah pengharapan di tiap tiap orang)
“Hamoraon Hagabeon Hasangapon i do dilului na deba” (Kekayaan Keturunan Kehormatan adalah yang dicari segolongan)
“Di na deba asal ma tarbarita goarna tahe” (sekelompok lain yang penting asal namanya terkenal)
.

Mungkin prinsip ini yang jika dilihat dari istilah batak Elat, Teal, Late (perhatikan huruf cuma berubah posisi) yang kira kira setara iri, dengki, benci dll memang tidak jauh dari hal hal yang bersifat musyrik.

Tetapi, kalau dirogoh lebih kedalam falsafah ini bermuara pada prinsip “Panggoaran” (setara dengan istilah Harga diri) yang jika lebih jauh dirogoh lagi ber-asaz-kan pada Tarombo (silsilah keluarga) suatu “team work” yang dimaksudkan agar segala tindakan para keturunan sekarang tidak akan mempermalukan orang tua maupun nenekmoyangnya.

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Raja Sonak Malela, untuk dikenang dan dipanuti
Raja Sonak Malela, mempunyai nilai “Raja” dalam dirinya sebagai pemikir. Monumen Raja Sonak Malela yang berlokasi di ibu kota Kabupaten Toba Samosir BALIGE - Sumatera Utara. Nilai

Perempuan Batak, Ulet dan Tangguh.
Memang benar perempuan Batak terkenal gigih dan ulet bekerja untuk membantu suami mencari

Nilai Budaya yang Utama pada Orang Batak Toba
Toba Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com -Untuk mendeskripsikan atau secara Antropologis sejumlah Nilai Budaya Yang Utama pada Masyarakat Batak Toba yakni, KEKERABATANYang

Acara adat, Perempuan Batak jinjing Tandok
Media Online Bersama Toba dot Com - Perempuan Batak berbaris dan manortor seraya menjinjing Tandok yang berisi beras dalam upacara pesta adat di Tanah Batak.

Pusat Perdamaian Dunia (Garden Of Prayers) atau Pusat Spritual Dunia akan Dibangun di Samosir
Pusat Perdamaian Dunia akan di bangun di SAMOSIR, Garden Of Prayer atau Pusat Spritual Dunia, sebuah kawasan religius bertaraf internasional, ditandai dengan dibangunnya rumah-rumah ibadah

Komentar

9 Responses to “Istilah Batak Elat, Teal dohot Late”

  1. Oslanto Napitupulu on Juli 2nd, 2009 11:12

    Istilah Batak Elat, Teal dan Late, memang tidak bisa hilang dari kita, karna ini salah satu motifasi untuk memajukan dan persaingan yang sehat, tergantung pada siapa yang dapat mengartikannya., ada lagi Istilah AIDS ( Angkuh, Iri, Dengki dan Sombong ) ini lebih fatal lagi dan memang harus dijauhi…, Horas jala Gabe.

  2. panjaitan on Juli 3rd, 2009 10:04

    i ma da tutu. sahit ni halak hita i. tapi ada kog obatnya bagi orang2 yang mengidap penyakit elat, teal, late. aha mai?? Lebih sering ke Gereja

  3. bintang marganda siahaan on Juli 14th, 2009 13:48

    yup!! kedepan istilah Elat, teal dan late harus dihapus dari kamus halak kita Batak Toba lewat peningkatan pendidikan yang berkualitas khususnya buat anak cucu kita kelak, hal itu tidak boleh menjadi penyakit kronis yang turun temurun kita idap sampai saat ini, karna hanya akan menjadi pemecah diantara kita sesama orang Batak Toba..
    bayangkan jika kelak, suatu hari nanti halak kita bersatu! apa yang tidak bisa kita lakukan, apa yang tidak bisa kita capai? jangankan Impian kita untuk menjadi propinsi sendiri.. maka disuatu hari nanti jg akan tercatat bahwa halak kita juga bisa menjadi pemimpin negara ini
    Horas!!

  4. BATAK NABURJU on Juli 15th, 2009 18:12

    TOE MA ASA GODANG PANSARIANTA SIAN HOTEL I..

    HEE HEE

  5. Naraja on Juli 17th, 2009 14:53

    Tamulai sian diritta, ate Lae.

    Horas.
    http://www.bataica.com

  6. samuelpardede on Agustus 20th, 2009 17:51

    Cerita master uning-uningan Batak! minta dukungan!

    http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/story/2008/07/printable/tokohmarsius.shtml

    http://www.kickandy.com/heroes/?ar_id=MTQ3Ng==

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=70422183915

    http://tonggo.wordpress.com/2007/12/04/marsius-sitohang-20-tahun-mengabdi-tetap-honor/

    http://www.hariansumutpos.com/2009/07/harapan-marsius-sitohang-dewa-seruling-tradisional-batak-di-masa-tuanya.html

    http://ardh14n.multiply.com/journal/item/14

    Kalo mau langsung..boleh boleh saja ..:

    MARSIUS SITOHANG

    Bank BRI Cabang 5314 unit Bangun sari Medan Putri Hijau-SWITF CODE: BRINIDJA

    No rek. 5314-01-002948-53-3

    Bila mau call2 beliau boleh juga di no : +628126563272

    Alamat : JL Martoba II (tanya saja warung ikan -depan POLDA Ampelas MEDAN)

    Polda Ampelas pasti kita lewati bila kita dari Medan ke arah Parapat-Tarutung

    Rek ini baru di buka hari ini 12 August 2009-(di bantu oleh borunya). _karena selama ini beliau tidak ada no Rek.

    my Comment ”

    Aku baru bertemu beliau hari Jumat & Sabtu lalu 7&8 August 2009. (ngeri kali pun..)pada tgl 8 tersebut kebetulan Amang Marsius ini lagi parmusic di acara pesta kawinan batak. Mereka masing masing bawa cash 80rb/orang (dari pagi jam 7 ke jam 7 malam)! Yah yg marulaon juga pasti pas-pasan juga- tidak ada yg salah disini.

