<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bersama Toba dot Com &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://bersamatoba.com/tobasa/category/berita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bersamatoba.com</link>
	<description>Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Nov 2011 22:11:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Jerman Peringati 150 Tahun Misi Nommensen di Tanah Tapanuli</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 17:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Peran misionaris dari dunia barat untuk membawa kabar baik ke Indonesia patut di syukuri, tanpa mereka yang berani bertaruh nyama maka kabar keselamatan tidak akan pernah terdengar di bumi pertiwi ini. Untuk itu dalam rangka memperingati 150 tahun ke hadiran misi Kristen ke Indonesia, terutama ke tanah Tapanuli, masyarakat Jerman membuat peringatan khusus. Perayaan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2011/10/jubileum-hkbp.jpg" alt="Gambar Jubileum HKBP" title="Gambar Jubileum HKBP" width="260" height="260" class="alignleft size-full wp-image-1151" /><strong>Peran misionaris dari dunia barat untuk membawa kabar baik ke Indonesia patut di syukuri, tanpa mereka yang berani bertaruh nyama maka kabar keselamatan tidak akan pernah terdengar di bumi pertiwi ini.</strong> Untuk itu dalam rangka memperingati 150 tahun ke hadiran misi Kristen ke Indonesia, terutama ke tanah Tapanuli, masyarakat Jerman membuat peringatan khusus.</p>
<p>Perayaan ini dilakukan di kota kecil Wuppertal, di bagian barat Jerman yang merupakan kota asal pendiri Gereja HKBP Ludwig Ingwer Nommensen. Acara peringatan tersebut dilakukan dalam bentuk ibadah ucapan syukur di gereja tempat Nommensen dikukuhkan sebagai misionaris.  Acara kemudian dilanjutkan dengan symposium yang mengulas hubungan antara agama, gereja, adat dan wanita.<span id="more-1150"></span></p>
<p>Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PGI Gomar Gultom dan juga Konsul Jenderal RI Frankfurt, Damos Dumoli Agusman sebagai perwakilan Indonesia. Domos dalam sambutannya menyatakan ucapan terima kasih kepada keturunan dari misionaris yang hadir dalam acara tersebut karena telah mengutusnya untuk membawa kabar baik ke Indonesia.</p>
<p><strong>&#8220;Banyak pelajaran berharga yang kita peroleh dari Nommensen, khususnya masalah yang dihadapi berbagai negara saat ini tentang integrasi sosial. Nommensen adalah orang asing yang berhasil berintegrasi dengan masyarakat Batak tanpa harus meninggalkan identitas Jermannya,” demikian ungkap Domas.</strong></p>
<p>Hadir pula dalam acara tersebut Wali Kota Wuppertal, Silvia Kaut dan Direktur Vereinte Evangelische Mission, Julia Besten yang merupakan organisasi misi yang mengirim Nommansen ke Tapanuli.</p>
<p><strong>Seperti Nommansen, hingga saat ini Tuhan mencari pribadi-pribadi yang mau diutus membawa kabar baik kepada mereka yang terhilang.</strong> Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, seperti apa yang telah Nommansen lakukan, setelah 150 tahun kemudian HKBP berkembang menjadi salah satu denominasi gereja yang cukup besar di negeri ini dan telah menjadi berkat bagi banyak orang.  Gereja tidak boleh kehilangan misi untuk mengabarkan Injil hingga hari kedatangan Tuhan yang kedua kali tiba.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/91/news/111010193823/limit/0/Jerman-Peringati-150-Tahun-Misi-Nommansen-di-Tanah-Tapanuli" target="_blank">Jawaban.com</a></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="gereja HKBP">gereja HKBP</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="Nommensen">Nommensen</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="nommensen di tanah batak">nommensen di tanah batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="berita">berita</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="BERITA TOBASA">BERITA TOBASA</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="batak">batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="missionaris di tanah batak">missionaris di tanah batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="karikatur manager">karikatur manager</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="hkbp">hkbp</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html" title="keturunan nommensen">keturunan nommensen</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/jerman-peringati-150-tahun-misi-nommensen-di-tanah-tapanuli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SBY Raja Batak? Nipi nama i!</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 18:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[Seratusan orang dari Partukoan Naposo Bangso Batak (PNBB), salah satu organisasi suku batak di Medan, menggelar aksi demonstrasi menolak atas rencana pemberian gelar Raja Batak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Massa menilai, SBY tidak pantas menyandang gelar raja batak karena tidak mampu memimpin bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. PENOLAKAN itu disampaikan PNBB, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2011/01/SBY-Raja-Batak.jpg" alt="SBY Raja Batak?" title="SBY Raja Batak?" width="260" height="260" class="alignleft size-full wp-image-1138" /><strong>Seratusan orang dari Partukoan Naposo Bangso Batak (PNBB), salah satu organisasi suku batak di Medan, menggelar aksi demonstrasi menolak atas rencana pemberian gelar Raja Batak kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).</strong> Massa menilai, SBY tidak pantas menyandang gelar raja batak karena tidak mampu memimpin bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.<br />
PENOLAKAN itu disampaikan PNBB, salah satu organisasi suku Batak di Medan, Minggu (16/1/2011) dengan menggelar aksi demonstrasi di dua lokasi berbeda yakni di Medan dan Jakarta. Di Medan, massa PNBB bergerak dari kawasan Tugu Air Mancur, di Jalan Sudirman menuju Tugu Raja Sisingamangaraja ke XII di Jl Sisingamangaraja. Sementara di Jakarta, aksi serupa juga digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.<span id="more-1137"></span></p>
<p><strong>Penganugerahan gelar Raja Batak tersebut rencananya akan dilakukan ketika SBY berkunjung ke Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumut, Selasa 18 Januari mendatang.</strong> Dalam aksinya, massa PNBB menilai SBY tidak pantas menyandang gelar Raja Batak karena terbukti tidak mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain melakukan orasi, massa juga mengadu pada arwah Raja Sisingamangaraja XII.<br />
Pimpinan aksi Edi Barita Malau pun menyampaikan pengaduannya di hadapan patung Raja Batak Sisingamangaraja XII itu sembari menangis terisak-isak. &#8220;Oppung. Coba lihatlah, Oppung! Gelar Raja Batak sudah dipakai untuk kepentingan politik, Oppung,&#8221; teriak Malau dengan menghadap ke patung Si Raja Batak. Sedangkan di belakangnya, ratusan massa mengacung-acungkan sejumlah poster yang bertuliskan penolakan mereka. “Pemberian gelar raja batak kepada SBY hanya akan mencederai pluralisme di tengah-tengah masyarakat batak,” kata Edi.<br />
&#8220;SBY Sok Kali Kau!&#8221; dan &#8220;Hei SBY, Jangan Kau Coba Datang ke Tanah Batak&#8221; tertulis di sejumlah poster yang dibawa oleh para massa. Selain itu, juga ada spanduk bertuliskan &#8220;TB Silalahi, Jangan Kau Jual Orang Batak kepada SBY&#8221;.</p>
<p>Malau sendiri dalam orasinya menyampaikan tuntutan rakyat Batak yang menolak pemberian gelar adat tersebut kepada Presiden SBY. Mereka juga meminta agar elit politik dari Tanah Batak tidak lagi seenaknya memberikan gelar adat kepada sembarangan orang, hanya untuk kepentingan politik mereka. &#8220;Gelar itu hanya digunakan sebagai ajang popularitas dan komersialisasi oleh mereka. Padahal, gelar Raja Batak itu adalah gelar adat, tidak sembarangan orang yang bisa memakai gelar itu,&#8221; ucap Malau dalam orasinya.<br />
Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah bertanggung jawab terhadap kriminalisasi jemaat HKBP di Bekasi. Dalam aksi itu, mereka juga menyanyikan lagu berjudul &#8220;O Tano Batak&#8221;.</p>
<p><strong>Menanggapi aksi yang dilakukan Aliansi Batak Seluruh Indonesia di Hotel Indonesia, TB Silalahi selaku tuan rumah Grand Opening Museum Batak TB Silalahi Center yang akan dilaksanakan pada 18 Januari mendatang, angkat suara.</strong> Menurut dia sama sekali tak ada rencana memberi SBY gelar Raja Batak. “SBY tidak diberi gelar Raja Batak, yang memberi gelar kehormatan adalah Mandailing dan itu bukan gelar Raja Batak tapi diberi gelar Patuan Sorimulia Raja, suatu gelar kehormatan. Mereka biasa memberi gelar itu kepada salah satu tokoh yang dihormati,” terang TB Silalahi. “Sedangkan Ibu Ani akan diberikan gelar Naduma Harungguan Hasayangan dari Adat Angkola.”<br />
Lebih jauh dia menjelaskan, gelar bagi SBY dan Ibu Ani merupakan gelar tertinggi adat Batak Angkola. Dalam Bahasa Indonesia merupakan singkatan dari Paduka Tuan. Sepanjang pengetahuan TB Silalahi, Batak Toba juga tidak punya tradisi memberi gelar. “Jadi kalau Anda orang Batak Toba protes itu salah alamat. Keputusan itu dari Lembaga adat Angkola,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, kader Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai massa PNBB tidak berhak menolak pemberian gelar Raja Batak kepada SBY. Dia beralasan, tidak ada satu marga atau organisasi manapun yang bisa mengatasnamakan orang Batak. “Pak SBY diangkat sebagai Raja Batak itu karena keteladanan, kenegarawanan, kerendahan hati beliau dan karena memang dicintai rakyat,” katanya.<br />
Itu sebabnya, Ruhut menilai PNBB hanya massa yang kurang pekerjaan saja. Karenanya, Ruhut mengaku akan tetap mendukung pemberian gelar Raja Batak kepada SBY.<br />
“Kita akan memberi itu, kita akan mendukung itu. Yang menolak itu siapa? Si Poltak (Ruhut) saja, yang raja minyak dan terkenal tidak menolak. Mereka (PNBB) itu siapa?” tutup Ruhut.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="raja batak">raja batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="SBY raja batak">SBY raja batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="batak">batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="pers yang bebas dan bertanggung jawab">pers yang bebas dan bertanggung jawab</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="raja raja batak">raja raja batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="sawah kartun">sawah kartun</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="bacaaan lagu batak toba">bacaaan lagu batak toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="alamat ruhut sitompul">alamat ruhut sitompul</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="nama gelar batak">nama gelar batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html" title="Raja Sisingamangaraja 11">Raja Sisingamangaraja 11</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/sby-raja-batak-nipi-nama-i.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mohon Dukungan Doa untuk Jemaat HKBP Pondok Timur</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 06:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Tekanan terhadap gereja HKBP Pondok Timur terjadi kembali, setelah usai melakukan ibadah pada hari Minggu (18/7) pagi, jemaat disandera oleh sekelompok orang dan melarang mereka untuk beribadah. Menanggapi hal ini, jemaat dan pengurus Gereja HKBP Pondok Timur Indah pun melapor ke Mabes Polri. Menurut pengacara pendamping, Roberts B Keytimu, larangan beribadah itu dilakukan sekelompok orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/08/Gereja-HKBP-Pondok-Timur.jpg"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/08/Gereja-HKBP-Pondok-Timur.jpg" alt="" title="HKBP Pondok Timur" width="283" height="284" class="alignleft size-full wp-image-1121" /></a><strong>Tekanan terhadap gereja HKBP Pondok Timur  terjadi kembali, setelah usai melakukan ibadah pada hari Minggu (18/7) pagi, jemaat disandera oleh sekelompok orang dan melarang mereka untuk beribadah. Menanggapi hal ini, jemaat dan pengurus Gereja HKBP Pondok Timur Indah pun melapor ke Mabes Polri.</strong> Menurut pengacara pendamping, Roberts B Keytimu, larangan beribadah itu dilakukan sekelompok orang dengan penyerangan. Aksi penyerangan bermula pada 10 Juli lalu.<br />
&#8220;Banyak anggota jemaat yang ditahan oleh massa untuk tidak bisa masuk lokasi,&#8221; ujar pimpinan jemaat Luspida Simanjuntak di Mabes Polri, Kamis (21/07). Selain melarang jemaat untuk beribadah, Luspida mengatakan massa yang berjumlah sekitar 600 orang juga melakukan penyanderaan. &#8220;Massa tidak memperbolehkan jemaat untuk pulang selama satu jam,&#8221; ujarnya.<span id="more-1120"></span></p>
<p><strong>Sebenarnya tempat ibadah yang sekarang adalah tempat kedua setelah gereja tersebut dilarang mengadakan ibadah di Jalan Puyuh, Kelurahan Mustika Jaya pada Desember 2009. Bahkan Pemerintah Kota Bekasi menyegel tempat ibadah tersebut pada Maret 2010. </strong>Setelah penyegelan, diadakan pertemuan antara pemkot, Polres Bekasi dan instansi terkait. Salah satu hasil kesepakatan ibadah dipindahkan ke sebuah tempat milik pribadi, tetapi jemaat tetap dilarang beribadah. Pada Sabtu (10/7) lalu ada sekelompok orang dengan atribus ormas tertentu membentangkan tiga spanduk menolak adanya gereja di wilayah tersebut.<br />
“Sebelum dan selama ibadah berlangsung, mereka berteriak-teriak agar jemaat bubar dan jangan melakukan ibadah di lokasi. Mereka berteriak sambil memukuli seng dan kaleng bekas,&#8221; demikian ungkap Pendeta Simanjuntak.</p>
<p><strong>Dia menjelaskan, jemaat HKBP PTI yang memiliki anggota sebanyak 1.500 orang sudah beribadat selama 20 tahun di tempat tersebut, namun belakangan ini masyarakat menolak keberadaan mereka. </strong>Setelah ada kesepakatan dengan Pemkot Bekasi, jemaat diperbolehkan melaksanakan kebaktian di tempat lain, yaitu di sebuah lahan yang disediakan pemkot di Jalan Puyuh, Kampung Ciketing, Bekasi. Namun pada 18 Juli lalu, ketika jemaat akan melakukan peribadatan, sekelompok orang tetap melarang diadakannya peribadatan di lahan tersebut dengan memasang spanduk berisi usiran terhadap para jemaat.<br />
&#8220;Apapun resikonya kita tetap beribadah di tempat yang diberikan pemerintah,&#8221; tegas pimpinan jemaat Pdt. Luspida Simanjuntak.</p>
<p><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/08/aksi-perusakan-gereja.jpg" alt="" title="Aksi Perusakan Gereja oleh FPI" width="450" height="299" class="aligncenter size-full wp-image-1122" /><br />
<strong>Yang sangat disayangkan oleh jemaat dan Pendeta Simanjuntak adalah anggota Polres datang dan meminta ibadah jangan dilakukan lagi di lokasi terebut karena massa yang menolak jumlahnya banyak. Menurut pandangan Pendeta Simanjuntak, seharusnya polisi melindungi mereka dan membubarkan massa.</strong> Hal ini menurutnya merupakan pelanggaran hak asasi. Saat kejadian sebenarnya ada pihak aparat keamanan. Bahkan, tambah dia, dalam peristiwa itu hadir pula Kapolres setempat. Namun, mereka menyayangkan tindakan Kapolres yang justru meminta ibadah itu dibubarkan. “Itu yang kami pertanyakan mengapa Kapolres tidak mencerminkan sikap Pancasilais,” ujar Roberts<br />
Jemaat dan pengurus Gereja HKBP Pondok Timur Indah yang melapor ke Gedung Bareskrim Mabes Polri sekitar 30 orang melakukan ibadah di halaman Gedung Bareskrim sebelum melapor. Hal ini memicu ketegangan dengan anggota polisi yang sempat melarang hal tersebut. Seorang anggota satuan yang berpakaian sipil sempat melarang dengan alasan di dalam sedang rapat, bahkan sempat mengatakan pada petugas di dalam sentra pelayanan kepolisian agar jangan menerima laporan mereka.</p>
<p><strong>Sulitnya mendapatkan ijin mendirikan tempat beribadah dan tekanan dari kelompok-kelompok tertentu telah mencederai kebebasan beragama yang dijamin oleh UUD 45.</strong> Penutupan, penyegelan dan perusakan rumah ibadah atas nama agama tertentu sudah sering terjadi, namun pihak kepolisian seperti tidak berdaya dan tidak melakukan tindakan tegas terhadap kejadian seperti ini.<br />
Dia juga menyayangkan sikap Kapolres Kota Bekasi yang terkesan membiarkan kejadian intimidasi oleh ormas tertentu terhadap para jemaat. &#8220;Kami menyayangkan, di sebuah negara demokrasi yang berdasarkan Pancasila, tapi penegak hukumnya tidak mencerminkan rasa kemanusiaan. Seharusnya penegak hukum bersikap independen,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Mari kita berikan dukungan doa serta moril bagi umat Tuhan yang sedang mengalami tekanan dan aniaya, dizhalimi kalau memakai istilah orang seberang.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="perusakan gereja">perusakan gereja</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="Hkbp">Hkbp</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="alamat email prof dr mangadas lumban gaol">alamat email prof dr mangadas lumban gaol</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="hkbp batak">hkbp batak</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="daftar gereja di bekasi timur">daftar gereja di bekasi timur</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="doa membubarkan rencana">doa membubarkan rencana</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="berbahagialah yang teraniaya karena namaku">berbahagialah yang teraniaya karena namaku</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="hkbp Toba">hkbp Toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="Komentar Presiden RI Pengrusakan Gereja">Komentar Presiden RI Pengrusakan Gereja</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html" title="pengrusakan gereja">pengrusakan gereja</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/mohon-dukungan-doa-untuk-jemaat-hkbp-pondok-timur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website ini masih dalam tahap pengembangan</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 23:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Serba serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Horas!! Pir Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu. Website ini masih dalam tahap pengembangan, dimohon dukungan doa nya Tertanda, Ir. Ivan Napitupulu Pencarian pada artikel ini:tahapan pengembangan WEBapa maksud web masih dalam pengembangangambar danau toba untuk header blogjr sitorussimattibungweb danau tobawebsite dalam pengembanganwebsite dalam tahap pembagunanwww munumen silaban com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Horas!!</strong><br />
Pir Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu.</p>
<p>Website ini masih dalam tahap pengembangan, dimohon dukungan doa nya</p>
<p>Tertanda,<br />
<img src='http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2008/03/ivan1.jpg' alt='Foto Ivan Napitupulu' /><br />
<strong>Ir. Ivan Napitupulu</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="tahapan pengembangan WEB">tahapan pengembangan WEB</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="apa maksud web masih dalam pengembangan">apa maksud web masih dalam pengembangan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="gambar danau toba untuk header blog">gambar danau toba untuk header blog</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="jr sitorus">jr sitorus</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="simattibung">simattibung</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="web danau toba">web danau toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="website dalam pengembangan">website dalam pengembangan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="website dalam tahap pembagunan">website dalam tahap pembagunan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html" title="www munumen silaban com">www munumen silaban com</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/serba-serbi/website-ini-masih-dalam-tahap-pengembangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulah Oknum Wartawan dan LSM Pemeras di Sekolah Tobasa</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 05:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1100</guid>
		<description><![CDATA[“Asal dana BOS cair, para oknum wartawan dan LSM ramai-ramai datang dan maksa minta bagian,” kata Hutasoit, salah seorang pengelola dana BOS SD di Kabupaten Tobasa kepada pemberi materi dalam bintek yang diikutinya. Pernyataan itu muncul setelah para pengelola dana BOS mengeluh karena sering diperas oknum yang mengaku wartawan. Pimpinan sekolah di Tobasa mencemaskan pencairan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1103" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2010/01/dana-sekolah.jpg" alt="Dana sekolah dan BOS" title="dana-sekolah" width="250" height="188" class="size-full wp-image-1103" /><p class="wp-caption-text">Dana sekolah dan BOS</p></div><strong>“Asal dana BOS cair, para oknum wartawan dan LSM ramai-ramai datang dan maksa minta bagian,” kata Hutasoit, salah seorang pengelola dana BOS SD di Kabupaten Tobasa kepada pemberi materi dalam bintek yang diikutinya. Pernyataan itu muncul setelah para pengelola dana BOS mengeluh karena sering diperas oknum yang mengaku wartawan.</strong> Pimpinan sekolah di Tobasa mencemaskan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke sekolah SD dan SMP, yang dibarengi munculnya sejumlah oknum mengatasnamakan wartawan dan aktivis LSM, yang datang untuk minta uang (memeras) sekolah tersebut. Sejumlah pimpinan sekolah di Tobasa mengaku kesal dengan ulah oknum mengatasnamakan wartawan maupun aktivis LSM yang berulah dengan dalih macam-macam berkaitan pencairan dana BOS maupun penerimaan siswa baru (PSB) di sekolah mereka.<span id="more-1100"></span> Salah seorang kepala sekolah di Tobasa mengeluhkan ulah oknum mengaku wartawan sebuah media cetak di daerahnya yang datang bukan untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Tapi oknum itu hanya mau meminta sejumlah uang dari sekolah itu.</p>
<p><strong>&#8220;Jumlah uang yang diminta cukup besar, kalau kami tidak memberikannya diancam oleh yang bersangkutan,&#8221; ujar salah satu pimpinan sekolah itu pula. Menurut kepala sekolah dan guru di beberapa SD, SMP maupun SMA di beberapa tempat di Tobasa, termasuk di Balige dan Humbang Hasundutan, ulah oknum mengaku wartawan dan aktivis LSM itu selalu berulang sepanjang tahun.</strong> Oknum seperti itu, baik sendiri-sendiri maupun berombongan beberapa orang, secara rutin setiap tahun atau antara 3-6 bulan rajin mendatangi sekolah-sekolah bersangkutan.<br />
Modusnya, menurut beberapa kepala sekolah dan guru, mereka datang mengatasnamakan wartawan atau LSM tertentu untuk menanyakan informasi pencairan dana BOS dan proses seleksi siswa baru serta berbagai pungutan di sekolah bersangkutan.<br />
Tapi buntutnya, oknum itu hanya bertujuan meminta sejumlah uang kepada pihak sekolah. Kalau tidak diberikan, mereka memberikan ancaman macam-macam, seperti masalah di sekolah itu akan &#8220;dikorankan&#8221; atau dipersoalkan oleh LSM tersebut untuk dibeberkan secara terbuka kepada masyarakat.</p>
<p><strong>Kendati begitu, tidak sedikit kepala sekolah dan guru yang kedatangan &#8220;tamu tidak diundang&#8221; itu berani bertindak tegas dengan &#8220;menantang&#8221; untuk mengadukan mereka kepada organisasi pers atau ke polisi.</strong> Tapi tidak sedikit pula pihak sekolah akhirnya memberikan sejumlah uang &#8211;dengan biasanya lebih dulu terjadi tawar menawar&#8211; kepada oknum-oknum tersebut.<br />
Sebelumnya, Sekretaris Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) Indonesia di Balige, Gino Vanollie mengingatkan agar para kepala sekolah maupun guru dan pengurus Komite Sekolah atau pengelola satuan pendidikan lainnya, tidak perlu takut menghadapi para oknum wartawan dan LSM yang bertujuan memeras dan minta uang seperti itu.<br />
&#8220;Layani saja baik-baik, kalau tujuannya hanya untuk minta uang jangan takut menanyakan identitasnya kemudian kalau tetap mau memeras dan minta uang, laporkan saja ke polisi,&#8221; kata Gino lagi. Menurut dia, tidak ada alasan pihak sekolah yang telah bekerja dengan baik dan menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya dapat ditakut-takuti oleh oknum wartawan dan LSM seperti itu.</p>
<p><strong>Tapi Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Sumut juga mengingatkan agar masyarakat termasuk para kepala sekolah maupun guru agar lebih berani saat menghadapi oknum mengaku wartawan yang datang ke sekolah atau instansinya untuk meminta sejumlah uang atau tujuan di luar urusan pemberitaan lainnya.</strong><br />
&#8220;Wartawan itu menjalankan tugas jurnalistik, kalau datang tujuannya bukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, tak perlu dilayani dan kalau minta uang paksa atau memeras, sebaiknya segera laporkan kepada polisi terdekat,&#8221; kata koresponden Harian Sinar Indonesia Baru itu pula.<br />
AJI Sumut, menurut Juwendra, mensinyalir di daerahnya saat ini semakin banyak berkeliaran oknum wartawan maupun mereka yang mengaku wartawan namun tidak menjalankan tugas jurnalistik sebagaimana mestinya, melainkan kerap melakukan perbuatan tidak terpuji di tengah masyarakat.<br />
Dia mengharapkan, masyarakat apalagi kepala sekolah dan guru maupun aparatur pemerintah di daerahnya untuk tidak perlu takut mengambil tindakan tegas saat berhadapan dengan oknum wartawan atau mereka yang mengaku wartawan seperti itu.<br />
&#8220;Masyarakat luas harus ikut membantu memulihkan citra pers di Tobasa yang belakangan tercemari dengan ulah para oknum wartawan yang melakukan perbuatan buruk itu,&#8221; kata Juwendra lagi.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="tobasa">tobasa</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="Cara menghadapi LSM">Cara menghadapi LSM</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="tugas dan tanggung jawab lsm">tugas dan tanggung jawab lsm</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="lsm pemeras">lsm pemeras</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="cara mengatasi lsm">cara mengatasi lsm</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="cara mengatasi lsm yang kurang bertanggung jawab">cara mengatasi lsm yang kurang bertanggung jawab</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="tugas dan tanggung jawab l s m">tugas dan tanggung jawab l s m</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="trik wartawan memeras">trik wartawan memeras</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="trik menghadapi pemerasan">trik menghadapi pemerasan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html" title="cara mengahadapi lsm">cara mengahadapi lsm</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/ulah-oknum-wartawan-dan-lsm-pemeras-di-sekolah-tobasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terjadi di Tapanuli Utara, dua anak-anak dibunuh dengan &#8220;sadis&#8221;</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 10:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1050</guid>
		<description><![CDATA[Kapolres Taput : Secara psikologi, kejahatan banyak terjadi akibat tekanan ekonomi dan rendahnya kualitas SDM manusianya dari segi pendidikan, termasuk di Tapanuli Utara Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Huta Tahut Bosi &#8211; Kabupaten Tapanuli Utara- Rafika br Sormin (5) dan adiknya, Lidia br Sormin (2,5) ditemukan tewas. Jasad keduanya pun berdampingan di kawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_1051" class="wp-caption alignright" style="width: 266px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html/attachment/adik-kakak" rel="attachment wp-att-1051"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/11/adik-kakak.JPG" alt="dua anak dibunuh dengan sadis" title="adik-kakak" width="256" height="270" class="size-full wp-image-1051" /></a><p class="wp-caption-text">dua anak dibunuh dengan sadis</p></div><strong>Kapolres Taput :</strong> Secara psikologi, kejahatan banyak terjadi akibat tekanan ekonomi dan rendahnya kualitas SDM manusianya dari segi pendidikan, termasuk di Tapanuli Utara<br />
<span id="more-1050"></span><br />
<strong>Media Online Bersama Toba dot Com &#8211;  Huta Tahut Bosi &#8211; Kabupaten Tapanuli Utara- </strong>Rafika br Sormin (5) dan adiknya, Lidia br Sormin (2,5) ditemukan tewas. Jasad keduanya pun berdampingan di kawasan perladangan sekitar 75 meter dari rumahnya, di Dusun Sormin Desa Rahut Bosi Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara, Kemarin Sabtu (28/11/2009).<strong> Hasil medis, keduanya tewas karena dicekik kemudian di tubuh korban ditemukan bekas pukulan.</strong></p>
<p><strong>Demikian Kontributor Media Online Bersama Toba dot Com melaporkan langsung sian huta Rahut Bosi-Kecamatan Pangaribuan &#8211; Kabupaten Tapanuli Utara.</strong></p>
<p>Kapolres Tapanuli Utara, AKBP J Didiek DP SH didampingi Kasat Reskrim, AKP Efendi Munthe mengatakan, Jasad kedua korban ditemukan oleh ibu dan oppungnya yang telah mencari mereka sejak pukul 12.00 WIB, di belakang rumah oppungnya berhadap-hadapan dengan rumah korban.</p>
<p><strong>Dikatakan saat ditemukan, dari hidung dan mulut Rafika yang mengenakan celana pendek jeans dan kaus coklat itu, masih tampak berdarah. </strong></p>
<p>Sementara, di leher Lidia yang mengenakan kaus warna merah berbunga dan rok warna merah jambu, tampak lebam merah. Kedua pakaian korban tampak kotor berselimut tanah.</p>
<p><strong>Kapolres menjelaskan,</strong> dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara  atau TKP Polsek Pangaribuan didukung Satuan Reskrim Polres Taput, disimpulkan bahwa jasad Rafika dan Lidia dibawa dan diletakkan di kawasan perladangan dengan posisi berdekatan. Itu setelah dibunuh di tempat lain.</p>
<p><strong>Dikatakan masih dengan  Kapolres,</strong> untuk keperluan otopsi, mayat keduanya langsung di bawa ke RS Jasamen Saragih Pematangsiantar. </p>
<p>Hasil otopsi kedokteran forensik juga menunjukkan ada tanda-tanda kekerasan pada korban, yakni bekas cekikan di leher, keduanya tewas karena penyumbatan pernafasan akibat dicekik.</p>
<p><strong>Kemudian di kepala ada pembengkakan, di leher luka gugus, di badan luka biram. </strong></p>
<p>Disebutkan, kedua korban meninggal dunia indikasinya sekitar 1 jam lebih sebelum ditemukan. “Tapi keras dugaan keduanya meninggal akibat tindakan kriminal,” kata petugas.</p>
<p><strong>Sementara itu, pihak Polres Taput sudah memeriksa tiga saksi dari warga setempat. </strong></p>
<p>“Saat ini kita sudah mengumpulkan bukti dan keterangan para saksi. Sudah tiga saksi yang kita periksa. Kita tunggu, semoga kita bisa mengungkap pelaku di balik perbuatan keji ini,” kata Kapolres Taput. Ia menambahkan, pihaknya sudah mendapat petunjuk dan segera menetapkan tersangka pembunuhan bocah kakak-beradik itu.</p>
<p><strong>Masih menurut Kapolres</strong>, peristiwa ini merupakan gambaran dari kondisi beratnya tekanan ekonomi serta latar belakang pendidikan masyarakat Tapanuli Utara yang umumnya masih tergolong rendah. “Secara psikologi, kejahatan banyak terjadi akibat tekanan ekonomi dan rendahnya kualitas SDM manusianya dari segi pendidikan, termasuk di Tapanuli Utara,” paparnya.</p>
<p><strong>Diwaktu dan tempat yang berbeda,</strong> Ketua Pokja Pengaduan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah  atau KPAID Taput, Dame Siahaan, mengutuk keras perbuatan tak ber-prikemanusian ini.<br />
<strong><br />
Ini kejadian luar biasa dengan korban anak-anak. Siapapun pelaku pembunuhan Rafika dan Lidia, dia sudah lebih-lebih dari watak binatang. &#8220;Pelakunya harus segera ditemukan dan harus dihukum seberat-beratnya,” tandasnya</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="SADIS">SADIS</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="tapanuli utara">tapanuli utara</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="gambar sadis">gambar sadis</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="berita tapanuli utara">berita tapanuli utara</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="tapanuli">tapanuli</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="taput">taput</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="berita tapanuli">berita tapanuli</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="dibunuh">dibunuh</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="mati sadis">mati sadis</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html" title="berita taput">berita taput</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-dua-anak-anak-dibunuh-dengan-sadis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Danau Toba mendadak meluap di luar kelaziman</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 15:17:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1037</guid>
		<description><![CDATA[>> Air bercampur batu-batu dan lumpur langsung menyapu perkampungan >> Upaya pertolongan dari pemerintah daerah sejauh ini, diinformasikan masih minim Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Terjadi di Dairi &#8211; Reruntuhan tanah disertai bebatuan, kemarin (22/11) menghantam 5 rumah di Desa Silalahi III, Kec. Silahisabungan, Dairi. Tak hanya merusak rumah dan perladangan warga, akibat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1038" class="wp-caption alignright" style="width: 298px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html/attachment/bencana-dairi" rel="attachment wp-att-1038"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/11/bencana-dairi.JPG" alt="Danau Toba Meluap" title="bencana dairi" width="288" height="300" class="size-full wp-image-1038" /></a><p class="wp-caption-text">Danau Toba Meluap</p></div>
<p><strong>>> Air bercampur batu-batu dan lumpur langsung menyapu perkampungan<br />
>> Upaya pertolongan dari pemerintah daerah sejauh ini, diinformasikan masih minim</strong></p>
<p><strong>Media  Online Bersama Toba dot Com</strong> &#8211;  Terjadi di <strong>Dairi</strong> &#8211; Reruntuhan tanah disertai bebatuan, kemarin (22/11) menghantam 5 rumah di Desa Silalahi III, Kec. Silahisabungan, Dairi.<br />
<span id="more-1037"></span><br />
Tak hanya merusak rumah dan perladangan warga, akibat bencana itu, seorang ibu dinyatakan tewas, dan anaknya dilaporkan tertimbun.</p>
<p><strong>Longsor bercampur bebatuan dari Hutan Lindung Lae Pondom itu,</strong> menghantam rumah kerabat Rosmauli br Sidebang. Dikontak lewat ponsel, Camat Silahisabungan, Drs Parasian Sihaloho, pada wartawan mengaku, saat kejadian, Rosmauli dan seroang anaknya bermarga Simandalahi, berada di rumah kerabatnya yang termasuk 1 dari 5 rumah dihantam longsor.</p>
<p><strong>Seorang warga Sidikalang, Markus Purba</strong> yang sedang mengunjungi keluarganya di Silalahi menuturkan, Rosmauli tewas setelah mendapat perawatan sederhana dari Tim Medis di Puskesmas setempat.</p>
<p>Sedangkan kondisi rumah kerabat mereka nyaris tak berbentuk lagi.</p>
<p>Dikatakan peristiwa yang terjadi kemarin itu <strong>datang secara tiba-tiba, sungguh mengerikan. </strong></p>
<p><strong>Air bercampur batu-batu dan lumpur langsung menyapu perkampungan dari atas</strong>. Hingga kemarin (22/11) malam, keadaan Desa Silalahi III masih mencekam. </p>
<p><strong>Ratusan warga di sana siaga mengantisipasi longsor susulan.</strong> Namun mereka tak bisa berbuat banyak karena aliran listrik masih padam. </p>
<p><strong>Kemudian</strong> jalanan juga tak bisa dilalui akibat badan jalan sampai kawasan Tugu Raja Silahisabungan, dipenuhi serakan bebatuan besar.</p>
<p>bukan itu saja, sesuai keterangan Junipar Silalahi yang tinggal di Desa Silalahi III, hubungan darat antar Desa Silalahi I, II dan III menuju Paropo I dan II terputus total.</p>
<p><strong>Akses transportasi vital, yakni jembatan Sibola Huta yang menghubungkan Sidabarita-Hutalahi, tak berwujud lagi.</strong> </p>
<p>Seluruh konstruksi bangunan  rusak total. Bahkan sumber daya pertanian utamanya budidaya bawang merah di ambang kegagalan sebab volume air sudah melebihi kebutuhan ditambah angin kencang. </p>
<p><strong>Upaya pertolongan dari pemerintah daerah sejauh ini, diinformasikan masih minim.</strong></p>
<p><strong>Sementara itu</strong>, hujan yang terus mengguyur sejak Sabtu kemarin yang berlanjut sampai kemarin (22/11), membuat warga di Kecamatan Silahisabungan, Dairi, dilanda ketakutan. </p>
<p>Pasalnya, <strong>air Danau Toba mendadak meluap di luar kelaziman</strong>, hingga tinggi air permukaan melebihi badan jalan. Otomatis, infrastruktur jalan ke sana tertutup total hingga setinggi 40 Cm atau setinggi lutut orang dewasa.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="Berita tentang Danau toba">Berita tentang Danau toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="berita terbaru danau toba">berita terbaru danau toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="Desa silalahi">Desa silalahi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="rasa air danau toba">rasa air danau toba</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="pesta tugu silahisabungan 2011">pesta tugu silahisabungan 2011</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="kota porsea sumut">kota porsea sumut</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="hutan wisata lae pondom">hutan wisata lae pondom</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="Gambar kota silalahi">Gambar kota silalahi</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="free download tugu silahisabungan">free download tugu silahisabungan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html" title="foto rumah didesa">foto rumah didesa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/air-danau-toba-mendadak-meluap-di-luar-kelaziman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terjadi di Tapanuli Utara, pahompu bunuh ompungnya</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 15:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=1011</guid>
		<description><![CDATA[>> Pahompu sendiri bunuh Ompung borunya >> Masalah sepele, kesal tak diberi uang martandang Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; Dunia sudah semakin edan,&#8230;.., Ngolu ni si Dortina boru Tampubolon (64) berakhir tragis. Ompung asal Pea Nariburan, Huta Raja, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utarat, dibunuh LS (16), pahompu sendiri. Usai dibalok, tubuh kurusnya diseret ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>>> Pahompu sendiri bunuh Ompung borunya<br />
>> Masalah sepele, kesal tak diberi uang martandang</strong><br />
<div id="attachment_1012" class="wp-caption alignright" style="width: 291px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html/attachment/ompung" rel="attachment wp-att-1012"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/11/ompung.JPG" alt="ompung boru Dortina boru Tampubolon" title="ompung" width="281" height="300" class="size-full wp-image-1012" /></a><p class="wp-caption-text">ompung boru Dortina boru Tampubolon</p></div><br />
<strong>Media Online Bersama Toba dot Com &#8211; </strong>Dunia sudah semakin edan,&#8230;.., Ngolu ni si Dortina boru Tampubolon (64) berakhir tragis. Ompung asal  Pea Nariburan, Huta Raja, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utarat, dibunuh LS (16), pahompu sendiri. </p>
<p>Usai dibalok, tubuh kurusnya diseret ke areal kebun kopi. Masalahnya pun sepele. LS kesal tak diberi uang buat martandang [mengapeli] pacarnya.<br />
<span id="more-1011"></span><br />
Kisah tragis ini terjadi  hari Sabtu (7/11/2009) kira-kira pukul 19.00 WIB. Awalnya, sesuai pengakuan LS di kantor polisi, malam itu dia berniat martandang (mengapeli) pacarnya di Siborong-borong. </p>
<p>Karena tak berduit, siswa kelas II SMA ini meminta uang Rp.20 ribu pada Oppungnya, Dortina. Berdalih tak punya uang, Dortina menolak permintaan LS.</p>
<p>Walau berulangkali meminta, Dortina tetap bersikeras mengaku tak punya uang. Bahkan LS terus merengek dan mengikuti Dortina kemana pun. Tiba di dapur, LS terus merengek dan Dortina tetap kukuh.</p>
<p>Keduanya pun bertengkar mulut. Tak lama bersitegang, LS akhirnya kalap. Pelajar yang baru 2 tahun tinggal bersama Oppungnya itu, berusaha merebut puro-puro atau dompet Oppungnya.</p>
<p>Spontan Dortina melawan dan berusaha mempertahankan dompetnya. Bukannya iba, LS makin beringas. Dia mengambil balok kayu di dekatnya dan menghantamkannya ke wajah Oppung borunya  itu. </p>
<p>Brakk..Dortina roboh bersimbah darah. Tanpa rasa bersalah, LS malah mengambil uang Rp.20 ribu dari dompet Oppungnya itu. Tak mau aksinya ketahuan, LS menyeret mayat Dortina ke areal kebun kopi di belakang rumah.</p>
<p>Di sana, dia mencoba menghilangkan jejak dengan menutupi jasad Dortina pakai kain. LS sendiri pergi meninggalkan kediaman Oppungnya dan berniat ke rumah pacarnya. Namun dia ditangkap saat menunggu angkot dan diboyong ke Polres Taput.</p>
<p><strong>Terungkap dari Bercak Darah</strong></p>
<p>Selain LS, Jamalan Situmeang [anak Dortina] serta istri dan anaknya juga tinggal di kediaman Dortina. Namun, saat peristiwa berdarah itu terjadi, anak dan menantu serta cucu Dortina sedang tak di rumah. Mereka pergi ke kediaman famili, di kampung yang sama.</p>
<p><strong>Pulang ke rumah, Jamalan heran karena tak menemukan ibunya. Bahkan panggilannya pun tak disahutin. Jamalan akhirnya mencari ke dapur.</strong> </p>
<p><strong>Serrr&#8230;..</strong>Darah Jamalan berdesir begitu melihat bercak darah di lantai dapur. Yakin ada yang tak beres, dia mengikuti jejak darah yang mengarah ke kebun kopi.</p>
<p>Jamalan sontak terkejut. Dia mendapati ibunya terbujur kaku ditutupi handuk dengan wajah bersimbah darah di tanah. Panik, Jamalan berteriak memanggil istrinya.<br />
<strong><br />
Mereka sepakat mengangkat jasad Dortina ke dalam rumah baru melaporkannya ke warga dan diteruskan ke polisi.</strong></p>
<p>Warga pun berbondong-bondong melihat jasad Dortina. Dusun Pea Nariburan pun heboh. Warga pun yakin pelaku adalah cucu korban. </p>
<p>Polisi sendiri berhasil menangkap LS, 3 jam kemudian dari depan Gereja HKBP Hutaraja, 150 meter dari rumah Dortina.</p>
<p>“Saya kesal Pak, Oppung tidak mau ngasih uang,” terang LS di hadapan penyidik Reskrim Polres Taput sembari mengaku menghabisi nyawa neneknya dengan cara memukul kayu balok ke wajah korban. </p>
<p>Kabag Bina Mitra Polres Taput, Kompol A Harahap didampingi Kanit Reskrim, Iptu Muhammad Hasan, berkata, “Usai melakukan aksinya, tersangka berniat martandang  atau berkencan ke rumah pacarnya di Siborongborong. </p>
<p>Namun tersangka berhasil kita tangkap. Dan berdasarkan keterangan dan bukti di TKP, dapat dipastikan bahwa pelaku mengarah kepada cucu korban, LS,” kata Kompol A Harahap bersama Iptu Muhammad Hasan.</p>
<p>Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. </p>
<p>“Tersangka masih di bawah umur, jadi ada perlakuan khusus dalam penyelidikan. Misalnya, penempatannya di ruang tahanan anak dan tersangka didampingi pihak Balai Penelitian Sosial dan proses penyelidikan akan lebih cepat,” pungkas Iptu Muhammad Hasan</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="tapanuli utara">tapanuli utara</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="membunuh di sosor nariburan">membunuh di sosor nariburan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="Kabar Tapanuli Utara">Kabar Tapanuli Utara</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="apa kabar taput">apa kabar taput</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="sosor nariburan sipaholon">sosor nariburan sipaholon</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="sipoholon tapanuli utara">sipoholon tapanuli utara</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="pahompu artinya">pahompu artinya</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="oppung lucu">oppung lucu</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="kabar taput terbaru">kabar taput terbaru</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html" title="kabar gereja di taput">kabar gereja di taput</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/terjadi-di-tapanuli-utara-pahompu-bunuh-ompungnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wartawan di Tobasa, siap bantu pihak polisi mengungkap Kematian Agus Hutapea</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/wartawan-di-tobasa-siap-bantu-pihak-polisi-mengungkap-kematian-agus-hutapea.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/wartawan-di-tobasa-siap-bantu-pihak-polisi-mengungkap-kematian-agus-hutapea.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 14:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[>> pihak keluarga korban, mengharapkan agar kasus kematian Agus Hutapea dapat segera terungkap. >> Pihak keluarga bantah penjelasan Kapolsek Balige >> Petunjuk baru, Korban dikeroyok empat orang tak dikenal Media Online Bersama Toba dot Com - &#8220;Saat tubuh korban ditemukan, ada luka menganga di kepala korban seperti tersabet benda tajam dan jaketnya berlumuran darah. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_962" class="wp-caption alignright" style="width: 308px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/wartawan-di-tobasa-siap-bantu-pihak-polisi-mengungkap-kematian-agus-hutapea.html/attachment/agus" rel="attachment wp-att-962"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/10/agus.jpg" alt="M.Agus.Hutapea wartawan Mingguan Aspirasi " title="agus" width="298" height="225" class="size-full wp-image-962" /></a><p class="wp-caption-text">M.Agus.Hutapea wartawan Mingguan Aspirasi </p></div><br />
>> pihak keluarga korban, mengharapkan agar <strong>kasus kematian Agus Hutapea dapat segera terungkap.  </strong><br />
>> Pihak keluarga<strong> bantah</strong> penjelasan Kapolsek Balige<br />
>> <strong>Petunjuk baru</strong>, Korban dikeroyok empat orang tak dikenal<br />
<span id="more-960"></span><br />
<strong>Media Online Bersama Toba dot Com </strong>- &#8220;Saat tubuh korban ditemukan<strong>, ada luka menganga di kepala korban seperti tersabet benda tajam dan jaketnya berlumuran darah</strong>. Dan ketika dilakukan autopsi<strong> di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar</strong>, pihak keluarga korban memiliki dugaan kuat luka itu, <strong>terkena benda tajam,</strong> &#8221; sebutnya pihak keluarga korban wartawan Mingguan Aspirasi, <strong>dalam mengomentari</strong> hasil penyelidikan awal yang diketahui pihak kepolisian sektor Balige.</p>
<p><strong>Kapolsek Balige Gibson  Siagian yang didampingi Kanit Reskrim Ipda P Damanik</strong> menjelaskan luka yang terdapat di bagian kepala korban (Agus Hutapea) bukan akibat benda tajam dan bukan akibat benda tumpul.</p>
<p>&#8220;tetapi sepertinya korban yang mendatangi benda itu,&#8221; imbuhnya Kapolsek Balige seraya mengatakan pihakya belum dapat memastikan apakah kematian korban karena <strong>kecelakaan atau pembunuhan.</strong> </p>
<p><strong>Namun, untuk mengetahui kepastian penyebab kematian korban, pihak keluarga meminta agar hasil autopsi bisa segera keluar agar diketahui penyebab sebenarnya.</strong> </p>
<p><strong>Sejumlah wartawan di kabupaten Toba Samosir- sumut saat dalam konfrensi Press  menyatakan siap membantu mengungkap misteri kematian rekan mereka. </strong></p>
<p><strong>Beberapa informasi </strong>yang ditemukan dari masyarakat berupa petunjuk disampaikan kepada pihak kepolisian, guna mempercepat terungkapnya  kematian korban.</p>
<p><strong>Diantara  rekan wartawan,</strong> sudah mendapatkan sejumlah nama yang sudah disampaikan kepada <strong>pihak kepolisian</strong>, untuk dimintai keterangan pada saat korban <strong>bertengkar di Café Ruma Sera dan di depan Bank Mandiri Balige bertengkar mulut dan ada yang merelai.</strong></p>
<p><strong>Kemudian ada warga melihat korban pada dini hari  di TKP  dikeroyok empat orang tak dikenal atau OTK.</strong> Petunjuk baru itu, disampaikan untuk mempercepat proses penyelidikan.</p>
<p><strong>Menyikapi sikap para wartawan,</strong> Kapolsek Balige Gibson Siagian menyampaikan terimakasih dan informasi itu akan segera ditindak lanjuti. </p>
<p>&#8220;Cepat atau lambat, kita sudah dapat memastikan apakah kematian korban diakibatkan kecelakaan atau  mati tidak wajar,&#8221; <strong>ujarnya mengakhiri. </strong></p>
<p><strong>Sekedar untuk diketahui</strong> M.Agus Hutapea wartawan Mingguan Aspirasi yang bertugas di Balige, ditemukan tewas Selasa  (20/10/2009) di Jalinsum tepatnya di Jalan Tarutung I Hinalang Balige &#8211; Kabupaten Toba Samosir &#8211; Sumatera Utara <strong>hingga sampai berita ini diposting belum ada yang tersangka.<br />
</strong></p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/wartawan-di-tobasa-siap-bantu-pihak-polisi-mengungkap-kematian-agus-hutapea.html" title="Kecelakaandi tobasa">Kecelakaandi tobasa</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/wartawan-di-tobasa-siap-bantu-pihak-polisi-mengungkap-kematian-agus-hutapea.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>M.Agus Hutapea Wartawan Tobasa, kematiannya masih misterius</title>
		<link>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html</link>
		<comments>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 15:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bersama Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersamatoba.com/?p=953</guid>
		<description><![CDATA[Bloger Batak parBalige Ir.Ivan Napitupulu pemilik situs ini yang juga Wartawan Hr Medan Pos beserta seluruh Kru dan Kontributor Media Online Bersama Toba dot Com mengucapkan Turut berduka cita atas meninggalnya M.Agus Hutapea (25), Wartawan Media Cetak Aspirasi yang bertugas di Balige Kabupaten Tobasa. On ma hape naing kon sirang, sirang ma hape hita na [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_954" class="wp-caption alignright" style="width: 247px"><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html/attachment/camera" rel="attachment wp-att-954"><img src="http://bersamatoba.com/wp-content/uploads/2009/10/camera.JPG" alt="Camerawan" title="camera" width="237" height="237" class="size-full wp-image-954" /></a><p class="wp-caption-text">Camerawan</p></div><strong>Bloger Batak parBalige Ir.Ivan Napitupulu pemilik situs ini yang juga Wartawan Hr Medan Pos beserta seluruh Kru dan Kontributor Media Online Bersama Toba dot Com </strong>mengucapkan <strong>Turut berduka cita  atas meninggalnya M.Agus Hutapea (25),</strong> Wartawan Media Cetak Aspirasi yang bertugas di Balige Kabupaten Tobasa.</p>
<p><strong>On ma hape naing kon sirang, sirang ma hape hita na mardongan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong><br />
<span id="more-953"></span><br />
Lagu yang dinyanyikan  puluhan <strong>wartawan dan LSM</strong> se-Kabupaten Toba Samosir (21/10/2009) yang diiringi isak tangis. </p>
<p><strong>M Agus Hutapea,</strong> wartawan yang bertugas di Tobasa tewas di jalan Tarutung I Hinalang Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir, Selasa (20/10/2009). <strong>Kematiannya masih misterius.</strong></p>
<p><strong>Kapolsek Balige AKP Gibson Siagian</strong> kepada wartawan termasuk <strong>media Online ini</strong>, mengatakan soal kecurigaan tentang <strong>tindak penganiayaan tetap ada</strong>. Apalagi jika nanti ditemukan bukti yang mengarah ke penganiayaan, <strong>polisi akan menindaklanjuti dan menyelidikinya.</strong></p>
<p>Dikatakannya sudah enam orang yang dimintai keterangan terkait dengan kematian M Agus Hutapea. Keenam orang tersebut antara lain empat orang pegawai negeri sipil  Tobasa dan  dua orang waitress Kafe Roma Sera di Balige tempat almarhum terakhir minum bersama kawan-kawan sebelum pulang ke rumah.</p>
<p><strong>almarhum sempat cekcok dengan beberapa pengunjung lain.</strong> Namun, tidak sampai terjadi perkelahian.</p>
<p><strong>Pertama yang menemukan mayat M.Agus Hutapea</strong></p>
<p>Diwaktu dan tempat yang berbeada Pukul 03.00 dinihari pengendara mobil yang melintas di jalan Tarutung I Desa Hinalang melihat ada sesosok tubuh yang tergeletak di tepi jalan dan melaporkan kejadian itu ke kantor Polisi Balige. </p>
<p>Mendapat laporan itu pihak Satuan Lalu Lintas Balige segera turun ke tempat kejadian perkara  atau TKP.</p>
<p><strong>M.Agus Hutapea ditemukan tergeletak tidak bernyawa dengan posisi tangan memegangi kepalanya.</strong> Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit HKBP Balige.</p>
<p><strong>Di tubuh  korban ada robek kira-kira sepanjang 20 cm dan luka tersebut bercabang dua di bagian kepala.</strong> Sementara wajah korban <strong>tidak ada luka </strong>sedikitpun atau bekas jatuh <strong>terkena aspal.</strong></p>
<p>Sepeda motor yang dikendarai oleh korban hanya lecet sedikit di bagian knalpot <strong>sedangkan stangnya sebelah kiri terlihat lobang sepertinya dengan tusukan paku.</strong></p>
<p>Wartawan/i se Kabupaten Toba Samosir mengharapkan agar kasus kematian ini dapat terungkap.</p>
<h4>Pencarian pada artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html" title="timbangan peradilan">timbangan peradilan</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html" title="asal mula hutapea">asal mula hutapea</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html" title="asal usul hutapea">asal usul hutapea</a></li><li><a href="http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html" title="gambar-gambar media pendidikan">gambar-gambar media pendidikan</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersamatoba.com/tobasa/berita/m-agus-hutapea-wartawan-tobasa-kematiannya-masih-misterius.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic (Feed is rejected)
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 54/82 queries in 0.506 seconds using disk: basic
Object Caching 1562/1805 objects using disk: basic

Served from: bersamatoba.com @ 2012-05-23 04:13:56 -->
