Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Terjadi di Tobasa, tiga tahun lulus menjadi PNS, SK pengangkatan belum diterima.

Mei 12, 2009

gambar herrijon panjaitan>> Kepala Badan Kepegawaian, Drs Herijon Panjaitan : Fitri Diana boru Simangunsong saat mendaftar seleksi CPNS kurang umurnya satu hari.
>> Herrijon Panjaitan akui Fitri Diana boru Simangunsong lulus seleksi CPNS

Media Online Bersama Toba dot Com - “Lelah sudah,” ucapnya Fitri Diana boru Simagunsong, tiga tahun sudah lamanya menunggu surat keputusan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil atau SK-PNS, hingga kini belum jelas.

Semenjak di keluarkannya keputusan Gubernur Sumatera Utara No.800/4521/BKD/II/2006 tertanggal 15 Maret 2006 perihal penilaian LJK hasil ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2005. Dengan Nomor pengumuman No:800/0366/BKD/06 yang menyatakan Fitri Diana Simangunsong lulus menjadi PNS. Dengan nomor peserta 7673300658 untuk Tahun Anggaran 2006, hingga berita ini di posting [12/05/2009] Fitri Diana boru Simangunsong belum menerima Surat Keputusan atau SK Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Demikian Fitri Diana boru Simangunsong membeberkan kepada wartawan baru-baru ini di Porsea Kabupaten Toba Samosir.

Kaban BKD Toba Samosir, Drs Herrijon Panjaitan mengakui bahwa Fitri Diana Simangunsong memang lulus seleksi CPNS yang di lakukan oleh Pemkab Toba Samosir untuk Tahun anggaran 2006 yang lalu. Pada saat itu Kaban BKD Toba Samosir adalah Drs.Posman Marpaung.

Dikatakan Sekdakab Toba Samosir, Liberty Pasaribu sudah ditindak lanjuti dengan mengirimkan usulan pengajuan Surat Pengangkatan (SK) CPNS atas nama Fitri Diana Simangunsong ke Badan Kepegawaian Nasional(BKN) pada tanggal 8 Maret 2008 derngan Nomor Surat BKN No:800/0875/BKD/PMD/2008 perihal usul penetapan Nomor Induk Pegawai(NIP) atas nama Fitri D Simangunsong.

Herijon Panjaitan mengatakan SK Pengangkatan Fitri D Simangunsong belum dapat di keluarkan karena masalah sewaktu Fitri D Simangunsong melamar menjadi CPNS Toba Samosir masih kurang umur satu hari. Untuk itu SK Pengangkatan belum dapat di keluarkan.

Tobasa ada-ada saja,……amang tahe…segana..i.

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Sampai hari gini..!, Gubsu belum setujui Perda Pemekaran kecamatan dan desa di Kabupaten Toba Samosir.
>>Kepala Sekolah SD yang tidak memahami tentang Pemerintahan menjadi Camat>>Kabag Tata Pemerintahan, tidak berani berkomentar>>Kabag Hukum Pem.Kab.Tobasa, pada prinsipnya lewat Biro Hukum Kantor Gubsu

Membuat Kebijakan namun tidak Bijaksana.
>>Pengankatan Kepala Sekolah SD jadi Camat, Langgar PP No. 19 Tahun 2008.Jika seseorang itu berlatar belakang Artis/Aktor, Pengusaha, Kalangan Politik, Tentara dan mantan Preman bahkan

TNI Buka Lowongan Perwira Untuk Sarjana dan D3
Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberi kesempatan kepada generasi muda menjadi Perwira TNI melalui Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier (Pa PK). Syarat-syarat pendaftaran* Warga Negara

Pengamat Hukum Muhammad Hamdan: menyesalkan lambannya Poldasu menuntaskan kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Tobasa Monang Sitorus.
>> Kejatisu : Poldasu sudah dua Tahun menangani kasus Monang Sitorus Media Online Bersama Toba dot Com - Dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan Belanja

Kelahiran Pancasila, Idiologi Pemersatu Bangsa.
>>Pancasila telah berusia 63 tahun >>Masa depan Pancasila ditentukan kemampuan Bangsa IndonesiaDengan gamblang menarik butir-butir Pancasila, di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang

Komentar

12 Responses to “Terjadi di Tobasa, tiga tahun lulus menjadi PNS, SK pengangkatan belum diterima.”

  1. Tricks Video Editing on Mei 13th, 2009 22:23

    karena semua terkomputerisasi, setahu saya memang sistem di BKN pusat tidak bisa menerima umur yang kurang, mungkin itu letak masalahnya

  2. mansur pardedei on Mei 14th, 2009 12:49

    memang begitulah di Tobasa, BKD terkenal gudang pungli dan kurang beres, tapi saya heran kog tetap aja aman-aman aja si Herrijon di bumi peertiwi ini.

  3. Sinaga on Mei 14th, 2009 19:27

    Kasihan:1. Ito Fitri
    2. Orang tua
    3. Seluruh keluarga: bapa uda, bapa tua, tulang, amang boru,
    4. Oppung(kl masih ada)
    5. Teman-teman ito Fitri.
    6. Saya sendiri,
    7. Dan seluruh saudara yang mengetahui kejadian ini.

    Tetapi yang lebih saya kasihani adalah orang orang yang berkopetensi terhadap penerimaan CPNS ini.

    Keputusan Presiden sekalipun harus ada catatan” APA BILA DIKEMUDIAN HARI TERDAPAT KEKELIRUAN DIDALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INI, AKAN DIADAKAN PEMBETULAN SEPERLUNYA”

    Jadi, orang orang yang berkompetensi terutama yang berada di Biro Kepegawaian Daerah, ” TIDAK TAHU TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA”

    @. Tricks Video Editing
    Dengan penggunaan tec.syst. Computerisasi, maka peluang terjadi kesalahan semakin kecil.
    Seharusnya dari awal ito Fitri tidak diikut sertakan ujian seleksi. Karena umur kurang SATU HARI???

    Alasannya itu lho tolong dikaji ulang!!!
    Sampai Tiga tahun???

  4. lorencius on Mei 26th, 2009 20:54

    BPN Tobasa Uber janji ke masyarakat kutipan liar yang di lakukan untuk pengurusan Sertifikat prona di desa Lumban rau tengah kecamatan Nansau Sampai saat ini belum realisasi, Masyarakat Tobasa Di Tipu Pegawai BPN Tobasa ,Kepala desa terkait moderator , bupati Tobasa Drs.monang sitorus sampai saat ini belum melakukan tindakan kepada Kepala desa tersebut, apakah bupati melalui perangkapnya belum mengetahuinya atau memang tidak perduli sama sekali terhadap kepantingan Masyarakat, sampai hal ini belum juga terwujud janji janji yang di paparkan oknum BPN Sipahutar tersebut maka masyarakat Tobasa akan membuat suatu komitmen tuntutan ke kantor BPN Tobasa.

  5. friska on Mei 28th, 2009 17:07

    jadi hanya karena umur saja
    tapi ini kan dah lebih 3 tahun umurnya
    kasihan donz pak/bu
    pandanglah ke bawahg dan jangan hanya memandang ke atas saja
    biar anda tau seberapa besar penderitaan rakyat

  6. HAPPY HUTAHAEAN on Juni 19th, 2009 09:28

    cuci lah dulu otak kalian yang mempersulit dan mencari cari kesalahan, kita sesama batak saja sudah tidak saling membantu…bagaimana kita bisa maju, masih banyak yang harus kita pikirkan,……….oh…tano batak malangnya nasib mu

  7. Pelita Lumban Gaol on Agustus 4th, 2009 10:00

    Mengapa pemerintah memberikan tanggung jawab pemeriksaan CPNS kepada
    perguruan tinggi?
    Last Updated Tuesday, 22 August 2006

