Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Kenaikan BBM, menjadi sebuah beban dikalangan masyarakat.

Mei 21, 2008

>>Oleh: Elisabet.Simanjuntak.<<

Dikabarkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan naik sebasar 28,7%, hal ini sangat meresahkan kalangan masyarakat menengah ke bawah. Sejumlah masyarakat di Kabupaten Toba Samosir, “bingung” dengan kebijakan pemerintah dimana dengan kenaikan BBM ini, pastilah akan memicuh kenaikan harga barang yang lain.

Misalnya Sembako, kita dapat mendengarkan keluhan masyarakat di Negeri yang tercinta ini, walapun kebijakan yang dibuat pemerintah dengan pemberian “Bantuan Langsung Tunai” (BLT) dan Raskin tidak akan membuat masyarakat “puas”, pada hal masyarakat menginginkan bagaimana pemerintah untuk menciptakan suatu lapangan kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Akibat dampak kenaikan BBM, kita dapat melihat beberapa kerusuhan dan bentrok masyarakat dan Mahasiswa terhadap pemerintah dalam bentuk protes-protes sosial dan aksi politik.

Seperti aksi mahasiswa di Magelang, Makassar, Bali, dan di daerah lainnya bahkan ribuan Mahasiswa di Jakarta mengadakan demo aksi protes sosial di Istana Presiden untuk menolak kenaikan BBM.

Pengamatan Bersama Toba dot Com, di Kabupaten Toba Samosir, dengan kenaikan harga BBM menjadi beban yang sangat meresahkan ditengah-tengah kesulitan perekonomian sekarang ini.

“Bantuan Langsung Tunai” (BLT) dan Raskin sepertinya membuat masyarakat di bumi Toba Samosir tidak bergeming lantaran hal tersebut adalah sifatnya temporer. Ada-ada saja, itu pun…!, terkadang salah “sasaran”.

Seperti pendataan tahun sebelumnya banyak dijumpai rakyat miskin malah tidak tersentuh program pemerintah dengan pendistribusian yang benar , melainkan oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan program pemerintah tersebut.

Hal demikian yang membuat masyarakat “menolak” bahkan tidak percaya dengan kebijakan-kebijakan pemerintah itu, bukannya menjalankan program dengan benar melainkan menambah penderitaan rakyat, pada hal masyarakat mengharapkan reformasi disegala bidang dan dapat berjalan sesuai dengan cita-cita reformasi, sehingga tidak ada lagi dijumpai kerusuhan dan pembrontakan akibat reformasi yang “macet”.

Merdeka…….!

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Chat atau abrolan di internet, merupakan sebuah fenomena mengesankan.
oleh Ivan Napitupulu, Blogger Batak - Tobasa - Sumut Tobasa, Media Online Bersama Toba dot Com – Teknologi makin meluas. Semula pengguna komputer multimedia ini

Jakarta “pembunuh” tradisi-tradisi lokal.
Balige, Tobasa Media Online Bersama dot Com – Jakarta bermula dari sebuah Bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Laporan para penulis

Seputar SMS setan, sahuta HP dilemarikan.
>>Barita langsung sian Huta Natumikka Kecamatan Borbor-Kabupaten Toba Samosir.

Kelahiran Pancasila, Idiologi Pemersatu Bangsa.
>>Pancasila telah berusia 63 tahun >>Masa depan Pancasila ditentukan kemampuan Bangsa IndonesiaDengan gamblang menarik butir-butir Pancasila, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang

PT. Inalum, distribusikan 2 MW untuk Balige dan Porsea
Bendungan Siguragura dengan kedalaman 45 meter dan Kolam Penenang.(foto.bersamatoba)PLTA Siguragura dan Tangga dibangun untuk memanfaatkan potensi Sungai asahan sebagai penghasilan energi listrik untuk kebutuhan pabrik

Komentar

2 Responses to “Kenaikan BBM, menjadi sebuah beban dikalangan masyarakat.”

  1. Ajari Kami Memahami Kenaikan BBM of My Personal Lullaby on Mei 23rd, 2008 10:57

    [...] Kembali pada kebijakan kenaikan BBM dengan menggulirkan dana BLT, sepertinya tindakan yang salah kaprah dan tidak jelas maksud dan tujuannya. Berdasarkan pengalaman di tahun lalu, bergulirnya dana BLT malah membuat konflik horizontal di grass root. Lagi pula, dengan dana Rp.100.000 per rumah tangga miskin apakah sanggup menutupi kebutuhan mereka sementara kenaikan harga dimana-mana melebihi dana tersebut? Tetap saja yang miskin, jadi tambah miskin! [...]

  2. yulan GARAZ on Oktober 26th, 2008 19:01

    kita tidak butuh pemerintah yg hanya menangis ketika menonton film AAC, tapi tidak menangis ketika melihat rakyatnya yang terlunta-lunta kelaparan.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak