Terjadi di Laguboti, Ompung Isak Hajar istrinya sendiri hingga sekarat.
Mei 19, 2008
>> barita sian huta Laguboti, kabupaten Toba Samosir <<
Nungnga lam matua be portibi on, nga robe akka halongangan, simak barita sian hutam,
Oppung Isak berinisial PS (60) menghajar istrinya Astilan br Hutapea (59) di kamar mandi dibelakang rumah mereka hingga sekarat, Jumat (14/5), peristiwa itu terjadi di Desa Lumban Balian kecamatan Laguboti kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara.
Informasi yang dihimpun dari warga setempat, pasangan suami istri itu memang sudah sering bertengkar, oknum PS Oppu si Isak memiliki sebuah pisau dari kuburan orang tuanya yang sudah berusia 54 tahun, menurut masyarakat setempat Oppu si Isak sering bertingkah seperti kerasukan setan.
Jika Oppu Isak bertengkar dengan istrinya dan ada warga yang merelai akan dikejar dengan benda tajam, sehingga belakangan ini jika ada pertengkaran di rumah itu warga tidak ada yang berani merelai.
Menurut warga, paling tidak pertengkaran itu telah terjadi sebanyak 3 kali atau lebih, kemudian istrinya sudah berusaha untuk menghindari pertengkaran itu dengan pergi kerumah anaknya.
Tetapi pada hari Naas itu, saat Oppu si Isak suaminya sendiri baru pulang minum tuak, kembali mereka bertengkar.
Tepatnya di belakang rumah terjadi pertengkaran hebat sampai istrinya dipukul babak belur.
Bukan itu saja masih dengan warga, setelah menganiaya istrinya, Oppu si Isak suaminya memasuki rumahnya dan mengatakan kepada anaknya yang masih duduk dibangku kelas 2 STM Balige, “ Bereng inong man, nungnga hupamate di kamar mandi, dia putasi asa hu inum, asa mate ahu “ (“lihat ibumu sudah kubunuh dikamar mandi, mana racun serangga itu biar kuminum, biar aku mati”)
Hal itu diucapkan anaknya menirukan bahasa Oppu si Isak seraya menutup kamarnya, mendengarkan ucapan ayahnya anaknya segera bergegas ke kamar mandi dan melihat ibunya sudah tergeletak dengan darah berkucuran dari bagian kepala, sontak saja anaknya lansung minta tolong kepada warga setempat.
Setelah warga mendengar jeritan minta tolong, warga mendekati tempat kejadian perkara dan membawa korban ke Rumah Sakit Aida Laguboti, namun ditolak sehingga dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah Pematang Siantar.
Warga lalu melaporkan kejadian itu kepada Mapolsek Laguboti dan anggota Kanit Reskrim segera meluncur ke TKP, kemudian aparat kepolisian mendatangi rumah Ompung si Isak untuk menanyakan kebenaran kejadian tersebut.
Namun Ompung si Isak bernisial PS, tetap mengurung diri dikamarnya dan setelah dicoba negoisasi lewat pembicaraan, ianya tetap tidak mau keluar dari kamarnya.
Polisi lalu mendobrak pintu kamar dan menemukan ompung si isak telah memegang sebuah pisau, “coba mendekat aku habisi kalian,”katanya.
Petugas Polisi Irmanto berusaha menangkap pisau dari tangan oppu si Isak tetapi tidak berhasil, pelaku malah melayangkan pisau untuk kedua kalinya dan mengenai tangan kanannya, namun ianya (aparat.red) tetap berusaha mengamankan pisau tersebut dan akhirnya berhasil.
Irmanto mengalami luka tusukan hingga 14 jahitan di tangan kanan dan empat jahitan disebelah kiri.
Akhirnya oppu si Isak diamankan dengan barang bukti sebuah pisau dan sebuah kampak serta sebuah kayu sebagai alat memukul istrinya sendiri.(sumber: metrotapanuli)







Nga matua ompung nisi isak on alai tong dope sai marbadai, on ma molo pagodang hu na minum tuak i
Memang sampai pada saat ini ditobasa belum ada yang namanya saling menyayangi…jangankan orang yang sudah tua,yang masih mudapun demikian..terhadap istri/sumi(kekerasan rumah tangga) kebanyakan dari mereka merasa kalau sudah menjadi istri/suami..di anggap menjadi hak mereka>>semena2… makanya untuk masyarakat tobasa saya sarankan…banyaklah belajar tentang AGAMA supaya kita mengerti arti memiliki. bukan berarti merusak/menganiaya sesama……….. ir Sahat Pangaribuan SH/Adex