    Pada tahun 2006, terdapat sekitar 3,7 juta orang di Indonesia yang

    berstatus sebagai PNS. Untuk mengganti ratusan
    ribu PNS yang akan pensiun, sejak tahun 2004 pemerintah menargetkan

    perekrutan 520.000 orang sebagai CPNS
    dalam 3 tahun. Untuk mencapai target tersebut diadakanlah ujian seleksi

    CPNS yang setiap tahunnya diikuti oleh lebih
    dari 4 juta peserta. Dengan perhitungan sederhana, bila setiap peserta

    CPNS mengisi 2 hingga 3 lembar Lembar
    Jawaban Komputer (LJK) terdiri dari Tes Pengetahuan Umum, Tes Bakat

    Skolastik, Tes Substansi, dan Tes Potensi
    Akademik maka setiap tahunnya ada lebih dari 10 juta LJK CPNS yang harus

    diperiksa dalam waktu kurang dari 1 bulan.

    Pemeriksaan ujian seleksi CPNS adalah sesuatu yang dilakukan setiap tahun

    sebagai bagian dari proses regenerasi
    dan rekrutmen PNS. Agar dapat melakukan pemeriksaan yang akurat dan dapat

    selesai tepat waktu, maka pemerintah
    membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk proses

    pemeriksaan tersebut. Sebagai
    contohnya untuk seleksi CPNS 2005, Unpad untuk CPNS Jabar, Undip untuk

    CPNS Jateng, ITS untuk CPNS Jatim,
    UGM untuk Maluku & Maluku Utara, serta trio UNM, STIA-LAN dan UNHAS untuk

    CPNS Sulsel.

    Untuk mengadakan alat pemeriksaan LJK, sebenarnya pemerintah mampu untuk

    menganggarkannya, tetapi nampak
    bahwa ada kepentingan politis yang terselubung dalam penunjukan perguruan

    tinggi sebagai pelaksana teknis
    pemeriksaan tersebut.

    Apabila muncul anggapan bahwa pemerintah terlihat kurang

    bersungguh-sungguh dalam penghematan anggaran,
    karena untuk pekerjaan pemeriksaan LJK saja harus ‘membayar’ setiap tahun

    kepada perguruan tinggi, maka
    sebenarnya hal tersebut perlu ditinjau lebih dalam lagi.

    Bila seandainya pemeriksaan CPNS tidak diberikan kepada perguruan tinggi

    melainkan dilakukan sendiri oleh
    pemerintah, maka hal tersebut dapat menimbulkan kurangnya tingkat

    kepercayaan masyarakat pada hasil pemeriksaan,
    akibat timbulnya prasangka buruk bahwa hasil yang diperoleh adalah

    rekayasa belaka dan mengandung unsur KKN.

    Hal tersebut bahkan telah terbukti di beberapa lembaga pemerintah pusat

    dari departemen maupun non-departemen.
    Dari sumber-sumber yang dapat dipercaya, telah disinyalir bahwa untuk

    pemeriksaan CPNS yang bersifat tertutup
    (tanpa pengawasan yang ketat, pemeriksaannya dilakukan sendiri dengan

    maupun tanpa bantuan swasta dan tidak ada
    prinsip transparansi), telah terjadi kecurangan bersifat KKN, berupa

    adanya titipan (dengan tarif puluhan juta rupiah bagi
    yang ingin kepastian lulus) maupun pesanan (pemanfaatan jabatan untuk

    memberikan perintah kepada panitia agar
    meluluskan peserta tertentu) dari pejabat di instansi yang bersangkutan.

    Sebuah gebrakan baru yang diterapkan oleh pemerintah Sulawesi Selatan

    dalam pelaksanaan pemeriksaan CPNS 2005
    dan patut dicontoh oleh daerah lain maupun pusat adalah dengan

    menggandeng kerja sama dengan 3 perguruan tinggi
    sekaligus untuk menjamin tidak adanya rekayasa dalam hasil pemeriksaan.

    Salah satu yang juga membuatnya berbeda
    dengan CPNS di daerah lain maupun di pusat adalah dengan ditunjuknya tim

    dari Bawasda sebagai pelaksana teknis
    penyusunan materi dan pengolahan hasil ujian, serta dihadirkannya unsur

    kepolisioan, kejaksaan, BKD dan LSM untuk
    melihat langsung proses pemeriksaan ujian.

    Semua usaha tersebut ternyata efektif dan terbukti, bahkan gubernur pun

    tidak memiliki wewenang untuk
    mengintervensi hasil pemeriksaan. Bila semua panitia telah sepakat untuk

    mengawali pekerjaan pengadaan CPNS
    dengan niat untuk memberikan yang terbaik bagi negara, maka mereka juga

    akan berusaha menjaga kerahasiaan soal
    dan kunci jawaban dengan baik, menghindari berbagai kemungkinan

    kecurangan, serta menjalankan tugas dan
    pengawasan dengan penuh tanggung jawab.

    Pemerintah akan membuka kembali rekrutmen CPNS 2006 akhir tahun ini,

    diperkirakan bulan Oktober 2006. Jutaan
    calon peserta telah menanti pengumuman dibukanya pendaftaran dengan

    harapan akan dapat diangkat menjadi CPNS.
    Harapan tersebut akan semakin menipis bila pemerintah tidak dapat

    mempraktekkan prinsip transparansi dan
    mengumumkan hasil pemeriksaan yang bersih tanpa adanya intervensi dari

    pejabat maupun panitia yang terlibat dalam
    proses pemeriksaan CPNS.

    Muhammad Arif Rahmat T.

    Penulis adalah alumnus ITB, tim pengembang Digital Mark Reader (DMR) yang

    menjadi tim ahli yang diperbantukan
    oleh UNM & STIA-LAN dalam pemeriksaan CPNS Sulsel 2005 dan turut membantu

    pemeriksaan CPNS pemerintah
    pusat dan daerah sejak 2004.

  8. Friska ambarita on September 3rd, 2009 10:25

    cup..cup
    kasihan banget sih
    dah tambahkan ja uangtu ntar kluarnya tu
    dasar negara kita taunya uang yang mangatur dunia on
    sekali kali pakai hati nurani donz bos,
    jadi malu aq bangsa indonesia tapi itu semua karena korupsinya number 1
    tapi pendidikan dan hati nurani terbelakang

  9. partapanuli on September 23rd, 2009 19:30

    untuk bupati tobasa dan kadis pendidikan tobasa yang masih merasa manusia
    kami dari forum guru-guru swasta yang lagi bersabar menuggu nasaotik i na aturan dilehon pamarenta pusat tu guru-guru swasta lehon mai puang pak bupati unang pangkei tu dana kampanyem naung di mulai ho saonari ima na lao ho marborngin di ganup-ganup desa/huta.unag di sumpah serapah hami hop ananon MMMMMMMMMMMMMoNNNNNNNNNNNNNNNNNNcIIIIIIIIIIIIIIIn
    posi do manaon sapatani dohot tamiangni napogos.asa unang pendidikan ditobasa Mapupu Alani Sitorus ate LLLLAEEEEEEEEEEE.

  10. mando on Oktober 18th, 2009 13:13

    klo umurnya yang kurang 1 hari siapa yang salah ya,,?
    cpnsn nya atw orang yang merekrut..?
    kenapa setelah lolos sbgai pns baru ada masalah,,?

  11. popo on Oktober 31st, 2009 20:40

    dalam penerimaan CPNS 2009 ini, pemkab tobasa kerjasama dengan universitas mana pak???
    jika tetap dengan universitas 11 maret (di solo) sama aza bohong pak, pasti pakai duit…
    jika memang mau murni dan transparan di USU aza, biar kami yakin jk penerimaan cpns TOBASA murni 100 %

  12. Popo on November 1st, 2009 01:56

    Dan jk thn ini pemkab tobasa dlm pengadaan cpns 2009 msh kerjasama dgn universitas 11 maret, itu sama aza dgn bohong.
    Sprt thn semlm byk yg lulus gara2 pake duit. Jk memang mau transparan dan murni, kerjasamalah dgn USU.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak