Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Ratusan inang-inang demo Kantor Pemerintahan Humbang Hasundutan.

Agustus 4, 2009

>> PT TPL Tebangi Pohon Haminjon milik warga
>> Warga mendesak agar ke empat warga dilepaskan Polres Humbahas.

gambar karikatur demo
DOLOKSANGGUL. Media Online Bersama Toba dot Com – Ratusan inang-inang sian huta Pandumaan dan Sipitu Huta, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan atau Humbahas, berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Humbahas kemarin.

Aksi itu digelar untuk memperjuang kan hak-hak warga atas hutan kemenyan atau Haminjon yang telah ditebangi PT Toba Pulp Lestari atau PT TPL. Masyarakat menilai Pemkab Humbahas belum merealisasikan janjinya untuk meminta PT TPL menghentikan penebangan pohon kemenyan milik warga tersebut.

Mereka mendesak agar PT TPL bersama seluruh rekanan atau kontraktornya menghentikan seluruh aktivitas di areal lahan kemenyan milik warga Pandumaan dan Sipitu Huta. Selain itu, kemudian warga menuntut pemerintah mendesak pembebasan tanpa syarat keempat warga yang sempat ditahan pihak Polres Humbahas saat demo.

Bukan itu saja warga juga menolak tahanan luar bagi keempat warga. Dalam aksinya kemarin, warga kembali mendesak Departemen Kehutanan dan instansi terkait lainnya untuk meninjau ulang, mencabut, atau membatalkan SK dan surat-surat yang diberikan kepada pihak PT TPL yang selama ini digunakan TPL sebagai izin untuk melakukan penebangan, baik berupa hak pengusahaan hutan (HPH) atau hak penguasaan hutan tanaman industri (HPHTI) dan rencana kerja tahunan (RKT).

Dari informasi yang dihimpun Bersama Toba dot Com, para inang-inang itu yang berunjuk rasa ke Kantor Bupati Humbahas tersebut sempat menjerit histeris karena kecewa tidak bisa bertemu Bupati Humbahas.

Yang menemui mereka hanyalah Asisten I Pemkab Humbahas Onggung Silaban, Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Humbahas Darwin Lumban Gaol.

Massa tetap meminta agar Bupati Humbahas Maddin Sihombing bersama Wakil Bupati Humbahas Marganti Manullang untuk berkenan hadir menemui warga guna mendengarkan langsung jawaban atas tuntutan mereka selama ini.

Namun,hingga unjuk rasa usai, Bupati dan Wakil Bupati Humbahas tidak kunjung hadir dengan alasan sedang tugas lapangan.

”Pulang saja kita karena bapak-bapak yang menerima kita di sini bukanlah pengambil keputusan. Mereka sama saja dengan kita,” ujar R Sinaga, yang ikut berunjuk rasa kemarin.

Sementara itu, Asisten I Humbahas Ogung Silaban yang hendak dikonfirmasi melalui telefon selulernya terkait ketidakhadiran kepala daerah untuk menjawab langsung tuntutan para pendemo, namun Telepon selulernya tidak diangkat.

Sedangkan, Humas PT TPL, Chairuddin Pasaribu menyatakan bahwa saat ini pihaknya menunggu adanya sebuah solusi.

Namun, solusi tersebut tidak mudah dihasilkan sehingga harus melibatkan pihak ketiga, seperti kepala daerah dan muspida.

Chairuddin menambahkan bahwa pihak TPL hanya melakukan proses lanjutan dari penebangan yang dilakukan, seperti pengangkutan kayu-kayu yang telah ditebang. Pasalnya, mereka tidak bisa menjamin bahwa kayu tersebut akan aman dan tidak akan dibakar warga lagi.

“Itu baik dari pihak warga dan pihak ketiga yang kami antisipasi. Maka itu, kami melakukan pengangkatan kayu,” ujarnya. Terkait dengan aksi yang dilakukan para kaum ibu tersebut, Chairuddin menjawab bahwa pihaknya telah mengetahui kabar tersebut.

Namun, untuk lebih arifnya mereka akan menunggu hasil dari tim yang dibentuk Bupati untuk mendapatkan jalan tengah dari persoalan yang terjadi. “Saya pikir yang paling baik mencari solusi rasional dan tidak emosional. Itu lebih bijak dan kami menghargai cara damai,”pungkasnya.

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Trasaksi Ekonomi, Par rengge-rengge
Seperti dalam gambar, per rengge-rengge berjualan, bawang, sayur-sayuran dan lain sebagainya, demi anaknya sedang kuliah di Jakarta, foto ini diambil saat memperingati Hari Pendidikan

Putusan Sela Hakim Kalahkan Eksepsi Anju Naibaho Cs
Seratusan keluarga dan kerabat terdakwa demo maut pembentukan Propinsi Tapanuli berkumpul di halaman Pengadilan Negeri Medan.Anju Naibaho, Urat H Lumbantoruan dan Christian Manurung yang kembali

Jeritan..! si inang, Penjual “lappet” keliling.
>>Hugogo pe mansari Manogot, nang pe BotariPasca naiknya Bahan Bakar Minyak (“BBM”) sudah terasa, harga-harga sembako naik, ongkos angkutan pun juga naik pokoknya semuanya serba

Ulos Batak, kekayaan Budaya Batak
Sektor Pendukung PERINDUSTRIAN.>>Pengerajin Ulos BatakInang boru Butar butar Pengerajin ulos di Lumban Gala gala, kecamatan Balige, kabupaten Toba Samosir, propinsi Sumatera Utara, sedang mengerajin ulos

Perempuan Batak, Ulet dan Tangguh.
Memang benar perempuan Batak terkenal gigih dan ulet bekerja untuk membantu suami mencari

Komentar

One Response to “Ratusan inang-inang demo Kantor Pemerintahan Humbang Hasundutan.”

  1. gabriel on Juni 4th, 2010 12:53

    komentar aku itu dem itu dilksanakan cukup bagus .

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak