Penerimaan Siswa Baru di Toba Samosir, “resahkan” orang tua
Juli 9, 2008
>>Pendaftaran di SMK Neg 2 Balige sebesar Rp.10.000.-
>>Pendaftaran di SMU Neg 1 Balige sebesar Rp. 5.000.-
>>Disinyalir Pendaftaran di Sekolah di luar kota Balige terjadi hal yang sama.
Balige, Toba Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com - Untuk pengambilan berkas pendaftaran Penerimaan Siswa Baru atau PSB sejumlah sekolah Tingkat Atas Negeri di Kabupaten Toba Samosir ternyata membebani sejumlah kalangan orang tua. Belum lagi setelah masuk seleksi, orang tua calon siswa/i harus merogoh kantong dan setor “kocek” untuk melunasi beberapa adminintrasi.
Pengamatan BersamaToba dot Com secara langsung di sekolah-sekolah seperti di Soposurung Balige selama berlangsungnya pendaftaran PSB.
Pendaftaran tahap pertama berlangsung 1-5 Juli 2008, masing-masing calon siswa/i harus “setor” uang pendaftaran dengan berfariasi sebesar Rp.5000 dan Rp.10.000.-
Di Sekolah Menengah Umum Negeri 1 atau SMU Neg 1 Balige, uang pendaftaran sebesar Rp.5000.-, kemudian di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri atau SMK Neg 2 Balige sebesar Rp.10.000.-
Dalam pengambilan formulir calon siswa/i diwajibkan tanpa terkecuali sekolah tersebut memberikan sebuah Datafill atau stof Map dengan berisikan formulir disertai sebuah bolpoin merk Strawman W-10 dengan bayaran sebesar Rp.5000.-
Lain lagi.., di SMK Neg 2 Soposurung Balige dengan hal yang sama calon siswa/i yang mendaftar harus setor sebesar Rp.10.000.- dan jika salah mengisi formulir bayar lagi Rp.10.000.- “luar biasa hal ini dilakukan saat ekonomi rakyat sedang- susah-susahnya,” keluhnya beberapa orangtua calon siswa/i.
Bahkan mungkin hal yang sama disejumlah sekolah Negeri di luar kota Balige dengan harga yang tentunya berfariasi. Sekedar untuk diketahui jumlah calon siswa/i yang mendaftar di SMK Neg 2 Balige dan SMU Neg 1 Balige bisa mencapai ribuan Pendaftar Siswa Baru.
Hari ini Rabu (9/7) Pengumuman seleksi PSB, siswa/i yang dinyatakan masuk seleksi dengan jumlah rangking yang ditentukan, dalam pengumuman di SMK Neg 2 Balige, terpampang sebesar Rp.150 ribu administrasi yang wajib dilunasi oleh yang dinyatakan masuk seleksi.
Dengan rincian biaya pendidikan tersebut sangat meresahkan sejumlah orang tua siswa/i ditengah sulitnya perekonomian, “pada hal Tahun 2007 ada dianggarkan di Dinas Pendidikan Nasional Toba Samosir untuk pengadaan Petunjuk Penerimaan Siswa Baru atau PSB untuk SD, SMP, SMU dan SMK sebesar Rp.10 juta ,” sebutnya orang tua siswa yang katanya tidak usah disebut namanya.
Dikatakan bagaimana juga di Tahun 2008 untuk PSB apakah tidak adalagi dianggarkan di APBD, sehingga harus membebani siswa/i dengan harus merogoh kantong orang tua siswa/i ditengah krisis ekonomi rakyat Toba Samosir yang tercinta ini.
Pendidikan adalah salah satu pilar dari Tobamas menujuh 2010, Mereka mengharapkan Bupati Toba Samosir agar tanggap dengan keluhan orang tua siswa/i, lantaran pengutipan dana sebesar Rp.5000 dan sebesar Rp.10.000.- adalah sudah merupakan “pengutipan liar” atau dapat juga dikatakan mar bisnis alias martiga-tiga ,”da gaaa.. fuannggggg.. hebat nai Pendidikan diTobasa on,”tandasnya tukang becak orang tua siswa yang tidak masuk seleksi PSB.








kalau di hitung 10.000 kali 300 orang = Rp. 3 jt. coba dulu di bagi 25 guru maka jatah setiap guru adalah =120.000,- itu suatu angka yang sangat kecil apabila di pertaruhkan dengan pahlawan tanpa tanda jasa.
Maka perlu peningkatan APBD disektor ini, termasuk PSB jangan sampai sekolah mencari biaya sendiri yang pada akhirnya dibebankan kepada Orang tua.
Sikap melayani sudah sepantasnya di budayakan dimana -mana termasuk sekolah