Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Bupati Toba Samosir, ”diperiksa”

Januari 29, 2009

sitorus
Media Online Bersama Toba dot Com – Dalam sebulan terakhir, Bupati Tobasa, Drs Monang Sitorus selalu hilir mudik Medan-Jakarta-Medan.

Kemarin, Rabu (28/1) Monang Sitorus terlihat lagi di Bandara Polonia, namun saat itu orang nomor satu di Tobasa tersebut akan kembali ke Balige. Monang Sitosus bersama ajudannya terbang dengan pesawat Susi Air menuju Bandara Silangit.

Terlihat kecemasan diwajahnya, bahkan ajudannya selalu melarang setiap orang yang akan menyalaminya dengan alasan dirinya tidak mau diganggu karena banyak masalah.

Bupati Tobasa, Drs Monang Sitorus, MBA ditengarai “diperiksa” selama satu setengah jam di Mapoldasu, Rabu (28/1) guna mendapatkan keterangan seputar kasus dugaan korupsi sebesar Rp 3 milyar disebut melibatkan dirinya.

Namun, Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol, Drs, Baharuddin Djafar, MSi ketika ditanya wartawan melihat kehadiran Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus, menyangkal telah diperiksa.

“Beliau (Monang Sitorus) datang ke Poldasu bukan diperiksa,” tandas Kabid Humas Poldasu menjawab wartawan.

Kasat III Tipikor Direktorat Reskrim Poldasu, AKBP Wawan Munawar menjelaskan, kedatangan Bupati Tobasa ke Mapoldasu kemauan sendiri tanpa dipanggil, menjelaskan kasus dugaan korupsi sebesar Rp 3 milyar.

“Kita belum ada melakukan pemanggilan terhadap Bupati Tobasa karena belum ada surat izin dari Presiden,” jelas Wawan.

Kata Wawan, keterangan diberikan Bupati Tobasa tidak di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), hanya mendengarkan apa yang disampaikan bupati dan tidak ada satupun menyampaikan pertanyaan karena kedatangannya bukan untuk diperiksa.

Dia menyebutkan, penyidik Satuan III Tipikor Direktorat Reskrim Poldasu tetap melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus, MBA sebesar Rp 3 milyar.

Sementara beberapa hari lalu, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus, MBA disebut-sebut memenuhi panggilan Mabes Polri di Jakarta terkait dugaan korupsi Rp 3 milyar melibatkan dirinya.

Monang Sitorus mengenakan baju jas warna abu-abu gelap dan keberangkatannya dengan pesawat Garuda Indonesia itu ditemani ajudannya. Ketika wartawan berusaha memastikan apakah dirinya akan berangkat menuju Mabes Polri. Monang sedikit gugup mengatakan, “ Biasalah orang kalau lagi ada masalah,” paparnya sambil berlalu.

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Poldasu akan buat surat panggilan kedua untuk Bupati Tobasa.
Media Online Bersama Toba dot Com - Kepada wartawan senin (25/05/2009) Kapoldasu Irjen Pol Drs Badrodin Haiti melalui Kabid Humas Kombes Pol Drs Baharudin Djafar,

Terkait dugaan Korupsi Monang Sitorus, tunggu izin Presiden.
Media Online Bersama Toba dot Com -Tu hamu amang, Presiden Susilo Bambang Yudoyono atau SBY dengarkan jeritan kami masyarakat Toba Samosir agar Monang Sitorus

Bupati Toba Samosir-Sumatera Utara, “enggan nich untuk di foto”
Bupati Toba Samosir, sintua Monang Sitorus, selesai acara Bantuan Otorita Asahan kepada sejumlah Kabupaten wilayah Sumatera Utara, ketika Monang Sitorus di Foto Bersama Toba,

Penyaluran Dana Pilgubsu April 2008, sejumlah oknum camat diperiksa Kejari Balige.
>>Kejari Balige belum mengetahui anggaran kemana dialokasikan >>Para oknum Camat, mengaku tidak ada menerima dana penyaluran Pilgubsu Berdasarkan keterangan para Camat Kabupaten Toba Samosir,

Kasus Bupati Tobasa Senilai Rp.3 Milyar, Berita Acara Pemberkasan telah dilimpahkan ke Kejatisu.
Media Online Bersama Toba dot Com - Dung diperiksa dua saksi terkait kasus korupsi Bupati Tobasa Monang Sitorus atas dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah

Komentar

6 Responses to “Bupati Toba Samosir, ”diperiksa””

  1. Bonatua on Januari 30th, 2009 10:48

    Poldasu Jangan Bermain Sandiwara Soal Korupsi Bupati Tobasa

    Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharuddin Djafar menegaskan, pihaknya masih menunggu izin dari Presiden guna memeriksa Bupati Toba Samosir (Tobasa) Monang Sitorus terkait kasus dugaan korupsi penggunaan kas daerah sebesar Rp3 miliar.
    “Seharusnya Kepolisian belum memeriksa dia (Bupati Tobasa), kepolisian dalam memeriksa Bupati/Walikota harus ada izin dari Presiden,” tegas Kabid Humas, Kamis (29/1) sore terkait kedatangan Bupati Tobasa ke Mapolda Sumut, Rabu (28/1) kemarin.
    Dijelaskannya, Monang Sitorus datang ke Mapolda Sumut sebagai warga negara yang baik guna memberikan keterangan dan penjelasan sementara. “Untuk keterangan sebagai Pro-Justice, nanti kita tunggu dari penyidiknya, karena Pro-Justice itu kalau nanti ada izin dari Presiden,” tegasnya.
    Terkait izin Presiden, lanjutnya, pihaknya telah mengajukan izin ke Presiden 18 Januari 2009 lalu dan bila setelah 60 hari akan ada upaya pemeriksaan.
    Mantan Wadir Intelkam Polda Sumut itu mengakui, Bupati Tobasa akan dipanggil kembali guna diperiksa di Mapolda Sumut terkait dugaan kasus korupsi tersebut.
    Kasus dugaan korupsi itu kembali mencuat, setelah Mabes Polri mendukung rencana Polda Sumut memeriksa Bupati Tobasa dalam dugaan kasus korupsi.
    Gelar perkara kasus korupsi tersebut telah digelar di Mabes Polri 14 Januari 2009 dihadiri Kabareskrim Polri, pejabat dari Sekretariat Kabinet, Kementerian Polhukkam, Kejaksaan Agung dan sejumlah pejabat dari Depdagri. (M18/u)

  2. Mr.Chu-x on Februari 2nd, 2009 18:10

    Kalau memang merasa bersalah, apa salahnya mengaku dan meperbaikinya. sebab kita ini sudah bosan untuk dibodoh bodohi. Bupati Tobasa jangan cuma janjinya saja, sewaktu kampanye duku, ” Beliau berjanji bila mana Ia kedapatan KORUPSI bersedia untuk mengundurkan diri secara baik-baik. dan Program Beliaupun sudah banyak yang kurang berhasil contohnya saja diPilar Utamanya yaitu PERTANIAN. Titip salam buat Pejabat yang akan datang bila mana terpilih agar tidak korupsi aja ingat Keluarga dan anak. Syalom……

  3. Hotlend on Februari 4th, 2009 10:09

    Saya berharap Kepolisian, KPK dan para oposisi segera menemukan bukti2 senadainya ada korupsi di pemerintahan TOBASA yg sekarang dipimpin oleh Monang Sitorus, Akhir2 ini saya juga mendengar di daerah saya Porsea dan sekitarnya ada indikasi Kolusi, Korupsi dan Nepotisme dalam Seleksi Penerimaan Calon Pegawai NEgeri Sipil di Tobasa, jika benar demikian adanya aka berbahaya bagi SDM dan kelangsungan visi TOBAMAS atau TOBASA SEJAHTERA, yang penting dalam Penerimaan CPNS adalah harus benar2 menghasilkan SDM yang berkualitas. (Infonya ada 2-3 orang dalam sekeluarga) sungguh mengejutkan menurut saya.
    Semoga korupsi dan Nepotisme ini dapat dikurangi di TOBASA…
    Terima kasih

  4. Lido Napitupulu on March 24th, 2009 on Maret 24th, 2009 13:52

    Saya berharap agar Kepolisian, KPK, dan aparat penegak hukum (pihak – pihak yang terkait) supaya segera mengusut kasus ini dan segera menemukan bukti – buktinya. Seandainya benar ada dugaan korupsi sebesar Rp 3 Miliar dipemerintahan TOBASA, saya sangat berharap supaya para pelakunya segera diseret kemeja pengadilan dan dijebloskan ketempat dimana mereka sepantasnya berada karena para PEMERKOSA UANG RAKYAT seperti ini tidak pantas berada dilingkungan sosial masyarakat dan tidak layak menjadi seorang pemimpin di tengah – tengah masyarakat khususnya masyarakat TOBASA. Dulu, Bupati Tobasa semasa kampanyenya mengatakan sangat anti KKN khususnya KORUPSI dan apabila terlibat KORUPSI akan mengundurkan diri, dan akan memprioritaskan PERTANIAN, tapi sampai sekarang janji tsb dimana????
    Pesan saya:
    Kepada aparat penegak Hukum: “Berantas KORUPSI dikalangan pemerintahan kabupaten TOBASA secara khusus dan di negara RI secara umum, tunjukkanlah bahwa keadilan itu benar – benar ada dan nyata.
    Kepada para pejabat terpilih yang akan datang, nantinya “Bekerjalah dengan baik, bebas dan bersih dari unsur KKN, tunjukkanlah kepada masyarakat bahwa anda itu benar – benar pilihan kami supaya nantinya masyarakat tidak beranggapan bahwa memilih anda itu seperti “Membeli Kucing dalam Karung” dan ingatlah sanak keluarga”.

    Terima Kasih
    Majulah TOBASA…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. tarduga.tampubolon on Maret 25th, 2009 12:37

    kabupaten TOBASA adalah kabupaten yg jujur dan target pemerinta membuat kab tobasa jadi tobamas 2010. kalau pera kuruptor dibiarkan memimpin kota kita ini,sangat mustahil sekali toba menjadi TOBAMAS, seperti pemimpin TOBASA sekarang untuk mendapatkan kursi bupati mengumbar janji dan tidak punya komitmen.kalau memang benar waktu kampanye kalau terbukti dia akan mengundurkan diri.
    kalau saya jadi pemimpin saya displin kan dulu diri saya sendri baru aku mau mendisplin kan bawahan. kepolisian tobasa mohon masalah yg besar juga harus di urusin,jagan hanya masalah kacil aja pak.karna masalah kecil hanya merugikan si korban yg tertangkap aja. kalau masalah besar kan merugikan rayat banyak. mauliate,

  6. r.butarbutar on April 7th, 2009 19:06

    capeee dehhhh……klo boleh tanya, koq stlh monang sitorus bupati, nama dl sitorus diagung2kan, emang toba milik DL? , klaupun DL yg berjasa untuk monang , bukan berarti toba milik bupati, ini milik bangsa, jadi sebaiknya lebih jernihlah berpikir, ntar klo marga lain yg bupati , teman semarganya jadi penasehat pula, lucu yach, dan ini hanya terjadi di tobasa, klo mau nyumbang , nyumbang aja dengan iklas, jgn pake istilah ” tidak ada makan siang gratis ” selamat semoga tobasa makin jaya, horassssssssss

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak