Tahun 2011, Danau Toba terancam tidak masuk 7 keajaiban dunia.
Desember 14, 2008
Media Online Bersama Toba dot Com - Alani, godang ni limbah yang masuk ke perairan Danau Toba membuat kawasan Danau Toba, terancam tidak masuk 7 keajaiban dunia tahun 2011. Hingga saat ini saja ranking Danau Toba sudah turun dari ranking 26 menjadi ranking 30 di tingkat dunia. Bahkan sudah berada di bawah Pulau Komodo yang berada di ranking 27 tingkat dunia.
Songoni ma didokkon pakar ekonomi Sumut DR Polin Pospos sekaligus salah satu penggagas Danau Toba masuk nominasi 7 keajaiban dunia, didampingi Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Ir Hasudungan Butarbutar MSi.
Menurutnya, turunnya posisi Danau Toba dari ranking tersebut salah satunya dikarenakan banyaknya limbah yang mencemari Danau Toba, terutama limbah dari makanan ikan dari kerambah yang ada di Danau Toba serta limbah dari masyarakat sekitar.
Seharusnya kerambah itu ditata dengan baik dan diatur banyaknya. Kalau tidak ditata, pencemaran Danau Toba semakin mengkhawatirkan.
Bila perlu, mulai saat ini baik aparat pemerintah, masyarakat dan tokoh masyarakat di sekitar Danau Toba menjaganya dari pencemaran limbah.
Dikatakan melihat potensi Danau Toba seharusnya bisa diandalkan menjadi pemasok devisa bagi daerah, khususnya Sumatera Utara.
Unesco saja kagum dengan memasukkan Danau Toba masuk menjadi nominasi 7 keajaiban dunia.
Menurutnya, walaupun Danau Toba masuk sebagai nominasi, tapi belum tentu masuk 7 situs keajaiban dunia karena untuk mewakili Indonesia saja, Danau Toba harus bersaing dengan Pulau Komondo hingga pengumuman terakhir 31 Desember 2008.
Sebab setiap negara hanya bisa diwakili objek saja, dan untuk mewakili negaranya itu dilihat dari ranking yang tinggi.
Untuk menentukan ranking tertinggi itu, ada prosesnya. Proses seleksinya itu melalui perolehannya suara yang disampaikan melalui email. Misalnya kita mempunyai email kirim ke webside www.new7wonders.com lalu ketik Danau Toba.
Dalam webside itu ada 6 yang harus diisi objek yang masuk sebagai nominasi nanti, untuk kawasan Indonesia pilih satu saja yakni Danau Toba, sisanya pilih negara lain.
Keuntungan kalau Danau Toba masuk menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia nanti, antara lain: promosi pariwisata Danau Toba di dunia sudah langsung ditangani oleh Unesco. Begitu juga tentang dana pelestarian kawasan Danau Toba akan dianggarkan di PBB sehingga keberadaan objek wisata Danau Toba bisa terpelihara.
Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Ir Hasudungan Butarbutar MSi menambahkan, untuk melestarikan Danau Toba harus diamati secara terpadu dan pola pertaniannya yang layak dikembangkan.
Jangan dikembangkan di kawasan Danau Toba pola pertanian yang menimbulkan erosi. “Pengembangan tanaman semusim sangat berbahaya di kawasan Danau Toba. Tolong dicarikan tanaman yang bisa menahan air dan bisa menahan erosi, kalau tidak masa depan Danau Toba akan tinggal kenangan”,sebutnya








kalau saya lihat pemandangan Danau toba tenang dan indah bisa jadi obat stress, coba deh kesana, ga usah ke Bali. yang menjadi masalah adalah ; Kultur kita orang yang hidup di pinggir danau toba masih sembarangan membuang sampah. ditambah sembrautnya kerambah disekitar tepi danau toba. ( rasa memiliki belum ada ) jadi mohon supaya kita perjuangkan kesempatan ini, dan juga pembangunan jalan lingkar danau toba untuk dibangun. salam moga tuhan memberkati
slh sndiri merusak indahnya Danau Toba…!!! coba klo g dirusak, pasti Danau Toba tetep msk keajaiban dunia. seharusnya, kt dong yg ngoreksi diri. knp kt smpai merusak danau didaerah tmpat tinggal kt sndiri??apa lagi yg tinggal dekat danau??malu dong!!seharusnya, kt merawat dan melestarikannya. .untung kan??
Daerah batak gak cocok buat wisata.soalnya orang batak itu garang2.beda dengan orang bali yang ramah.
Nb: Betawi
Danau toba mau berkembang dibutuhkan kesadaran dr semua pihak, terutama masyarakat sekitarnya dan pemkab karena merekalah ujung tombak dari perubahan, mau berubah yah mulailah dari yang terdekat dulu.
Gampang saja memperbaiki Danau Toba asal saja dananya cukup. Pertama, bangun pelabuhan Ajibata dan sejenisnya dengan baik laiknya seperti pelabuhan kapal pesiar (yacht), Kedua Dilarang membuang sampah sembarangan baik sampah rumahtangga maupun usaha tentu dengan cara membuat tempat penampungan sampah disetiap pinggiran Danau Toba. Tapi ingat tetap harus ada dulu sosialisasinya. Ketiga Buatkan satu Dinas khusus di Pemkab Tobasa, Samosir, Humbhas, Karo, Dairi yang khusus mengurusi Danau Toba dari segala hal. Gampang, kan? Tapi, ada duitnya,nggak?
@ Nikson Sitohang
setuju..!!!
kapan ni pihak2 yg berkompeten akan buka mata&hati utk hal ini??
sekedar spanduk dilarang buang sampah juga ga keliatan..
sampah, limbah, enceng gondok melimpah ruah di sana.
nasib danau toba kok tragis benar ya…
maunya Danau Toba jangan tinggal kenangan doang…
reboisasi atau apa, kek?
alai tao toba raja tao di banua on?(sok batak padahal cuma numpang tinggal doang). he..he..he..
janGan biarkan danau toba kehilangan pengunjungnya
ohhh,,,,para pejabat parawisata tobasa
si cantik yg dipasangin topeng jelek..!!
kalo terus gini orang2 bakal lupa or ga tau di apa cantiknya dia..!!
ayo dunk pemda&masyarakat sekitar, kalo ga dimulai sekarang kapan lagi??
sosialisasi buang sampah pd tempatnya, reboisasi, batasan keramba, rehab pelabuhan (kalo perlu pasar ajibata di pindahin sedikit agak jauh dr tepi danau, krn semangat kebersihannya masih rendah..). satu lagi, denda aja bwt penumpang kapal or pengunjung yg buang sampah ke danau..kan bisa dipakai utk perawatan kebersihan danau..!! tq.
duhhhhh hatiku perih dngarin itu, knapa harus danau toba . dimana seh kesadaran kita warga TOBASAMOSIR? mengapa juga PEMDA tidak memperhatikan ini.
apa jadinya kalo Danau kita tidak dipandag lg?????
kapan lag kita bisa membuat danau kita ini terkenal????
seandainya kita warga TOBASA mau mengikuti aturan2 ini aq yakin bngat cepat lambat danau kita ini akan berkembang,,,
wahai teman2 q sadar, kita juga bisa mendapat hasil dari danau kita ini, klo danau kita terdengar sampai luar negara, kita akan mendapat untung yg sangat besar, kita bisa membuat lapangan kerja. tingkat pengangguran di INDONESIA khususnya di TOBASA akan berkurang, Pikirkan itu teman2. klo tidak kita lagi, sapa lagi????????????
dukunga kalian sangat di butuh kan untuk mempetaruhkan DANAU TOBA iNI.
Wah, sayang sekali…