Oknum Kadis Lingkungan Hidup dan Pertambangan tunjukkan “kejagoannya”, tantang wartawan.
Mei 21, 2009
Tobasa, Media Online Bersama Toba dot Com – Oknum LS Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir tunjukan “kejagoannya” terlihat Rabu (20/05/2009) “tantang” wartawan Surat kabar Mingguan Sketsa Publik.
“Diam kau,” ujar oknum LS Kadis Lingkungan Hidup dan Pertambangan melalui telepon seluler terhadap Fredika alias Bror wartawan Surat Kabar Mingguan Sketsa Publik yang bertugas di Kabupaten Toba Samosir.
“Makian” itu, diawali ke tidak senangan oknum Kadis tersebut atas pemberitaan yang disiarkan di surat kabar tersebut Edisi 92 Tahun III, 17-23 Mei 2009 judul berita halaman depan “Kadis Lingkungan Hidup dan Pertambangan Toba Samosir Lakukan Pembohongan Publik”
Demikian Fredika Napitupulu wartawan Sketsa Publik yang bertugas di kabupaten Toba Samosir membeberkan kejadian itu kepada Bersama Toba dot Com (21/05/2009) di Balige.
Kemudian wartawan itu mengatakan ancaman-ancaman oknum Kadis itu melibatkan suaminya oknum kepala sekolah salah satu SMP Negeri di Soposurung Balige.
“Anak mu kan sekolah di SMP dibawah naungan suami oknum Kadis itu yang dikabarkan akan mempersulit anak dari oknum wartawan itu,” ujarnya wartawan tersebut menirukan bahasa nya oknum kadis itu
Untuk diketahui isi pemberitaan yang disiarkan di media cetak surat kabar Mingguan Sketsa Publik adalah:
Biaya yang dikeluarkan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir melalui program Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup sebesar Rp.1.182.739.825 yang dikelolah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan diduga disalahgunakan. Sehinggah hasilnya tidakmaksimal.
Terbukti perusakan lingkungan sampai saat ini terus berlanjut. Seperti penambangan batu disekeliling Desa Lumban silintong pinggiran danau Toba Balige.
Bukan itu saja, pencemaran Danau Toba semakin parah seperti, limbah rumah tangga, limbah tekstil tanpa ada larangan dari dinas terkait.
Kemudian Biaya koordinasi yang dilakukan Dinas tersebut untuk penilaian kota sehat/Adipura sebesar Rp.316.139.915. Pelaksanaannya juga tidak maksimal, terlihat eceng gondok diperairan Danau Toba di daerah pinggiran pantai Balige setiap tahun mencemari air danau itu.
Dalam menyikapi ini sejumlah masyarakat di Balige mengharapkan agar Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA, tanggap dengan perbuatan oknum kadis itu. “kegiatan-kegiatan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Toba Samosir perlu dipertanyakan,” sebutnya warga yang mengaku bermarga Manurung di Balige.
Marpanangi ma hamu amang Bupati……….. , songonon ma gaya-gaya ni staf-staf mu…!
[ditulis Ivan N70 Blogger Batak-parBalige, WartawanHarian Medan Pos]








Kenapa sih masih ada orang yang menganggab lebih jago dari orang lain? Wong ketua KPK juga tidak punya nyali kalau sudah tiba waktunya. Seorang pemimpin seharusnya adalah bijak……. dan mau menerima kritikan dari orang lain… bukan malah mengancam. Memimpin dan membangunlah…. kasihan masyarakat TOBA terus terpuruk…. karena pemimpinnya tidak memberi teladan…
kalau kita ingin maju ,kita harus mau di kritik dan mau mengkritik