Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Dinas Pertanian, akui setengah proyek “diborong” DPRD Tobasa.

Juni 2, 2008

>>Proyek Tender T.A 2008 Dinas Pertanian, harus setor “fee” sebesar 20 %
>>LSM Bersama Toba, usut dugaan “suap menyuap” di Dinas Pertanian

Tender Proyek Tahun Anggaran 2008 akan mau dilaksanakan, desas-desus proyek Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Toba Samosir akan diberikan kepada “kroni-kroni” Ir.Horas Silitonga Kadis Pertanian, Perikanan dan Peternakan yang berani “bayar dimuka” sebesar 20 % dari harga proyek setelah potong pajak, makin santer diperbincangkan kalangan masyarakat maupun kalangan rekanan pemborong.

Hebatnya lagi, dugaan tersebut tampaknya bukan sekedar isapan jempol belaka, terbukti dengan pernyataan Jerri Silaen salah seorang staf dibidang bina program yang gbrjeri.JPGdipercayakan Ir.Horas Silitonga untuk membagi-bagi proyek dilingkungan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Toba Samosir.

Jerri Silaen (”seperti dalam gambar asyk mengatur proyek diruang kerjanya) mengakui kepada Bersama Toba dot Com Senin, (2/6)bahwa proyek sudah habis dibagi-baginya tanpa membeberkan kepada siapa oknum DPRD yang dimaksud.
“hampir setengah proyek di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Toba Samosir diambil oknum-oknum DPRD Tobasa sedangkan saya hanya melanjutkan untuk melaksanakan tender proyek saja,”ujarnya seraya mengatakan bahwa itu semuanya tergantung kepada Kadis Pertanian,Peternakan dan Perikanan.

Jerri Silaen mengakui juga bahwa Ir Horas Silitonga sudah mengadakan kordinasi dengan pihak oknum-oknum DPRD Toba Samosir,” saya tidak berani menyebutkan siapa-siapa itu orangnya,”imbuhnya.

Sejumlah kalangan masyarakat di Balige mengatakan dengan adanya pengakuan salah seorang staf Dinas Pertanaian tersebut, pelaksanaan tender yang akan dilaksanakan nantinya diduga formalitas belaka atau pun akal-akalan saja.
Sebab para pemenang tender diperkirakan sudah “diatur” bahkan sudah tau yang mana “jatah” proyek tender dilaksanakan sesuai dengan “fee” 20% yang telah disetorkan.

Pengamatan Bersama Toba dot Com di Kantor Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Toba Samosir dalam beberapa hari terakhir ini, sejumlah rekanan sudah mulai “ramai-ramai” mengunjungi Kadis beserta stafnya Jerri Silaen yang dipercaya Ir Horas Silitonga dalam membagi-bagi proyek, para rekanan tersebut dikabarkan untuk mempertanyakan kapan pelaksanaan tender proyek atau persiapan apa saja yang perlu dilakukan.

Dalam mengomentari hal tersebut LSM Bersama Toba mengatakan agar Ir Horas Silitonga segera diperiksa lantaran diduga terjadinya persekongkolan antara pihak rekanan dengan Dinas terkait atau diduga ada kegiatan “suap menyuap” hal ini perlu ditanggapi pihak yang berwenang.

Seperti kita ketahui, kedatangan Kejatisu Gortap Marbun baru-baru ini ke Kabupaten Toba Samosir dalam rangka sosialisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada pengadaan Barang dan Jasa dilingkungan Pemerintah.
Gortap Marbun Kejatisu dalam sosialisasinya, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 antara lain, Delik Pemberian sesuatu/janji kepada Pegawai Negeri/PN (penyuapan), (pasal 5 ayat (1), pasal 13, pasal 5 ayat (2), pasal 12 huruf a,b pasal 11, pasal 6(1) huruf a,b pasal 6 ayat (2), pasal 12 huruf c,d

Diharapkan kepada pihak berwenang agar segera diproses Ir Horas silitonga Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan atas dugaan penerimaan “fee” sebesar 20% atau pun Horas Silitonga dengan persekongkolan antara pihak oknum-oknum tertentu DPRD Tobasa.

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Batalkan, Tender Asuransi Rp.750 juta di DPRD Tobasa, diduga belum ada Perda.
>>Pengadaan Asuransi Kesehatan Tobamas TA.2008 ditunda, belum ada Perda >>Pengadaan Asuransi DPRD Tobasa T.A 2006, penunjukan langsung Balige, Kantor DPRD Tobasa, Media online Bersama Toba dot Com

Bupati Toba Samosir “marah besar”, proyek belum berjalan.
>>Situs Website miliknya Pemerintahan Tobasa, seperti “tidak berfungsi” >>Dinas PU dan Tarukim, hari ini umumkan Tender Pengadaan Barang/jasa >>Dikabarkan, setiap proyek harus “setor” fee sebesar

Galian C Pembangunan PLTA Asahan I, dipertanyakan.
Oleh Ivan Napitupulu Blogger Batak parBalige, Toba Samosir Media Online Bersama Toba dot Com - Bupati Toba Samosir “me-warning” perusahaan yang dipercaya menangani pembangunan

Lagi.. Pejabat Pemerintah Toba Samosir, dijebloskan ke Rutan.
Balige, Media online Bersama Toba dot Com – Oknum Drs DP, Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olaraga atau Kadispora Tobasa dan seorang statnya

Lagi.. kasus dugaan korupsi di Kab.Tobasa, oknum HM di jebloskan di Rutan Balige.
>>Dugaan Korupsi Pengadaan Buku per Undang-Undangan sebesar Rp.90.juta >>Kejari Balige, gencar periksa dugaan kasus korupsi Dinas Pendidikan dan Kesehatan. Akhirnya oknum HM Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD

Komentar

4 Responses to “Dinas Pertanian, akui setengah proyek “diborong” DPRD Tobasa.”

  1. Parlindungan Perdy on Juni 4th, 2008 19:04

    Dinas pertanian mengakui kalau setengah proyek di dinas terkait diborong oleh DPRD tobasa.. . MASAK BEGITU SIH???
    EMANG KERJAAN MEREKA di Pemda atau Bertani???
    EH… Jangan menggunakan kekuasaanmu untuk mengambil apa yang menjadi hak atau kesempatan bagi sebagian besar petani.
    KADIS dinas pertanian, kalau seperti ini maka kamu tidak layak menjadi seorang kepala dinas di tobasa… PERCUMA kalau gak bisa membantu petani untuk lebih maju… MAKAN AJA ITU DUIT yang 20% telan sekalian???
    JADILAH PANUTAN dan jangan jadi PECUNDANG????? Karna saya ini anak petani juga.. ???

  2. gawel on Agustus 29th, 2008 16:53

    UDAH TAU PROYEK JADI JATAH OKNUM ANGGOTA DPRD, KENAPA MASIH DIDIAMKAN? HASSUR KITA BAH

  3. antoe on September 10th, 2008 12:05

    masih bukaka lowongan di dinas pertanian sekarang ini????

  4. J. walanda Sitompul, S.P. on Oktober 9th, 2008 18:09

    Yth bapak bupati tapanuli utara, yang saya tau daerah tarutung sangat potensial untuk tanaman padi sawah, kenapa gak dicoba nanem padi sawah jenis hibrida yang bisa berproduksi 9-12 ton per hektarnya?seperti yang sedang kami laksanakan di daerah lampung.ayo kita explore apa yang bisa dihasilkan oleh daerah kita. sudah saatnya pertanian di daerah kita ini dikembangkan, kalau pertanian maju bisa menambah devisa bagi masyarakat sehingga masyarakat tdk terpuruk dlm kemiskinan. kalau ada lowongan pertanian ya pak:-)

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak