Kasus Dugaan Korupsi di Bagian Umum Pemkab.Tobasa, “sepertinya jalan ditempat”
Mei 6, 2008
Pegawai-pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara sepertinya sudah was-was untuk melaksanakan kegiatan proyek maupun kegiatan sosialisasi dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir.
Hal ini dikatakan sejumlah PNS kepada Bersama Toba dot Com baru-baru ini yang katanya tidak usah masing-masing disebut namanya.
Perbincangan ini terkait masalah Korupsi di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, seperti kasus korupsi kegiatan Keaksaraan Fungsional (KF) di Dinas Pendidikan sebesar Rp.90 juta, bahwa kegiatan itu adalah fiktif, Nasib Pasaribu sebagai pemimpin kegiatan yang di vonnis 1 Tahun.
Kemudian Kasus dugaan Korupsi sebesar Rp.48 Juta yang terjadi di Dinas Pemuda dan Olaraga, Pemegang Kas, Pembantu Pemegang Kas dan saksi-saksi lainnya sudah dimintah keterangan di Kejaksaan Negeri Balige.
Kegiatan Sosialisasi sebesar Rp.48 Juta, Parlinggoman Manurung sebagai Pemimpin Kegiatan sudah beberapa kali dipanggil untuk dimintah keterangan dan hal ini Parlinggoman sudah status tersangka.
“Kasus dugaan korupsi sebesar Rp.48 juta, kemudian kasus Korupsi Kegiatan Keaksaraan Fungsional sebesar Rp.90 juta, sementara dugaan-dugaan korupsi kelas kakap yang terjadi di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir ini sepertinya tidak terjamah oleh Kejari Balige,”ucap mereka para PNS di Kabupaten Toba Samosir.Menurut mereka seperti Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir yakni Bagian Umum dalam hal Pengadaan Mobil TA 2006 sebesar Miliarran rupiah sumber dana dari APBD sepertinya jalan ditempat, “ada apa sebenarnya Hukum,”sebut mereka seraya mengatakan apakah Kejaksaan Negeri Balige hanya untuk mengejar target Program 5-3-1 yakni 5 untuk Propinsi ( Kejati ), 3 untuk Kabupaten Kota (Kejari) dan 1 untuk Kecamatan (Kecabcari).
Mereka mengharapkan agar kasus-kasus korupsi di Toba Samosir jangan tebang pilih,”jika perlu sikat bersih,”tandas mereka.




Kejari Balige sikat habis semua tindakan korupsi, is oke. But, jangan sampai membuat PNS tidak mau bekerja karena takut dipanggil terus oleh kejari. Cek dulu sistem yang ada. apakah sudah mendukung untuk pelaksanaan semua program dengan baik. Barovo buat bapak-bapak di Kejari
Kejari Balige sikat habis semua tindakan korupsi, is oke. But, jangan sampai membuat PNS tidak mau bekerja karena takut dipanggil terus oleh kejari. Cek dulu sistem yang ada. apakah sudah mendukung untuk pelaksanaan semua program dengan baik. Bravo buat bapak-bapak di Kejari
Korupsi merupakan hama terbesar yang dapat menghambat perkembangan sebuah bangsa atau negara. Oleh karena itu sikat dan tuntaskan korupsi yang dengan santainya mondar-mandir di pemerintahan kabupaten Toba samosir. Agar apa yang telah dicita-citakan dan yang telah dimisi/visikan dapat tercapai. Selamat berjuang buat Bapak-bapak di Kejari.Good Bless You.
Tobasa harus bisa bersih dari segala kegiatan yang dapat meruikan masyarakat, khususnya generasi muda. Korupsi memang perlu ditindak, namun masih ada masalah yang perlu kita hadapi yang lebih besar dan mengancam anak bangsa yang saat ini sudah cukup rawan untuk daerah yang kita cintai ini. Apakah itu? Narkoba dan penyakit masyarkat lainnya seperti PSK. Data yang ada cukup mencengangkan bagi kita yang ada di luar Tobasa. apakah memang anak- anak kita sudah sedemikian parahnya. Ayo pak polisi dan seluruh masyarakat serta aparat yang terkait, tegakkan aturan dan tindak habis pelaku-pelaku penyalahgunaan narkoba, khususnya pengedar. Btw, siapa yah yang datang membawa Narkoba itu ke Tobasa. Tolong pak Kejari, itu juga target Bapak lho. Mumpung bapak ada di Tobasa.
Koruptor lebih sulit diberantas dari perampok sebab perampok sangat mudah dibuktikan, sebaliknya koruptor sangat licik dan bisa menempatkan dirinya se olah-olah dewa penolong. Maka bila penegak hukum tak berhasil memberantas koruptor lebih baik wong cilik yang menghakiminya.
Maju terus pak Kejari.