Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Sistim pelunasan Raskin di Kabupaten Toba Samosir, tidak tepat waktu.

Juni 20, 2008

>>Raskin di Toba Samosir akan di realokasi ke Kabupaten/kota lain

>>Bupati Tobasa, Raskin akan di distribusikan dengan Cash and Carry

Selama ini di kabupaten Toba Samosir, sistem pelunasan raskin (beras untuk orang miskin) dari desa/kecamatan ke Bulog tidak tepat waktu dan masih ada tunggakan sehingga berpeluang raskin yang seharusnya ke Kabupaten Toba Samosir akan di realokasi ke Kabupaten/kota lain.

Kemudian apabila ada di kabupaten Toba Samosir terdapat kecamatan / desa yang menunggak pembayaran raskin ke Bulog maka raskin jatah untuk kecamatan itu akan direalokasi ke kecamatan /desa lainnya.

Demikian Ketua Tim Raskin Kabupaten Toba Samosir, Drs Krisostomus Siahaan (Asisten Ekonomi dan Pembangunan) yang didampingi Wakil ketua Tim, James Silaban SH (Kabag Perekonomian) menjelaskan kepada wartawan kemarin di Balige.

Krisostomus Siahaan meminta desa/kecamatan Kabupaten Toba Samosir, agar tunggakan raskin segera dilunasi, “ meyangkut kecamatan yang baru dimekarkan diharapkan untuk berkordinasi dengan kecamatan induk dalam pendistribusian raskin pada warganya,”harapnya.

Waktu dan tempat yang berbeda, Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA menegaskan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Toba Samosir supaya pendistribusian raskin dilakukan dengan system “cash and carry” (beras diantar apabila uangnya sudah tersedia di kecamatan/ desa yang bersangkutan).
Untuk itu penyaluran raskin mutlak dilakukan pembayaran system cash and carry, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan tunggakan raskin desa / kecamatan.

Sekedar untuk diketahui, bahwa untuk bulan Januari 2008 bahwa quantum atau jatah raskin sebanyak 10 Kg/ RTM (“Rumah Tangga Miskin”), kemudian untuk bulan Februari sampai bulan Oktober 2008 bahwa quantum naik menjadi 15 Kg/RTM.

Pada saat ini raskin di Kabupaten Toba Samosir masih terserap bulan Januari sampai bulan Maret dengan keluarga penerima sebanyak 18.521 Rumah Tangga Miskin.

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Kenaikan BBM, menjadi sebuah beban dikalangan masyarakat.
>>Oleh: Elisabet.Simanjuntak.

4 Wilayah Tapanuli, Balige pusat Kantor Pelayanan Pajak.
Balige -Media Online Bersama Toba dot Com - Kantor Pelayanan Pajak atau KPP Pratama Balige di Jalan Somba Debata Kompleks Ruko Ganda Uli

Penyaluran Dana Pilgubsu April 2008, sejumlah oknum camat diperiksa Kejari Balige.
>>Kejari Balige belum mengetahui anggaran kemana dialokasikan >>Para oknum Camat, mengaku tidak ada menerima dana penyaluran Pilgubsu Berdasarkan keterangan para Camat Kabupaten Toba Samosir,

Balige, Kafe terapung di Pantai Lumban Silintong
Kafe terapung di pantai ujung Lumban Silintong Balige Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara yang ramai dikunjungi dari luar kota, Kafe terapung miliknya br Napitupulu menyediakan

Kejatisu, Pejabat tidak perlu takut dalam melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa, sepanjang tetap Konsisten.
>>Hampir 90% terdapat penyelewengan Uang Negara dalam pengadaan Barang/Jasa Penerangan Hukum kepada masyarakat dan pembinaan masyarakat terkait Pengadaan Barang/Jasa dilingkungan Pemerintahan salah satu tujuan diadakannya Sosialisasi

Komentar

2 Responses to “Sistim pelunasan Raskin di Kabupaten Toba Samosir, tidak tepat waktu.”

  1. Ferdinand de lessep on Oktober 21st, 2008 08:41

    Bukannya berapi-api lae togar, seperti kata hukum fisika, ada aksi dan reaksi, menurut saya, pendapat anda itu tidak masuk akal, ANDA SALAH SATU ORANG YANG SELALU MEMAKAI OTAK KIRI NYA, KARENA MENURUT SAYA JARANG ORANG BATAK YANG SEPERTI ANDA.
    Saya hanya mematahkan hipotesis anda yang mengatakan BERFIKIR yang Rasional, SEMENTARA ahli fisika ALBERT EINSTEIN mengajarkan kita untuk bermimpi. Berarti anda itu masih lebih hebat dari Einstein, Dia menciptakan semua rumusnya hanya dengan berhayal dahulu, baru diwujudkan dengan kerja keras.
    1.Kenapa jepang bisa mengubah negaranya menjadi seperti sekarang
    2.Singapore menjadi negara canggih
    3.Apakah samosir kita tidak bisa sulap menjadi Singapore yang baru?

    Ada banyak hal yang harus dikerjakan nanti untuk meningkatkan Provinsi Tapanuli
    1. Saya kagum dengna Kabupaten Dairi dengan Taman Imannya dari sana mereka bisa mendapatkan pemasukan yang banyak, Tapanuli harus mampu membuat suatu ikon bagi bangso batak
    2. Pertanian, di dairi dahulu ada lahan yang kurang berkembang seperti parbuluan, tanahnya tandus dan sudah turun temurun tidak dipergunakan, tetapi melalui sentuhan investor sekarang parbuluan menjadi daerah subur, dari sana dihasilkan kentang dan kol yang di eksport ke singapore n malaysia
    3. Sewaktu saya menemani ortu ke cek kesehatan Penang, hampir 80 % orang yang berobat kesana adalah orang batak, bagaimana ini bukan suatu peluang bagi protap, saya punya ide, bagaimana kalau nanti RS di Protap dibuat yang bertaraf internasional, dan sementara dibuat kerjasama dengan dokter2 dari Singapore dan malaysia, sehingga kita tidak harus pergi keluar.
    4. Beasiswa bagi Putra-putri untuk belajar ke LN untuk kembali ke sana, contoh ksehatan, Pertanian, Parawisata. Tidak diragukan lagi kepintaran orang-orang batak.
    5. Saya yakin 100 % akan banyak investor yang mau membiayai pembangunan di Tapanuli, Saya teringat SIhar Sitorus, yang mampu menggelontorkan 20 M untuk PSMS Medan, Kenapa bukan untuk bonapasogit, Saya yakin banyak investor LN yang akan berlomba-lomba berinves di Protap
    6.Sebenarnya banyak hayalan saya tapi nanti kalau protap terbentuk akan saya kirimkan kepada Gubernur Protap
    tidak selayaknyalah IKPPI menyatakan aspirasi 2 daerah Dairi dan Pakpak Barat, mereka (Pakpak barat) Sudah memisahkan diri dari dairi, mau apa lagi?? sudah jelas permasalahan, mereka pisah dengan dairi, sekarang mau klaim dairi tanah pak-pak lagi, itu adalah wujud keserakahan, saya putra dairi, dan lahir didairi, hampir 95 % orang menggunakan bahasa batak di sidikalang dan dairi, pak-pak jangan menutup-nutupi itu, mereka hanya tinggal di sebagian kecil dairi, kecuali dahulu pak-pak barat belum terpisah, kalau perlu dilakukan referendum di dairi, biar kelihatan seberapa banyak masyarakat batak disana, sebenarnya saya tidak mempermasalahkan suku pak-pak, tetapi mereka yang selalu menonjolkan perbedaan, sungguh ironi…

  2. Guntur on Mei 21st, 2009 08:34

    Mengatasi tunggakan Raskin ataupun supaya tidak menunggak, saya pikir tdk begitu sulit. Daftar penerima Raskin itu kan sdh jelas jumlahnya per desa. Nah… Camat tinggal bilang kpd para Kades, agar saat mengambil Raskin di Kecamatan uang harus cash sesuai daftar yg ada. Maka ketika Kansilok datang ke Camat utk menagih uang Raskin, maka biaya itu tentunya dapat L u n a s. Kecuali……… oknum Kades ataupun oknum Camat dgn sengaja memperlambat realisasi pembayarannya ke Kansilok setempat, krn uang Raskin tadi – utk sementara waktu – masih ber ” putar-putar” mengitari “kepentingan” si oknum tadi. Yang pasti perlu sikap tegas dari para Pejabat yg terkait dlm hal ini. Buat Pak Bupati Yth, kalau boleh saya kasi saran, agar setiap hari Jumat dibuat jadwal KEBAKTIAN sebagai Siraman Rohani bagi Aparatur Pemerintah dilingkungan Pemkab / Setdakab Tobasa. Mungkin dgn kegiatan itu – disamping kebaktian Minggu di Gereja – secara perlahan namun pasti, rasa takut pada Tuhan akan muncul dan tumbuh dlm diri mereka. Semoga ………….. Horas.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak