Jeritan..! si inang, Penjual “lappet” keliling.
Mei 31, 2008
>>Hugogo pe mansari Manogot, nang pe Botari
Pasca naiknya Bahan Bakar Minyak (“BBM”) sudah terasa, harga-harga sembako naik, ongkos angkutan pun juga naik pokoknya semuanya serba naik, sehingga kalangan masyarakat menengah ke bawah terlilit dengan kehidupan yang semakin sulit, mengapa tidak.! Sedangkan memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah susah apalagi untuk menyekolahkan anak, tetapi apalah daya Pemerintah Pusat telah menetapkan kenaikan harga BBM.
Demikian hal senada, seorang ibu penjual “lappet” salah satu makanan khas orang Batak, inang boru Sinaga penjual “lappet” itu setiap pagi menjajahkan jualannya berkeliling dari rumah ke rumah di desa Hinalang sekitarnya tanpa mengenal lelah dan menyerah demi menghadapi kehidupan sehari-hari.
Inang boru Sinaga itu menuturkan Sabtu (31/5) kepada Bersamatoba dot Com, betapa hidup ini semakin terasa susah dan getir, Pasca naiknya BBM, sementara bahan untuk keperluan pembuatan makanan “lappet” semuanya naik belum lagi minyak tanah yang harganya membumbung tinggi untuk memasak “lappet” itu, pada hal harga “lappet” masih tetap, “jika dinaikkan takutnya tidak laku,”sebutnya seraya mengatakan masih menanggung enam orang anak-anaknya yang masih duduk dibangku sekolah.
Inang boru Sinaga itu mengeluhkan kebijakan pemerintah hal bantuan yang selalu disiarkan di Televisi untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, lantaran belum tersentuh baginya “Bantuan Langsung Tunai” (“BLT”) itu.
Walapun demikian penjual panganan ”lappet” keliling itu pantang menyerah, ”saya bangun Pukul.04.00 wib pagi untuk menyediakan dan mempersiapkan jualannya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari,”ungkapnya.
Dikatakan, pada waktu sore harinya “saya kembali lagi berkeliling untuk menjual mie goreng,” imbuhnya inang boru Sinaga itu dengan sedikit lelah menyapu keringat yang jatuh dari keningnya, hebat……!, inang boru Sinaga itu bekerja tidak kenal waktu, “biarlah demikian berjalan waktu demi waktu, asal ma anak kon hi boi marsikkolah, hu gogo pe mansari manogot nang pe botari,”tuturnya.





dukung terus danau toba………………
kalau kwalitas lappetnya bisa dikembangkan, saya kira masih akan bertahan
agak prihatin seperti “ombus2″
sudah punya nama bagus, tapi belakangan jadi bertolak belakang.
nama dan kenyataannya sudah jauh beda …. ngali2
g tau dengan dolung2 …, apakah masih gitu2 aja ??
alai boha ma bahenon ate, rap mengkel ma hita
http://rapmengkel.wordpress.com
par surabaya