Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Maret 2009, Drs Monang Sitorus SH MBA Diperiksa Poldasu, Bupati dan Ketua DPRD Tobasa Terpilih Segera “Dihabisi“

Desember 16, 2008

Balige, Media Online Bersama Toba dot ComIndikasi Bupati dan ketua DPRD Tobasa segera “dihabisi” semakin mencuat. Bupati Tobasa, Drs Monang Sitorus SH, MBA segera diperiksa Poldasu dalam waktu dekat. Sedangkan Ketua DPRD Tobasa terpilih, Mangatas Silaen yang baru dilantik menjadi dan diambil sumpahnya di pandu Ketua Pengadilan Negeri Balige para Rapat Paripurna DPRD Tobasa dengan menjalankan sisa masa Bhakti 2004-2009 beberapa bulan lagi, akan segera direcall PDI Perjuangan.

Kedua petinggi di Kabupaten Tobasa yang satu di eksekutif dan satu lagi di legiaslatif terus menjadi pembicaraan serius di kabupaten Tobasa.

Menurut sumber layak dipercaya, “dihabisinya” Mangatas Silaen selaku kader PDI-P di DPRD Tobasa sebelum terpilih menjadi Ketua DPRD Tobasa pernah diundang DPC PDI-P ke kantor DPC PDI-P Kabupaten Tobasa. Dalam pertemuan dan dihadapan Ketua DPC PDI-P Tobasa, Jojor Tambunan dan sejumah funsionaris, Mangatas Silaen mengucapkan kata-kata penghinaan terhadap PDI-P “Te Partai “ (Taik Partai),” katanya.

Jojor Tambunan didampingi fungsionaris DPC PDI-P dan tiga anggota DPRD Tobasa,

Tahi Sitanggang, Oloan F. Pardede dan Matilda Sihombing membenarkan, Mangatas Silaen melakukan penghinaan terhadap PDI-P. Sebagai perpanjangan DPP PDI-P di Kabupaten Tobasa, wajib melaporkan perlakuan Mangatas Silaen.

DPP PDI P harus memberi langkah-langkah apa harus dilakukan atau sanksi apa yang dijatuhkan terhadap Mangatas Silaen, terserah.

Informasi terbaru menyebutkan, Ketua DPC PDI-P Tobasa Jojor Tambunan sedang berada di DPP PDI-P Jakarta memenuhi undangan perihal klarifikasi atas laporan dibuatkan DPC PDI-P tentang penghinaan dilakukan Mangatas Silaen.

Selain penghinaan kepada partai, Mangatas Silaen juga telah berupaya mendukung penggulingan Tumpal Sitorus. Bahkan, begitu PDI-P menyampaikan surat usul PAW Tumpal Sitorus di DPRD, Mangatas Silaen langsung beraksi mendesak pimpinan DPRD Baktiar Tampubolon dan Firman Pasaribu menindak lanjuti surat usul PAW disampaikan PDI-P. Akibat desakan dan serangan “ pajar “ bertubi-tubi dari Mangatas Silaen, Pelakana Tugas Sekretaris Dewan Ir. Ropinta Simanjuntak pun dicopot dan digantikan dengan Pelaksana Harian Sekwan, Sedih. E. Simanjuntak, SH.

Dengan pencopotan jabatan Plt. Sekwan dari Ir. Ropinta Simanjuntak dan digantikan Plh. Sedih. E. Simanjntak, SH lengkaplah personil melakukan skenario stempel palsu DPRD Tobasa.

Sedih. E. Simanjuntak, SH membuat laporan pengaduan di Polres Tobasa yang menyatakan stempel DPRD hilang dan tidak dapat dipergunakan. Atas adanya laporan hilang tersebut di Polres Tobasa maka Plh. Sekwan mencetak/menempah stempel DPRD Tobasa untuk keperluan surat permohonan penerbitan Surat Keputusan ( SK ) Gubernur Sumatera Utara tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Tobasa PAW dari Tumpal Sitorus kepada Tahi Sitanggang, dari Ir. Tagor Hutapea kepada Oloan F. Pardede dan dari Sabar Silalahi, SH kepada Matilda Sihombing.

Melihat suhu politik dan penegakan hukum semakin maningkat sekarang ini di Tobasa seringlah terdengar perkataan menyatakan, “Barang siapa menabur benih, dia akan menuai hasilnya,“ ujar sumber minta namanya dirahasiakan.

Sementara, Poldasu dibawah pimpinan Irjen Pol Nanan Sukarna bereaksi menyikapi kasus dugaan korupsi Bupati Tobasa senilai Rp 3 milyar. Dalam upaya penyidikan kasus tersebut, Poldasu telah menanda tangani dan telah mengirim permohonan izin pemeriksaan kepada Presiden melalui Mabes Polri. Jadi, dalam waktu dekat, Bupati pun dihabisi sama seperti skenario PAW ketua DPRD Tobasa.

Hal itu menurut Ketua Forum Anti Kekerasanan Anarkis (FAKA), Welman Sianipar, bisa terjadi karena, Senin (9/12) baru lalu Polda Sumatera melayangkan surat permohonan izin pemeriksaan tersangka korupsi Rp. 3 miliar Bupati Tobasa kepada Presiden.

“Sebagai pelapor dalam kasus tersebut, wajar mendapat informasi dan mengetahui sejauhmana perkembangan penanganan kasus itu, jadi apa yang diberitakan sejumlah surat kabar terbitan Medan itu mengandung kebenaran,” katanya.

Atas keinginan Kapoldasu Irjen Pol Nanan Sukarna menuntaskan kasus dugaan korupsi Rp 3 milyar, LSM FAKA sebagai pelapor dalam kasus ini menyampaikan ucapan terima kasih dan salut kepada Irjen Pol. Nanan Sukarna.

Menjawab pertanyaan BERSAMA tentang adanya dugaan, politisi mengintervensi kepolisian dalam penanganan kasus korupsi Bupati Tobasa berasal dari PDI-P ini. Welman Sianipar mengatakan, pemilu tinggal 3 bulan lagi, tentunya keampuhan senjata pamungas oknum politisi duduk di Singga Sana Senayan sudah berkurang, maka penegakan hukum pun sudah bisa dilakukan kepolisian.

“Saya yakin sebelum Pemilu 2009 tersangka sudah akan dipanggil sekaligus dijebloskan ke balik terali besi,” katanya(sumber harian umum bersama)

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Bupati Toba Samosir, ”diperiksa”
Media Online Bersama Toba dot Com - Dalam sebulan terakhir, Bupati Tobasa, Drs Monang Sitorus selalu hilir mudik Medan-Jakarta-Medan.Kemarin, Rabu (28/1) Monang Sitorus terlihat lagi

Poldasu akan buat surat panggilan kedua untuk Bupati Tobasa.
Media Online Bersama Toba dot Com - Kepada wartawan senin (25/05/2009) Kapoldasu Irjen Pol Drs Badrodin Haiti melalui Kabid Humas Kombes Pol Drs Baharudin Djafar,

Kasus Bupati Tobasa Senilai Rp.3 Milyar, Berita Acara Pemberkasan telah dilimpahkan ke Kejatisu.
Media Online Bersama Toba dot Com - Dung diperiksa dua saksi terkait kasus korupsi Bupati Tobasa Monang Sitorus atas dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah

Terkait dugaan Korupsi Monang Sitorus, tunggu izin Presiden.
Media Online Bersama Toba dot Com -Tu hamu amang, Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau SBY dengarkan jeritan kami masyarakat Toba Samosir agar Monang Sitorus

Kasus Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA masih Tahap Pemberkasan.
Media Online Bersama Toba dot Com - Kasus dugaan korupsi Bupati Tobasa Monang Sitorus terkait penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp3 miliar

Komentar

13 Responses to “Maret 2009, Drs Monang Sitorus SH MBA Diperiksa Poldasu, Bupati dan Ketua DPRD Tobasa Terpilih Segera “Dihabisi“”

  1. Leonard Sirait on Januari 24th, 2009 20:35

    Mabes Polri Gelar Perkara Kasus Korupsi Bupati Tobasa

    Agaknya nasib Bupati Tobasamosir (Tobasa) Monang Sitorus, kian terjepit alias di ujung tanduk. Hal ini patut terjadi setelah pihak Bareskrim Mabes Polri memberi “greenlight” atau lampu hijau dalam mendukung penyidikan oleh Poldasu terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang dilakukan sang bupati bernilai Rp3,1 miliar.

    “Perkara sudah digelar di Mabes Polri dan dari hasil gelar tersebut diambil kesimpulan bahwa Mabes menyetujui usulan Poldasu untuk mengirim surat permohonan izin ke Presiden untuk memeriksa Bupati Tobasa,” ungkap Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Baharudin Djafar didampingi Kasat Tipikor Poldasu AKBP Wawan Munawar, kepada wartawan di Mapoldasu, Jumat siang (23/1).

    Menurut Baharudin, gelar perkara tersebut dilakukan pada 14 Januari 2009 yang lalu dihadiri Kabareskrim Komjen Pol Susnoduaji MH MSc, pejabat Sekretaris Kabinet, Polhukam, Kejaksaan Agung, serta Depdagri.

    Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, penyidik Poldasu telah memeriksa saksi Daryo, pemilik rekening dimana uang pencairan Cepebri. Dalam pemeriksaan terhadap saksi, dia mengakui kalau ada mengirimkan aliran dana kepada PT PDJ, kemudian dia juga mengaku mengirim dana kepada kerabat sang bupati seperti anak Bupati berinisial RMS, adik ipar Bupati berinisial THM dan SBM.

    Poldasu sendiri bertekad untuk menuntaskan kasus ini sebab kasus ini sudah menjadi perhatian publik. “Jadi kita menunggu izin Presiden saja, setelah ada izin bupati tersebut pasti kita periksa,” kata Baharudin menjanjikan( rilis pers)

  2. LINCE SITORUS on Januari 28th, 2009 15:56

    kecian deh… loe !!! keluarga dan semua keturunan loe makan uang haram..

  3. Jhonson on Januari 29th, 2009 01:15

    mampus loe monang

  4. NURMALA on Januari 30th, 2009 11:21

    Mangatas Silaen adalah seorang pelaku Illegal Logging, dulu dia adalah partner kerja dgan Del Sitorus, lengkap dengan ayahnya, Bolit Silaen.
    Mengapa orang seperti ini yang menjadi ketua DPRD Tobasa….MEMALUKAN… SUNGGUH MEMALUKAN…. Apakah mata dan telinga para pemilihnya, baik dari Fraksi PDI maupun fraksi lainnya tidak dapat melihat dengan jeli… tidak hanya dengan mata dan kepala… tapi juga Akal budi….
    Dia adalah penghutang berat….. Hutangnya menumpuk di bank – bank seluruh wilayah Tobasa…. Mandiri, contohnya…. Hutang dengan perorangan yang mencapai 3 MILYAR LEBIH…..
    TIDAK PERCAYA………?????/
    Cek saja kebenaran beritanya….. Lakukan wawancara langsung dengan yang bersangkutan….. !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  5. Sitor burarbutar,S.E on Februari 5th, 2009 10:28

    yang berbicara sekarang bukan mulut tapi uang

  6. Tigor Simangunsong on Februari 19th, 2009 20:35

    Nah ini dia kali ujian pertama untuk kita dalam mengapai cita-cita, terserah deh mau dibawa kemana, mo ditutup-tutupi supaya tdk nampak buruk, apa mau di biarin gara-gara “TAKUT”.

  7. hermanto on Februari 23rd, 2009 16:28

    horas…
    saya putra toba samosir sangat sedih mendengar kasus korupsi di kampung halaman saya yang tercinta ini, bukankah suatu berkat bagi kita apabila kita diberi tuhan kesempatan menjadi pemimpin… jika yang mempimpin sudah salah arah dan tidak dapat mengendalikan diri bagaimana nasib yang dipimpinnya… buat tim penyidik,… saya hanya memohon katakan benar jika memang benar, katakan salah jika memang salah… sesuatu yang busuk apabila disimpan-simpan suatu hari baunya tercium juga…. horas bona pasogitku….
    hermanto pasaribu
    mahasiswa USU asal parsoburan

  8. hermanto on Februari 23rd, 2009 16:37

    kapada dongan sahuta di Tobasa, sebentar lagi kita akan pemilihan calon legislatif harapan saya hati-hati dalam menentukan pilihanmu.. pilihlah calon yang bersih, tidak calon yang DIII (dugu,duit, dukun) agar Tobasa maju dan tidak jalan ditempat…. jangan jual kampungmu cuma dengan Rp.25.000-Rp.50.000 yang tua bisa jadi penetua tapi yang muda harus diberi kesempatan…..mari kita sukseskan pemilihan caleg 2009 dengan aman dann tertib horas……hermanto

  9. otniel on Maret 2nd, 2009 12:29

    Buat Lae Hermanto, uang itu perlu. Tak ada lagi yg sesuai kriteria yg lae maksud, jadi boama baenon da Laekku.

  10. TP. Solo on Maret 3rd, 2009 20:58

    Untuk sdr otniel, saya geli sambil tersenyum membaca komentar anda. Memang benar uang itu sgt perlu, tp kalau kita ingin tobasa maju ,ayo mari kita ajak saudara kita memilih caleg yg terbaik dari antara caleg yg ada. Pilihlah caleg yg bisa membangun tobasa kita nauli on. Horas.

  11. LISON on Maret 6th, 2009 11:50

    Sudah dari sononya hal KKN itu berlaku jadi sangat susah sekali untuk memusnahkan karakter seperti itu,
    jadi tragis benar sekarang ini yang dulunya hanya pembicaraan sanda gurau”Hepeng do na mangatur portibiin” sekarang sudah tradisi manusia,
    karena kehormatan sudah berdasarkan “hepeng”
    jadi beta ma mangalului hepeng asa boi bohal ta tu joloni ari on..(Positif)

  12. Jenny M. Sihite on Agustus 27th, 2009 10:39

    Kebenaran adalah harga mati

  13. Salmon on Desember 17th, 2009 11:42

    sepandai pandainya tupai meloncat akan jatuh juga, biarlah waktu yang akan menjawab semua permasalahan yang menimpa pemkab. Toba Samosir tercinta, sebentar lagi PILKADA di Balige, harapanku jangan ulangi lagi kesalahan yang sama dalam memilih orang saudaraku, agar Pemkab Tobasa menjadi 3M (Maju, Mandiri dan Merdeka).

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak