<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bersama Toba dot Com &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://bersamatoba.com/tobasa/category/opini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bersamatoba.com</link>
	<description>Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Nov 2011 22:11:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Menyoal Tipe LSM di Sumatra Utara</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 17:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1106</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin beberapa dari kita pernah ingat pada masa 100 hari pemeritahannya, Gus Dur pernah memberikan warning bagi LSM-LSM dadakan yang berdiri hanya untuk ikut memanfaatkan dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) pada masa itu. Meriahnya kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di tengah- tengah kehidupan masyarakat, di satu sisi diakui sangat memberi dampak positif namun di sisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mungkin beberapa dari kita pernah ingat pada masa 100 hari pemeritahannya, Gus Dur pernah memberikan warning bagi LSM-LSM dadakan yang berdiri hanya untuk ikut memanfaatkan dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) pada masa itu. Meriahnya kehadiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di tengah- tengah kehidupan masyarakat, di satu sisi diakui sangat memberi dampak positif namun di sisi lain, kehadiran LSM tak jarang jadi bahan olokan.</strong> Seperti yang pernah diberitakan seputar <a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html">LSM pemeras di sekolah tobasa</a>. Ini karena di antara LSM ada yang tidak jelas orientasi, visi dan misinya (kalaupun ada cuma diatas kertas dan bersipat normatif), bahkan cenderung didirikan hanya untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Kenyataan adanya LSM yang berdiri hanya untuk mencari keuntungan sesaat, cukup menonjol.</p>
<p><strong>Tipe LSM Merpati.</strong><br />
<strong>Untuk spesies ini diidentifikasikan sebagai LSM yang dengan cepat terbentuk apabila mendengar ada proyek-proyek &#8220;basah&#8221; turun dari pemerintah atau dari parpol atau dari swasta untuk mengelabui rakyat, misalnya proyek Reboisasi, Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau Kredit Usaha Tani (KUT), Bina Desa Hutan dan juga dukung-mendukung calon pejabat.</strong><span id="more-1106"></span> Begitu tahu ada proyek-proyek semacam ini atau ada moment pemilihan pejabat, maka dengan secepat kilat sejumlah orang yang tidak jelas komitmen dan asal usul aktivitas dan keberadaannya di dunia per-LSM-an berkumpul dan langsung membentuk wadah LSM.<br />
Tak lama kemudian mereka sudah muncul dengan setumpuk proposal menemui pimpinan-pimpinan instansi pemerintah, perusahaan dan pimpinan partai atau calon pejabat yang ikut kontes, untuk meminta proyek. Para &#8220;aktivis&#8221; LSM semacam ini, biasanya terdiri dari para wartawan dadakan, preman jalanan yang tidak ada kerjaan atau mantan &#8220;aktivis&#8221; organisasi tempoe doeloe jaman Orba yang sudah buruk sepak terjangnya atau merupakan kaki tangan partai-partai penguasa tempoe doeloe yang rata-rata adalah oportunis sejati.<br />
Mereka ini mempunyai jaringan informasi cukup kuat tentang kapan turunnya alokasi proyek-proyek dan lainnya dari pusat sampai daerah bahkan ke kampung-kampung. LSM Merpati akan segera bubar kalau proyek sudah habis. </p>
<p>Ciri lainnya, biasanya dalam penulisan nama lembaga, didepannya memuat tulisan &#8220;LSM&#8221;, misalnya LSM A atau LSM B, hal ini dilakukan akibat ketidak PD-annya sendiri, struktur kelembagaan cenderung mengikuti OKP atau Partai yang sangat hirarkis dan juga mempunyai cabang-cabang, bahkan lucunya ada yang menyebut dirinya LSM tingkat pusat, LSM tingkat 1 dan tingkatan lainnya. &#8220;Aktivisnya&#8221; hanya &#8220;menyambi&#8221; saja dan bukan bekerja penuh untuk LSM tersebut, ada yang pengusaha, wartawan, kontraktor, mantan pegawai negeri atau pegawai negeri atau keluarganya. Yang lainnya adalah dalam manajemen keuangan mempergunakan manajemen warung, dimana otorita keuangan dipegang oleh satu orang saja dan dana saldo kegiatan biasanya dibagi-bagi atau di embat oleh mereka, tidak untuk di saving sebagai pendukung kegiatan lain yang tidak didanai oleh donor tetapi menjadi kebutuhan lembaga dan masyarakat. </p>
<p><strong>Tipe LSM Pedati atau ada juga yang menyebutnya &#8220;LSM Taxi&#8221; atau &#8220;LSM plat kuning&#8221; </strong><br />
<strong>yaitu LSM yang suka dan hanya mengharapkan untuk mengerjakan proyek pemerintah atau pesanan dari yang membutuhkan. LSM jenis ini adalah kelompok LSM yang hanya ada karena didorong-dorong pemerintah.</strong> Misalnya, di suatu instansi akan mengerjakan proyek tertentu tapi diwajibkan memiliki konsultan bergelar LSM. Maka instansi tersebut akan cepat-cepat meminta orang yang dikenalnya agar segera membentuk LSM sehingga ketentuan proyek bisa terpenuhi dan semuanya bisa menjadi aman.<br />
<img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/01/lsm-perempuan.jpg" alt="lsm-perempuan" title="lsm-perempuan" width="300" height="225" class="alignleft size-full wp-image-1107" />Praktik semacam ini biasanya terjadi pada proyek-proyek utang luar negeri dari World Bank atau Asian Development Bank (ADB) atau CGI atau IMF. LSM dengan katagori ini sifatnya lebih permanen, kantornya bagus dan &#8220;aktivisnya&#8221; biasa para dosen atau tenaga-tenaga teknik, namun hanya mengejar keuntungan. LSM jenis ini bisa dikatakan saudara kandung dengan katagori pertama. Penulisan nama lembaga, dan struktur cenderung sama dengan LSM Merpati tetapi lebih adaftif sedikit karena terdiri dari orang-orang yang punya otak. Manajemen agak lebih baik, karena memang orientasinya adalah duit. Sipat partisan terhadap kepentingan tertentu agak terbatas, tetapi juga tidak cukup independen terutama kepada juragan yang memberikan sesajen pada mereka. </p>
<p><strong>Tipe LSM Sejati. </strong><br />
<strong>LSM jenis ini dianggap LSM yang benar-benar bekerja, tumbuh dari bawah karena aktivisnya merasa terpanggil memperbaiki berbagai ketimpangan dalam masyarakat.</strong> LSM jenis ini dengan tegas menolak utang luar negeri untuk kegiatannya dan hanya menerima dana hibah dari badan-badan pemerintah / dunia, lembaga donor luar dan dalam negeri, swadaya sendiri atau dana sumbangan publik [baik dalam maupun luar negeri]. LSM Sejati lebih senang memposisikan dan menyebut dirinya sebagai organisasi non-pemerintah (ORNOP) atau NGO yang punya komitmen besar memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan kaum tertindas, lingkungan hidup, demokratisasi dan HAM.<br />
LSM jenis ini tidak partisan dan sangat anti dengan budaya dukung-mendukung calon pejabat atau partai tertentu. Juga tidak ada jalur hirarkis dan sub-ordinasi antara jaringan internasional, nasional dan lokal. Sipatnya adalah win-win partnership, kemitraan yang sejajar. Gaya bahasa dan penyebutan istilah-istilah agak berbeda dengan kebanyakan aktivis LSM spesies lainnya diatas (misalnya sangat anti dengan kata-kata PEMBINAAN MASYARAKAT karena mengandung konotasi sok lebih terbina dari masyarakat). Otorita keuangan dipegang oleh banyak pihak, tidak dipegang oleh satu orang. Aktivisnya sangat alergi mengurus keuangan, cenderung lebih suka dilapangan.</p>
<p><strong>Coba perhatikan sekitar anda, LSM jenis manakah yang sering anda jumpai?</strong> <img src='http://bersamatoba.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="lsm di sumatera utara">lsm di sumatera utara</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="lsm sejati">lsm sejati</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="lsm-lsm di kota medan">lsm-lsm di kota medan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="Nama &amp; alamat LSM di Sumatera Utara">Nama &amp; alamat LSM di Sumatera Utara</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="nama lsm yang ada di tobasa dan nama pimpinan">nama lsm yang ada di tobasa dan nama pimpinan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="pegertian unibis">pegertian unibis</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="pekerjaan lsm ap bnr sukses dgn gaji">pekerjaan lsm ap bnr sukses dgn gaji</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="pemerasan premanisme">pemerasan premanisme</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="sepak terjang okp ipk">sepak terjang okp ipk</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html" title="LSM Perempuan">LSM Perempuan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/menyoal-tipe-lsm-di-sumatra-utara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Mimpi, di Kabupaten Toba Samosir</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 11:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan bertanah air, berbangsa dan bernegara dengan semangat bendera merah putih yang selalu berkibar di bumi Indonesia diujung tiang tertinggi di Negara Republik Indonesia yang tercintah ini, dengan semangat tunas-tunas bangsa tetap menjaga dan mempertahankan Kemerdekaan serta mengisi pembangunan. Demikian dalam kehidupan bermasyarakat manusia adalah sebagai rakyat pendiri, pemilik dan pemegang kedaulatan Negara, rakyat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kehidupan bertanah air</strong>, berbangsa dan bernegara  dengan semangat bendera merah putih yang selalu berkibar di bumi Indonesia diujung tiang tertinggi di Negara Republik Indonesia yang tercintah ini, dengan semangat tunas-tunas bangsa tetap menjaga dan mempertahankan Kemerdekaan serta mengisi pembangunan.<br />
Demikian dalam kehidupan bermasyarakat manusia adalah sebagai rakyat pendiri, pemilik dan pemegang kedaulatan Negara, rakyat yang baik selalu menjunjung tinggi negaranya dan nilai nilai luhur Pancasila untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhannya diperlakukan <em>pemerintahan yang responsive dan aspiratif</em>, maka untuk itu pemerintah bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat demi terlaksananya roda pembangunan.<br />
Pemerintahan yang responsive dan aspiratif dapat diwujudkan dengan cara mendekatkan pemerintahan dengan masyarakat kemudian pemerintahan dibentuk adalah untuk menjaga system yang baik, santun, tertib dan terkontrol serta bertanggung jawab memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.<br />
Pelayanan merupakan wujud tanggung jawab tanpa pilih buluh oleh pemerintah kepada masyarakat atas kepentingan rakyat.<br />
<em>Dari teori inilah agaknya kita mencermati roda pembangunan dan Sumber Daya Manusia  di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara</em>, selama kepemimpinan St.Drs Monang Sitorus SH MBA secara khusus <strong>kurang lebih tiga tahun  </strong>dinahkodai oleh Bupati Toba Samosir,  tulisan ini agaknya pun diperlukan sebagai  satu cara untuk mengevaluasi keberadaan  Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir,  DPRD,  masyarakat dan Pers,  mengingat ambisi dari Bupati Toba Samosir untuk <strong>mewujudkan Tobamas 2010</strong>.<span id="more-16"></span><br />
Mencermati jalannya roda pembangunan di kabupaten Toba Samosir- Propinsi Sumatera utara dibawah pimpinan Drs Monang Sitorus SH MBA, agaknya membuat kening kita berkerut, betapa banyak problem yang timbul yang semuanya membuat warga gelisah dan mendesah.<br />
Cita-cita untuk mendapatkan dan untuk meraih kehidupan yang lebih layak lagi, <strong>akhirnya cuma menjadi sebuah mimpi</strong>,<em><strong> mimpi itu yang selalu mengganggu dikala lelap tidur di peraduan dan rakyat pun termangu lesu, tidak mengetahui mau bagaimana lagi</strong></em>.<br />
Dari catatan-catatan yang ada pada <strong>Bersama Toba sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten itu</strong>, untuk sementara kita memberi nilai raport dengan “angka merah” bagi Bupati Toba Samosir  Drs Monang Sitorus SH MBA, disana-sini berkembang dan mengendus informasi tak sedap yang dialamatkan kepada pemimpinnya dinilai jelek bahkan “brengsek”, persoalannya pemerintahan yang dipimpimnya dilumuri noda-noda issu korupsi, <strong>yang ternyata pada saat ini Bupati Tobasa  sudah menjadi tersangka</strong>Pada hal kita sudah sepakat untuk memerangi korupsi dengan segala daya dan kemampuan untuk pelaksanaan pembangunan yang dibiayai oleh  APBD barangkali boleh dibuat sebagai satu indikator, lantas simak dan cermatilah, betapa luluh lantaknya pelaksanaan pembangunan itu.<br />
Biar rencana sekali pun dan program yang cukup baik dan cemerlang namun pada akhirnya penilaian adalah apa yang ada dilapangan juga, berdasarkan fakta dilapangan, teramat banyak pelaksanaan pembanguan di Kabupaten Toba Samosir-Propinsi Sumatera utara yang amburadul yang dikerjakan tanpa tanggung jawab bahkan tanpa perasaan bersalah, seolah-olah apa yang dilakukan biar pun tak benar,  Ya.. No.. Problem..!, .Mumpung tengah berkuasa.<br />
Contoh dugaan kasus yang kecil dan enteng, salah satu pilar Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir untuk mewujudkan Tobamas 2010 <strong>adalah Pendidikan</strong>, simak pelaksanaan kegiatan sedikitnya 61 unit Rehabilitasi  Sedang/Berat Bangunan sekolah, masing-masing sekolah <strong>sebesar Rp.250 Juta sumber Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2007</strong>.<br />
Sesuai dengan Pengamatan Bersama Toba dilapangan hasil pembangunan Rehabilitasi itu belum memuaskan  dan yang menjadi permasalah serius adalah pengadaan Buku-Buku dan Meubeler serta alat peraga di  masing-masing Sekolah tersebut sangat amburadul, yang baru-baru ini sejumlah Kepala Sekolah SD diminta keterangan oleh Kejaksaan Negeri Balige.<br />
Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir di bawah kepemimpinan Drs Monang Sitorus SH MBA agaknya tak bergeming, bagai anjing menggonggong kafilah berlalu saja, sekali lagi mumpung masih berkuasa pada hal kekuasaan yang diperoleh dan direngkuh sesungguhnya berasal dari rakyat dan harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat juga,  atau pun dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.<br />
<strong>Berikutnya menyusul kasus yang berpotensi korupsi</strong>, hal pengadan 6 (enam) unit mobil dinas dan 55 unit kenderaan roda dua sebesar Milyaran rupiah yang dibiayai dari APBD TA 2006, proyek tersebut adalah dibuat penghunjukan langsung tanpa ditenderkan  yang melanggar Kepres 80 dan Undang-Undang No 5 Tahun 1999 tentang persaingan usaha yang sehat dan anti monopoli.<br />
Sekaitan dengan hal itu, pengamatan Bersama Toba, Sekretaris Daerah Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, <strong>Liberty  Pasaribu, SH.M.Si  Jumat, tanggal 29 Februari 2008 diperiksa di Kejaksaan Negeri Balige untuk diminta keterangan </strong>Kemudian S.Tampubolan sebagai peneliti Daftar Pengguna Anggaran (DPA) dari Badan Perencana Derah Kabupaten Toba Samosir ikut di minta keterangan.<br />
Kemudian hal pertapakan kantor yang baru dibangun yakni Bapeda, BPKD, Disnaker dan PUK yang saat ini pertapakan tersebut  masih dalam persoalan.<br />
Namun akan halnya tindakan hukum sepertinya pun memang harus diakui masih kurang sekali, meski pun sejumlah pemegang kas di Pemerintahan Kabupaten Tobasa dibariskan di Poldasu Tahun yang lalu untuk diminta keterangan <strong>terkait dugaan korupsi Bupati sebesar Rp.3 Milya</strong>r, namun hasilnya tidak jelas sama sekali,  sama tidak jelasnya dengan ragam kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh pejabat-pejabat di Kabupaten Toba Samosir.<br />
Bukan itu saja, hal pejabat fungsional yang ditempatkan di struktural, oknum PNS dengan latar belakang pendidikannya ditempatkan bukan pada tempatnya sehingga peningkatan dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat terkikis dan sirna dipemerintahan Kabupaten Tobasa yang pada akhirnya masyarakatlah  yang menerima kemiskinan dan penderitaan itu<br />
Sehingga kesempatan baik untuk para “penjilat-penjilat”, “pecundang-pecundang yang tidak tahu diri” dan “penghianat rakyat” bahkan “pembisik maut” semakin leluasa bergerak untuk melebarkan sayapnya terbang menari-nari diatas penderitaan orang lain. Aduh..Ngeri…deh..!, jujur saja mengapa kita harus bersandiwara sekali lagi bersandiwara..!<br />
Bahwa sesungguhnya hampir seluruh staf Pemkab Tobasa gelisah dan resah selama dipimpin Sintua Drs Monang Sitorus SH MBA  namun sampai sekarang tidak ada satu pun yang berani bicara terus terang,  semuanya takut,  semuanya gentar akan menerima akibat yang kurang baik bagi dirinya, takut menerima mutasi  istilah NJ alias Non Job.<br />
Lalu..<strong>warga dan segenap putra-putri Toba Samosir yang berada diperantauan seyogianya harus memberi perhatian yang serius kedaerah bona pasogit</strong>, <strong>Toba Samosir sekarang sedang sakit keras, sangat dibutuhkan perhatian yang cukup serius untuk menyembuhkannya, dibutuhkan perhatian yang nyata dan bukan hanya sebuah retorika,  demi tanah leluhur dan tanah tumpah darah.</strong>Satu-satunya jalan untuk menyembuhkan luka Toba Samosir adalah sangat dibutuhkan peranan masyarakat  yang ditempatkan ditengah-tengah pemerintahan, Toba Samosir harus dibangun sesuai dengan 4 (empat) Pilar sesuai dengan visi dan misi Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA seperti prinsip yang disebutkan diawal tulisan ini, peningkatan pelayanan merupakan wujud tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat,  pemerintahlah yang memegang tanggung jawab atas kepentingan rakyat.<br />
Salah satu contoh pilar Pendidikan, dalam untuk sosialisasi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rehabilitasi SD yang dikelolah Dinas Pendidikan sesunggunya harus dilibatkan pihak LSM,  Masyarakat, Tokoh Adat dan Pers untuk menjaga dana tersebut tepat pada sasarannya,  maka 100%  lah program itu oke dan beres untuk tercapainya dan terwujudnya Tobamas 2010.<br />
Bukan itu saja seperti Musyarawa Perencanaan Pembangunan (Musrembang) di beberapa Kecamatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, masyarakat merencanakan pembanguinan di daerahnya masing-masing  namun karena kepentingan oknum-oknum wakil Rakyat kita, akhirnya  hasil Musrenbang di kecamatan  itu berubah di Musrembang Kabupaten   , kenapa……&#8230;?, Nah disinilah peranan yang luar biasa dari DPRD di Kabupaten  Toba Samosir dengan kepentingannya,  hanya untuk  memikirkan kepentingannya, terbukti sejumlah oknum anggota DPRD “asik” bertandang ke Dinas-Dinas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir hanya untuk mencari Proyek-Proyek.<br />
Sehingga hasil Ulasan LSM Bersama Toba,  sengaja  membuat tulisan ini untuk dicermati dan dipahami, dengan  satu  kesimpulan dalam tulisan ini jarak antara pemerintah yang dipimpin Drs Monang Sitorus SH MBA sepertinya terkesan sangat jauh,  jauh sekali,  rakyat tidak diberi  untuk meningkatkan kehidupannya kearah yang lebih baik namun pelaksanaannya bagai  jauh panggang dari api.<br />
Akhirnya <em>program untuk mewujudkan Tobamas 2010 bagai sebuah retorika semata</em>, perwujudannya dilapangan jauh dari yang diharapkan, maka marila Bersama kita Membangun, Bersama Toba, Bersama Kita Basmi Korupsi…..!,  Bersama Kita Bisa memutar roda pembangunan  dengan tanpa pandang bulu maupun masyarakat duduk bersama-sama  untuk membangun Bumi Toba Samosir yang tercinta ini,  tentu dengan cara yang sopan santun dan <strong>penuh etika seperti diajarkan oleh para leluhur-leluhur kita dulu. Horasss… ….</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="lowongan kerja di samosir">lowongan kerja di samosir</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="lowongan kerja di Tobasa">lowongan kerja di Tobasa</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="Kisah hidup dl sitorus">Kisah hidup dl sitorus</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="peranan pemerintah kabupaten tobasa dalam pendidikan">peranan pemerintah kabupaten tobasa dalam pendidikan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="peranan masyarakat toba samosir terhadap lingkungan">peranan masyarakat toba samosir terhadap lingkungan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="Penerimaan cpns 2012 Dispen balige">Penerimaan cpns 2012 Dispen balige</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="mimpi nonjob">mimpi nonjob</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="lowongan kerja perkebunan d l sitorus">lowongan kerja perkebunan d l sitorus</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="lembaga swadaya masyarakat di kabupaten toba samosir">lembaga swadaya masyarakat di kabupaten toba samosir</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html" title="lembaga kemasyarakatan yang ada di toba samosir">lembaga kemasyarakatan yang ada di toba samosir</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/sebuah-mimpi-di-kabupaten-toba-samosir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasibmu, Wartawan Pemeras&#8230;</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 15:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1090</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Dewan Pers Leo Batubara ketika berbicara dalam seminar Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2009 silam mengutip tulisan wartawan senior Rosihan Anwar bahwa 80 persen wartawan adalah pemeras. Namun kata Leo, biasanya yang diperas adalah para pemeras juga. Apa yang diungkapkan Leo Batubara cukup beralasan bahwa pasca reformasi di Indonesia pertumbuhan jumlah wartawan meningkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/01/wartawan-pemeras.jpg" alt="wartawan-pemeras" title="wartawan-pemeras" width="372" height="265" class="aligncenter size-full wp-image-1091" /><br />
<strong>Ketua Dewan Pers Leo Batubara ketika berbicara dalam seminar Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2009 silam mengutip tulisan wartawan senior Rosihan Anwar bahwa 80 persen wartawan adalah pemeras.</strong> Namun kata Leo, biasanya yang diperas adalah para pemeras juga.<br />
Apa yang diungkapkan Leo Batubara cukup beralasan bahwa pasca reformasi di Indonesia pertumbuhan jumlah wartawan meningkat tajam, banyaknya media baru itu dengan sendirinya membutuhkan wartawan-wartawan baru pula.<span id="more-1090"></span> Kalau dulu orang tak semudah membalik telapak tangan menjadi wartawan, maka sekarang seiring menjamurnya media siapapun biasa menjadi wartawan, bahkan seorang preman pasar sekalipun. Kalau dulu orang membutuhkan sejumlah pendidikan karir jurnalistik berjenjang, sekarang orang tak bersekolah pun bisa jadi wartawan asal punya lobi dengan pimpinan perusahaan pers.</p>
<p>Karena semakin mudahnya menjadi wartawan tak heran pula lahir oknum-oknum wartawan “preman” berjiwa pemeras seperti diungkapkan Leo Batubara. Lalu dunia wartawan pun diselimuti para “preman” yang mengancam stabilisasi pers dan nama baik wartawan yang profesinya diletakkan sebagai pilar ke empat demokrasi.</p>
<p><strong>Demikian pula halnya yang terjadi di kabupaten Tobasa dan beberapa daerah lain di Sumatra Utara, setiap menjelang akhir tahun puluhan “wartawan Tempo” muncul di Balige.</strong> Mereka tempo-tempo nongol, tempo-tempo menghilang. Kayak “penampakan” saja. Seperti yang pernah dituliskan lae Jarar Siahaan: <a href="http://blogberita.net/2008/06/23/wartawan-balige-dapat-jutaan-dari-pemkab/">Wartawan Balige dapat jutaan dari Pemkab</a>.<br />
Humas Pemkab Toba Samosir membayar tulisan wartawan, tergantung jumlah berita: Rp1,5 juta, Rp6 juta, sampai Rp13 juta. “Tapi redaksiku jadi curiga, karena aku terlalu sering mengirim berita yang baik-baik tentang Pemkab. Padahal selama ini biasanya berita kami lebih banyak berita kasus.” Seharusnya pemilik koran malu tidak menggaji wartawan daerah.</p>
<blockquote><p>Sudah jadi pengetahuan umum bahwa hampir semua koran terbitan Medan tidak menggaji wartawannya di daerah. Redaksi cuma memberikan kartu pers lalu menyuruh wartawannya mencari berita dan memasarkan koran, tanpa digaji. Padahal wartawan perlu biaya operasional meliput dan biaya Internet untuk mengirim berita. Inilah kemunafikan media sejak dulu: Media gencar menulis berita bila ada perusahaan yang menggaji karyawannya di bawah upah minimum, tapi wartawan media sendiri tidak digaji sama sekali dan malah dieksploitasi tenaganya bagai sapi perahan.</p></blockquote>
<blockquote><p>Satu bulan terakhir ini wajah puluhan wartawan di Balige sumringah. Mereka ceria, bersemangat, setelah mendapat “honor berita” dari Bagian Humas Pemkab Toba Samosir. Besar uangnya lebih dari sekadar lumayan. Ada yang menerima Rp1,5 juta, Rp3 juta, Rp5 juta, Rp8 juta, hingga Rp13 juta per orang. Semua wartawan kebagian, asalkan pernah menulis berita tentang pembangunan Tobasa dan kegiatan instansi di lingkungan Pemkab Tobasa. Wartawan koran mingguan terbitan Tarutung atau Siantar, wartawan koran harian terbitan Medan atau Jakarta, semuanya dapat bagian.</p>
<p>Contohnya seorang wartawan suratkabar harian menerima Rp13 juta karena dia termasuk penulis produktif, setiap hari dia menulis rata-rata tiga berita. Sedangkan jurnalis koran harian lain hanya diberi Rp1,5 juta karena klipping beritanya sedikit. Menurut sumber situs ini, uang yang diberikan adalah untuk “honor berita” yang terbit sejak Januari 2008.</p>
<p>Kabag Humas Alberth Sidabutar yang diwawancarai Blog Berita pekan lalu mengakui uang yang disampaikan kepada para wartawan bersumber dari anggaran “dana pembinaan pers” yang ditampung dalam APBD Tobasa 2008. Jadi dana tersebut dinilai sah secara hukum, bukan dana siluman.</p></blockquote>
<p>Tragis&#8230;.!</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="wartawan">wartawan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="wartawan pemeras">wartawan pemeras</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="wartawan merangkap">wartawan merangkap</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="wartawan lucu">wartawan lucu</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="tulisan senior">tulisan senior</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="preman balige">preman balige</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="pemerasan oleh wartawan">pemerasan oleh wartawan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="pemeras uang">pemeras uang</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="nama wartawan tobasa">nama wartawan tobasa</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html" title="menghadapi wartawan pemeras">menghadapi wartawan pemeras</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/nasibmu-wartawan-pemeras.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awak media, garda terdepan untuk penyampaian informasi  masyarakat</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 14:17:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1076</guid>
		<description><![CDATA[Jika ada pertanyaan, bidang pekerjaan apa yang paling diminati atau sedang tren saat ini, jawabannya bisa jadi adalah media. Perkembangan teknologi yang demikian pesat membuat arus informasi semakin tidak terbendung untuk segera sampai pada publik. Media yang didapuk sebagai fasilitator dalam pemenuhan kebutuhan ini pun secara otomatis saling berlomba-lomba memberikan servis yang terbaik guna membuktikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1078" class="wp-caption alignright" style="width: 188px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html/attachment/gbrivan-3" rel="attachment wp-att-1078"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/12/gbrivan1.JPG" alt="Oleh: Blogger Batak, Ir.Ivan n70 Wartawan Hr.Medan Pos di Kab.Toba Samosir" title="gbrivan" width="178" height="134" class="size-full wp-image-1078" /></a><p class="wp-caption-text">Oleh: Blogger Batak, Ir.Ivan n70 Wartawan Hr.Medan Pos di Kab.Toba Samosir</p></div>
<p><strong>Jika ada pertanyaan,</strong> bidang pekerjaan apa yang paling diminati atau sedang tren saat ini, jawabannya bisa jadi adalah media.</p>
<p><strong>Perkembangan teknologi yang demikian pesat membuat arus informasi semakin tidak terbendung untuk segera sampai pada publik.</strong> Media yang didapuk <strong>sebagai fasilitator</strong> dalam pemenuhan kebutuhan ini pun secara otomatis saling berlomba-lomba memberikan servis yang terbaik guna membuktikan diri sebagai yang tercepat, terdepan, dan terpercaya.<br />
<span id="more-1076"></span><br />
<strong>Ambisi ini tentu </strong>saja membutuhkan kerja keras dari para awak media yang memang selalu berada pada garda terdepan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. </p>
<p><strong>Untuk mengemban tugas berat ini diperlukan orang-orang yang berkualitas,</strong> mental dan fisik baja, kreatif, dan memiliki motivasi tinggi; karakter-karakter yang seringkali ditemui dalam diri para fresh graduates. </p>
<p>Oleh karena itu, media apapun (cetak, elektronik, online) sekarang ini lebih mengutamakan untuk merekrut para lulusan baru. </p>
<p><strong>Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa bidang ini semakin populer dikalangan angkatan muda yang memang suka tantangan.</strong></p>
<p>Namun, pekerja media bukanlah jenis profesi yang hanya menuntut semangat jiwa muda dan penampilan fisik yang menarik semata. </p>
<p><strong>Sebab,</strong> dunia media yang sesungguhnya dimulai dari lapangan, tempat segala macam informasi didapatkan untuk kemudian diproses menjadi sebuah materi berita atau tayangan yang bernilai dan berguna bagi masyarakat, bukan serta merta terlaksana di dalam studio dingin ber-AC seraya berpakaian rapi dan berpenampilan rupawan serta siap berhadapan dengan kamera.</p>
<p><strong>Jurnalis/reporter/pewarta.</strong> Kalau dulu profesi ini sangat spesifik dan kurang digemari, sekarang justru sebaliknya. </p>
<p>Banyak anak muda yang beramai-ramai <strong>menjadi reporter</strong>, baik untuk media cetak, elektronik maupun online. Segampang itukah menjadi reporter? </p>
<p><strong>Menurut buku Menggebrak Dunia Wartawan karya Kurniawan Junaedhie (1993), sedikitnya ada 6 (enam) syarat untuk menjadi wartawan, diantaranya:</strong></p>
<p>1. tidak gagap teknologi,<br />
2. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan punya nyali,<br />
3. menguasai bahasa (terutama kemampuan menulis yang baik),<br />
4. tahu etika dan sopan santun (memahami kode etik jurnalistik),<br />
5. disiplin terhadap waktu deadline,<br />
6. dan berwawasan luas.<br />
7. Bertanggung jawab terhadap isi berita yang dibuatnya juga termasuk syarat penting.</p>
<p><strong>Diantara syarat-syarat yang disebutkan diatas,</strong> tidak ada keharusan memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik, yang berarti profesi ini terbuka untuk semua disiplin ilmu.</p>
<p>Sementara itu kemampuan menulis bisa didapatkan dengan berbagai cara seperti mengikuti berbagai pelatihan menulis atau writing course ditambah dengan keuletan untuk terus berlatih. </p>
<p><strong>Berkembangnya blog atau halaman pribadi</strong> yang memungkinkan penggunanya menulis apapun yang diinginkan mulai dari sekedar curahan hati, cerpen, berita, review sampai artikel juga jadi media berlatih dan unjuk kebolehan menulis. </p>
<p>Kemajuan teknologi benar-benar telah mempermudah dan memperluas kesempatan untuk menjadi wartawan.</p>
<p>Presenter/Master of Ceremony (MC). Berbeda dengan reporter yang bekerja di belakang layar dan harus melalui 3 tahapan (wawancara, transkrip, dan menulis berita), pekerjaan presenter dianggap lebih praktis. </p>
<p><strong>Dengan mengandalkan kepercayaan diri yang tinggi</strong>, kemampuan komunikasi yang baik, serta spontanitas, seorang presenter siap memandu sebuah acara, baik itu berita, olahraga, talkshow, realityshow, kuis, dan lain-lain. </p>
<p>Penghasilan yang didapat pun terbilang lumayan besar, untuk satu kali event, seorang presenter mampu mengantongi jutaan rupiah, sementara dalam sehari ia bisa tampil 2-3 kali. </p>
<p>Itupun belum termasuk ‘bonus’ menjadi terkenal atau minimal diingat oleh audience.</p>
<p>Oleh karena itu, <strong>orang-orang yang memang hobi cuap-cuap</strong> dan berhadapan dengan orang banyak akan mendapati pekerjaan ini sangat<strong> menyenangkan dan pastinya menguntungkan.</strong></p>
<p><strong>Diantara syarat-syarat yang disebutkan diatas,</strong> tidak ada keharusan memiliki latar belakang pendidikan jurnalistik, yang berarti profesi ini terbuka untuk semua disiplin ilmu. </p>
<p>Sementara itu kemampuan menulis bisa didapatkan dengan berbagai cara seperti mengikuti berbagai pelatihan menulis atau writing course ditambah dengan keuletan untuk terus berlatih. </p>
<p><strong>Berkembangnya blog atau halaman pribadi </strong>yang memungkinkan penggunanya menulis apapun yang diinginkan mulai dari sekedar curahan hati, cerpen, berita, review sampai artikel juga jadi media berlatih dan unjuk kebolehan menulis. </p>
<p>Kemajuan teknologi benar-benar telah mempermudah dan memperluas kesempatan <strong>untuk menjadi wartawan.</strong></p>
<p><strong>Photographer.</strong> Sekali lagi teknologi telah membuktikan pengaruhnya terhadap pilihan karir seseorang. Kamera, sebagai modal utama photographer semakin beragam dan canggih featurenya, belum lagi dengan keberadaan perangkat lunak yang bisa mengedit hasil foto sehingga menjadi lebih indah dan artistik. </p>
<p><strong>Perlengkapan penunjang sudah ada</strong>, tinggal meningkatkan skill melalui kelas fotografi untuk mempelajari teknik dan komposisi dan berlatih memotret sesering mungkin, jadilah seorang fotographer amatir. </p>
<p>Kalaupun tidak bekerja untuk suatu perusahaan, fotographer bisa jadi freelancer yang menangani project dari klien yang berbeda-beda selain mungkin juga membuka usaha jasa wedding photo atau sejenisnya.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html" title="penyampaian informasi">penyampaian informasi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html" title="download buku menggebrak dunia wartawan">download buku menggebrak dunia wartawan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html" title="download gratis buku menggebrak dunia wartawan [1993 kurniawan junaedhie">download gratis buku menggebrak dunia wartawan [1993 kurniawan junaedhie</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html" title="latar belakang lagu eta mangalap boru">latar belakang lagu eta mangalap boru</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html" title="media sebagai penyampaian informasi">media sebagai penyampaian informasi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html" title="penyampaian reporter">penyampaian reporter</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/awak-media-garda-terdepan-untuk-penyampaian-informasi-masyarakat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memberantas korupsi tak pernah bekerja efektif dan dalam perjalanannya terus dikebiri.</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama toba dot Com &#8211; EfeK keganasan prilaku korupsi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan efek kegiatan para teroris, bahkan mungkin efeknya lebih ganas lagi meskipun efek ketakutan dan trauma masyarakat lebih kepada terorisme. Ketika seorang kepala daerah melakukan korupsi sekian Milyar, maka berapa ribu rakyat yang menjadi korbannya, dana yang dikorupsi tersebut sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1066" class="wp-caption alignright" style="width: 275px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html/attachment/vannapit" rel="attachment wp-att-1066"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/12/vannapit.JPG" alt="Ir.Ivan n70 Blogger Batak parBalige-Sumut" title="vannapit" width="265" height="194" class="size-full wp-image-1066" /></a><p class="wp-caption-text">Ir.Ivan n70 Blogger Batak parBalige-Sumut</p></div><br />
Media Online Bersama toba dot Com &#8211; <strong>EfeK keganasan prilaku korupsi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan efek kegiatan para teroris,</strong> bahkan mungkin efeknya lebih ganas lagi meskipun efek ketakutan dan trauma masyarakat lebih kepada terorisme. </p>
<p><strong>Ketika seorang kepala daerah melakukan korupsi sekian Milyar, maka berapa ribu rakyat yang menjadi korbannya, dana yang dikorupsi tersebut sebenarnya bisa mensejahterakan sekian ribu jiwa, bukankah ini sesuatu yang luar biasa yang belum kita sadari.</strong><br />
<span id="more-1065"></span><br />
<strong>Dalam pemberantasan korupsi di Negeri ini. Apa yang dilakukan Densus 88 terhadap terorisme saatnya perlu dilakukan juga kepada para Koruptor untuk menimbulkan efek jera dalam masyarakat.</strong></p>
<p><strong>Mereka,</strong> para teroris dan koruptor rupanya paham betul, kapan harus memanfaatkan momentum dan mencuri perhatian.</p>
<p><strong>Benar, </strong>praktik korupsi dan koruptor di Indonesia memang pantas dikutuk. Sepanjang usia kemerdekaan, penyakit ini terus menerus merasuki semua lapisan masyarakat dan skalanya terus meluas. </p>
<p>Semasa menjabat Kepala Bappenas, Kwik Kian Gie pernah mengungkapkan ada Rp 421 triliun uang negara yang dikorup setiap tahun. </p>
<p><strong>Di dunia swasta,</strong> dari 200 perusahaan yang masing-masing beromset Rp 10 miliar setiap tahun (total Rp 2.000 triliun), sebanyak 20% dari omset itu juga dikorup.</p>
<p>Dan ini yang kemudian selalu terjadi: berbagai lembaga atau tim yang dibentuk untuk memberantas korupsi tak pernah bekerja efektif dan dalam perjalanannya terus dikebiri.<br />
<strong><br />
Tengoklah ketika Soeharto</strong> membentuk berbagai tim anti korupsi pada 1967, termasuk Tim Pemberantasan Korupsi yang diketuai Jaksa Agung Jenderal Sugih Arto, yang kemudian diteruskan Jaksa Agung Jenderal Ali Said. </p>
<p>Dalam praktiknya yang dijaring oleh tim-tim anti korupsi bentukan pemerintah itu ternyata cuma maling<strong> “kelas teri”</strong> sedangkan para birokrat yang bergelimang uang haram tetap saja tidur nyenyak.<br />
Berbagai tim tadi selanjutnya tak jelas nasibnya, apalagi hasil kerjanya.</p>
<p><strong>Nah&#8230; Bagaimana Status tersangka kepada Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus</strong>, tidak jelas&#8230;.,ada apa itu..? Kasus itu ditangani oleh Polda Sumatera Utara, pada waktu itu Kapolda Sumut adalah Kapolri  Sekarang.</p>
<p><strong>Pastikan hukum kepada Bupati Tobasa&#8230;&#8230;.!, Drs Monang Sitorus apakah  di-sp3 atau Skpp atau dideponir atau dilupakan atau tralala-trilili atau&#8230;&#8230;.</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="opini tentang korupsi">opini tentang korupsi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="opini korupsi">opini korupsi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="artikel opini korupsi">artikel opini korupsi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="komentar mengenai korupsi">komentar mengenai korupsi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="opini tentang korupsii">opini tentang korupsii</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="pendapat mengenai korupsi">pendapat mengenai korupsi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="pendapat tentang pemberantasan korupsi">pendapat tentang pemberantasan korupsi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="pendapat tentang koruptor">pendapat tentang koruptor</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="pendapat mengenai para koruptor">pendapat mengenai para koruptor</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html" title="pendapat mengenai koruptor">pendapat mengenai koruptor</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/memberantas-korupsi-tak-pernah-bekerja-efektif-dan-dalam-perjalanannya-terus-dikebiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penegakkan hukum sudah lama menjadi persoalan serius bagi masyarakat Indonesia</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 15:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1042</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama Toba dot.Com - Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana. Hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1044" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html/attachment/hukum-2" rel="attachment wp-att-1044"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/11/hukum1.jpg" alt="Hukum di Negeri ini" title="hukum" width="180" height="271" class="size-full wp-image-1044" /></a><p class="wp-caption-text">Hukum di Negeri ini</p></div><br />
<strong>Media Online Bersama Toba dot.Com </strong>- Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam<strong> bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak,</strong> sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana.<br />
<span id="more-1042"></span><br />
<strong>Hukum pidana</strong> yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih.</p>
<p><strong>Penegakkan hukum di Indonesia s</strong>udah lama menjadi persoalan serius bagi masyarakat di Indonesia. Bagaimana tidak, karena persoalan keadilan telah lama diabaikan bahkan di fakultas-fakultas hukum hanya diajarkan bagaimana memandang dan menafsirkan peraturan perundang-undangan. </p>
<p><strong>Persoalan keadilan </strong>atau yang menyentuh rasa keadilan masyarakat diabaikan dalam sistem pendidikan hukum di Indonesia.</p>
<p>filsuf Aristotle menyatakan bahwa &#8220;<strong>Sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik dari pada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.&#8221;</strong></p>
<p>Mari kita lihat, apakah kondisi yang sama pada saat ini masih akan kita temui <strong>dalam 20 tahun ke depan?</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pendapat tentang hukum di indonesia">pendapat tentang hukum di indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="opini tentang hukum di indonesia">opini tentang hukum di indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pendapat masyarakat tentang hukum di indonesia">pendapat masyarakat tentang hukum di indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pandangan masyarakat tentang hukum">pandangan masyarakat tentang hukum</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pandangan masyarakat terhadap hukum di indonesia">pandangan masyarakat terhadap hukum di indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pendapat tentang hukum diindonesia">pendapat tentang hukum diindonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pandangan masyarakat terhadap hukum">pandangan masyarakat terhadap hukum</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pendapat masyarakat tentang penegakkan hukum di indonesia">pendapat masyarakat tentang penegakkan hukum di indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pendapat penegakkan hukum di indonesia">pendapat penegakkan hukum di indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html" title="pendapatan tentang hukum di indonesia">pendapatan tentang hukum di indonesia</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/penegakkan-hukum-sudah-lama-menjadi-persoalan-serius-bagi-masyarakat-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepercayaan itu bukan kumpulan pernyataan, tetapi kumpulan dari pembuktian</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1019</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama Toba dot Com -Kepercayaan akan mampu mengurangi sekian persen potensi problem dalam hubungan antarmanusia. Hubungan yang saya maksudkan di sini bisa hubungan apa saja, mungkin bisnis, mungkin profesi, rumah tangga, persahabatan dan lain-lain. Seperti yang kita alami, hubungan kita dengan orang lain itu tak hanya menjadi sumber solusi. Terkadang juga menjadi sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1020" class="wp-caption alignright" style="width: 295px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html/attachment/ivan" rel="attachment wp-att-1020"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/11/ivan.JPG" alt="Ivan n70 Blogger Batak parBalige-Tobasa-Sumut" title="ivan" width="285" height="267" class="size-full wp-image-1020" /></a><p class="wp-caption-text">Ivan n70 Blogger Batak parBalige-Tobasa-Sumut</p></div>
<p><strong>Media Online Bersama Toba dot Com -</strong>Kepercayaan akan mampu mengurangi sekian persen potensi problem dalam hubungan <strong>antarmanusia.</strong> Hubungan yang saya maksudkan di sini bisa hubungan apa saja, mungkin bisnis, mungkin profesi, rumah tangga, persahabatan dan lain-lain. </p>
<p><strong>Seperti yang kita alami,</strong> hubungan kita dengan orang lain itu tak hanya menjadi sumber solusi. Terkadang juga menjadi sumber problem. Problem inipun ada yang berupa kesulitan, dilema, dan misteri. Pokoknya, warna-warni problem itu bisa dikatakan tak terhitung.<span id="more-1019"></span></p>
<p>Jika dicek ulang apa saja yang menjadi pemicu munculnya problem dalam hubungan, saya yakin kepercayaan termasuk salah satu faktor yang terbesar. </p>
<p><strong>Jika kepercayaan itu ada dalam sebuah hubungan memang tidak berarti problem akan hilang, tetapi jika kepercayaan itu sudah hilang, dipastikan akan banyak muncul problem. </strong></p>
<p>Problem yang diakibatkan oleh hilangnya kepercayaan ini biasanya melahirkan ketidak-efektif-an atau ketidak-efisien-an. Bisa dikatakan, kepercayaan adalah asas sebuah hubungan yang efektif dan efisien.</p>
<p>Kalau melihat bagaimana sulitnya memimpin bangsa Indonesia dan sulitnya bangsa Indonesia menemukan pemimpinnya dalam mengatasi masalah bangsa ini, mungkin benar juga kata para ahli di televisi.</p>
<p><strong>Hilangnya “trust” telah membuat roda kepemimpinan pemerintah menjadi tidak efektif dan tidak efisien, atau kerap terganjal oleh hal-hal yang tidak penting. </strong></p>
<p>Bukankah sering kita lihat demo atau penolakan sebagian rakyat terhadap program pemerintah padahal secara konsepnya program itu didesain untuk rakyat?</p>
<p><strong>Pada kasus ini </strong>tentu bukan programnya yang ditolak tetapi rakyat selalu curiga dan tidak percaya akan munculnya “jangan-jangan” yang dikhawatirkan, misalnya korupsi atau penunggangan kepentingan individu atas undang-undang yang sah.</p>
<p><strong>Itulah sekilas gambaran bagaimana cara kerja kepercayaan dalam praktek hidup sehari-hari.<br />
</strong><br />
Jika di atas ada pertanyaan mengapa kepercayaan itu perlu dibangun, maka jawabnya adalah: kepercayaan itu bukan pembawaan  tetapi hasil dari pemberdayaan atau usaha, <strong>kepercayaan itu bukan pemberian tetapi balasan, kepercayaan itu bukan kumpulan pernyataan, tetapi kumpulan dari pembuktian.</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="Apa yang dimaksud dengan kepercayaan">Apa yang dimaksud dengan kepercayaan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="apa itu kepercayaan">apa itu kepercayaan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="kepercayaan itu">kepercayaan itu</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="apa yang dimaksud kepercayaan">apa yang dimaksud kepercayaan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="apa yang dimaksud dengan kepercayaan?">apa yang dimaksud dengan kepercayaan?</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="pernyataan rasa percaya diri">pernyataan rasa percaya diri</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="apakah itu kepercayaan">apakah itu kepercayaan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="kepercayaan batak toba">kepercayaan batak toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="kepercayaan itu hilang">kepercayaan itu hilang</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html" title="kumpulan pernyataan">kumpulan pernyataan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/kepercayaan-itu-bukan-kumpulan-pernyataan-tetapi-kumpulan-dari-pembuktian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Premanisme adalah Cermin Pemerintahan Korup</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 15:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[ditulis Oleh.Ivan n70 blogger Batak par-Balige Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Apa sih premanisme&#8230;? Asal kata preman mungkin dari bahasa Inggris “freeman” yang artinya manusia bebas. Di beberapa kamus bahasa Indonesia akan kita temukan paling tidak tiga arti kata preman, yakni: swasta, partikelir, non pemerintah, bukan tentara, sipil dan sebutan orang jahat atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ditulis Oleh.Ivan n70 blogger Batak par-Balige </strong><br />
Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; <strong>Apa sih premanisme&#8230;? </strong>Asal kata preman mungkin dari bahasa Inggris <strong>“freeman” </strong>yang artinya <strong>manusia bebas. </strong><div id="attachment_996" class="wp-caption alignright" style="width: 188px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html/attachment/gbrivan" rel="attachment wp-att-996"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/11/gbrivan.JPG" alt="Ivan Napitupulu Blogger Batak-parBalige-Sumut" title="gbrivan" width="178" height="134" class="size-full wp-image-996" /></a><p class="wp-caption-text">Ivan Napitupulu Blogger Batak-parBalige-Sumut</p></div><br />
Di beberapa kamus bahasa Indonesia akan kita temukan paling tidak tiga arti kata preman, yakni: <strong>swasta, partikelir, non pemerintah, bukan tentara, sipil dan sebutan orang jahat atau yang suka memeras dan melakukan kejahatanbahkan kemudian kuli yang bekerja menggarap sawah. </strong><br />
<span id="more-995"></span><br />
Namun khusus <strong>kata premanisme</strong>, dipakai untuk arti kata yang kedua, <strong>yaitu sifat-sifat seperti orang yang suka memeras dan melakukan kejahatan, bisa juga disebut sifat semau gue.</strong></p>
<p><strong>Lebih celaka lagi,</strong> ternyata premanisme tak hanya dilakukan oleh para <strong>penguasa pemerintahan terhadap rakyatnya,</strong> tapi juga oleh <strong>rakyat terhadap rakyat,</strong> siapa yang kuat secara fisik, jumlah, dan pengaruh [baca: uang], akan melakukan<strong> tindakan premanisme terhadap yang lemah.</strong></p>
<p><strong>Lalu</strong>, apa kita cukup dengan berdiam dan berdoa untuk dapat menghapus premanisme ini?, Tentunya kita tidak dapat mengharapkan anak buah  Kapolri itu, untuk terus menerus melakukan operasi terhadap preman jalanan, yang merupakan cikal bakal premanisme global.</p>
<p>mempertanyakan pembiaran terhadap sejumlah aksi premanisme yang terjadi belakangan ini di kabupaten Toba Samosir. Iya ya, kenapa terkesan dibiarkan? Tanya kenapa?</p>
<p><strong>Kami wartawan di Kabupaten Toba Samosir, dengan ini menyatakan perlawanan terhadap premanisme.</strong></p>
<p>Aksi premanisme telah mengganggu kebebasan informasi, ketentraman usaha dari kakilima hingga ketertiban kehidupan rakyat pada umumnya.<br />
Terutama bila premanisme bersekongkol dengan alat negara.</p>
<p><strong>Premanisme adalah Cermin Pemerintahan Korup,</strong> Jangan biarkan masyarakat menilai pemerintah sendiri yang telah men-setting aksi kekerasan dan premanisme, hanya karena mereka [pemerintah] sendiri tidak sanggup menangani masalah itu sementara korban di pihak masyarakat terus berjatuhan. </p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="pengertian premanisme">pengertian premanisme</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="arti premanisme">arti premanisme</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="premanisme adalah">premanisme adalah</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="arti preman">arti preman</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="arti kata preman">arti kata preman</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="preman batak">preman batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="pengertian preman dalam kamus bahasa indonesia">pengertian preman dalam kamus bahasa indonesia</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="pegertian premanisme">pegertian premanisme</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="definisi premanisme">definisi premanisme</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html" title="preman - premanisme - definisi">preman - premanisme - definisi</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/premanisme-adalah-cermin-pemerintahan-korup.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unte Pangir, media ritual untuk pemujaan</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 12:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=947</guid>
		<description><![CDATA[Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Orang Batak sangat mengenal Unte Pangir atau dalam bahasa Indonesia disebut Jeruk Purut atau bahasa latinnya Citrus hystrix DC. Pada jaman Halak Batak masih menganut agama Mulajadi, maka unte pangir menjadi salah satu media ritual untuk pemujaan, namun saat ini pamor unte pangir sudah hampir sama dengan nasibnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_948" class="wp-caption alignright" style="width: 280px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html/attachment/pangir" rel="attachment wp-att-948"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/10/pangir.jpg" alt="Unte Pangir" title="pangir" width="270" height="249" class="size-full wp-image-948" /></a><p class="wp-caption-text">Unte Pangir</p></div><br />
Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Orang Batak sangat mengenal <strong>Unte Pangir</strong> atau dalam bahasa Indonesia disebut <strong>Jeruk Purut</strong> atau bahasa latinnya  <strong>Citrus hystrix DC</strong>. </p>
<p><strong>Pada jaman Halak Batak masih menganut agama Mulajadi,</strong> maka <strong>unte pangir</strong> menjadi salah satu media <strong>ritual untuk pemujaan</strong>, namun saat ini pamor <strong>unte pangir</strong> sudah hampir sama dengan nasibnya <strong>haminjon atau kemenyan.</strong><br />
<span id="more-947"></span><br />
<strong>Banyak Orang Batak</strong> bila mendengar nama <strong>unte pangir</strong> akan berkonotasi <strong>negatif </strong>kepada <strong>asumsi pemujaan setan,</strong> padahal sebelum orang batak mengenal yang namanya <strong>shampoo </strong>maka <strong>unte pangir</strong> adalah salah satu bahan pencuci rambut yang sangat manjur untuk menjaga kebersihan rambut. </p>
<p><strong>Sampai sekarang ini</strong>, dalam proses-proses <strong>ritual</strong> tertentu, unte pangir masih menjadi <strong>media simbol kebersihan</strong> bukan saja oleh orang-orang Batak tetapi <strong>suku-suku lainnya di Indonesia.</strong> </p>
<p>Dalam praktek-praktek perdukunan atau ilmu pengobatan oleh dukun Batak biasanya menyediakan unte pangir yang dipasangkan dengan daun sirih dan sebutir telur, disamping air bersih yang ditaruh di dalam sebuah cawan. </p>
<p>Bahan-bahan ini digunakan oleh seorang dukun untuk memulai proses ritual meminta petunjuk dari <strong>Sang Pencipta Alam Semesta – Mulajadi Nabolon</strong> yang dianggap sebagai sumber pengetahuan untuk memberikan pengobatan penyakit <strong>fisik atau non-fisik. </strong></p>
<p>Unte pangir dikenal juga oleh suku-suku lainnya dengan sebutan <strong>jeruk purut</strong> oleh orang Melayu dan Jawa, <strong>parale</strong> oleh orang Makassar, <strong>lemon papeda</strong> oleh orang Ambon, <strong>lemon titigila</strong> oleh orang Ternate, <strong>percupin orange</strong> oleh orang Inggris, <strong>bai magrut</strong> oleh orang Cina, <strong>dan bahasa ilmunya Citrus hystrix DC. </strong></p>
<p><strong>Rasa asam pada unte pangir mengandung sedikit asin</strong>, dan mengandung sekitar 1,5% steroid triterpenoid, 1,8% tanin, dan sitrat sekitar 2,5% sehingga unte pangir bersifat penyegar dan stimulan.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="asam sitrat au">asam sitrat au</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="unte pangir">unte pangir</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="ritus pengobatan batak">ritus pengobatan batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="ritual media">ritual media</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="ritual dan media">ritual dan media</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="penGobatan suku batak">penGobatan suku batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="pengaruh globalisasi buatku dan lingkungan sekitarku">pengaruh globalisasi buatku dan lingkungan sekitarku</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="pangubatan halak batak">pangubatan halak batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="opung mulajadi nabolon">opung mulajadi nabolon</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html" title="oppung mulajadi nabolon">oppung mulajadi nabolon</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/unte-pangir-media-ritual-untuk-pemujaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk mu para Pemimpin di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/untuk-mu-para-pemimpin-di-pemerintahan-kabupaten-toba-samosir.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/untuk-mu-para-pemimpin-di-pemerintahan-kabupaten-toba-samosir.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 12:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/tobasa/opini/untuk-mu-para-pemimpin-di-pemerintahan-kabupaten-toba-samosir.html</guid>
		<description><![CDATA[[ Blogger Batak parBalige - Ivan Napitupulu -] Media online Bersama Toba dot Com - Kepemimpinan yang baik jala Nadenggan tidak hanya mengandalkan kemampuan manajemen dan wibawa saja. Memang keduanya akan membuahkan kepatuhan dan rasa hormat dari bawahan Anda. Namun lebih dari itu Anda memiliki kewajiban untuk terus meningkatkan keahlian yang Anda miliki dan memperbaiki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/09/ivan1.JPG' alt='napitupulu' /><br />
<strong>[ Blogger Batak parBalige -  Ivan Napitupulu -]</strong><br />
<strong>Media online Bersama Toba dot Com </strong>- Kepemimpinan yang baik <strong>jala Nadenggan</strong> tidak hanya mengandalkan kemampuan manajemen dan wibawa saja. <strong>Memang keduanya akan membuahkan kepatuhan dan rasa hormat dari bawahan Anda. </strong></p>
<p><strong>Namun lebih dari itu Anda memiliki kewajiban untuk terus meningkatkan keahlian yang Anda miliki dan memperbaiki &#8216;celah&#8217; yang menjadi kekurangan Anda selama ini sebagai pemimpin. </strong>Tentunya Anda menyadari bahwa pemimpin juga manusia yang pastinya punya kelebihan apalagi kekurangan.<br />
<span id="more-881"></span><br />
Namun, bagaimana cara mengetahui kekurangan agar perbaikan bisa dilakukan dengan efektif? Salah satunya adalah dengan meminta masukan atau kritik dari orang yang berada dalam manajeman Anda, dibawah kepemimpinan Anda cukup lama atau yang terbiasa terlibat dengan Anda sehingga mereka dapat memberikan kritik yang objektif dan membangun.</p>
<p><strong>Pada dasarnya memang tidak ada orang yang suka dikritik,</strong> namun yakinlah bahwa ini salah satu cara efektif untuk memperbaiki kepemimpinan Anda. Bagaimana Anda bisa berkembang dan menjadi pemimpin yang akomodatif dan lebih baik jika Anda tidak tahu kekurangan Anda dan enggan memperbaikinya?</p>
<p><strong>Namun pada kenyataannya kita hidup dalam budaya yang penuh dengan rasa &#8216;sungkan&#8217;,</strong> sehingga seringkali sulit bagi Anda sebagai seorang pemimpin untuk meminta masukan atau kritik secara jujur dari orang yang bekerja di bawah kepemimpinan Anda. </p>
<p>Ada ketakutan bahwa jika mereka mengungkapkan kekurangan Anda di mata mereka secara terbuka, bisa-bisa pekerjaan mereka dipertaruhkan.</p>
<p><strong>Namun ada beberapa trik yang bisa membantu Anda &#8216;encourage&#8217; Pegawai Anda agar mereka tidak segan dan sungkan untuk memberikan kritik terhadap kepemimpinan Anda.</strong></p>
<p><strong>Analisa diri Anda sekali lagi sebelum bertanya. </strong><br />
Menurut Anda, kekurangan apa yang perlu diperbaiki dari kepemimpinan Anda?<br />
Daerah mana yang menurut Anda perlu di benahi? Ketika Anda meminta Pegawai Anda untuk memberikan kritik, secara spesifik jelaskan bagian mana dari diri Anda yang perlu diperbaiki. </p>
<p><strong>Berikan pertanyaan &#8216;pancingan&#8217;. </strong><br />
Ingatlah bahwa Anda harus membuat Pegawai Anda merasa nyaman untuk memberikan kritik. Cara melakukannya adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban elaborate, spesifik, namun tidak menyudutkan mereka. </p>
<p><strong>Pilih orang yang tepat.</strong><br />
Pilih orang yang bisa memberikan kritik secara kompeten, sehat dan tepat. Pilihlah orang yang sudah mengenal kepemimpinan dan kinerja Anda cukup lama, Pegawai yang mengetahui tanggung jawab Anda, orang yang tidak terang-terangan &#8216;mengincar&#8217; jabatan Anda dan orang yang terbuka terhadap perubahan.</p>
<p><strong>Jangan defensive.</strong><br />
Sekali lagi ingatlah bahwa Anda membutuhkan kritik dari Pegawai Anda agar Anda bisa menjadi pemimpin yang lebih baik bagi mereka.<br />
Tidak ada pemimpin yang sempurna, namun Anda berkewajiban untuk terus memperbaiki diri demi profesionalitas. Jika Pegawai Anda memberikan kritik yang terasa menyinggung, disampaikan dengan kurang elegan atau tidak Anda setujui, jangan langsung berdebat dan memberikan reaksi yang berlebihan. Andalah yang meminta opini mereka, maka dengarkan dan berterimakasihlah.</p>
<p><strong>Ingatlah bahwa Anda memiliki kekuatan untuk menentukan kritik mana yang akan Anda aplikasikan.</strong><br />
Keputusan untuk mempertimbangkan atau mengacuhkan tiap kritik ada di tangan Anda. Karyawan Anda adalah salah satu sumber yang bisa memberikan kritik dan masukan, namun bukan satu-satunya sumber</p>
<p><strong>Ingat&#8230;&#8230;..!<br />
Anda hanya berhak memimpin sejauh mana Anda telah melayani (Dr. Edwin Louis Cole)</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/untuk-mu-para-pemimpin-di-pemerintahan-kabupaten-toba-samosir.html" title="kabupaten samosir">kabupaten samosir</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/untuk-mu-para-pemimpin-di-pemerintahan-kabupaten-toba-samosir.html" title="kabupaten toba samosir">kabupaten toba samosir</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/opini/untuk-mu-para-pemimpin-di-pemerintahan-kabupaten-toba-samosir.html" title="kelemahan pemimpin batak">kelemahan pemimpin batak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/opini/untuk-mu-para-pemimpin-di-pemerintahan-kabupaten-toba-samosir.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 51/82 queries in 0.052 seconds using disk: basic
Object Caching 1628/1870 objects using disk: basic

Served from: bersamatoba.com @ 2012-05-23 04:30:57 -->
