Penyaluran dana Ujian Nasional di Toba Samosir, disinyalir terjadi praktek KKN.
Juni 11, 2008
>>Ketua Panitia Pelaksanaan UN Tahun 2007/2008, “dicurigai”
>>Penyaluran Dana UN, secara teknis adalah Kepala Sekolah
Penyaluran dana Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Toba Samosir disinyalir ada praktek Kolusi dan Korupsi.
Ujian Nasional Tingkat SMU/SMK yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 April 2008 yang lalu, tampak berjalan lancar dan baik dengan diikuti oleh seluruh siswa/i yang berjumlah 3.914 orang, yakni 2.070 pelajar SMU, dan 1844 SMK.
Memang secara khusus pelaksanaan UN di Kabupaten Tobasa berjalan sesuai dengan yang diharapkan, tidak ada kebocoran soal ataupun jawaban soal yang terjadi.
Dalam pelaksanaannya pun hampir seluruh guru SMU dan SMK Toba Samosir dilibatkan dengan maksud agar pelaksanaan UN dapat terwujud sebagaimana diharapkan banyak pihak.
Tentunya, sebagaimana biasa setiap guru yang dilibatkan dalam pengawasan pelaksanaan UN diberikan honor oleh Panitia Pelaksana UN dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Toba Samosir.
Nah…. Setelah UN berlalu, terdengar aroma taksedap, Rabu (11/6) di Balige bahwa penyaluran dana Ujian Nasional untuk honor pengawasan pelaksanaan UN disinyalir terjadi praktek kolusi dan Korupsi.
Tentunya issu-issu seperti ini sangat tidak baik dibiarkan karena akan sangat merugikan lembaga pendidikan termasuk pihak-pihak yang terkait didalamnya.
Ketua Pelaksana Ujian Nasional tahun 2007/2008 adalah Ridwan Sitorus yang juga Kepala Seksi Kurikulum SMA/SMK Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Toba Samosir mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa hal itu bukanlah wewenangnya, ”lebih baik anda menanyakan langsung kepada Kepala Dinas,” sebutnya seraya mengatakan bahwa yang menentukan penyalurannya dana tersebut secara teknis adalah kepala sekolah sesua dengani hasil rapat dirayon.
Ridwan Sitorus tampaknya tidak paham tugas wartawan dan LSM, terlihat sikap dan ketidak sediaannya untuk menjawab secara lugas untuk memaparkan hal yang dimaksud tidak menunjukan kurang simpati, sehingga muncul kecurigaan yang berlebihan dikalangan LSM dan para wartawan di Tobasa.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Nasional Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir Drs Hulman Sitorus beberapa kali dihubungi, tidak pernah berada ditempat, salah seorang stafnya mengatakan bahwa Hulman Sitorus berada di Jakarta.





kalau memang camat-camatnya gak terima, kemana dananya? gak mungkinlah ditilep sama bupati. Bupati Tobasa khan “Sintua” ?
Bah…nga sega be halak hita i….
Dang di ingot be sahala ni oppui!