    “Marsius seperti kitab lama yg masih hidup , dengan nafas & tangannya memainkan irama toba yg khas..!

    mungkin terkesan usang tetapi ..” mari masiurupan”. Manusia Batak yg Berbudaya..Semoga semasa hidupnya kita menghargai & beri dukungan.!!

    Mungkin ” cash transfered’ terkesan “negative” seandai-andainya ada hal2 yg lebih baik dari itu seperti :

    - Sendainya ada “event2″ tertentu di hotel, acara pariwisata, café dimana beliau dengan team ya bisa mendapatakan upahnya dengan ber-main musik dengan harga layak…(contoh :ada acara batak harmony di jakarta 12 Feb 2009 dengan harga vip 850rb,dan kelas yg lain 500rb,200rb,150rb perorang..! Hebat!(bukan ngiri tetapi beda nasib aja sama amang ini)

    - Seandainya ada rekaman lagi (walau sebenarnya ) sudah banyak kasetnya beredar tetapi tidak ada lagi loyalty fee. , karena ada juga beberapa album kaset dia yg beredar tetapi “kaset” itu sendiri pun masih harus dia beli sendiri !

    - Dan Hasil Rekaman ini bisa dijual langsung pada saat show- mugkin lebih effective…
    -Aku melihat beberapa contoh para “pemusik etnic seperti ” pan-flute” indian yg live show si luarnegeri, atau di malmal dll, selesai bermain mereka menjual langsung CD/VCD hasil rekaman nya.( noted utk kalangan sendiri!)

    -Seandainya ada acara lagi keluar negeri , dengan upah yg lebih layak lagi…-dengan appreciate orang lebih menarik…
    -Seperti angan2 beliau ingin punya sanggar sendiri , dengan berupa café kecil yg bisa minum kopi sambil markombur2, seperti kelas starbuck cafe sambil diiringi music live mereka..,atau seperti café dengan kerjasama dengan para travel yg bisa jadi tempat persingahan para turis, dengan melihat2 koleksi budaya , sambil nyantai..

    - Semoga ada orang2 batak yg telah sukses! Bisa punya pikiran/perbuatan utk amang ini.
    -Seandainya anak/boru beliau dapat sekolah yg baik, dengan dapat kerja yg baik..karena Marius adalah kelahiran 1953! Generasi berikutnya adalah generasi penerus…dan uning2an &gondang tidak punah..

    -Semoga indahnya irama music batak ini beliau dapat menyentuh hati batak, agar tidak punah…
    -Seandainya ada se-kelas menteri atau pejabat daerah atau presiden dunia! yg perhatian dengan beliau ini , karena telah menjadi “icon” perjuangan music batak hingga eksis sampai sekarang, dan masih ada pejuang2 lain (Turman Sinaga, Posther Sitohang,Kansas Sinaga (almarhum),Korem Sihombing,Robinson Sitanggang,Binsar Nadeak,Hadi Rumapea,Wesley S, Martogi Sitohang,.dll-Aku percaya mereka pasti tahu nama Marsius dengang nasibnya..

    -jadi teringat nama lama seperti-Tilhang Gultom,Iwan Simatupang, Sitor Situomrang,Nahum Situmorang,AWK Samosir,Gordon Tobing,Bill Saragih,semua telah tiada….!! tetapi segelintir orang masih bisa tahu dengan karya mereka..

    - Aku orang kecil yg hanya bisa bantu dukungan kecil dari uang saku ke amang ini..HORAS! HORAS! HORAS!

    God Bless U.!

    Email ini akan difoward to batak diliat portibi!!

  7. pandoit on Agustus 21st, 2009 11:00

    kalo ga salah P.Marsius ini da pernah tampil di Metro TV, acaranya KICK ANDY, yang bawa dia kesana seorang alumnus Sastra Usu juga, yaitu sdr Cerman Simamora, tapi ternyata nasib beliau sampai sekarang masih susah juga, pengalaman sd banyak, rekaman sudah, sekarang pertanyaan kita apanya yang salah sehingga beliau masih tetap susah, saya kira pergaulannya dengan artis2 Batak sudah cukup banyak, kenapa beliau tidak berusaha mendekati mereka,cobalah dekati mereka , bila perlu datang ke Jakarta seperti mbah surip, kalau sudah di Jakarta kan kesempatan lebih banyak…cobalah…

  8. Jonathan Sihombing on September 4th, 2009 00:06

    Sebenarnya Elat, Teal, Late itu bukanlah ciri orang Batak. Bisa saja kata itu dimaksudkan supaya orang Batak lebih berhati-hati terhadap orang lain (di luar Batak) yang mungkin saja akan marLate, marTeal dan marElat kepada orang Batak yang nota bene terkenal vocal dan Pintar.

  9. hasiholan sirega on Oktober 11th, 2009 02:24

    hosom teal elat late,saya kira bukan hanya di halak hita,tapi di semua etnis ada
    seperti itu,cuma tidak terlalu kentara hian,Amang tahe ngasongoni pangalahoi na
    deba sabar mahita,alai sebagai tanggung jawab moral,kita beri yang terbaik untuk
    bona pasogitta yaitu membangun moral & apa yang bisa kita aplikasikan.

    Hasiholan Siregar Oktober 2009

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak