<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bersama Toba dot Com &#187; Serba serbi</title>
	<atom:link href="http://bersamatoba.com/tobasa/category/serba-serbi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bersamatoba.com</link>
	<description>Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Nov 2011 22:11:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>My Batak Identity</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 07:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[batak]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Jadi kenapa memakai judul dengan bahasa Inggris? Jawabnya simple aja, biar dibaca Karena biasanya kita selalu lebih menyukai yang bukan diri kita. Kenapa gitu ya? Nah… ini adalah salah satu kebiasaan manusia yang sangat manusiawi , selalu menganggap sesuatu yang lain dari dirinya adalah lebih baik. Dan orang Batak juga sama saja mengalami hal ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/10/batak-identity.jpg" alt="Batak identity" title="Batak identity" width="300" height="234" class="alignleft size-full wp-image-1127" />Jadi kenapa memakai judul dengan bahasa Inggris? Jawabnya simple aja, biar dibaca <img src='http://bersamatoba.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Karena biasanya kita selalu lebih menyukai yang bukan diri kita. Kenapa gitu ya?  Nah… ini adalah salah satu kebiasaan manusia yang sangat manusiawi , selalu menganggap sesuatu yang lain dari dirinya adalah lebih baik. Dan orang Batak juga sama saja mengalami hal ini.<br />
Mungkin kalau saya kasih judul  &#8220;Halak Batak do au&#8221; tidak terlalu menarik untuk dibaca karena bukan suatu hal yang baru atau asing. Tapi ketika pakai judul di atas, langsung tertarik karena itu adalah sesuatu yang asing. Jadi itulah alasan kenapa saya memilih judul dengan bahasa Inggris. Karena saya ingin mendapatkan lebih banyak pembaca yang tertarik untuk membaca tentang saya sebagai Halak Batak atau Boru Batak. <span id="more-1126"></span></p>
<p><strong>Mungkin karena saya terlahir di kampung, atau mungkin saya terlahir jauh lebih dulu dari orang-orang muda yang baru berusia belasan atau 20-an  sehingga sering sekali  ide saya dan mereka tentang Batak sangat jauh berbeda.</strong> Buat saya, Batak adalah sebuah kebanggaan. Tentang budaya, tatanan hidup, tata kehidupan dan kearifan budaya yang hebat. Buat saya Batak adalah menjadi boru Sipayung yang bisa dan mampu berdiri dengan teguh dalam adat istiadat saya sebagai boru Batak tanpa harus menjadi manusia yang apatis pada perkembangan jaman tapi justru sebaliknya berjalan seiring jaman dengan membawa kebanggan aturan aturan dan norma norma keBatakan saya.<br />
Bagi saya menjadi seorang boru Sipayung sama dengan mengerti tarombo saya, mengerti dengan jelas bahwa ketika bertemu orang-orang dari marga Manurung maka saya harus hormat. Menjadi seorang boru Sipayung berarti sama dengan menjadi bagian dari sebuah sistem kekerabatan yang luas dan tidak mengenal batasan umur, tempat tinggal dan alasan alasan lain selain dari alasan kekentalan darah sebagai bagian dari Pomparan ni Silahi Sabungan. Menjadi boru Sipayung sama dengan memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang saya lakukan karena saya membawa nama keluarga yang sangat besar dan saya adalah representasi atau perwakilan dari selain keluarga saya dalam artian Bapak, Mamak dan saudara saudara saya tetapi juga representasi dari keluarga besar di Pomparan ni Silahi Sabungan Boru dohot Bere <img src='http://bersamatoba.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Karena alasan alasan di atas maka saya tidak bisa mengerti kenapa ada orang Batak yang tidak mengerti aturan aturan dalam marganya.</strong> Tidak tahu siapa atau dari marga mana yang menjadi saudara dan siapa  atau marga mana yang harus selalu dituakan. Menjadi seorang Batak  bukanlah hanya identik dengan logat bahasa Batak yang kental seperti yang ditampilkan di sinetron atau dengan marga yang dibawa dari sejak kita lahir. Tetapi adalah tentang menjadi bagian dari tatanan adat yang demokratis dimana semua orang berhak mendapatkan porsi untuk setiap posisi. Tentang rasa cinta pada Bona Pasogit. Tentang lagu2 indah  syair kerinduan akan kampung halaman dan orang orang terkasih yang dinyanyikan dengan begitu syahdu.<br />
Tentang wanita wanita Batak yang tegar, tentang orangtua yang berjuang dengan segala daya upaya untuk bisa menyekolahkan anak anak mereka. Tentang system kekerabatan yang menjadikan setiap orang sebagai bagian dari sebuah keluarga besar.<br />
Sampai sekarang saya masih bertanya2 kenapa ada orang Batak yang menyembunyikan keBatakannya?<br />
Karena kalau orang orang Batak mengerti alasan alasan kebanggan saya seperti yang saya sampaikan di atas, maka jelas  mereka juga akan mengerti bahwa menjadi seorang Batak adalah sebuah kebanggan.<br />
Sudah banyak sekali saya membicarakan tentang keBatakan saya dengan orang orang di luar Batak dengan sangat bangga dan memberi mereka pemahaman tentang keBatakan saya sekaligus pemahaman tentang alasan alasan saya yang pada akhirnya membuat mereka mengerti adat istiadat dan budaya Batak dan memberi mereka pada alasan untuk memahami kenapa saya bisa dengan sangat jelas mengatakan saya orang Batak. Kenapa saya selalu memakai nama marga saya di belakang nama saya. Mungkin hal hal itu kedengan sepele ataupun klise di telinga kita. Tetapi sebenarnya hal hal sepele dan klise inilah yang menjadi detail yang sangat besar dalam setiap sisi kehidupan. </p>
<p><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/10/identitas-batak.jpg" alt="Identitas Budaya Batak" title="Identitas Batak" width="400" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-1128" /></p>
<p><strong>Ketika saya berbicara tentang ke-Batakan saya atau my Batak Identity seperti judul artikel ini, maka yang saya maksud adalah sebuah identitas yang memberi kebanggan karena saya memiliki system kekerabatan dimana saya selalu menjadi bagian dari sebuah keluarga besar, dikasihi, dilindungi dan dihormati.</strong> Kebanggan karena tidak perduli sekuat apa atau setegar apapun saya, saya diijinkan untuk melantunkan doa dan kerinduan saya terhadapa hal hal yang saya kasihi lewat alunan lagu atau gerakan tarian yang expressif. Kebanggan karena ketika orang orang mengenal saya pertama kali mereka tidak tahu kalau saya orang Batak karena saya bisa berbicara dengan lemah lembut dan tidak harus berteriak teriak untuk menyatakan saya yang paling benar sebagai hasil pembelajaran saya di sana sini.<br />
Bangga karena sebagai orang Batak saya tidak merasa saya harus selalu benar tetapi bersedia untuk mendengarkan orang lain. Kebanggaan karena sebagai orang Batak saya dengan lantang dan jelas dapat mengatakan kepada orang lain “I am a Bataknese; aku kih wong Mbatak; Je suis un Batak; soy un Batak “ dan lain lain dalam bahasa apapun itu ketika bertemu orang lain di tempat mereka dan mengatakannya dengan sangat bangga karena saya mengenal apa yang menjadikan saya seorang Batak  adalah lebih dari sekadar marga yang saya sandang dari sejak lahir.<br />
Menjadi seorang boru Batak adalah menjadi orang yang hidup dalam kehidupan saat ini dengan semua tuntutannya, menjadi orang yang mampu beradaptasi dan membaur dengan semua jenis manusia yang saya temui dalam keseharian saya tanpa melihat latar belakang Suku Agama maupun Rasnya dan pada saat bersamaan menjalani dan menghormati kearifan budaya dan tatanan kehidupan saya sebagai seorang Batak.<br />
Itulah arti menjadi Batak bagi saya dalam cara penjelasan yang sederhana. Bagaimana dengan anda anda semua terutama orang orang muda yang memiliki marga marga Batak, apakah yang menjadikan anda menjadi seorang Batak? What is your Batak identity?? </p>
