Par rengge-rengge, di Pelabuhan Balige
Mei 2, 2008
Par rengge-rengge ( pedagang kecil.red) Jumat (2/5) disekitar Pelabuhan Balige, ini terjadi sekali seminggu di Balige ibu kotanya Kabupaten Toba Samosir.
Par-rengge-rengge ( pedagang kecil.red ) berbagai asal daerah seperti Kabupaten Humbahas, Tapanuli Utara dan Samosir bahkan dari desa-desa di Kabupaten Toba Samosir berdagang disekitar Pelabuhan Balige yang sampai berita ini diangkat eceng gondok di dermaga itu belum dibersikan.
Ada yang berdagang Kunyit, sayur-sayuran, bawang dan lain sebagainya, namun uniknya tak satu pun yang berdagang Jagung.
Pada hal seperti kita ketahui Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir yang selalu mendengung-dengungkan “Jagung”
“ Milyaran rupiah jagung di Kabupaten Toba Samosir yang dikelola oleh Dinas Pertanian, satu tongkol jagung pun tidak ada di jual di sekitar pelabuhan ini apa-apan ini pada hal saya datang dari luar daerah ke Balige hanya untuk membeli jagung,”sebutnya seorang opung-opung dari desa Siboruon kecamatan Balige.
Dikatakan jagung itu hendak ditanam, “ aku tidak pernah mendapatkan jagung yang selalu didengung-dengungkan pamerenta on..”imbuhnya.
Ai holan hata do sude, holan pamora-moraon akka namalo-malo i, doi sude, toe ma ta pabereng-bereng ma….!
(hanya omong saja semua ini, hanya untuk membuat kaya semua orang-orang itu, sudah lah… kita lihatla bagaimana nanti ujungnya.red).
Pengamatan Bersama Toba disekitar Pelabuhan Balige pada keadan Pagi hari Jumat (2/5), tak satu pun pedagan Jagung di lokasi tersebut.




Salut buat Orang tua kita, perlu diteruskan spirit ini, kepada generasi muda, Artinya kerja keras dan pantang menyerah demi pendidikan anaknya,