Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga Toba Samosir, dana bantuan Rp.407 juta diduga terjadi penyelewengan.
Juni 26, 2008
>>Jonner Munte, lebih jelasnya informasinya kepada Kadispora
>>Jonner Munte mengakui, SPJ belum dapat dipertanggung jawabkan
>>Wartawan dan LSM di Tobasa harapkan Kejari Balige mengusut dana bantuan itu.
(Foto.Jonner Munte wawancara langsung dengan Bersama Toba dot Com)
Ketika itu Hari Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 62, tanggal 17 Agustus 2007 yang lalu, Kantor Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga kabupaten Toba Samosir belum resmi dibuka menjadi kantor, sehingga system pengelolaan keuangan di kantor tersebut masih system dana bantuan dari Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir yakni Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).
Sekaitan dengan itu, Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir mengadakan perayaan Kemerdekaan RI ke 62, tanggal 17 Agustus 1945 di Lapangan Sisingamangaraja XII Balige, dalam hal ini yang menjadi Ketua Panitia adalah Liberty Pasaribu Sekda Kab.Tobasa, sedangkan yang menjadi Sekretaris adalah Dugat Panjaitan Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga, Jonner Munte sebagai staf sekretariat dan R.br.Hutasoit sebagai Bendahara.
Demikian Bersama Toba dot Com, Kamis (26/6) wawancara langsung dengan staf Sekretariat Jonner Munte diruang kerjanya.
Jonner Munte mengakui bahwa dana sebesar Rp.407 juta yang sumber dananya adalah bantuan dari APBD 2007 untuk Hari Perayaan Kemerdekaan RI ke 62, sampai saat ini dan hingga berita ini diangkat SPJ untuk hal ini belum dapat dipertanggung jawabkan.
Dengan Arogan, sombong dan angkuh bahkan disebut-sebut Jonner Munte diberbagai kalangan masyarakat memperbincangkan bahwa ianya tak “gentar” untuk menghadapi “hukum”
Terlihat kesombongannya sudah terbukti, ketika Bersama Toba dot com beserta wartawan Panji Demokrasi salah satu Koran terbitan Medan Sumatera Utara untuk mengkonfirmasikan dana bantuan APBD Tahun 2007 sebesar Rp.407 juta yang disebut-sebut dana itu tidak “jelas” alias golap, Jonner Munte dengan arogan dan Sombong bahkan angkuh dengan gayanya, “saya adalah pegawai PNS Dinas Sosial Pemuda dan Olah Raga berpangkat Eselon IV,”tandasnya.
Dikatakan jika mau lebih jelasnya informasi tersebut, “coba kalian tanyakan langsung kepada Dugat Panjaitan Kepala Dinas sosial Pemuda dan Olah Raga,”sebutnya untuk mengelak sejumlah pertanyaan.
Dalam menyikapi, perlakuan dari Jonner Munte sejumlah wartawan dan LSM di Kabupaten Toba Samosir mengharapkan agar pihak yang berwenang dalam hal ini pihak Kejari Balige supaya mengusut dana bantuan APBD 2007 tersebut yang sudah beredar di masyarakat bahwa desas-desus pengeloaan keuangan itu diduga tidak jelas kemana rimbahnya, “terbukti sampai hari ini SPJ untuk itu belum dapat dipertanggung jawabkan,”tandasnya sejumlah wartawan dan LSM di Kabupaten Toba Samosir.





[…] 2007 yang dikelolah Dinas Sosial dan Pemuda Olaraga. Seperti pernah di beritakan di wedsite ini hal dugaan penyelewengan Dana HUT Kemerdekaan sebesar Rp.407 juta. Kasus dugaan ini belum pernah diusut pihak Kejari Balige. […]