Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Terjadi di Tapanuli Utara, dua anak-anak dibunuh dengan “sadis”

November 30, 2009

dua anak dibunuh dengan sadis

dua anak dibunuh dengan sadis

Kapolres Taput : Secara psikologi, kejahatan banyak terjadi akibat tekanan ekonomi dan rendahnya kualitas SDM manusianya dari segi pendidikan, termasuk di Tapanuli Utara

Media Online Bersama Toba dot Com – Huta Tahut Bosi – Kabupaten Tapanuli Utara- Rafika br Sormin (5) dan adiknya, Lidia br Sormin (2,5) ditemukan tewas. Jasad keduanya pun berdampingan di kawasan perladangan sekitar 75 meter dari rumahnya, di Dusun Sormin Desa Rahut Bosi Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara, Kemarin Sabtu (28/11/2009). Hasil medis, keduanya tewas karena dicekik kemudian di tubuh korban ditemukan bekas pukulan.

Demikian Kontributor Media Online Bersama Toba dot Com melaporkan langsung sian huta Rahut Bosi-Kecamatan Pangaribuan – Kabupaten Tapanuli Utara.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP J Didiek DP SH didampingi Kasat Reskrim, AKP Efendi Munthe mengatakan, Jasad kedua korban ditemukan oleh ibu dan oppungnya yang telah mencari mereka sejak pukul 12.00 WIB, di belakang rumah oppungnya berhadap-hadapan dengan rumah korban.

Dikatakan saat ditemukan, dari hidung dan mulut Rafika yang mengenakan celana pendek jeans dan kaus coklat itu, masih tampak berdarah.

Sementara, di leher Lidia yang mengenakan kaus warna merah berbunga dan rok warna merah jambu, tampak lebam merah. Kedua pakaian korban tampak kotor berselimut tanah.

Kapolres menjelaskan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP Polsek Pangaribuan didukung Satuan Reskrim Polres Taput, disimpulkan bahwa jasad Rafika dan Lidia dibawa dan diletakkan di kawasan perladangan dengan posisi berdekatan. Itu setelah dibunuh di tempat lain.

Dikatakan masih dengan Kapolres, untuk keperluan otopsi, mayat keduanya langsung di bawa ke RS Jasamen Saragih Pematangsiantar.

Hasil otopsi kedokteran forensik juga menunjukkan ada tanda-tanda kekerasan pada korban, yakni bekas cekikan di leher, keduanya tewas karena penyumbatan pernafasan akibat dicekik.

Kemudian di kepala ada pembengkakan, di leher luka gugus, di badan luka biram.

Disebutkan, kedua korban meninggal dunia indikasinya sekitar 1 jam lebih sebelum ditemukan. “Tapi keras dugaan keduanya meninggal akibat tindakan kriminal,” kata petugas.

Sementara itu, pihak Polres Taput sudah memeriksa tiga saksi dari warga setempat.

“Saat ini kita sudah mengumpulkan bukti dan keterangan para saksi. Sudah tiga saksi yang kita periksa. Kita tunggu, semoga kita bisa mengungkap pelaku di balik perbuatan keji ini,” kata Kapolres Taput. Ia menambahkan, pihaknya sudah mendapat petunjuk dan segera menetapkan tersangka pembunuhan bocah kakak-beradik itu.

Masih menurut Kapolres, peristiwa ini merupakan gambaran dari kondisi beratnya tekanan ekonomi serta latar belakang pendidikan masyarakat Tapanuli Utara yang umumnya masih tergolong rendah. “Secara psikologi, kejahatan banyak terjadi akibat tekanan ekonomi dan rendahnya kualitas SDM manusianya dari segi pendidikan, termasuk di Tapanuli Utara,” paparnya.

Diwaktu dan tempat yang berbeda, Ketua Pokja Pengaduan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah atau KPAID Taput, Dame Siahaan, mengutuk keras perbuatan tak ber-prikemanusian ini.

Ini kejadian luar biasa dengan korban anak-anak. Siapapun pelaku pembunuhan Rafika dan Lidia, dia sudah lebih-lebih dari watak binatang. “Pelakunya harus segera ditemukan dan harus dihukum seberat-beratnya,” tandasnya

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Sekelompok anak di huta, “bermandi” kasih sayang.
>>Oleh:Elisabet Simanjuntak AA. >>Bahagianya semasa kanak-kanak. >>Anak-anak dihuta maupun di kota, kebahagiaan bermacam-macam. Tampak sekelompok anak sedang asyk menikmati sebuah permainan bagi kalangan anak-anak dengan lugu dan

Lompat tali asyik, bagi anak di huta.
Tobasa, Media Online Bersama Toba dot Com - Tampak sekelompok anak di huta atau desa dengan asik dan lugu sedang memainkan suatu permainan yang tren

Tarombo ni Raja Napitupulu
Media Online Bersama Toba dot Com - Raja Sonak Malela siampudan ni Raja Sibagot ni Pohan. Raja Sonak Malela mengalap boru ni Rajai boru Pasaribu.Kemudian

Anak sebagai mata rantai, penghubung antara Dunia saat ini dan yang akan datang.
>> Ivan Napitupulu Blogger Batak par Balige, Toba Samosir, Media online Bersama Toba dot Com – Sedikitnya 150 orang peserta yang mengikuti seminar yang

Terjadi di Tapanuli Utara, pahompu bunuh ompungnya
>> Pahompu sendiri bunuh Ompung borunya >> Masalah sepele, kesal tak diberi uang martandang [caption id="attachment_1012" align="alignright" width="281" caption="ompung boru Dortina boru Tampubolon"][/caption] Media Online Bersama Toba dot

Komentar

13 Responses to “Terjadi di Tapanuli Utara, dua anak-anak dibunuh dengan “sadis””

  1. FAMY HUTAHAEAN on Desember 1st, 2009 10:28

    Tindakan Kriminal pd anak-anak bukan hanya masalah SDM ada pada daerah tsb tapi, ini pelajaran berharga bagi kita orangtua lainnya bahwa sangatlah penting mengingatkan pada seluruh anggota keluarga agar saling menjaga walau disekitar rumahpun. Semoga pelakunya juga bukan dari keluarga. Saya turut prihatin

  2. bresman on Desember 2nd, 2009 20:17

    sadis memang kok ,sampai tega-tegany membunuh dua anak kecil.Apakah ini akibat dari balas dendam, atau kelainan jiwa. Namun kita harap kemanapun si pembunuh itu pergi dia akan di hantui rasa takut ,karena darah anak ini akan terus menjerit dan kita harapkan kepolisian harus profesional ,dalam menangani kasus ini.

  3. caconk on Desember 2nd, 2009 23:02

    Peristiwa pembunuhan ini termasuk yang tersadis dalam tahun ini ,pembunuh anak-anak yang tak berdosa ini adalah setan yang wujud,Kepolisian dalam hal ini Kapolres Taput harus benar-benar mengusut dan mengungkapkan motif si ”SETAN” BUSUK ini hinga membunuh anak-anak yang tak berdosa ini,dan kami menganggap kasus ini akan di baca oleh warga Bonapasogit ang berada disentaro dunia ,untuk itu Kapolres Taput harus bekerja keras dan jika tidak berhasil mengungkapkannya “Sudah Kapolres lempar handuk saja agar nampak ”KESATRIA”

  4. indah on Desember 3rd, 2009 15:37

    sadis.. Nggak ada lagi kata-kata “anak hon hi do hamoraon di au”

  5. daenty Butar-butar on Desember 4th, 2009 13:09

    yang jelas pembunuhnya adalah orang yang tidak memiliki hati nurani.. dan hukuman nya berat…..hukum dunia bisa dia (pembunuh) hindarkan tapi hukum Tuhan tetap berjalan pada orang tsb(pembunuh)..

  6. kristanti sibuea on Desember 7th, 2009 13:04

    tobasa.. horasssssssssss

  7. HV. Sianturi on Desember 8th, 2009 09:09

    Turut berduka cita kepada seluruh keluarga Bpk Sormin di taput, Tabah lah, karena ke-2 anak Bpk sekarang berada di sisi Tuhan Yang Maha Esa, karena Tuhan cinta kepada anak2 dan orang yg berbeban berat. Mohon kpd kepolisian Taput utk segera menangkap pelakunya, dan hukuman yg setimpal adalah hukuman mati.

  8. Riduan Pakpahan on Desember 15th, 2009 17:21

    Wah cepat polisi usut itu. Pembunuh itu kurang ajar kali , anak-anak itu harapan bangsa, jadi orang yang menganiaya atau membunuh terutama anak kecil harus diribak, dan pembunuh itu harus di hukum secepat mungkin.

  9. madius gultom on Desember 29th, 2009 18:31

    mendengar pembunuhan kedua anak itu saya sangat prihatin, inilah pembunuhan tersadis di taput selama 150 tahun terakhir. Pak Tunggul sormin itu saya kenal baik, dia adalah teman sekolah saya waktu SD. saya dengar, kapolsek seperti melindungi tersangka karena tersangka adalah satu marganya. kalau benar kapolsek pangaribuan begitu. usir saja itu dari pangaribuan. bila penting berlakukan hukum adat yang berlaku di NKRI.

  10. sadam on Februari 27th, 2010 22:15

    mardame sonang hita di nahumurang i………unang gabe tu pandelean….taingot dosa i ate aka dongan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  11. rita sirait on Mei 24th, 2010 13:12

    hai bangsoku bangso Batak, hatiku miris membaca artikel “pembunuhan sadis terhadap 2 orang anak” yang tidak berdosa. Dimana hatis nuranimu, apa salah anak tersebut? hai pembunuh klo kamu berani berbuat harus berani bertanggung jawab, tidak perlu sembunyi. Dan hati-hatilah seorang “pembunuh” matinya juga akan mati di “BUNUH” Pakai akal makhluk paling mulia ciptaan Tuhan, bukan akal binatang.

  12. devi sormin on Juli 22nd, 2010 13:11

    sadis…sadis…sadis…
    sungguh teganya menghanjurkan cita-cita anak yang tak berdosa,
    yang jelas pelakunya adalah orang yang nga punnya HATI NuRANI,PIkIRAN,RASA.yang selayaknnya dimiliki manusia,tapi layak di sEbut sebagai BINATANG, cuma TUBUHnya manusia tapi hatinya hati BINATANG.
    Aparat keamanan semoga cpt mengamankan pelakunya dan mbri hukuman selayaknya,agar tidak terulang lagi pada anak-anak yang lain….

  13. pebri on Juli 30th, 2010 11:37

    kenapa yg bunuh anak itu kesam

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak