PT.Toba Pulp Lestari (PT.TPL) tunjukkan kehebatannya : “bagi-bagi uang kesejumlah wartawan se Toba Samosir.!”
Mei 9, 2008
PT.Toba Pulp Lestari (TPL) di SosorLadang Porsea Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara, selasa (6/5) mendadak mengumpulkan sejumlah wartawan yang bertugas di Toba Samosir dengan membagi-bagi uang masing-masing wartawan sebesar Rp.150 ribu, “tanpa perencanaan yang secara tiba-tiba mengadakan acara tak jelas alias acara ecek-ecek,”sebutnya Wartawan Hr Medan Pos, SMK.Panji Demokrasi dan lainnya wartawan yang tidak mengikuti acara “misteri” tersebut yang bertugas di Toba Samosir seraya mengatakan uang apa itu yang dibagi-bagi pihak PT.Toba Pulp Lestari (TPL) terhadap masing-masing wartawan.
Luar biasa….!, PT Toba Pulp Lestari, ada apa dengan wartawan pilihannya, “buat acara terhadap wartawan tanpa rencana dan mendadak sehingga tidak seluruhnya wartawan di undang, ada apa dengan PT TPL,”sebutnya Simanjuntak.
Bubarkan itu Managament Humasy Toba Pulp Lesatari jangan buat pilihan-pilihan kepada wartawan di Toba Samosir, “omong kosong semua nya,”tandasnya Djonngi.
Hal senada sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Toba Samosir mengatakan bahwa PT Toba Pulp Lestari (TPL), “jika membuat suatu Event, rencanakanlah dengan matang jangan seperti memakan cabai langsung pedas,”sebutnya LSM Bersama Toba seraya mengatakan jangan dipilah-pilah wadahnya social control, LSM juga termasuk wadah social kontrol yang butuh informasi tentang keberadaan PT Toba Pulp Lestari.
Dalam acara pertemuan mendadak itu wartawan-wartawan yang mengikuti acara tersebut mengakui bahwa menerima uang sebesar Rp.150 ribu, “ hebat TPL tunjukkan kehebatannya,”sebutnya masyarakat Balige.
Ketika hal ini dihubungi Humasy Toba Pulp Lestari (TPL) melalui telepon selulernya tidak aktif dicoba dan diupayahkan beberapa kali menghubungi melalui telepon selulernya tidak aktif.
Pencarian pada artikel ini:
- toba pulp lestari
- pt toba pulp lestari
- pt tpl
- toba pulp lestasi
- toba pulp
- toba pulp lestari pt
- profil Perusahaan Toba Pulp Lestari
- Www tobapulplestari com
- profil pt tpl
- tobapulp lestari










Sepertinya, memang sangat tepat sekali. Pihak managemen TPL seolah membuat perlakuan diskriminatif terhadap wartawan. Khususnya, yang ada di Tobasa. Hemat Saya, jika mereka mau buat suatu acara (apapun namanya), yang berhubungan dengan Pers (wartawan) di Tobasa, dibuatlah secara umum. Terbuka alias transparan. Atau, mungkin ada yang sengaja mereka tutup-tutupi. Dan, bahasa ‘kemitraan’ yang selalu diagung-agungkan itu, nyaris tidak pernah terlihat. Maju terusss…. Bersamatoba !!
Bah .. poang …. wartawan Tobasa dijokkali dohot hepeng Rp. 150.000, asi ni roha i .
dari dulu memang itu sudah kebiasaan PT TPL , kerjanya memilah-milah apalagi manajemen saat ini cuma melihat para petinggi-petinggi tanpa melihat jeritan rakyat bawah. begitu juga dengan Humas PT.TPL saat ini , selalu berhubungan dengan Wartawan dari luar Toba Samosir tanpa memperdulikan Wartawan Lokal, Seperti dipaparkan Salah satu karyawannya “sangat heran Kenapa Wartawan Luar tobasa selalu di Kunjungi pada hal Wartawan ditobasa kan perlu juga dirangkul dan perlu dijalin kerja sama, Tegas orang dalam itu.
Dilihat dari sisi manapun, PT TPL tetap tidak menguntungkan bagi masyarakat, hanya menguntungkan bagi pejabat, aparat, elit lokal. dengan gratis perusahaan ini menguras habis emas hijau (hutan) di tanah batak.
akibatnya bencana diseluruh wilayah tanah batak. dari sejak berdiri hingga saat ini, Perusahaan ini terus saja menimbulkan masalah. hak-hak rakyat diabaikan, kekeringan dan banjir bandang diberbagai daerah, penyakit kulit di sekitar pabrik, membuang limbah di hutan, dan lebih tragisnya lagi perusahaan ini juga merampas tanah-tanah rakyat.
ketika Perusahaan ini tetap dibiarkan semena-mena, saya tidak dapat bayangkan bencana yang maha dasyat akan melanda tanah batak. generasi orang batak akan menderita untuk selama-lamanya.
untuk menghindari ini, seluruh bangso batak harus satu kata, yakni :
TUTUP PT TPL SEKARANG DAN UNTUK SELAMA-LAMANYA
TPL Tak Perlu Lagi ada di toba, karena dari dl memang tdk berterima tdk ada impact positif yang bs dirasakan masyarakat toba, porsea khususnya. kecuali bau, penyakit, kerusakan hutan, kerusakan moral dan yg paling parah, kerusakan otak dini yang berujung lemahnya syaraf, serta arogansi perusahaan yg bs “beli” alat negara buat pabiar2hon.
serius kali udah rupanya ya…….?
asa dilehon par TPL uang I huboto do i, uang sogok asa unak masuk media do masalah lingkungan na adong di siruar. jala sude kecelakaan kerja na adong di tpl unang di liput.
Saya punya bukti ilmiah kalau pembangunan Coal Gass gasiifier yang di TPL tidak ramah lingkungan.
tidak benar TPL ramah lingkungan.
limbah Tar dan fenol hasil samping coal gas dikemanakan? apa benar seutuhnya di daur ulang sebagai bahan bakar BFW, salah satu boiler milik TPL.
saya punya bukti !!!!
suatu saat nanti saya akan angkat bicara
banyak permainan di TPL, tunggu data yang saya dapat selama ini lengkap. saya akan gusur PT TPL
mohon dukungan Kawan _ kawan Seperjuangan
jika ada wartawan yang ingin membantu saya dalam mengungkap segala hal permainan di TPL dan sungai asahan, mohon hubungi saya!!!
gimana caranya bisa masuk tpl, ada lowongan ga untuk masuk tpl, soalnya saya berminat kerja disana, sebagai pemberitahuan saya sedang kuliah di atip jurusan teknik kimia
Untuk saudara JUANDA si te, sepertinya anda paham betul mengenai limbah, tetapi ada baiknya anda juga menggandeng consultan minimal sekelas super intendent company untuk memperkuat alibi anda. Jika memang benar ada permainan di sekitar sungai asahan, apakah anda dapat membuktikannya minimal dengan gambar, jalur-jalur yang berperan aktif dalam permainan di sekitar sungai asahan. Saya rasa anda juga perlu menempatkan beberapa orang untuk mengintai jam berapa permainan di sungai asahan tersebut berlangsung. Untuk limbah coal gassifier, memang sangat sulit untuk mengolah limbah yang terkontaminasi dengan TAR hanya dengan mengandalkan BIO SLUDGE, tetapi apakah anda punya bukti kalau sludge dari area sludge press mereka benar-benar tidak memiliki kandungan TAR??? Sebab jika memang tidak mengandung TAR, berarti TAR tersebut ikut kedalam aliran OUTLET SECONDARY yang menuju area permainan “sekitar sungai asahan” tetapi jika TAR tersebut terdapat pada sludge dalam jumlah yang besar, maka anda hanya dapat menunggu kapan jam permainan “sekitar sungai asahan” berlangsung. Itupun kalau anda berhasil menggandeng company yang diakui oleh pemerintah. Kalau anda sudah punya bukti yang kuat, coba beri contoh satu saja misalnya anda memberikannya untuk dimuat dikoran-koran lokal, tidak mungkin tidak ada yang tertarik… Bagaimana pak JUANDA si te???
Satu lagi, anda menyebutkan limbah padat coal gassifier adalah sebagai bahan bakar BFW (Boiler Feed Water), setahu saya BFW tidak digunakan untuk menghasilkan steam, tetapi hanya digunakan untuk me-recycle kembali air yang berasal dari EVAPORATOR PLANT 1, 2 dan 3. Saya sebenarnya sangat mengharapkan kalau Saudara benar-benar menguasai area limbah sehingga tidak ada kesalahan dalam memberikan informasi. Malu kan… Maju… Bersama TOBA…
Saya sangat antusias untuk bisa bekerja di PT TPL,,
Saya mahasiswa dari Jogja, apakah pihak PT TPL menerima mahasiswa yang ingin Kerja Prekatek (KP) yang kalo bisa di lanjutkan sekalian dengan Tugas Akhir (TA)??
seandainya bisa, prosesnya gmn?
trimakasih….
wartawan…
kenapa harus jadi ‘kuli’ pemerintah
harusnya kuli rakyat
wartawan…
ah bisa saja yang cnn, wts, duduk tenang, dst yang negatif itu bukan jurnalis
bisa saja pengemis berkedok wartawan
wartawan…
isinya adalah wawasan dan visi membela rakyat
buka memuasi para pejabat keparat
PT TPL dari sejak permulaan sudah kurang berintegritas dalam segala hal.Dari manejemen pengolahan limbah, manejemen perekrutan karyawan dan manejemen pengelolaan keuangan perusahaan.terbukti dengan solusi limbah yang tidak pasti kemana limbah dibuang dan bagaimana prosesnya. dalam hal manejemen perekrutan karyawan, pihak perusahaan menerapkan dengan sungguh -sungguh KOLUSI secara sistematis.sangat sulit untuk jadi karyawan disana kecuali ada relasi atau orang yang punya pengaruh dijajaran petinggi manejemen itu sendiri. lalu dalam manejemen pengelolaan keuangan perusahaan, perusahaan telah membuat hitung-hitungan akuntansi yang berdasar perhitungan kemauan sendiri.berdasar kehendak manejemen sendiri sehingga bukan hal yang benar terlihat tapi justru perusahaan ini semakin memperlihatkan kebobrokannya.terbukti harga saham perusahaan ini jatuh bahkan sebelum krisis ekonomi dunia terjadi.laporan keuangannya juga sangat tidak menunjukkan likuiditas yang baik.hutang lebih besar dari harta dan satu yang perlu dievaluasi manajemen dan semua pihak yang terkait bahwa laba bersih tahun 2006/2007 minus tetapi ditahun 2007/2008 tiba-tiba menjadi US$ 10 juta. apakah itu wajar?how can?berapa sekarang harga saham anda?Rp.190 dari yang semula Rp.300an.seorang teman saya yang telah menyelesaikan studi akuntan mengatakan bahwa persahaan tersebut sangat kacau bila menejemen terus seperti itu apalagi perusahaan itu adalah perusahaan besar. maka wajar perusahaan ini punya nama besar tetapi selalu bermasalah.
coba anda kilas balik yang terdapat di hutan itu apa aja,bukan hanya pohon besar bro,,,siflora dan sifauna.saya pernah menemukan spesies Anggrek hutan yang ntah apa namanya, sebanyak 12 jenis.tak disangka ada yang nawarin Anggrek tersebut, nda tanggung – tanggung bro dia mau beli per jenisnya seharga Rp.200.000. itu contoh kecil…………………….yang berarti masih banyak yang bisa dimanfaatkan di dalam hutan.istilah Re_plantation itu hanya kedok menteri kehutanan khususnya jangan bawa nama TPL,langsung ke pihak ya berkompeten ajakarena itu urusan menteri semak belukar.yang jadi pertanyaan saya kenapa harus hutan Indonesia yang merupakan paru-paru dunia katanya.Devisa negara…………bukan itu alasannya bro.toh hutan tu bisa disulap jadi tempat mengeruk uang dunia tanpa harus memusnahkannya.tambahan sedikit hasil dari pengolahan TPL dikirim keluar bro dan diolah disana,lalu dijual lagi ke Indonesia dengan harga selangit…yaaaaa kita memenag butuh penalaran serius dengan hal ini.jangan hanya ucapkan.save forest……..lestarikan hutan tapi tindakan tidak ada malah jadi pembalak hutan kecil2an…ngertikan maksud ambo./
the last………………thanks to seluruh pecinta hutan not bercinta dihutan.
TPL ko bagi2 uang ya ke wartawan?
takut ya disorot terus sama wartawan, …….?
Nah, wartawannya kok mau aja dikasi uang tampa ada alasan yang jelas?
jangan- jangan ada apa2nya ni antara TPL dan wartawan tobasa?
thanks buat tanggapan,, auditor lingkungan. I know, who are you?
saya tau bagai mana permainan PT TPL..
banyak hal yang tidak perlu ditutup tutupi…..
bukan hanya masalah limbah…
manajemen juga, bendera emas SMK 3, saya bertanya pada hati nurani bapak apa benar PT TPL pantas mendapatkannya? sudahkah anda perhatikan kesejahteraan karyawan anda?
memang ini bukan urusan saya,, tapi saya memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.
setiap pelaksanaan pesta shut down. apa benar disana zero accident?
mengenai limbah yang di buang ke sungai asahan, secara sederhananya bisa kita lihat dari komunitas eceng gondok yang ada di sepanjang sungai asahan. eceng gondok bisa dibuat sebagai indikator dalam eceng gondok bisa di lihat kandungan logam yang berbahaya.
mengenai dana CD, bebeapa tahun lalu masih ada dana untuk pengadaan pupuk di sekitar lima desa…. SEKARANG DIKEMANAAN ?
Apakah ini merupakan sasaran kemitraan itu? apakah yayasan pembangunan masyarakat tobasa telah bekerja optimal dan proporsional..
maaf ! bukan maksud saya untuk memprovokasi. yang jelas ini murni untuk suatu renungan.
salam TOBASA
JIKA PADA MALAM HARI COAL GAS GASSIFIER MENGALAMI OVER HOUL… DIKEMANAKAN LIMBAH TA TERSEBUT? KAWAN KAWAN MENGERTI GAK APA ITU LIMBAH TAR? YANG MEMBERIKAN WARNA SPESIFIK JIKA DICAMPUR DENGAN AIR? MENGERTI GAK APA ITU ISO 14001?
MENGERTIGAK AKAN DAMPAK HUJAN ASAM AKIBAT PEMBUANGAN GAS DARI BANYAK INDUSTRI KERTAS?
BAIKLAH SAYA BERBUKA HATI SAYA PUNYA BANYAK SOUSI UNTUK HAL INI … TAPI,, SAMPAI KAPAN SAYA MENUNGGU RESPON DARI PIHAK PERUSAHAAN?,, ATAU MENUNGGU HATI SAYA MELEDAK?
SEHARUSNYA PIHAK TPL MAU MENDENGAR APA KELUHAN MASYARAKAT KECIL DISEKITARNYA,,
MANAJEMEN HARUS PAHAM BETUL APA YANG DIPERLUKAN MASYARAKAT.. APAKAH EFISIEN MEREKRUT KARYAWAN DARI PAPUA,, PADAHAL MASIH BANYAK PUTRA DAERAH TOBASA YANG LAYAK PAKE?
SAMPAI KAPAN PIHAK TPL MENGAKU – NGAKU RUGI, SEHINGGA TERJADI PENGURANGAN DI SETIAP DEPARTMENT.. SAYA TAHU HARGA PULP SEKARANG NAIK. SEKEDAR INFORMASI …: SETELAH PESTA SHUTDOWN PADA BULAN NOVEMBER TAHUN 2008 TELAH BANYAK SAUDARA SAUDAR KITA YANG TELAH DIBERHENTIKAN,, DENGAN ALASAN KRISIS GLOBAL.. MARI KITA LIHAT NASIB PARA KONTRAKTOR DAN IBU IBU YANG BEKERJA DI NURSERY, DIKEMANAKAN MEREKA SEKARANG?? YANG JELAS PIHAK TPL HANYA MENGUNTUNGKAN SEGELINTIR ORANG SAJA..
Jangan hanya fokus ke limbah cair, juga harus mewaspadai limbah padat yang dibuang ke salah satu area HTI TPL. Dibuang ke HTI karena biaya untuk pengolahan limbah padat tersebut sangat tinggi. Tpl mengelabui/membodohi masyarakat dengan mengatakan bahwa limbah tersebut dapat/merupakan pupuk padahal limbah padat tersebut mengandung zat yang sangat berbahaya. Memang butuh waktu yang lama bahaya tersebut baru muncul. Karena limbah padat tersebut dilewati air (hujan) maka zat aktif berbahaya yang terkandung dilimbah padat tersebut akan menyatu dalam air. Dan perlu diketahui zat berbahaya tersebut tetap berada dalam air walaupun air tersebut telah difilter alam/berbagai lapisan tanah. Jika air tersebut masuk/campur ke air bawa tanah/air sungai yang dimamfaatkan masyarakat maka barulah terjadi malapetaka bagi masyarakat disekitar pembuangan limbah tersebut. To Saudara Auditor , jika anda mengatakan limbah padat tersebut tidak berbahaya, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa anda benar-benar merupakan peliharaan Tpl yang sudah kehilangan rasa kemanusiaan.
To :
Lae Juanda dan Badai
Kudukung lae….aku bukan orang yang ngerti limbah…tapi aku orang hukum dan ngerti dikit2 soal hukum lingkungan, kebetulan aku lulusan hukum lae. Kalo lae butuh bantuan aspek legal nya dengan senang hati akan saya bantu lae.
Mudah2 an, bila memang ada ‘permainan’ dalam pengolahan limbah TPL, lae bisa ungkap. Tentunya dengan itikad baik, demi kepentingan masyarakat dan kepentingan lingkungan kita.
Horas….
saya bukan anti investor, saya sangat bangga ada pabrik terbesar di kampung sya, tapi untuk y satu ini saya sangat setuju TUTUP, tanpa komen banyak, karena TPL lebih banyak memberi kerugian dari pada keuntungan untuk Rakyat
TPL…
kenapa kamu rusak alam kami?
kenapa kamu selalu menjadi lawan kami, bukan kawan kami?
kenapa kamu terus merongrong fisik dan mental kami?
TPL…
kami resah karena mu…
kami sakit karena mu…
kami kecewa kepadamu…
TPL…
mohon hentikan semua omong kosongmu…
mohon hentikan semua suap basimu…
mohon hentikan semua penyiksaanmu…
terhadap kami…
TPL…
rasional lah kamu berpikir…
jangan hanya berasumsi dan memandang sebelah pihak…
karena…
kami masih terlalu sabar untuk mu…
TPL…
kamu boleh dapatkan proper green
kamu boleh dapatkan gold flag smk 3
kamu boleh dapatkan iso mu
walau itu dengan cara yang tidak tepat…
TPL…
pikirkanlah…
jika suatu saat… kami…
kaum intelektual dari desa kami bersatu…
untuk membuka biji matamu…
melihat yang sebenarnya…
maka…
saat itu adalah…
saat penyesalan bagi dirimu…
TPL…
tertawalah selagi kau bisa tertawa…
pandanglah langit kami selagi kau masih bisa
pijaklah bumi kami selagi kau masih sanggup
hingga…
kamu akan tersungkur diantara jemari kaki kami…
kaum intelektual desa kami…
ingatlah pepatah…
dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung…
sepandai-pandainya tupai melompat…
akhirnya akan jatuh juga…
tiada tempat bagi pendusta…
TPL…
ingatlah…
bumi itu bulat dan terus berputar…
menanggapi komentar si auditor.
Kamu itu tau apa tentang limbah????
pake-pake bahas evaporator dan bfw segala… segala aja ga pernah bahas itu!
Kaya’nya kamu itu sudah ga waras lagi… masa sudah jelas bau dibilang ga bau? pake otak dong kalo ngomong. jangan asal gitu…
untuk saudara-saudaraku seperjuangan (juanda site dan badai)
maju terus, jangan menyerah…
kalo perlu kita konfirmasikan dengan saudara kita hutagaol, gimana lae ku?
TPL you are devil.
Mauliate Godang Tu Auditor Lingkungan,,,
sebelumnya,, Kamu Harus tahu,, EVAPORATOR PLANT, ADALAH SALAH SATU PLANT DI TPL UNTUK MERECYCLLE Air Pemasak Dari DIGESTER
tidak ada hubungan nya dengan Coal gass gasifier,,, Coal gass gassifier di beli dari beijing dengan kriteria alat yang bebas dari limbah (kesalahan TPL dalam menganalisa pengadaan alat),,,/// Mungkin ini adalah kutukan.
Auditor Lingkungan harus membaca / mengetahui Statement dari Bapak Teddy Manurung.. yang telah di publish di internet.. (alamat nya saya lupa)
Untuk di renungkan…
Kenapa saat ini COAL GASS GASIFIER Yang telah di bangun (CV DUNGO REKSA,, Sub Kontrak PT AVECO KENCANA) Yang berbiaya puluhan milyar,, sekarang operasionalnya di hentikan???
kenapa???
Mohon di jawab…
apakah Saya (Juanda si te) telah berbohong????
memang benarkan masalah limbah tar dan Fenolic hasil samping coal gass gasifier???
muncul pertanyaan…
1. Dokter pada saat memeriksa Fenomena gatal – gatal di kulit masyarakat siruar, darimana ya?? kog bisa dikatakan masyarakat siruar alergi karena malas mandi??? dokter nya spesialis,, ato hanya koas,,?
tapi aku yakin dokternya adalah dokter yang kompeten sekelas superintendent yang biasa menerima sogokan… pasti dokter menginap di Guest House PT TPL,, trus makan malam disana .. siap makan malam disuguhi uang satu Koper besar,,,,, (eits,,, ini cuma praduga tak bersalah ya.)
karena saya tahu hasil samping Coal Gass gassifier berupa abu layang mengandung Faujithsu,, yang larut dalam HCl 5M,,,, yang menyebabkan gatal gatal jika mengenai kulit…
tapi,,, Kata Terakhir dari Saya : Semoga Jaya TPL,, Dengan segala KEbohongan Manajemen, Semoga TPL berhasil meraup kekayaan TPL (hutan telah gundul,, haminjon d. sanggul di tebang dengan alasan telah memiliki HPH). Pemutusan kontrak dengan mitra mitra kerja lokal,,, (dengan alasan Krisis Global sebagai Alibi)..
dan mohon Kepada Humas Lambertus siregar mohon bermasyarakat dengan sekitarnya…
kepada Juanda Panjaitan,,, Ingkon ingoton mu do poang tikki Susah ho…
di ingot ho do pe ra molo marhobas di sada sada pesta di huta sai hodo paias Butuha ni babi… tikki di mulana ho ro tu huta nami.
Para Ekspatriat,,, dari India… Belajar lah Berbahasa indonesia,, (Boama tahe marbahasa indonesia bahasa Inggris pe gak fluently)
bertobatlah bos, kami cape berkomentar, kami tau kamu sangat kaya, jadi komentar kami dianggap angin lalu aja, karna kamu bisa sumbat mulut orang yg tak bernurani
TPL = TAMBA PARAH LAE
SAYA BUKAN ANTI DENGAN TPL….
TAPI !!! JANGAN JADI WARTAWAN MURAHAN…
HORAS
invoisku ga cair2 udh 3 bln mlh bagi2 uang sama wartawan mati aku.
@Pangombusan Sekitarnya…
Siapa tuch TEDDY MANURUNG??
Gak kenal pak… Anda saja lupa dimana letaknya statement si teddy manurung??
Jadi clean condensates yang berasal dari evaporator plant tidak ada yang direcycle ke bfw???
Coba main2 ke tpl, tanya2 gitu loh…
siapa bilang evaporator plant berhubungan langsung dengan bfw?
Ini pernyataan dari anda…
“sebelumnya,, Kamu Harus tahu,, EVAPORATOR PLANT, ADALAH SALAH SATU PLANT DI TPL UNTUK MERECYCLLE Air Pemasak Dari DIGESTER”
di sini saja anda telah salah pak…
saya bukan memihak pada tpl, tetapi alangkah bijaknya jika bapak mampu membuktikannya dengan baik tanpa ada celah kesalahan… tpl penuh dengan orang2 yang pintar tapi jahat…
coba bapak pelajari dulu semuanya tentang limbah yang ada di tpl…
maafkan saya kalo saya menyinggung bapak… tapi cobalah agar kita yang lebih mengetahui daripada mereka yang lebih mengetahui…
o..ya… saya baca di situs tpl, mereka memperoleh bendera green untuk environmental, inilah yang memberatkan kita untuk membuktikan apakah tpl memang bermasalah dengan limbah…
salam.
Maaf sebelumnya buat Auditor lingkungan
perkenalkan ,,, saya adalah Asli Putra Porsea Sekitar 25 Meter dari pabrik kalau di atas ada nama BADAI, JUANDA, PANGOMBUSAN Itu adalah saya,,, maaf jika saya buat inisial,,, saya melihat Bapak Punya Pendidikan,, seharusnya Bapak jangan hanya melihat TPL secara sepihak saya akui TPL menguntungkan,, banyak program TPL yang menguntungkan seperti dana CD,, tapi kita harus berpikir kenapa PT TPL BAGI – BAGI DUIT PADA WARTAWAN??? Kenapa??? Kita tidak usah bicara Limbah, EVAPORATOR, COAL GASS GASIFIER,, karena bukan bapak teman yang cocok untuk membicarakannya,, TEDDY MANURUNG ADALAH PROSES INSINYUR ( http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.linkedin.com/pub/teddy-manurung/15/5b5/403&ei=5EWvSrFPmPboA7ec_eEM&sa=X&oi=translate&resnum=3&ct=result&prev=/search%3Fq%3Dcoal%2Bgas%2Bgasifier//%2Bteddy%2Bmanurung%26hl%3Did%26sa%3DG )bisa anda baca Profilnya disana, tanyakan Sajalah pada dia mengenai PROSES,,, DIA ADALAH ORANG PROSES
Wah gaswat..ternyata tpl bukan hanya di toba rupanya,dia sudah merambah hutan dairi juga..ini tidak bisa dibiarkan..
Jadi kepada tpl saya minta agar menghentikan segala kegiatannya di kawasan hutan adian tinjoan register 67 parbuluan-dairi..
Perlu anda ketahui bahwa,dampak yang ditimbulkan oleh perambahan hutan reg.67 bagi warga dairi adalah: akan menurunnya debit air untuk PDAM Tirta Nciho,yang mana itu merupakan sumber air minum bagi kami.
Untuk itu, sekali lagi kami minta agar anda segera menghentikan kegiatan didairi,karena didairi tidak ada yang namanya toba pulp lestari.Sebelum kami melakukan tindakan yang akan merugikan perusahaan anda.
segeralah angkat kaki,karena kami tidak akan mau menanggung akibat dari perbuatan anda..trims.
Sebenarnya saya bangga menjadi masyarakat sosor ladang yang indah dan permai. juga karena desaku yang mungil kini berubah nama menjadi sangat bersar setelah hadirnya PT>TPL yang mengharumkan namanya ke seluruh dunia. Cuma mengapa di atas kebahagiaanku ini mesti di dasari kata “TAPI”
……Selamat datang Pak Kapolres yang baru AKBP Musa Tampubolon,di tobasa
semoga membawa perubahan pola pikir dan perbuatan yang sangat positip
thinking di semua lini kehidupan khusus di tobasa dan umumnya Tapanuli tercinta.
Misi Pembenahan spritual internal sangat di butuhkan,dengan spritual yang tinggi
maka kepercayaan diri akan bertambah kokoh,sehingga dalam bertindak tidak
terjadi keragu raguan,jelas,tegas memberangus kejahatan sindikat maupun indi
vidu.Dengan dimikian moral,tanggung jawab moral dan estetika akan terpeliha
ra dengan baik,damai,bersaing sehat,dan di berkati Tuhan……………Amen………….
Hasiholan Siregar.
Hasiholan Siregar.
COAL GAS GASIFIER AKAN BEROPERASI LAGI,,,
MUSIBAH APA LAGI YANG AKAN TIMBUL???
SETELAH BEBERAPA BULAN DI HENTIKAN,,,
mohon KOMENTARNYA pak AUDITOR LINGKUNGAN
JANGAN MENJILAT AJA KAU TAU,,
kENAPA KOMENTAR SAYA SEBELUMNYA TENTANG TPL TIDAK DITERBITKAN??
KITA JGN KARENA SAKIT HATI BERKOMENTAR, TOLONG DILIHAT KENYATAANNYA……
TPL membawa keberuntungan,klu saja TPL ga ada mgkn sampai saat ini transportasi blum bsa masuk ke kmpg saya…..,ini bukan msalah pribadi,tp memang mnrut saya sah-sah aja ada TPL krn memang TPL masuk krna ada ijin,bkan illegal.
PT.TPL, Tbk, ini adalah perusahaan raksasa yang beroperasi di tanah Batak. Saking kuatnya, pemerintah sendiripun sangat hati-hati ngomong dan bertindak tegas dengan TPL. Tidak hanya itu, dalam operasionalnya, TPL dijaga ketat oleh sejumlah brimob dan polisi untuk mengamankan kinerja mereka dan menakut-nakuti masyarakat. Menggunduli hutan alam tanah Tapanuli dan menyulapnya menjadi kebun ekaliptus. Mau lihat kerja-kerja PT.TPL? Lihat saja hutan-hutan yang telah gundul di kabupaten Humbahas, Taput, Simalungun, Dairi, Tobasa dan Pakpak Barat. Atau lihat saja bagaimana kriminalisasi yang dilakukan TPL terhadap beberapa orang petani di Humbahas.
saatnya sekarang pemerintah daerah sampai pusat berada dalam barisan rakyat menuntut TPL. TPL cacri untung atas hutan Tapanuli, pemerintah cari uang dan masyarakat cari kehidupan. Mana keberpihakan pemerintah kita?
@LEE
Selama TPL belum bisa mengolah limbah yg berasal dari coal gassifier, anda sah2 saja untuk menuntut perusahaan ini…
Masalah musibah yang akan timbul? hmm… coba anda tanya sama mas google… disana akan anda dapatkan banyak jawabannya…
Satu lagi…
Cobalah anda mengerti, bahwa semua comment saya tidaklah bermaksud menjilat… tapi saya coba untuk meluruskan segala sesuatunya…
Ingat pak lee… mereka telah menggenggam Proper Green yang di Indonesia ini termasuk langka… ingat itu.
@PAK AUDITOR LINGKUNGAN YANG TERHORMAT,.,
Memang benar ad Proper green disana, tapi,, coba Bapak Telisik dulu Proses untuk mendapatkan sertificat tersebut, yang mengeluarkan sertifica tersebutkan manusia juga?? Memang secara prosedur mereka selalu benar,,, dan tanpa ada cacat sedikitpun, tapi mari kita tanya hati nurani kita,.,.
banyak temuan, yang harus diperbaiki disana ,, banyak yang harus dipertanyakan,
MENTERI KEHUTANAN, GUBSU, BUPATI SAMOSIR DAN BUPATI HUMBAHAS HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERJADINYA BANJIR BANDANG YANG MELANDA DESA SABULAN DAN DESA RANSANG BOSI KEC SITIOTIO KAB SAMOSIR. PASALNYA MEREKA TELAH MEMBERKAN IZIN DAN MEMBIARKAN BEROPERASINYA PT. TPL DAN PARA PEMILIK SOMEL DIKAWASAN HUTAN LINDUNG : GUNUNG ULU DARAT SEKITARNYA, TELE, HUTA GALUNG, SIRIA-RIA & DAN SEKITARNYA. SEMESTINYA RESIKO KEJADIAN TERSEBUT JAUH HARI SEBELUMNYA CEPAT ATAU KAMBAT SUDAH DAPAT DIPERKIRAKAN BAKALAN TERJADI SEBAB SESUAI KONDISI GEOGRAFIS ALAMNYA DILOKASI-LOKASI TERSEBUT SANGAT RAWAN BENCANA LONGSOR DAN BANJIR, MENGINGAT LOKASINYA YANG SANGAT TERJAL DARI KAWASAN DANAU TOBA, YAITU BERADA DI KETINGGIAN KURANG LEBIH 5 KM DARI TEPI DANAU TOBA. BAHWA PERLUNYA PERTANGGUNG JAWABAN PARA PEJABAT TERKAIT ATAS PERISTIWA TERSEBUT HARUS DITINJAU MULAI DARI SEMENJAK BEROPERASINYA PT. TPL (DAHULU PT IIU) DIDAERAH ITU, YAITU SEKITAR KAWASAN DATANGNYA BANJIR, KARENA SEBAHAGIAN BESAR KAWASAN YERSEBUT YANG DAHULUNYA SEBAGAI HUTAN LINDUNG TELAH BEROBAH FUNGSI MENJADI KAWASAN HUTAN PRODUKSI. BUKAN SAJA DIKAWASAN TERSEBUT DI WILAYAH LAINNYA JUGA, YAITU YANG DULUNYA MASUK WILAYAH KABUPATEN TAPANULI UTARA TELAH BANYAK HUTAN LINDUNG DISULAP BEROBAH FUNGCI MENJADI HUTAN PRODUKSI, YANG TENTU HARUS DIWASPADAI LAGI AKAN TERJADI BENCANA LONGSOR DAN BANJIR.
Anjing menggonggong kafilah berlalu……dasar orang batak ,,pintar tapi begitu dihadapkan dengan ego semua marlojong marsiadu botul, sebenarnya khan yang kita kritik wartawannyalah koq malah TPL nya ,sesuai topik ,fokuslah sedikit.telisik kepada masing masing aja lah siapa yang tipu siapa….
Membaca komentar bapak/ibu semua saya jadi bertanya, apakah sudah begitu parah industri pulp yang ada di Toba Samosir itu
sudah begitu parahkan TPL itu. Marikita lihat bersama-sama