PT.Toba Pulp Lestari (PT.TPL) tunjukkan kehebatannya : “bagi-bagi uang kesejumlah wartawan se Toba Samosir.!”
Mei 9, 2008
PT.Toba Pulp Lestari (TPL) di SosorLadang Porsea Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara, selasa (6/5) mendadak mengumpulkan sejumlah wartawan yang bertugas di Toba Samosir dengan membagi-bagi uang masing-masing wartawan sebesar Rp.150 ribu, “tanpa perencanaan yang secara tiba-tiba mengadakan acara tak jelas alias acara ecek-ecek,”sebutnya Wartawan Hr Medan Pos, SMK.Panji Demokrasi dan lainnya wartawan yang tidak mengikuti acara “misteri” tersebut yang bertugas di Toba Samosir seraya mengatakan uang apa itu yang dibagi-bagi pihak PT.Toba Pulp Lestari (TPL) terhadap masing-masing wartawan.
Luar biasa….!, PT Toba Pulp Lestari, ada apa dengan wartawan pilihannya, “buat acara terhadap wartawan tanpa rencana dan mendadak sehingga tidak seluruhnya wartawan di undang, ada apa dengan PT TPL,”sebutnya Simanjuntak.
Bubarkan itu Managament Humasy Toba Pulp Lesatari jangan buat pilihan-pilihan kepada wartawan di Toba Samosir, “omong kosong semua nya,”tandasnya Djonngi.
Hal senada sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Toba Samosir mengatakan bahwa PT Toba Pulp Lestari (TPL), “jika membuat suatu Event, rencanakanlah dengan matang jangan seperti memakan cabai langsung pedas,”sebutnya LSM Bersama Toba seraya mengatakan jangan dipilah-pilah wadahnya social control, LSM juga termasuk wadah social kontrol yang butuh informasi tentang keberadaan PT Toba Pulp Lestari.
Dalam acara pertemuan mendadak itu wartawan-wartawan yang mengikuti acara tersebut mengakui bahwa menerima uang sebesar Rp.150 ribu, “ hebat TPL tunjukkan kehebatannya,”sebutnya masyarakat Balige.
Ketika hal ini dihubungi Humasy Toba Pulp Lestari (TPL) melalui telepon selulernya tidak aktif dicoba dan diupayahkan beberapa kali menghubungi melalui telepon selulernya tidak aktif.




Sepertinya, memang sangat tepat sekali. Pihak managemen TPL seolah membuat perlakuan diskriminatif terhadap wartawan. Khususnya, yang ada di Tobasa. Hemat Saya, jika mereka mau buat suatu acara (apapun namanya), yang berhubungan dengan Pers (wartawan) di Tobasa, dibuatlah secara umum. Terbuka alias transparan. Atau, mungkin ada yang sengaja mereka tutup-tutupi. Dan, bahasa ‘kemitraan’ yang selalu diagung-agungkan itu, nyaris tidak pernah terlihat. Maju terusss…. Bersamatoba !!
Bah .. poang …. wartawan Tobasa dijokkali dohot hepeng Rp. 150.000, asi ni roha i .