Seputar Penanaman Perdana Ubi Kayu Oleh Bupati Tobasa
Mei 3, 2009
Masih ingat pada tgl 15 Januari 2009 di dusun lintong kecamatan Borbor dilakukan peresmian penanaman perdana Ubi Kayu oleh Bupati Tobasa. Lahan yg telah disepakati antara PT.Pancasona Jaya Pratama selaku investor dengan Masyarakat dusun Lintong (keturunan Op.induk Pasaribu) sebagai pemilik lahan sebesar 800 Ha. Dengan terjalinnya kerjasama ini tentu akan banyak dapat membantu masyarakat sekitar.
Ada keterlibatan seorang pejabat/ Anggota dewan dalam proyek ini secara langsung dan yg ditunjuk sebagai General Manager (GM)PT pancasona Jaya Pratama. Adalah Ir Togar Manurung selaku anggota dewan (DPRD Tobasa) yang menjalankan proyek lahan tersebut. Sangat disayangkan seorang wakil rakyat yang seharusnya berada dan bekerja di tempat ia malah berkeliaran dilokasi proyek…menelantarkan amanah rakyat yang harusnya diemban dengan baik dan benar.. Mempergunakan fasilitas negara (mobil dinas) untuk pekerjaan Proyek, memanfaatkan traktor agrindo milik pemkab untuk mengolah lahan PT pancasona, yg seharusnya traktor- traktor itu untuk membantu masyarakat untuk mengolah lahannya.
Dalam pengolahan lahan setiap satu rante yang dikerjakan oleh traktor dibayar pihak perusahaan sebesar Rp.25.000/rante, 1 Ha = Rp.625.000 , 800 Ha = 625.000×800 Rp.500.000.000 untuk satu kali pengolahan lahan. Sementara pengolahan yang direncanakan sebanyak 3 kali traktor…. maka dana yg terkumpul 1.5 millyar.. bukan angka yg sedikit… Sampai saat ini lahan yg telah dibuka sebesar 100 ha dan telah dibayarkan kepada setiap camat yang traktor kecamatannya dipakai pihak perusahaan. kemana dananya?
Bisa saja ini menjadi ajang korupsi pejabat pejabat kita. Ada indikasi bahwa setiap satu rante sang General Manager mendapat bagian sebesar Rp.2000, Kita semestinya sama-sama saling mengawasi. Saya harapkan juga agar ada pihak pihak yang berwenang ikut mengawasi dan mengaudit.
Karena apa? Ada keterkaitannya dengan pejabat daerah, penyalahgunaan wewenang, pemakaian fasilitas negara… semuanya itu harus dijelaskan!
Horas….
Toba ku Indah Toba ku Maju
Tulisan dikirimkan oleh H.Hutapea (nuansa.indah@**cketmail.com)
Pencarian pada artikel ini:
- PT Pancasona Jaya Pratama
- daftar perusahaan perkebnan ubi kayu
- dampak dari penanaman ubi kayu terbalik
- nama bupati tobasa
- pabrik tapioka didesa lintong tobasa










sangat di sayangkan seorang anggota dewan DPRD TOBASA Ir.Togar Manurung berada di lokasi proyek PT Pancasona Jaya Pratama
dia seharusnya berada di gedung dewan bekerja sebagai wakil rakyat
mobil dinas pemkab tobasa BB 1009 E di rentalkan kepada pihak perusahaan dan mengisi bahan bakar dengan uang perusahaan
ini sebagai ajang korupsi yang sangat subur bagi pejabat daerah setempat
seperti camat setempat, yang mengambil kesempatan menyewakan traktor milik pemkab tobasa untuk keuntungan sendiri, tanpa masuk ke kas daerah..
sebaiknya KPK harus bertindak dengan benar dan tegas mengenai kasus ini
supaya keadilan dapat di tegak kan…
dimana keadilan………
wah…..korupsi masuk juga ya sampai ke dusun dusun…ngk cuma dikota aja rupanya….mungkin lahan dikota sudah sangat diawasi yaa.. main nya sekarang di pedalaman….
Kpk nyampe ngk di sana ???
Dengan dalih untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat……itu sih jurus lama jendral… uda basi… ujung ujung nya ada uang di balik bakwan kan….
yah apa boleh buat lah…wong bupatinya juga terkait masalah korupsi…ya…ikutan donk pejabat yang lain…
sama sama pegang joker masing 2x aja lah…siapa yang tau kan…
Kasihan tuh PT pancasona nya dimanfaatin begitu….atau dibodoh bodohin kali yaa….
pantas saja investor sudah berapa kali gagal ke tobasa untuk berinvestasi…mental pejabat daerahnya ..pada rusak……
Dengan semboyan Maju Toba….ehh…yang mundurin Orang Toba JUga ..Ai na boha do…
Undang Undang Kpk mengatakan bahwa Pejabat Negara….tidak boleh ikut campur dalam proyek..tender…dsbg….
Kasihan lah Ompu ompu kita yang punya lahan tuh..pak jendral…..
Ada traktor kecamatan borbor, sigumpar, porsea, itu disewa atau di pinjam ???
Kalau pinjam izinnya sama masy……kalau sewa izinya ama sang jendral….
horas..tobasa ku…maju bersamatoba.com
Bupati ny aja korupsi. Ya bung togar juga ikut korupsi donk..
Gmna bg parlin proyekmu, lancarkah..
horas….
1,5 M wah…bisa buat jalan yang mulus itu dikampung ku..bah….
Traktor untuk membantu orang kampung kok jdi membantu orang pengusaha….
wah…unga terbalik portibion….
Usut trs KPK, jangan bengong aja..
Bupati ny aja korupsi, ya bung togar juga ikutan korupsi donk..
Gmna bung parlin proyekmu..?
Lancarkah..
syalom…
ya…saya bantu deh…. saya ada sedikit bukti pegangan…mungkin akan berguna nantinya…. Email saya untuk kelanjutannya…..
Mauliate….
syalom
Hebat dengan Tobasa Dengan adanya terobosan baru dengan mendirikan 2 pabrik tapioka di kabupaten Tobasamosir maka semakin jelas keseriusan dari pemimpin Tobasa untuk membawa rakyat Tobasa kearah yang lebih baik,dengan adanya kedua pabrik tapioka ini maka akan dapat menyerap banyak tenaga kerja tentunya dengan mengisi lahan -lahan tidur dengan menanam ubi kayu,selamat bagi yang terlibat dalam pembangunan ini ”L A N J U T K A N”
saya sangat setuju tulisan saudara hutapea.betul memang bahwa saudara ir.togar manurung tiap hari ada dilapangan atau tidak masuk kerja sebagai anggota dewan.saya sendiri putra desa lintong.bayangkan dia seorang anggota dewan yang notabene wakil masyarakat tapi sangat disayangkan dia hanya mengurusi pt pancasona.apa layak dia seorang anggota dewan?dan yang lebih seru lagi dia terus melakukan loby-loby kemasyarakat desa lintong untuk mau menyerahkan tanahnya seluruhnya.ada hal yang perlu kita ketahui bahwa loby2 ini sudah beberapakali gagal tapi dengan strategi yang dia miliki sebagai anggota dewan dia terus melakukan trik2 keberhasilan sebagai agen loby sehingga beberapa tokoh masyarakat yang ada didesa lintong terpengaruh hal ini saya sebagai putra daerah sangat menyayangkan kejadian tersebut.artinya loby2 tersebut jelas akan berpengaruh sehingga terkadang tokoh2 masyarakat tersebut tidak berpikir kedepan untuk anak cucunya sendiri.
sesuai perjanjian bahwa pengukuran tanah untuk pt panca sona sudah ada. tapi kenapa lobi lobi tanah yg tidak masuk ukuran ditraktor untuk ditanami ubi. saya sebagai putri lintong sangat menghawatirkan , karena tanah yg masih ditanami kopi ikut ditraktor. coba bayangkan kalau tanah yang masi ditanami kopi ditraktor bagaimaba susahnya perasaan orang yang punya tanah itu. dia hanya orang tua yang taktau apa apa. sebap pendikannya dulu hanya lulus sd. yang orang tua itu tau hanyalah mengurus tanah yg ditanami kopi itu, demi untuk menyekolahkan anak-anaknya. dan yang dia harapkan masa depan anaknya, sebap itulah orang tua itu tanam itu kopi , memang kopi itu suda ada di tumbuhi rumput, tapi taulah kita kesibukan orang tua, kerja kesawah berapa lama jadi maklumlah kopi orang itu ada tarulang sikit. tapi kenapa kopi itu ditraktor itukan masi ada yang punya.. saya sarankan sama yang muda jangan sesuka hati mau membodoh bodohin orang yang suda tua. peri pasaribu you yang suruh orang traktor tanah yang masi ditanami ko[pi. dimana hati nuranimu, mentang mentang kamu jadi mandor kamu jangan sesuka hati membuat peraturan, menyuruh orang mentraktor tanah yang masi ditanami kopi. kamu jangan egois, pikirkan kepentingan orang lain. saya saja putri lintong memikirkan masa depan ito- itoku. kalau smua tanah ditraktor coba bayangkan beberapa thn nanti , contohnya 10 thnkedepan nanti mereka buat rumah di mana, apa nabti ladang mereke menanam padi , kopi ,sayur. coba bayangkan bagaimana masa depan mereka.. kita jangan egois…. dalam bahasa batak . boasa molo adong tano natarulang ditraktor baen areal tapioka, kan maklum molo tarulang tanoi, soalna natua- tua dihuta kan tuhauma dope mangula, kan maklum molo mangula dihauma 3 bulan, kan ladang i wajar molo songon natarulang,, alai boasa sembarang mantraktor ladang nihalak. boasa muse molo manuntut parpollak molo ditraktor ladangna, kenapasesuka hati nisi peri pasaribu memarah-marahin orang itu,kan itu hak mereka, peri pasaribu jangan sesuka hatimu membuat peraturan, perjanjian kan mana tanah yang diukur buat lahan tapioka itu saja yg ditraktor buat lahan tapioka.