<p><em>Tulisan dikirimkan oleh <a href="http://luckysylviee.blog.friendster.com" target="_blank">Sylvia Sipayung</a> (lucky_sylvie (at) yahoo.com)</em></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="poligami">poligami</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="batak">batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="karikatur poligami">karikatur poligami</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="batu gantung danau toba">batu gantung danau toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="budaya batak">budaya batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="batak tempo dulu">batak tempo dulu</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="kartun batak">kartun batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="animasi poligami">animasi poligami</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="kebudayaan batak">kebudayaan batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html" title="keluarga batak">keluarga batak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/my-batak-identity.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website ini masih dalam tahap pengembangan</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 23:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Horas!! Pir Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu. Website ini masih dalam tahap pengembangan, dimohon dukungan doa nya Tertanda, Ir. Ivan Napitupulu Pencarian pada artikel ini:GAMBAR WEBSITE MASIH DALAM PENGEMBANGANwebsite masih dalam tahap pengembanganwebsite ini masih dalam pengembanganwebsite ini dalam tahap pengembanganweb site ini dalam pengembanganweb masih dalam pembuatantahapan pengembangan WEBtahap-tahap dalam mengembangkan websitesitus sedang dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Horas!!</strong><br />
Pir Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu.</p>
<p>Website ini masih dalam tahap pengembangan, dimohon dukungan doa nya</p>
<p>Tertanda,<br />
<img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2008/03/ivan1.jpg' alt='Foto Ivan Napitupulu' /><br />
<strong>Ir. Ivan Napitupulu</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="GAMBAR WEBSITE MASIH DALAM PENGEMBANGAN">GAMBAR WEBSITE MASIH DALAM PENGEMBANGAN</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="website masih dalam tahap pengembangan">website masih dalam tahap pengembangan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="website ini masih dalam pengembangan">website ini masih dalam pengembangan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="website ini dalam tahap pengembangan">website ini dalam tahap pengembangan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="web site ini dalam pengembangan">web site ini dalam pengembangan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="web masih dalam pembuatan">web masih dalam pembuatan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="tahapan pengembangan WEB">tahapan pengembangan WEB</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="tahap-tahap dalam mengembangkan website">tahap-tahap dalam mengembangkan website</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="situs sedang dalam pengembangan">situs sedang dalam pengembangan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="situs ini dalam pengembangan">situs ini dalam pengembangan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Poligami dalam Masyarakat Batak</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 04:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1093</guid>
		<description><![CDATA[DALAM masyarakat Batak zaman dulu, sebelum kekristenan memasuki Tano Batak, poligami atau beristeri lebih dari satu adalah masalah biasa. Alasan utama yang mengabsahkan tindakan poligami dari seorang suami adalah apabila istri pertama tidak atau belum berhasil melahirkan anak setelah beberapa lama perkawinan mereka. Atau istri pertama itu melahirkan anak-anak perempuan tapi tidak dikaruniai anak laki-laki. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/01/poligami.jpg" alt="poligami" title="poligami" width="200" height="200" class="aligncenter size-full wp-image-1096" /><strong>DALAM masyarakat Batak zaman dulu, sebelum kekristenan memasuki Tano Batak, poligami atau beristeri lebih dari satu adalah masalah biasa.</strong> Alasan utama yang mengabsahkan tindakan poligami dari seorang suami adalah apabila istri pertama tidak atau belum berhasil melahirkan anak setelah beberapa lama perkawinan mereka. Atau istri pertama itu melahirkan anak-anak perempuan tapi tidak dikaruniai anak laki-laki. Dalam situasi demikian, seorang istri akan memberikan persetujuannya, bahkan memberikan dorongan untuk kawin lagi dengan perempuan lain untuk mendapatkan anak-anak ataupun untuk mendapatkan anak laki-laki. Sehingga poligami pada zaman itu adalah sah menurut aturan adat Dalihan Natolu.</p>
<p><strong>Setelah kekristenan menggantikan religi masyarakat Batak kuno, aturan gereja dengan tegas melarang poligami. Warga yang melakukannya akan dikucilkan (dipabali) dari keanggotaan gereja.</strong><span id="more-1093"></span><br />
Secara umum dapat disaksikan dalam masyarakat kita bahwa poligami selalu menuai masalah, baik dalam berhadapan dengan hukum negara, hukum gereja maupun hukum adat, serta hubungan-hubungan kekerabatan. Penghayatan perumpamaan itu tidak serta-merta menghilangkan masalah yang timbul dalam hubungan poligami.</p>
<p><strong>Dilihat dari segi hukum, masalah yang paling banyak dihadapi dalam kasus poligami adalah menentukan status atau posisi istri-istri sehubungan dengan hak-haknya sesuai dengan hukum adat serta posisi anak-anak yang dilahirkan.</strong> Dalam rangkaian itu hukum adat mengenal dua jenis status istri kedua dalam poligami, yaitu: <strong>Imbang, di mana status istri-istri itu adalah sama dalam hukum adat; jenis kedua tungkot, di mana istri kedua tidak mempunyai hak apa-apa.</strong> Ia sepenuhnya tunduk kepada istri pertama. Anak-anak yang ia lahirkan dianggap sebagai anak-anak dari istri pertama dan menggunakan nama anak pertama menjadi namanya sendiri, yaitu Nai Anu (Mamak Anu).</p>
<p>Masyarakat Batak menganut sistem kekerabatan patrilineal, maka garis kekerabatan itu akan selalu ditarik dari titik pusat ayah, tidak dari ibu. Oleh karena itu dengan mudah dapat dikatakan bahwa hubungan abang-adik pada anak-anak dari seorang ayah adalah jelas, harus dilihat dari siapa yang lahir lebih dulu. Jika anak yang lahir pertama adalah laki-laki dan ia menjadi panggoaran (pembawa nama) bagi ayahnya (menjadi Ama ni Polan &#8211; misalnya), maka anak itulah anak sulung (sihahaan), yang mengemban sahala sihahaan.    </p>
<p>Dengan demikian, jika dihubungkan dengan status istri kedua seperti dijelaskan di atas pada status imbang, apabila istri kedua lebih dahulu melahirkan anak, maka anak itulah sihahaan yang menjadi panggoaran ayahnya. Semua anak-anak yang lahir sesudah itu baik dari istri pertama maupun istri kedua adalah adik-adiknya dengan berpatokan pada siapa yang lahir lebih dulu. Sedangkan bagi status tungkot sudah jelas bahwa semua anak-anak yang dilahirkan oleh tungkot diperhitungkan sebagai anak-anak dari isteri pertama. Sehingga hubungan abang-adik dari anak-anak itupun menjadi jelas. Dalam hal ini secara kasar dapat dikatakan bahwa fungsi istri kedua yang berstatus tungkot hanyalah untuk melahirkan anak-anak (child producer) bagi istri pertama.</p>
<p>Dewasa ini, sejak sebagian besar masyarakat Batak memeluk agama Kristen, poligami sudah jarang sekali ditemukan karena gereja memang tidak memberikan toleransi apapun atas kasus demikian. <strong>Jikapun ada satu-dua, mereka bukan saja dikucilkan dari keanggotaan gereja akan tetapi juga dari masyarakat adat Dalihan Natolu</strong></p>
<p>Bah.. songoni do tahe ateh&#8230;. Sambil tabereng ma jo kartun ni si Jephman: <a href="http://jephman.wordpress.com/2008/04/23/poligami-merusak-adat-yang-indah/" target="_blank">Poligami Merusak Adat Yang Indah</a></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html" title="agama kristen memandang adat di batak">agama kristen memandang adat di batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html" title="artikel perkawinan poligami">artikel perkawinan poligami</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html" title="hukum adat perkawinan batak toba">hukum adat perkawinan batak toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html" title="istri sby itu orang kristen ya?">istri sby itu orang kristen ya?</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html" title="kasus poligami di gereja">kasus poligami di gereja</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html" title="kata kata cinta dalam bahasa batak toba dan terjemahan">kata kata cinta dalam bahasa batak toba dan terjemahan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html" title="Kata-kata cinta bahasa batak toba">Kata-kata cinta bahasa batak toba</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/poligami-dalam-masyarakat-batak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untukmu pemimpin di Toba Samosir</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 14:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Konon, di negeri antah-berantah, memerintahlah seorang Kepala Daerah yang bijaksana. Apapun yang dititahkan Kepala Daerah selalu dikerjakan staf-stafnya. Namun, para staf itu punya satu kebiasaan buruk: mereka suka mencari perhatian, menjilat dan angkat telor dengan cara yang berlebihan. Kalau berjalan beriringan, mereka akan berlomba-lomba “menyenangkan” hati Kepala daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1026" class="wp-caption alignright" style="width: 332px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html/attachment/pemimpin-1" rel="attachment wp-att-1026"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/11/pemimpin-1.JPG" alt="Pemimpin dengan memiliki seni" title="pemimpin-1" width="322" height="297" class="size-full wp-image-1026" /></a><p class="wp-caption-text">Pemimpin dengan memiliki seni</p></div><br />
<strong>Media Online Bersama Toba dot Com</strong> &#8211; Konon, di negeri antah-berantah, memerintahlah seorang Kepala Daerah  yang bijaksana. </p>
<p>Apapun yang dititahkan Kepala Daerah selalu dikerjakan staf-stafnya. Namun, para staf itu punya satu kebiasaan buruk: <strong>mereka suka mencari perhatian, menjilat dan angkat telor dengan cara yang berlebihan.<br />
</strong><br />
Kalau berjalan beriringan, mereka akan berlomba-lomba “menyenangkan” hati Kepala daerah dengan <strong>cara memuja-muji.</strong><br />
<span id="more-1025"></span><br />
<strong>Yang satu berkata</strong>: Bapak adalah kepala daerah yang paling bijaksana di seluruh dunia; tak ada kepala daerah lain di muka bumi ini yang melebihi kebijaksanaan bapak. </p>
<p><strong>Yang lain tidak mau kalah:</strong> Kita sungguh berbahagia memiliki kepala daerah yang amat perkasa; tidak pernahkorupsi.</p>
<p><strong>Tidak mau ketinggalan, staf lain pun bersuara:</strong>  kepala daerah kita memang luar biasa; jangankan korupsi, pengabdian bapak untuk rakyat sangat luar biasa.</p>
<p><strong>Demikianlah mereka menghalalkan segala cara untuk mencari muka.</strong></p>
<p><strong>Lama kelamaan,</strong> Kepala daerah itu makin kesal dengan semua perlakuan tersebut dan mulai menyusun rencana untuk memberi sebuah pelajaran.</p>
<p><strong>Suatu hari,</strong> kepala daerah itu mengajak para staf-stafnya berjalan-jalan ke-desa-desa. Seperti biasa, staf-stafnya kembali berlomba mengeluarkan pujian-pujian gombal.</p>
<p>Kepala daerah  itu kehilangan kesabarannya pun berujar, &#8220;Kalian mengatakan bahwa aku adalah seorang kepala daerah yang paling hebat di muka bumi?&#8221;</p>
<p>“Ya, benar, pak. Itu jelas. Apa saja yang bapak perintahkan pasti terjadi,” seperti koor para staf-stafnya itu menjawab.</p>
<p><strong>&#8220;Betulkah kalau aku memerintahkan rakyat membayar pajak, izin gangguan, galian C dan fee 15% dari proyek mereka akan melakukannya?&#8221;</strong></p>
<p>&#8220;O, sudah pasti, sudah pasti,&#8221; para staf-staf itu berebut cepat menjawab.</p>
<p>&#8220;Aku juga pernah mendengar, karena pengabdian-ku semua hal akan tunduk kepada perintahku. Benarkah itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Benar pak. Segala perintah atau Perda pasti dituruti oleh segala sesuatu di daerah ini.&#8221;</p>
<p><strong>Demikian kepala daerah dengan staf-stafnya seperti katak dalam tempurung</strong>.Nah&#8230;&#8230;.bagaimana, kepala daerah mu beserta staf-stafnya  </p>
<p><strong>Untuk-mu Pemimpin di Kabupaten Toba Samosir.</strong></p>
<p><strong>Etos ke-6 berbicara tentang seni.</strong> Dan aspek seni yang bisa kita pelajari dari kisah ini adalah seni mendidik orang, seni menegur, seni memberi pelajaran. </p>
<p><strong>Kepala daerah memberikan pelajaran yang penting dan berharga kepada para stafnya dengan cara yang kreatif dan efektif.</strong> Itulah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Memang, kepemimpinan adalah sebuah seni.</p>
<p><strong>Seni diperlukan bukan saja dalam memimpin, </strong>tetapi dalam semua aspek pekerjaan. </p>
<p><strong>Kita semua dianugerahi dengan bakat,</strong> talenta, dan kemampuan seni yang beragam. Manfaatkanlah itu, niscaya kita akan berkembang menjadi orang yang lebih kreatif menyelesaikan pekerjaan kita.</p>
<p>Jika kita menerapkan rasa seni pada semua aspek hidup dan pekerjaan kita, maka kita selalu bisa menemukan cara yang unik untuk menyelesaikan masalah-masalah kita sesuai dengan diktum etos ini: <strong>aku bekerja cerdas penuh kreativitas. botimaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html" title="Makalah Dampak globalisasi terhadap dunia pendidikan di nias dan nias selatan">Makalah Dampak globalisasi terhadap dunia pendidikan di nias dan nias selatan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html" title="makalah dengan judul cara menangkal dampak negatif globalisasi">makalah dengan judul cara menangkal dampak negatif globalisasi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html" title="masalah pendidikan dihadapi di desa toba samosir">masalah pendidikan dihadapi di desa toba samosir</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html" title="peta samosir">peta samosir</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html" title="tobasamosir">tobasamosir</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/untukmu-pemimpin-di-toba-samosir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Batak sekolah bukan masalah pribadi semata</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 13:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Pada awal abad ke-20, pendidikan merupakan suatu unsur penting sebagai penyebab terjadinya perubahan-perubahan mendasar dalam setiap kehidupan individu maupun kehidupan sosial masyarakat Nusantara. Menurut Joko Suryo bahwa pendidikan itu semacam &#8220;peledak&#8221; (Djoko Suryo, 1996: 2) terjadinya perubahan jaman. Hal ini merupakan suatu konsekuensi yang dimunculkan oleh politik Etis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/07/katakter-toba.JPG' alt='gambar buku karakter toba' /><strong>Media Online Bersama Toba dot Com</strong> &#8211; Pada awal abad ke-20, pendidikan merupakan suatu unsur penting sebagai penyebab terjadinya perubahan-perubahan mendasar dalam setiap kehidupan individu maupun kehidupan sosial masyarakat Nusantara.<br />
<span id="more-837"></span><br />
Menurut Joko Suryo bahwa pendidikan itu semacam &#8220;peledak&#8221; (Djoko Suryo, 1996: 2) terjadinya perubahan jaman. Hal ini merupakan suatu konsekuensi yang dimunculkan oleh politik Etis (baca antara lain Sartono Kartodirdjo, 1977: 35-39; dan Robert van Niel, 1984: 31-36) Hindia Belanda. Perubahan-perubahan itu dapat diperhatikan dalam lokalitas-lokalitas tertentu yang tersentuh oleh pendidikan kolonial yang diterapkan untuk kaum pribumi.</p>
<p><strong>Ada tiga </strong>dampak politik etis yang terjadi bagi kaum pribumi di Sumatera Utara, yaitu:<br />
<strong>pertama,</strong> adanya lapisan pekerja masyarakat di perkebunan, pelabuhan dan lainnya, mereka inilah yang disebut kuli</p>
<p><strong>kedua,</strong> adanya pekerja kantor pemerintah atau perusahaan yang disebut kerani, yang dipandang sebagai orang terkemuka.</p>
<p><strong>Dan ketiga, </strong>munculnya masyarakat petani maju di daerah pedesaan. Kelompok ketiga ini telah dapat menjual hasil pertaniannya karena pasar sudah ada dengan menggunakan alat tukar berupa uang (Daud Manurung, 1977/1988: 19). Berkembangnya pendidikan di Batak, khususnya menyangkut kaum wanita, memberi pengaruh yang sangat berarti pada relasi gender, seperti menolak kawin paksa, poligami, dan menolak pewarisan hak berdasar garis patrilineal. Semua itu akibat pola pemikiran yang diperoleh melalui pendidikan kolonial model pemikiran Barat.</p>
<p><strong>Pada tahun 1914 HIS (Hollandsch Inlandsche School) atau sekolah dasar Belanda didirikan pertama kali di Tarutung, kemudian menyusul dua HIS tahun 1920 di Narumonda dan Dolok Sanggul.</strong> Pada tahun 1927 siswa yang lulus dari HIS meneruskan sekolahnya pada pendidikan MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) atau sekolah lanjutan pertama. Sekolah-sekolah ini banyak mendapat tanggapan baik dari masyarakat. Sebelum ini sesungguhnya sudah ada sekolah seminari oleh Rheinische Missionsgesellschaft, suatu masyarakat misionaris Jerman. Mereka memper-kenalkan sekolah model Barat untuk anak lelaki yang paling pandai untuk pendeta Batak. Pada tahun 1920-an orang berpendidikan seminari dianggap lebih rendah dibandingkan dengan pendidikan Belanda yang baru diperkenalkan itu. </p>
<p><strong>Pada tahun 1930 sekolah swasta mulai didirikan oleh orang Batak</strong> sendiri untuk mengisi kesenjangan yang terjadi, yakni jumlah siswa lebih banyak yang mau masuk dibanding dengan daya tampung sekolah Belanda. Di Batak sekolah bukan masalah pribadi semata, melainkan juga masalah marga. Inilah yang mendorong setiap klan memasukkan anak lelaki terbaik mereka dalam pendidikan. </p>
<p>Hal menarik yang dilihat oleh Sita ialah adanya relasi gender yang menyatakan bahwa laki-laki intelektual membutuhkan istri yang intelektual pula. <strong>Guru, Pendeta, Pengrajin di workshop milik misionaris di Laguboti lebih memilih gadis-gadis berpendidikan untuk calon istrinya.</strong> Kenyataan itu yang mendorong anak perempuan memilih sekolah dari pada hanya sekedar mengantar pupuk kandang ke Ladang. Para lelaki intelek inilah yang menjadi juru bicara di dalam keluarga untuk menyekolahkan para anak gadisnya.</p>
<p>Sejak tahun 1923 asrama missi putri didirikan di Tarutung yang diawasi oleh seorang suster Misionaris Jerman yang terpercaya pada pendidikan Kristen. </p>
<p>Pada tahun 1929 para Missi, pria muda berpendidikan dari Batavia, dan Pendeta mereorganisasi tiga sekolah wanita yang ada di Pearaja, Laguboti dan Balige menjadi sekolah-sekolah standard. Sekolah inilah yang diperkenalkan oleh Kolonial Belanda dengan kurikulum enam tahun untuk seluruh Nusantara nantinya. Kemudian tahun 1931 sekolah standard semacam itu dibangun lagi di Butar. </p>
<p>Selanjutnya pada tahun 1930 jumlah murid sekolah perempuan itu sudah berjumlah 500 orang murid. Para gadis yang telah menamatkan diri dari HIS hanya menjadi guru bantu di Sekolah Dasar (SD) Missi dan Perawat atau Bidan di rumah sakit missi. Pada tahun 1935 anak gadis yang me-lanjutkan sekolah ke MULO hanya lima orang, sedang murid laki-laki mencapai jumlah 98 orang. </p>
<p><strong>Kalau gadis-gadis Batak berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya,</strong> maka mereka masuk ke sekolah guru puteri atau sekolah campuran Belanda di Yogya, Salatiga, Bogor, atau Solo. Semua suku di Batak menginginkan kehadiran pemuda atau gadis yang berpendidikan untuk kebanggaan sekaligus dapat menyambungkan kedua suku. </p>
<p>Di antara 133 pasangan yang diamati terdapat 74 orang wanita yang menikah dengan pria yang berpendi-dikan tinggi, 52 wanita menikah dengan pria yang berpendidikan relatif sama, dan 7 menikah dengan pria yang berpendidikan rendah. </p>
<p><strong>Hal itu menunjukkan bahwa kaum pria sulit mencari pasangan hidup yang serasi dalam artian sesuai dambaan keluarga, dan sebaliknya justru wanita tidak mengalami kesulitan (Sita van bemelen, Ibid.: 151). Hal ini merupakan kenyataan gender bahwa wanita tetap belum sejajar dalam arti kuantitatif di Batak sampai tahun 1930-an.</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="media gambar dalam pendidikan">media gambar dalam pendidikan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="alasan wanita batak dipandang rendah">alasan wanita batak dipandang rendah</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="permasalahan yang terjadi pada masyarakat batak">permasalahan yang terjadi pada masyarakat batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="pengaruh politik hindia belanda pada tahun 1930 terhadap undang undang sekolah swasta">pengaruh politik hindia belanda pada tahun 1930 terhadap undang undang sekolah swasta</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="maslah pribadi dalam masuk sekolah">maslah pribadi dalam masuk sekolah</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="masalah orang batak">masalah orang batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="gunawan lubis email">gunawan lubis email</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="gambar- gambar ekonomi pedesaan">gambar- gambar ekonomi pedesaan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="gambar pekerja di pelabuhan">gambar pekerja di pelabuhan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html" title="batak pengaruh orang batak">batak pengaruh orang batak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/di-batak-sekolah-bukan-masalah-pribadi-semata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jendral Prabowo Subianto Lumban Tobing</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 23:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[marga]]></category>
		<category><![CDATA[prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[tobing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html</guid>
		<description><![CDATA[Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto secara resmi berhak menyandang marga Lumban Tobing di belakang namanya. Upacara pemberian marga Lumban Tobing kepada Prabowo digelar di Convention Hall hotel Danau Toba Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6). Prosesi pemberian marga Lumban Tobing itu digelar secara simbolis kepada Prabowo dan adiknya Hasyim Djojohadikusumo, diawali dengan permintaan keduanya agar diterima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/06/prabowo-tobing.jpg' alt='Prabowo Subianto Lumban tobing' /><strong>Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto secara resmi berhak menyandang marga Lumban Tobing di belakang namanya. Upacara pemberian marga Lumban Tobing kepada Prabowo digelar di Convention Hall hotel Danau Toba Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6).</strong> Prosesi pemberian marga Lumban Tobing itu digelar secara simbolis kepada Prabowo dan adiknya Hasyim Djojohadikusumo, diawali dengan permintaan keduanya agar diterima dalam keluarga besar tersebut.<br />
Permintaan itu diterima dan kemudian dilanjutkan dengan upacara adat Batak berupa penyerahan kepala dan ekor kerbau, juga seekor ikan mas berukuran besar. <span id="more-823"></span>Setelah itu, keduanya diberi kain ulos dari keluarga besar Lumban Tobing dan perwakilan 29 marga se-Sumatera Utara. Setelah itu, mereka disambut dengan tarian Tortor dari seluruh warga Batak. Upacara dipimpin sesepuh marga Lumban Tobing, Tongam Lumban Tobing.</p>
<p><strong>&#8220;Ayah saya dari Jawa Tengah, ibu dari Sulawesi Utara, dan sekarang saya hadir di Medan untuk diterima dalam keluarga besar Lumban Tobing. Semua itu mengingatkan saya kembali pada betapa indahnya menjadi anak bangsa Indonesia,&#8221; ujar Prabowo.</strong> &#8220;Banyak pihak telah melupakan makna filosofi ke-&#8221;Bhinneka Tunggal Ika&#8221;-an, yang menunjukkan betapa beragam dan majemuknya bangsa serta rakyat Indonesia. Kemajemukan dan keanekaragaman inilah yang sejak awal menjadi modal Indonesia untuk membentuk dan menjadi sebuah bangsa dan negara yang besar, tambahnya.</p>
<p><strong>Menurut Prabowo, dari mana pun asal tempat lahir seseorang, latar belakang adat dan bahasa, maupun agama, secara esensial semua dipersatukan sebagai Bangsa Indonesia, yang saling menghormati dan mencintai sebagai sesama orang Indonesia.</strong><br />
&#8220;Jangan pernah melupakan soal ke-&#8217;Bhinneka Tunggal Ika&#8217;-an kita itu sebagai karakter bangsa kita, yang memungkinkan kita bisa hidup rukun, mesra, dan harmonis untuk saling mendukung dan saling mengasihi. Semua itu adalah kekuatan kita,&#8221; ujar Prabowo.</p>
<p>Indonesia memiliki kemajemukan yang tinggi. Kemajemukan itu merupakan rahmat dan keindahan tersendiri. Oleh sebab itu, dari mana pun asal tempat lahir seseorang, latar belakang adat dan bahasa, maupun agama, secara esensial semua dipersatukan sebagai Bangsa Indonesia, yang saling menghormati dan mencintai sebagai sesama orang Indonesia.</p>
<p>Horas Jendral!!</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="tobing">tobing</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="jendral prabowo">jendral prabowo</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="lumban tobing">lumban tobing</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="Jenderal batak">Jenderal batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="silsilah marga tobing">silsilah marga tobing</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="lumbantobing">lumbantobing</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="jendral subianto lumban tobing">jendral subianto lumban tobing</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="jenderal tobing">jenderal tobing</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="prabowosubianto com">prabowosubianto com</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html" title="silsilah prabowo subianto">silsilah prabowo subianto</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/jendral-prabowo-subianto-lumban-tobing.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>108 Gereja Ditutup Selama Pemerintahan SBY</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 11:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[hkbp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu Pusat Data dan Analisis Tempo pernah mengeluarkan rilis daftar data Perusakan dan Penutupan Gereja di Indonesia selama 1996-2005. Dari data tersebut bisa kita lihat daftar panjang kasus perusakan, pembakaran dan pengusiran yang dilakukan terhadap gereja di beberapa daerah di Indonesia yang sempat terungkap. Ternyata daftar tersebut masih berlanjut terus dikarenakan ketidakseriusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beberapa saat yang lalu Pusat Data dan Analisis Tempo pernah mengeluarkan rilis daftar data <a href="http://www.pdat.co.id/hg/political_pdat/2005/08/31/pol,20050831-01,id.html" target="_blanl">Perusakan dan Penutupan Gereja di Indonesia selama 1996-2005</a>.</strong> Dari data tersebut bisa kita lihat daftar panjang kasus perusakan, pembakaran dan pengusiran yang dilakukan terhadap gereja di beberapa daerah di Indonesia yang sempat terungkap.<br />
Ternyata daftar tersebut masih berlanjut terus dikarenakan ketidakseriusan pemerintah berkuasa untuk melindungi kebebasan beragama kaum minoritas Kristiani.</p>
<p><strong>Tercatat bahwa selama pemerintahan SBY 108 Gereja telah ditutup, seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Eksekutif Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Gumar Gultom.</strong><span id="more-818"></span> Termasuk kasus terakhir adalah kasus <a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/imb-gereja-hkbp-depok-dicabut.html">IMB Gereja HKBP Depok yang dicabut</a> oleh walikota Nur Mahmudi Ismail, yang dalah salah satu kader terbaik PKS.<br />
&#8220;Pemerintah dalam hal ini seolah tinggal diam dalam menangani kasus kekerasan agama,&#8221; kata Gumar dalam diskusi Evaluasi Toleransi Beragama dalam Pemerintahan SBY-JK di Radio 68h, Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (22/12/2007).<br />
Sebagaimana diketahui, penutupan gereja yang paling marak terjadi di Bandung yang dilakukan salah satu ormas Islam.<br />
<center><a href="http://jephman.wordpress.com/2009/06/10/lanjutkan/" target="_blank"><img src="http://jephman.files.wordpress.com/2009/06/lanjutkan.jpg?w=450&#038;h=352" alt="lanjutkan penutupan gereja?" border="0" /></a></center><br />
Selain itu, kata Gumar, aparat cenderung menangkap orang-orang yang dianggap sesat, bukan orang atau kelompok yang merusak atas nama agama. &#8220;Kekerasan agama masih berlangsung karena penegakan hukum kurang dan adanya fatwa dari organisasi-organisasi tertentu,&#8221; jelasnya. Menurutnya, kalau kejadian ini terus berlangsung dikhawatirkan sendi-sendi kebangsaan tidak bisa ditegakkan.</p>
<p><strong>Apakah menurut anda kejadian penutupan Gereja ini masih akan kita &#8220;LANJUTKAN&#8221;?</strong></p>
<p><em>Keterangan gambar: diambil dari kartun Jephman Simamora dari blog <a href="http://jephman.wordpress.com" target="_blank">Kartun Orang Batak</a></em></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="kartun islam">kartun islam</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="gereja ditutup">gereja ditutup</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="gereja-gereja suku batak">gereja-gereja suku batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="jumlah gereja di indonesia">jumlah gereja di indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="karikatur kkn">karikatur kkn</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="kartun animasi islam">kartun animasi islam</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="animasi bergerak diskusi">animasi bergerak diskusi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="kartun orang diskusi di kantor">kartun orang diskusi di kantor</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="penutupan gereja di indonesia 2011">penutupan gereja di indonesia 2011</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html" title="PENUTUPAN GEREJA DI INDONESIA TAHUN 2005 - 2011">PENUTUPAN GEREJA DI INDONESIA TAHUN 2005 - 2011</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/108-gereja-ditutup-selama-pemerintahan-sby.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu Hobon tempat harta kekayaan orang Batak dan turun-nya si Raja Batak.</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 07:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Keindahan alam yang ditawarkan Danau Toba dan Pulau Samosir telah lama terdengar ke seantero tanah air hingga mancanegara.Namun tak banyak yang tahu tentang potensi yang dimilikinya. Diantaranya adalah kekayaan budaya yang dapat digali dan bernilai jual lebih jika dikembangkan. Hanya saja kondisinya akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, akibat pengelolaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/06/batuhobon-1.JPG' alt='gambar batu hobon' />Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; <strong>Keindahan alam yang ditawarkan Danau Toba dan Pulau Samosir telah lama terdengar ke seantero tanah air hingga mancanegara.</strong><strong>Namun tak banyak yang tahu tentang potensi yang dimilikinya.</strong><br />
<span id="more-816"></span><br />
<strong>Diantaranya </strong>adalah kekayaan budaya yang dapat digali dan bernilai jual lebih jika dikembangkan. Hanya saja kondisinya akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, akibat pengelolaan yang tidak berpihak pada pelestarian.</p>
<p>Salah satu tempat yang yang ternyata menyimpan banyak cerita bersejarah adalah “Pusuk Buhit” puncak tertinggi yang terletak di Desa Limbong-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten  Samosir, berjarak sekitar 15 km dari Pangururan.</p>
<p>Menurut kepercayaan masyarakat Batak, pada abad XII, Pusuk Buhit dianggap sebagai tempat asal muasal seluruh Suku Batak. Dalam perkembangannya, nenek moyang Suku Batak menyebar ke delapan penjuru mata angin, yakni; Purba, Anggoni, Dangsina, Nariti, Pastia, Mangadia, Utara, Irisanna atau dari Timur higga Timur Laut (baca; hingga seluruh dunia). Berada di kawasan ini, seakan berada di sebuah tempat dan jaman yang berbeda.</p>
<p><strong>Tak jauh dari tempat itu,</strong> tepatnya di kaki bukit, terdapat sebuah tempat keramat yang dianggap sakral bagi masyarakat setempat, bernama “Batu Hobon”. Disebut demikian karena bentuknya berupa batu berdiameter satu meter dengan bagian bawah berongga. Diperkirakan batu ini merupakan sebuah lorong yang mungkin saja berbentuk goa. Dulunya di tempat ini kerap diadakan upacara sakral yang masih berlanjut hingga sekarang. Upacara itu diyakini sebagai penghormatan pada roh leluhur sekaligus menerima pewahyuan dari nenek moyang, dikenal dengan sebutan “Tatea Bulan”.</p>
<p><strong>Di Batu Hobon ini lah pomparan  Ompu Guru Tatea Bulan pada mulanya bermukim. Diriwayatkan, Pusuk Buhit sebagai tempat turunnya Si Raja Batak yang pertama, diutus oleh Mulajadi Nabolon atau Tuhan Yang Maha Esa untuk mengusai tanah Batak.</strong></p>
<p>Disanalah Raja Batak memulai kehidupannya. Dalam silsilahnya, Raja Batak memiliki dua orang anak  sebagai pembawa keturunan  atau marga dan menjaga martabat keluarga. Kedua putra Raja Batak itu bernama Guru Tatea Bulan dan Raja Isombaon.</p>
<p><strong>Pada gilirannya</strong>, Guru Tatea Bulan memiliki lima orang putra dan lima orang putri. Kelima putranya bernama; Raja Uti (tidak memiliki keturunan), Sariburaja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Silau Raja. Dari keturunan mereka lah asal muasal semua marga-marga Batak muncul dan menyebar ke seluruh penjuru.</p>
<p>Konon, Batu Hobon adalah buah tangan Raja Uti untuk menyimpan harta kekayaan orang Batak, berupa benda-benda pusaka dan alat-alat musik. Diyakini pula, di dalam Batu Hobon ini tersimpan Lak-Lak (sejenis kitab) yang berisi ajaran dan nilai-nilai luhur. Berdasarkan pewahyuan yang datang pada keturunannya, diperkirakan pada suatu saat, benda-benda yang tersimpan dalam batu itu akan di keluarkan sendiri oleh Raja Uti &#8211;yang menurut kepercayaan setempat tidak pernah mati (baca: moksa)&#8211;. Dia akan tetap hidup dalam pribadi-pribadi pilihan yang tentu masih keturunannya.</p>
<p>Di atas Batu Hobon terdapat Sopo Guru Tatea Bulan yang dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya. Kendaraan itu antara lain naga, gajah, singa, harimau dan kuda. Jejak sejarah di Tanah Batak itu yang sering dilupakan pemerintah.</p>
<p>Selain itu, di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Dahulunya, sebutan Raja Batak ternyata bukan karena posisinya sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan terhadap nenek moyang Suku Batak. Di perkampungan ini, ada bangunan rumah semitradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng (baca: rumah Batak asli atapnya dari ijuk).</p>
<p>Gondang Saparangguan (Seperangkat Gendang Batak), Pagar (Ramuan penangkal penyakit), hujur sumba baho (tombak bertuah), piso solom Debata (pedang bertuah), pungga Haomasan (Batu Gosok Emas), tintin Sipajadi-jadi (Cincin Ajaib), tawar Sipagabang-abang, Sipagubung-ubung, Sipangolu na Mate, Siparata Naung Busuk (Obat yang mampu menghidupkan yang sudah mati, serta menyegarkan kembali yang telah busuk). Pagar, Hujur Sumba Baho, Piso Solom Debata, Pungga Haomasan, Tintin Sipanjadi-jadi dan Tawar, semua dibungkus dengan buku lak-lak atau buku Pustaha, yaitu Buku Ilmu Pengetahuan tentang kebudayaan Batak, yang di tulis dengan aksara Batak. <strong>Peti Batu tempat penyimpanan harta pusaka inilah yang disebut Batu Hobon (Peti Batu) karena Hobon artinya Peti.</strong></p>
<p><strong>Keanehannya :</strong><br />
<img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/06/batu.jpg' alt='gambar batu hobon dengan jarak dekat' />Sudah tiga kali orang berusaha untuk membuka Batu Hobon ini namun ketiga-tiganya gagal, dan orang yang berusaha membuka itupun serta merta mendapat bala dan meninggal dunia.</p>
<p><strong>Pertama :</strong><br />
Pada zaman penjajahan Belanda, ada seorang pejabat Pemerintah Belanda dari Pangururan, berusaha untuk membuka batu Hobon, dia berangkat membawa dinamit dan peralatan lain, serta beberapa orang personil. Pada saat mereka mempersiapkan alat-alat untuk meledakkan Batu Hobon itu dengan tiba-tiba datanglah hujan panas yang sangat lebat, disertai angin yang sangat kencang, serta petir dan guntur yang sambung menyambung, dan tiba-tiba mereka melihat ditempat itu ada ular yang sangat besar dan pada saat itu juga ada berkas cahaya (sinar) seperti tembakan sinar laser dari langit tepat keatas Batu Hobon itu, maka orang Belanda itu tiba-tiba pingsan, sehingga dia harus di tandu ke Pangururan, dan setelah sampai Pangururan dia pun meninggal dunia.</p>
<p><strong>Kedua :</strong><br />
Pada masa pemberotakan PRRI, ada seorang tentara yang berusaha untuk membuka Batu Hobon ini, menembaki Batu Hobon itu dengan senapan, tetapi sampai habis persediaan pelurunya Batu Hobon itu tidak mengalami kerusakan apa-apa, bahkan si Tentara itu menjadi gila dan dia menjadi ketakutan dia berjalan sambil berputar-putar, serta menembaki sekelilingnya, walaupun peluru senapannya sudah kosong, dan tidak berapa lama, si Tentara itupun meninggal dunia.</p>
<p><strong>Ketiga :</strong><br />
Pernah juga ada orang yang tinggalnya di daerah Sumatera Timur, berambisi untuk mengambil Harta Pusaka yang ada dalam Batu Hobon ini, sehingga mereka berangkat kesana dengan beberapa orang personil, membawa peralatan untuk membuka dan memecahkan batu. Mereka sempat membuka tutup lapisan yang paling atas, tetapi dengan tiba-tiba mereka melihat ular yang sangat besar di Batu Hobon itu sehingga mereka lari terbirit-birit dan gagallah usaha mereka untuk membuka Batu Hobon itu dan tidak berapa lama pimpinan rombongan itupun meninggal dunia dan anggota rombongan itupun banyak yang mendapat bala.</p>
<p>Tutup Batu Hobon yang terbuka itu, sempat mengundang keresahan bagi tokoh masyarakat Tapanuli Utara sehingga datanglah ratusan murid-murid Perguruan HKI dari Tarutung yang dipimpin oleh Bapak Mangantar Lumbantobing, untuk memasang kembali tutup Batu Hobon yang sempat terbuka itu. Pada mulanya tutup batu itu tidak dapat diangkat, walaupun telah ratusan orang sekaligus mengangkatnya, tetapi barulah setelah diadakan Upacara memohon restu penghuni alam yang ada di tempat itu yang dipimpin oleh salah seorang pengetua adat dari limbong, maka dengan mudah, tutup batu itu dapat diangkat dan dipasang kembali ketempat semula.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="batu hobon">batu hobon</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="pusaka batak">pusaka batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="nyi roro kidul orang batak">nyi roro kidul orang batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="legenda batu hobon">legenda batu hobon</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="asal usul nyi roro kidul">asal usul nyi roro kidul</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="sejarah batu hobon">sejarah batu hobon</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="cerita batu hobon">cerita batu hobon</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="raja batak pertama">raja batak pertama</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="benda pusaka batak">benda pusaka batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html" title="sejarah si raja batak">sejarah si raja batak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-hobon-tempat-harta-kekayaan-orang-batak-dan-turun-nya-si-raja-batak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Turi-turian ni, &#8220;Tuak&#8221;</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 14:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Kisah terjadinya Tuak bagot, konon bermula dari airmata seorang gadis rupawan yang mengorbankan dirinya menjelma menjadi sebatang pohon enau atau bagot untuk membebaskan ayahnya dari belenggu hutang.Nah..begini ceritanya&#8230;&#8230; Syahdan, dahulu kala di sebuah Perkampungan atau Huta di pinggiran Danau Toba tersebutlah seorang anak lelaki tua hidup berdua dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/06/pohon-tuak.JPG' alt='gambar pohon bagot' />Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; <strong>Kisah terjadinya Tuak bagot,</strong> konon bermula dari airmata seorang gadis rupawan yang mengorbankan dirinya menjelma menjadi sebatang pohon enau  atau bagot untuk membebaskan ayahnya dari belenggu hutang.<strong>Nah..begini ceritanya&#8230;&#8230;</strong><span id="more-812"></span><br />
<strong>Syahdan, dahulu kala di sebuah Perkampungan atau Huta di pinggiran Danau Toba tersebutlah seorang anak lelaki tua hidup berdua dengan anak gadisnya yang berwajah rupawan. Lelaki tua itu bernama Jalotua, dan anak gadisnya bernama Pitta Bargot Nauli.</strong></p>
<p>Ada pun Jalotua sudah lama menduda sejak kematian isterinya tatkala Pitta Bargot berusia dua tahun. Hidup mereka sangatlah sengsara karena kemiskinan. Kalaupun mereka mengusahai secuil tanah, itu hanya dapat menghidupi mereka untuk jangka waktu tidak lama.</p>
<p><strong>Kesusahan bagi Jalotua dan anak gadisnya datang silih berganti.</strong> Apalagi ketika suatu ketika si Pitta Bargot jatuh sakit, bertambahlah kesusahan hati lelaki itu. sudah hidup sulit, datang lagi penyakit menimpa anak tercinta. Pikir punya pikir, akhirnya Jalotua pergi menjumpai orang kaya di kampung itu minta pinjaman uang untuk biaya mengobati anaknya. Tentu saja Jalotua tidak mempunyai borg atau jaminan kecuali sebidang tanah yang mereka usahai selama ini.</p>
<p><strong>Di sada borngin atau malam Pitta Bargot berkata pada ayahnya:</strong> &#8220;Hidup kita terus menerus susah. Aku pikir kita perlu mengadakan suatu acara margondang sambil berdoa kepada Mulajadi Nabolon, siapa tahu nasib kita bisa berobah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bagaimanalah mungkin itu boru, biaya untuk margondang itu cukup besar, apa daya kita. Kalau kita mau pinjam uang pun apa jaminannya nanti, sedang untuk makan pun kita sulit,&#8221;jawab bapaknya.</p>
<p>Mendengar ucapan itu, Pitta Bargot berkata : &#8220;Kalau itu persoalannya, aku bersedia amang berikan sebagai jaminan. Mungkin orang kaya itu mau memberikan uangnya kita pinjam. Mulanya Jalotua tak tega menuruti usul putrinya itu, tapi karena Pitta Bargot mendesak, akhirnya jadi juga anak gadisnya itu ditawarkan kepada orang kaya itu untuk dijadikan &#8220;barang&#8221; jaminan.</p>
<p>Kemudian berangkatlah keduanya ke rumah orang kaya tersebut. Setelah hal itu diberitahu, si orang kaya ternyata setuju memberikan pinjaman dengan Pitta Bargot sebagai jaminan. Orang kaya itu berpikir, kalau pun nanti Jalotua tidak mampu mengembalikan uang pinjamannya maka sesuai dengan perjanjian, si Pitta Bargot yang cantik itu jadi miliknya dan nanti bisa dijadikan istri kelima. Setelah uang itu diberikan kepada Jalotua,maka Pitta Bargot pun tinggallah sementara di rumah orang kaya itu.</p>
<p>Berangkatlah si Jalotua membawa uang pinjamannya, mencari pargonsi atau group gondang sabangunan sesuai saran anak gadisnya. Setelah pemusik gondang sudah ditemukan, dan hari pelaksanaannya ditentukan, si Jalotua pun menjumpai anak gadisnya di rumah si orang kaya memberitahu rencana tersebut.</p>
<p>Pitta Bargot kemudian menjumpai si orang kaya meminta izin agar diperkenankan ikut dalam pesta gondang pada hari yang ditentukan ayahnya. Tapi Pitta Bargot juga bertanya : &#8220;Bagaimanakah sekiranya penyakitku kambuh saat pesta berlangsung, lalu aku mati di sana, apakah kami juga membayar hutang yang dipinjam damang?&#8221;.</p>
<p>Si orang kaya menjawab : &#8220;Baiklah, kau boleh pergi menghadiri pesta itu. tapi setelah pesta selesai, kembalilah ke sini. Tentang kematian yang kau sebut, itu adalah takdir setiap manusia kalau sudah waktunya. Kalau memang kau meninggal saat pesta gondang itu, ayahmu tak perlu membayar hutang-hutangnya&#8221;.</p>
<p>Pitta Bargot lalu menceritakan hal itu pada ayahnya. Tapi dalam hatinya sudah ada pikiran tertentu, bahwa orang kaya itu ingin memiliki menjadi istri. Pitta Bargot tidak percaya dengan ucapan orang kaya itu. Dia juga kasihan ayahnya tak sanggup membayar hutangnya setelah pesta selesai.</p>
<p><strong>Pitta Bargot pun martonggo atau memohon kepada Mulajadi Na Bolon agar ia dijadikan menjadi sesuatu yang nantinya bisa membebaskan ayahnya dari kesusahan. Saat itu Pitta Bargot telah merasakan bahwa keinginannya akan dikabulkan, sesuai dengan mimpinya.</strong></p>
<p><strong>Berkatalah Pitta Bargot kepada ayahnya </strong>: &#8220;Amang, janganlah bersedih bila ini kukatakan. Kalau aku mati nanti di pesta gondang itu, itu adalah berkat bagi kehidupan dan kebahagiaanmu. Tapi ingatlah amang, setelah aku mati, janganlah mayatku dikubur, karena aku nanti akan berubah menjadi sebatang pohon yang tumbuh di atas tanah yang bisa amang saksikan sepanjang masa. Kalau amang membuat rumah nanti, ambillah rambutku menjadi atapnya, dan tanganku bisa dijadikan tiang-tiang dan urur. Kalau badanku, amang ambillah untuk papan lantai atau dinding. Dan kalau amang tak punya uang, pukulilah bagian mataku, agar air mataku keluar. Tampunglah airmata itu, karena nanti itu bisa dijual menjadi minuman yang disukai banyak orang&#8221;.</p>
<p>Mendengar hal itu, ayahnya sangat sedih. Pendek cerita gondang pun diadakan di halaman rumahnya. Saat pesta sudah berlangsung dan musik gondang terdengar tiga putaran, si Pitta Bargot mendadak kesurupan. Saat gondang dibunyikan untuk ke tujuh kalinya, Pita Bargot kejang-kejang, dan tak lama kemudian kedua kakinya melesak ke dalam tanah. Yang lebih menggemparkan, sekonyong-konyong seluruh tubuhnya berubah sedikit demi sedikit menjadi sebatang pohon yang makin lama makin besar, lengkap dengan daun-daun sebagaimana halnya sebatang pohon hidup. Seluruh hadirin yang ada di pesta itu terkejut dan berhamburan kesana-kemari, karena peristiwa seperti itu belum pernah terjadi.</p>
<p><strong>Sejak itu pohon itu diberi nama &#8220;bagot&#8221;,</strong> yang diambil dari nama Pitta Bargot. Pohon itu berurat ke bawah, berdaun ke atas. Lama-lama tumbuh pula &#8220;mata&#8221; pohon yang disebut juga arirang. Setelah tiba saatnya Jalotua memukuli bagian mata pohon itu seperti dipesankan putrinya. Air yang keluar deras dari air mata bagot itu kemudian dinamakan tuak. Sejak itu Jalotua menjualnya kepada orang-orang sekampung, yang lama kelamaan menyebar ke berbagai penjuru. Pohon bagot itu pun beranak pinak, tumbuh di berbagai tempat, dan memberi kehidupan pula bagi orang lain.</p>
<p><strong>Kemudian Jalotua pun mendirikan rumahnya. Semua perlengkapan untuk rumah tak ada yang dibeli, tapi dimanfaatkan dari pohon bagot seperti pesan Pitta bargot. Mulai dari ijuk, batang, sampai lidi menjadi benda yang bermanfaat untuk manusia.</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="turi turian">turi turian</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="turiturian">turiturian</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="pohon enau">pohon enau</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="turi-turian">turi-turian</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="turiturian batak">turiturian batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="pohon tuak">pohon tuak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="turi-turian batak">turi-turian batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="adat najolo">adat najolo</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="turi-turian batak toba">turi-turian batak toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html" title="WWW//CONTOH GAMBAR POHON TURI COM">WWW//CONTOH GAMBAR POHON TURI COM</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/turi-turian-ni-tuak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu gantung dan Asal-usul Nama Kota Parapat .</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 14:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html</guid>
		<description><![CDATA[[gambar batu gantung]Nah,&#8230;begini ceritanya, Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Alkisah, di sada huta terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain rupawan, Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/06/batugantung-1.JPG' alt='gambar batu gantung di parapat' /><strong> [gambar batu gantung]</strong><em><strong>Nah,&#8230;begini ceritanya,</strong></em><br />
<strong>Media Online Bersama Toba dot Com &#8211;  </strong>Alkisah, di sada huta terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni.<span id="more-808"></span><br />
Selain rupawan, Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba, dan hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Suatu hari, Seruni pergi ke ladang seorang diri, karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Sesampainya di ladang, gadis itu tidak bekerja, tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Sepertinya ia sedang menghadapi masalah yang sulit dipecahkannya. Sementara anjingnya, si Toki, ikut duduk di sebelahnya sambil menatap wajah Seruni seakan mengetahui apa yang dipikirkan majikannya itu. Sekali-sekali anjing itu menggonggong untuk mengalihkan perhatian sang majikan, namun sang majikan tetap saja usik dengan lamunannya.</p>
<p>Memang beberapa hari terakhir wajah Seruni selalu tampak murung. Ia sangat sedih, karena akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda yang masih saudara sepupunya. Padahal ia telah menjalin asmara dengan seorang pemuda pilihannya dan telah berjanji akan membina rumah tangga yang bahagia. Ia sangat bingung. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, dan di sisi lain ia tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya. Oleh karena merasa tidak sanggup memikul beban berat itu, ia pun mulai putus asa.</p>
<p>“Ya, Tuhan! Hamba sudah tidak sanggup hidup dengan beban ini,” keluh Seruni.</p>
<p>Beberapa saat kemudian, Seruni beranjak dari tempat duduknya. Dengan berderai air mata, ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Rupanya gadis itu ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke Danau Toba yang bertebing curam itu. Sementara si Toki, mengikuti majikannya dari belakang sambil menggonggong.</p>
<p>Dengan pikiran yang terus berkecamuk, Seruni berjalan ke arah tebing Danau Toba tanpa memerhatikan jalan yang dilaluinya. Tanpa diduga, tiba-tiba ia terperosok ke dalam lubang batu yang besar hingga masuk jauh ke dasar lubang. Batu cadas yang hitam itu membuat suasana di dalam lubang itu semakin gelap. Gadis cantik itu sangat ketakutan. Di dasar lubang yang gelap, ia merasakan dinding-dinding batu cadas itu bergerak merapat hendak menghimpitnya.</p>
<p>“Tolooooggg……! Tolooooggg……! Toloong aku, Toki!” terdengar suara Seruni meminta tolong kepada anjing kesayangannya.</p>
<p>Si Toki mengerti jika majikannya membutuhkan pertolongannya, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali hanya menggonggong di mulut lubang. Beberapa kali Seruni berteriak meminta tolong, namun si Toki benar-benar tidak mampu menolongnnya. Akhirnya gadis itu semakin putus asa.</p>
<p>“Ah, lebih baik aku mati saja daripada lama hidup menderita,” pasrah Seruni.</p>
<p>Dinding-dinding batu cadas itu bergerak semakin merapat.</p>
<p>“Parapat[2]… ! Parapat batu… Parapat!” seru Seruni menyuruh batu itu menghimpit tubuhnya..</p>
<p>Sementara si Toki yang mengetahui majikannya terancam bahaya terus menggonggong di mulut lubang. Merasa tidak mampu menolong sang majikan, ia pun segera berlari pulang ke rumah untuk meminta bantuan.</p>
<p>Sesampai di rumah majikannya, si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan baru datang dari desa tetangga berjalan menuju rumahnya.</p>
<p>“Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki menggonggong sambil mencakar-cakar tanah untuk memberitahukan kepada kedua orang tua itu bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.</p>
<p>“Toki…, mana Seruni? Apa yang terjadi dengannya?” tanya ayah Seruni kepada anjing itu.</p>
<p>“Auggg…! auggg…! auggg…!” si Toki terus menggonggong berlari mondar-mandir mengajak mereka ke suatu tempat.</p>
<p>“Pak, sepertinya Seruni dalam keadaan bahaya,” sahut ibu Seruni.</p>
<p>“Ibu benar. Si Toki mengajak kita untuk mengikutinya,” kata ayah Seruni.</p>
<p>“Tapi hari sudah gelap, Pak. Bagaimana kita ke sana?” kata ibu Seruni.</p>
<p>“Ibu siapkan obor! Aku akan mencari bantuan ke tetangga,” seru sang ayah.</p>
<p>Tak lama kemudian, seluruh tetangga telah berkumpul di halaman rumah ayah Seruni sambil membawa obor. Setelah itu mereka mengikuti si Toki ke tempat kejadian. Sesampainya mereka di ladang, si Toki langsung menuju ke arah mulut lubang itu. Kemudian ia menggonggong sambil mengulur-ulurkan mulutnya ke dalam lubang untuk memberitahukan kepada warga bahwa Seruni berada di dasar lubang itu.</p>
<p>Kedua orang tua Seruni segera mendekati mulut lubang. Alangkah terkejutnya ketika mereka melihat ada lubang batu yang cukup besar di pinggir ladang mereka. Di dalam lubang itu terdengar sayup-sayup suara seorang wanita: “Parapat… ! Parapat batu… Parapat!”</p>
<p>“Pak, dengar suara itu! Itukan suara anak kita! seru ibu Seruni panik.</p>
<p>“Benar, bu! Itu suara Seruni!” jawab sang ayah ikut panik.</p>
<p>“Tapi, kenapa dia berteriak: parapat, parapatlah batu?” tanya sang ibu.</p>
<p>“Entahlah, bu! Sepertinya ada yang tidak beres di dalam sana,” jawab sang ayah cemas.</p>
<p>Pak Tani itu berusaha menerangi lubang itu dengan obornya, namun dasar lubang itu sangat dalam sehingga tidak dapat ditembus oleh cahaya obor.</p>
<p>“Seruniii…! Seruniii… !” teriak ayah Seruni.</p>
<p>“Seruni…anakku! Ini ibu dan ayahmu datang untuk menolongmu!” sang ibu ikut berteriak.</p>
<p>Beberapa kali mereka berteriak, namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu itu merapat untuk menghimpitnya.</p>
<p>“Parapat… ! Parapatlah batu… ! Parapatlah!”</p>
<p>“Seruniiii… anakku!” sekali lagi ibu Seruni berteriak sambil menangis histeris.</p>
<p>Warga yang hadir di tempat itu berusaha untuk membantu. Salah seorang warga mengulurkan seutastampar (tali) sampai ke dasar lubang, namun tampar itu tidak tersentuh sama sekali. Ayah Seruni semakin khawatir dengan keadaan anaknya. Ia pun memutuskan untuk menyusul putrinya terjun ke dalam lubang batu.</p>
<p>“Bu, pegang obor ini!” perintah sang ayah.</p>
<p>“Ayah mau ke mana?” tanya sang ibu.</p>
<p>“Aku mau menyusul Seruni ke dalam lubang,” jawabnya tegas.</p>
<p>“Jangan ayah, sangat berbahaya!” cegah sang ibu.</p>
<p>“Benar pak, lubang itu sangat dalam dan gelap,” sahut salah seorang warga.</p>
<p>Akhirnya ayah Seruni mengurungkan niatnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Bumi bergoyang dengan dahsyatnya seakan hendak kiamat. Lubang batu itu tiba-tiba menutup sendiri. Tebing-tebing di pinggir Danau Toba pun berguguran. Ayah dan ibu Seruni beserta seluruh warga berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan mulut lubang batu, sehingga Seruni yang malang itu tidak dapat diselamatkan dari himpitan batu cadas.</p>
<p>Beberapa saat setelah gempa itu berhenti, tiba-tiba muncul sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis dan seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Masyarakat setempat mempercayai bahwa batu itu merupakan penjelmaan Seruni yang terhimpit batucadas di dalam lubang. Oleh mereka batu itu kemudian diberi nama “Batu Gantung”.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, tersiarlah berita tentang peristiwa yang menimpa gadis itu. Para warga berbondong-bondong ke tempat kejadian untuk melihat “Batu Gantung” itu. Warga yang menyaksikan peristiwa itu menceritakan kepada warga lainnya bahwa sebelum lubang itu tertutup, terdengar suara: “Parapat… parapat batu… parapatlah!”</p>
<p>Oleh karena kata “parapat” sering diucapkan orang dan banyak yang menceritakannya, maka Pekan yang berada di tepi Danau Toba itu kemudian diberi nama “Parapat”. Parapat kini menjadi sebuah kota kecil salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<p>* http://literature.melayuonline.com/<br />
* Isi cerita diringkas dari Syamsuri, Maulana. t.t. Danau Toba dan Pulau Samosir dengan Beberapa Dongeng Sumatra Utara. Surabaya: Greisinda Press.<br />
* Anonim. “Menikmati Keindahan Parapat”, :http://www.silaban.net/2007/06/30/menikmati-keindahan-parapat/#more-2245, diakses tanggal 2 Januari 2008.<br />
* Anonim. “Parapat, Keindahan di Tepi Danau”, www.budpar.go.id, diakses tanggal 2 Januari 2008.<br />
* Anonim. “Parapat”, http://id.wikipedia.org/wiki/Parapat&#8221;, diakses tanggal 2 Januari 2008.<br />
* Effendy, Tenas. 1994. “Ejekan” Terhadap Orang Melayu Riau dan Pantangan Orang Melayu Riau.Pekanbaru: Bappeda Tingkat I Riau.<br />
* &#8212;&#8212;-, 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan AdiCita Karya Nusa.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="batu gantung">batu gantung</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="parapat">parapat</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="cerita batu gantung">cerita batu gantung</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="batu gantung danau toba">batu gantung danau toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="ASAL USUL BATU GANTUNG">ASAL USUL BATU GANTUNG</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="Asal mula batu gantung">Asal mula batu gantung</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="gambar batu gantung">gambar batu gantung</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="batu gantung parapat">batu gantung parapat</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="cerita rakyat batu gantung">cerita rakyat batu gantung</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html" title="Kota parapat">Kota parapat</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/batu-gantung-dan-asal-usul-nama-kota-parapat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 23/82 queries in 0.488 seconds using disk: basic
Object Caching 1688/1938 objects using disk: basic

Served from: bersamatoba.com @ 2012-02-09 20:14:47 -->
