Penyusunan dan Pencetakan KTSP di Dinas Pendidikan Tobasa, disinyalir praktek KKN.
Juni 25, 2008
>>Pagu indikatif Rp.120 juta, Daftar Pengguna Anggaran Rp.17.640.000.-
>>Masing-masing Sekolah se Toba Samosir, disalurkan sebesar Rp.60 ribu
(“Foto, PPTK Ridwan Sitorus S.pd wawancara langsung dengan Bersama Toba Dot Com” )
Penyusunan dan Pencetakan Krukulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP) untuk SD, SMP, dan SMA/SMK se Kabupaten Toba Samosir dengan Pagu Indikatif sebesar Rp.120 juta, sumber dana dari APBD Tahun Anggaran 2007 yang dikelolah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir disinyalir terjadi praktek KKN.
Kepala Seksi Bidang Kurukulum Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir, Ridwan Sitorus S.pd, Rabu (25/6) kepada Bersama Toba Dot Com diruang kerjanya membeberkan bahwa ianya, melaksanakan kegiatan itu sesuai dengan Daftar Pengguna Anggaran (DPA) yakni bahwa kegiatan itu adalah sebesar Rp.17.640.000.- “jadi bukannya sebesar yang tertera di APBD itu sebesar Rp.120 juta,”akunya.
Dijelaskan, untuk kegiatan itu pihak sekolah dibantu sebesar Rp.60 ribu setiap unit sekolah di Kabupaten Toba Samosir dengan rincian 221 unit sekolah SD, 39 unit sekolah untuk SMP dan 34 unit sekolah untuk SMA/SMK.
Kemudian sebelum kita menyalurkan bantuan untuk penyusunan dan pencetakan KTSP tersebut, terlebih dahulu kita buat sosialisasi kepada kepala sekolah dan komite setiap masing-masing sekolah.
“jadi kita tidak mengetahui pagu indikatif sebesar Rp.120 juta seperti yang tertera di APBD Tahun Anggaran 2007, pokoknya kita bekerja sesuai dengan anggaran sebesar Rp.17.640.000.- seperti yang tertera di Daftar Anggaran Satuan kerja,”sebutnya dalam mengomentari perbedaan nominal yang tercamtum di APBD dan Daftar Anggaran Satuan Kerja.
Ridwan Sitorus Spd kepala Seksi Krukulum yang juga sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang dipercayakan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengelolah kegiatan itu tidak berani berkomentar lebih jauh terkait perbedaan besaran nominal dana yang tertera di APBD dengan Daftar Pengguna Anggaran (DPA) Tahun 2007.
Diwaktu dan tempat yang berbeda, peneliti Daftar Pengguna Anggaran (DPA), Sunggul Tampubolan di Kantor Bappeda Toba Samosir menyikapi dengan heran, perbedaan besaran nominal yang tertera di APBD dengan DPA, “saya heran, bingung dan aneh,”tukasnya seraya menganjurkan agar mengecek besaran kegiatan itu di dokumen penjabaran APBD Tahun 2007.










Tolong dimuat gambar – gambar sekolah di Tobasamosir. Mauliate
horas laeeeeeeee