Molo saut Provinsi Tapanuli, ibukota Siborongborong
September 25, 2008
- Sebesar Rp12 Milyar dana hibah, untuk mendukung penyelenggaraan calon Propinsi Tapanuli
Oleh Ivan Napitupulu Blogger Batak parBalige, Toba Samosir Media Online Bersama Toba dot Com - Pemberian hibah sebesar Rp 12 Milyar menjelang terwujudnya Propinsi Tapanuli atau Protap jika sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Seluruh fraksi menyatakan setuju atas pemberian hibah itu antara lain Fraksi Indonesia Merdeka , Fraksi Keadilan Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan PKS dan Fraksi Nasional Demokrasi.
Dana hibah yang berjumlah Rp 12 Milyar tersebut sebesar Rp 10 Milyar diperuntukkan mendukung penyelenggaraan pemerintahan calon Protap selama 2 tahun berturut-turut terhitung sejak peresmian sebagai daerah otonom, dan Rp 2 Milyar untuk membiayai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah untuk pertama kali yang penjabarannya tertuang dalam APBD Tobasa tahun anggaran berjalan.
Dalam rapat paripurna khusus DPRD Toba Samosir, kemarin Rabu (24/9), seluruh fraksi menyatakan setuju.
Dalam pemandangan umum yang dibacakan
Robert Hutajulu dalam pemandangan umum mengatakan setuju penganggaran hibah karena pembentukan Protap merupakan aspirasi masyarakat dan hal yang strategis bagi pertumbuhan kawasan Tapanuli di masa mendatang.
Sedangkan Ketua FKD, Parade Manurung BA, dalam surat pernyataan fraksinya mengatakan sangat setuju pembentukan Protap dan berharap agar pihak eksekutif mengalokasikan dana tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Hal senada juga diutarakan FG yang disampaikan Asmin br Sitinjak dan sekaligus mengajak mendoakan agar Protap secepatnya terwujud.
Sementara Sekretaris Fraksi PDIP PKS, Jonang MP Sitorus, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik akan hadirnya sebuah Provinsi Tapanuli yang sudah lama dinanti-nantikan masyarakat.
Fraksi PDIP PKS setuju atas dana hibah dengan tetap berpedoman dan mengacu kepada undang-undang dan peraturan pemerintah. Menghimbau Bupati Tobasa agar mempedomani peraturan yang ada tentang dana hibah, secara khusus PP No 58 Tahun 2005. Mengusulkan agar Ibukota Protap di Kecamatan Siborongborong Taput dengan alasan geografis. Tentang aset-aset daerah akan dibicarakan kemudian dan tetap mengacu kepada undang-undang dan peraturan yang ada.
Dalam pemandangan umum fraksinya, Jonang MP Sitorus juga mengusulkan agar pemerintah pusat menempatkan pelaksana tugas gubernur adalah orang yang tepat dan menguasai kultur serta budaya wilayah Tapanuli.
Kemudian FND melalui Mangapul Siahaan menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Protap bertujuan mulia sehingga pihaknya sangat setuju atas pemberian hibah demi suksesnya pembentukan Protap.
FND juga menyetujui penyerahan kekayaan daerah yang dimiliki atau dikuasai berupa barang bergerak, personil, dokumen dan utang piutang Kabupaten Tobasa yang nyata-nyata dalam wilayah calon Protap, dan tindaklanjutnya dilaksanakan setelah Protap terbentuk.
Setelah seluruh fraksi menyatakan setuju atas pemberian dana hibah tersebut, selanjutnya Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus menandatangani Surat Keputusan DPRD Tobasa No 07 Tahun 2008 tertanggal 24 September 2008 tentang “Persetujuan Cakupan Wilayah, Penetapan Nama, Penetapan Lokasi Ibukota, Alokasi Dana, Penyerahan Aset Dan Pemindahan Personil Pembentukan Calon Provinsi Tapanuli”.
Dalam pidatonya, Tumpal Sitorus berharap dengan adanya keputusan DPRD Tobasa itu pembentukan Protap secepatnya terwujud. Menurut informasi yang diterimanya, pembentukan Propinsi Tapanuli akan ditetapkan pada 21 Oktober 2008 mendatang. “Mari kita membawa dalam doa, kiranya Provinsi Tapanuli segera terwujud sesuai jadwal,” harapnya.
Pada kesempatan itu Bupati Tobasa Monang Sitorus yang turut menghadiri rapat paripurna khusus itu dalam pidatonya mengatakan sangat mendukung pembentukan Protap.







Apa memang sudah pantas jadi Propinsi ?
Jangan kita latah . Dengan SDM seperti sekarang ini , rasanya belum patas merdeka .
Contoh yg di depan mata aja , 25 Anggota Dewan Toba Samosir .
Siapa yg benar2 memperjuangkan Kepentingan Rakyat Toba Samosir ?
Yg ada memperjuangkan kantong sendiri dgn berebut Poroyek.
Dan kalau dipaksakan jd propinsi , paling2 akan terjadi persoalan seperti di Tobasa tapi dalam skala propinsi artinya kekusutan spt di Tobasa tapi dalam skala yg lebih besar .
Slogan Tobamas aja masih perlu di pertanyakan ,
Atau kita tunggu slogan berikutnya , yang mencoba meninabobokan masyarakat .
Lucu ya !!!!
mari pasang logo bloggersumut
bisa di comot di sini
bloggersumut.net
mohon di pasang ya
Horas dihita saluhutna dan salam kenal.
Dulu sangat menarik memperhatikan bagaimana peran pemuda dalam pembentukan propinsi Banten. Tapi dalam pembentukan Propinsi Tapanuli ini, peran para pemuda seolah terabaikan, dan yang bergerak dari dulu adalah para elit Batak. Pernah dulu kita gerakkan para pemuda di Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam pembentukan Propinsi Tapanuli ini, tapi sayangnya pola-nya sangat berbeda dengan dengan para senior kita. Tapi bagaimana pun pola-nya kita harapkan secepatnya terbentuk Protap.
Horas
sekarang saya mau bertanya, apakah orang banten, maluku,maluku utara,gorontalo,buton,dan kep riau lebih maju dari orang batak, Ibu kota prov banten serang tidak sebesar Balige atau siantar,SDM batak jauh lebih maju dari banten, donatur orang batak jangan diragukan lagi. Selama saya kuliah di Bandung saya jarang menemukan orang-orang buton,gorontalo,kepri,dll, tetapi kalau orang batak yang jadi Guru Besar banyak di ITB, malah jadi Bupati di provinsi lain sudah ada. JADI PROVINSI TAPANULI sungguh amat layak,dengan adanya protap pembangunan lebih fokus. hanya orang-orang yang gak mau orang batak maju saja yang menolak protap. Jadi kesimpulan saya Provinsi Tapanuli layak untuk didirikan
1.SDM terbaik seindonesia (bobot 40 %)
2.SDA yang melimpah (20 %)
3.Donatur (10 %)
4.Hubungan dengan luar (10%)
5.Parawisata (danau Toba)(10%)
6.dll (10%)
Tujuan pembentukan propinsi itu untuk apa?.
Harus bisa dijelaskan dengan ukuran-ukuran yang rasional dan dipertanggungjawabkan. Ukuran-ukuran emosi apalagi ukuran primordial semangat etnis yang berlebihan, tidak cukup alasan untuk pembentukan suatu Propinsi.
Menurut Undang-undang, otonomi ada pada kabupaten dan kota. Artinya fungsi propinsi hanya perpanjangan tangan dari pemerintah Pusat. Pelayanan masyarakat semua ada di pemerintah kabupaen dan pemerintah kota, bukan di pemerintah propinsi. Pembangunan masyarakat, menurut undang-undang adalah tanggung jawab pemerintah kota dan pemerintah kabupaten. Pemerintah propinsi hanya fungsi kordinasi. Artinya secara administratif, peran Pemerintah Propinsi dalam pelayanan masyarakat dan pembangunan kemasyarakatan sangat kecil.
Padahal untuk menjalankan fungsinya, Pemerintah propinsi menghabiskan anggaran yang sangat besar untuk operasional administrasi. Termasuk 12 milyar yang disiapkan kabupaten Tobasa (posting diatas). Dengan fungsi yang relatif kecil, penganggaran biaya administrasi propinsi dengan seluruh jajarannya, mulai dari gubernur sampai petugas cleaning servis, maka hanya akan memboroskan anggaran negara.
Berapa kantor baru yang harus dibangun, berapa kendaraaan yang harus dibeli, berapa operasional yang yang harus disiapkan. Semua itu menggunakan uang negara. Akan lebih bijaksana kalau anggaran itu digunakan untuk pelayanan masyarakat dan pembangunan. Lebih berguna biaya meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di Kabupaten/kota di Tapanuli, lebih baik untuk bangun sekolah atau puskesmas. Lebih bermanfaat memberikan bantuan modal ke pengusaha UKM, ketimbang untuk biaya operasional kantor propinsi.
Banyak para analis sekarang justru mengembangkan wacana penggabungan propinsi untuk menghemat biaya operasional perangkat daerah. Karena para kepala dinas di propinsi dan jajarannya, tidak punya kerjaan yang jelas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas pemerintahan di kabupaten. Bagaimana menerapkan “Good Kabupaten/Kota Governance”, dijajaran pemerintah daerah dan di DPRD. Harus diakui, bahwa pelayanan dan kapasitas kemampuan pemda dan DPRD kabupaten (termasuk di wilayah Tapanuli), masih belum cukup menghadapi tantangan dan kebutuhan rakyat. Mendingan ini yang digenjot.
Jadi tegasnya, pembentukan Propinsi tapanuli itu, mungkin hanya untuk ajang rebutan gubernur, anggota DPRD propinsi, kepala dinas propinsi, atau rekanan propinsi. Kalau ini yang terjadi, kita tidak akan maju-maju. Cuma menambah persoalan baru.
Horas.
Saya sebagai orang batak perlu was-was di indonesia ini, kalau lae togar silaban berkata kita harus berfikiran rasional, maka saat ini sudah banyak orang yang tidak berfikiran rasional, jadi kita juga harus membaca pergerakan dan arah negara dan bangsa ini kedepan.
1.Jika tetap dengan Provinsi SUMUT maka jika dilaksanakan refredum pelaksanaanSyariat Islam otomatis SUMUT menjadi basisnya, bisa dilihat dengan pemilihan GUBSU terakhir
2.Segala sesuatunya kalau masih tinggal di Indonesia tidak dapat lepas dari politik dan kepentingan baik agama, suku dan ras , sekarang sudah jarang orang batak yang jadi petinggi (mentri dan panglima tidak ada) dan mulai terpinggirkan
3. Sebagai manusia yang ber AKAL orang batak harus mampu berdiri sendiri dan lepas dari kebiasaan buruk dan maju, atau mungkin lae togar silaban bukan ORANG BATAK yang mau orang batak menjadi pecundang di tanahnya sendiri. Dan batak harus mampu membuktikan itu, ATAU kita hanya mau di doktrin ORANG BATAK TAK BISA BERSATU, dan yang lain segala kejelekan orang batak, sehingga KITA MENJADI BATAK PECUNDANG
4.Belajar dari ACEH, mereka melawan dengan tidak menggunakan PIKIRAN RASIONAL, jika mereka melawan dengan pikiran rasional (seperti pendapat lae togar silaban) maka selama-lamanya lah orang aceh jadi PECUNDANG. Bertahun-tahun aceh menjadi sapih perahan pemerintah pusat dengan membuat transmigrasi (menjawakan aceh, dan di Sumut sudah berhasil jawa 40 %) dan pembodohan rakyat aceh
5.JADI ORANG BATAK HARUS BELAJAR DARI ACEH
jadilah provinsi Tapanuli
* Ferdinand
Saya sangat setuju dengan pendapat saudara.kita harus jeli membaca situasi yang akan datang demi kelangsungan dan eksisnya bangso batak….maju terus saudara ferdinand, pasti banyak halak kita yang mendukung saudara……nice comm….!!!!!
Dari saya pertama sekali baca komentas togar silaban saya tidak pernah setuju dengan pendapat anda, selalu pesimis. ingat sekali lagi diberbagai web saya katakan kepada anda
1. Orang batak adalah orang yang ber akal, Harus mampu membalikkan keadaan, dan mampu membangun diri sendiri, sehingga tidak selalu di pecah belah orang lain dengan mengatakan orang batak tidak bisa bersatu
2. Albert Einstein berkata Orang kalau mau jadi pintar harus punya impian baru kita bisa menjabarkan semuanya, Jadi itu semua adalah IMPIAN ORANG batak, jangan salahkan ORANG BATAK bermimpi
3. Banyak orang lain akan menertawakan orang batak jika Provinsi Tapanuli tidak jadi, BERARTI BERHASILLAH RENCANA MEREKA MENGHANCURKAN ORANG BATAK.
4. Lae Togar Silaban saya ragukan ke Batakan anda, anda yang selalu berfikir rasional, atau memang anda bukan orang batak.
5. Kalau tinggal di Indonesia segala sesuatu tidak bisa dilepaskan dari SARA, kalau tidak ada provinsi Tapanuli, maka……….anda jawab sendiri kekosongan ini.
[…] tanggapan sdr. “Ferdinand“, yang diposting di berbagai blog termasuk di Silaban net, Bersama Toba, dan Harry Simbolon, (atau bahkan di blog lainnya yang belum sempat saya lihat), tentang rencana […]
Terimakasih untuk tanggapan yang berapi-api dari angka dongan. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk berpijak pada fakta legal dan praktis rasional.
Mari kita coba cermati dengan kepala dingin dan argumentasi yang benar. Jangan sampai konyol, menilai “keBatakan” seseorang dari ukuran pro atu kontra terhadap pembentukan propinsi Tapanuli.
Bagi saya, tidak jadi masalah kalau ada orang meragukan keBatakan karena saya tidak sependapat dengan orang itu.
Untuk itu saya menuliskan tanggapan yang agak panjang lebar di :
http://taolobutala.wordpress.com/2008/10/20/sekali-lagi-tentang-pembentukan-propinsi-tapanuli-1/
http://taolobutala.wordpress.com/2008/10/20/sekali-lagi-tentang-pembentukan-propinsi-tapanuli-2/
Saya lihat CV lae cukup mumpuni, seharusnya lae bisa ikut membangun Tapanuli, bukannya pesimis dan sepertinya tidak mau kampung kita maju, saya saja yang kurang berpendidikan seperti lae berani untuk maju, Tapi ngomong-ngomong lae satu angkatan sama laeku Edy Santo Hutagaol sekalarang di PAL, Lae juga seniorku, walaupun kita berbeda jurusan, tapi aku respek liat CV nya lae, jadi lae Togar ikutlah membangun Tapanuli, bukannya pesismis…
Saya sangat setuju dan mendukung usaha untuk meningkatkan pembangunan di Tapanuli. Saya sangat mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat Tapanuli. Tapi saya berpendapat, bahwa upaya peningkatan kesejahteraan rakyat Tapanuli bukan dengan pembentukan propinsi Tapanuli.
Pembentukan propinsi Tapanuli tidak akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (lihat posting saya). Memang akan ada sekelompok orang yang saya sebut sebagai “aktivis Tapanuli” yang akan memanfaatkan pembentukan propinsi baru.
Para aktivis Tapanuli, akan berupaya menggolkan propinsi, karena dengan begitu, mereka akan menangguk keuntungan dari proses pembentukan itu. Kegiatan menangguk keuntungan itu dilakukan dengan berbagai cara mulai dari cara yang halus samapai cara yang kasar dan vulgar. Para aktivis ini nantinya akan memperebukan “kue” pembentukan propinsi. Ada yang sebagai birokrat (Kepala Dinas Propinsi), menjadi politisi (Gubernur, & anggota DPRD), dan sebagai rekanan (kontraltor dan suplier). Para aktivis inilah yang memobilisasi berbagai komponen untuk mendukung pembentukan propinsi Tapanuli.
Padahal petani kopi di sidikalang, penanam kacang di Toba, petani kemenyan di Pakkat, atau guru SD di Tipang tidak akan mendapatkan apa-apa dari pembentukan propinsi itu. Bagi mereka tetap “business as usual”. Tidak ada peningkatan.
Saya lebih mendorong peningkatan KAPASITAS kabupaten yang masih relatif baru. Para birokrat dan legislatif di kabupaten baru (Samosir, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat) masih dalam proses pembentukan. Mereka belum menjalankan fungsinya secara maksimal. Inilah yang harus didorong untuk lebih mantap, profesional dan konsisten. Bagaimana Kabupaten ini mendorong pertumbuhan dan pembangunan di Tapanuli.
terkadang kita tidak akan dapat bekerja secara terpisah-pisah, kalau misalnya tidak ada suatu komando dari provinsi tapanuli, siapa yang akan peduli dengan mereka, seperti kata perbahasa bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, kalau kita mengharapkan setiap daerah membangun daerah masing-masing itu semua akan hanya menjadi mimpi, Dengan terbentuknya Provinsi Tapanuli diharapkan setiap orang batak akan terbangun dan akan membangun daerahnya masing-masing, kita masih punya jejak kaki (Tapanuli) yang tidak bisa kita hilangkan begitu saja. ATAU SUATU SAAT KITA PULANG KESANA SUDAH TIDAK KETEMU LAGI ORANG BATAK, malah sudah dikuasai orang lain. Janganlah kita terlampau berfikiran negatif terhadap penggagas ini, memang sudah menjadi rahasia umum akan ada ‘fee’ untuk setiap pembentukan daerah baru, seperti kabupaten Dairi di pecah menjadi Pakpak barat, Bupati Dairi akan mendapat fee karena berhasil menggolkan pakpak barat, Untuk masa Transisi ini tidak banyak yang diharapkan dari semua orang, Hanya dengan Membangun satu jiwa, yaitu jiwa kita baru kita bangun jiwa-jiwa yang lain, mari kita menjadi pembaharu bagi bangso batak, Mudah-mudahan akan banyak orang seperti lae Togar yang berjiwa bersih dan idealis. seperti kata-kata di kitab suci “Tulus Seperti Merpati dan Cerdik Seperti Ular, kadang-kadang kita terlampau tulus dan idealis, tetapi kita juga harus cerdik agar kita bisa lepas dari masalah kita.
Dengan terbentuknya Provinsi tapanuli, Bangso batak yang tercerai berai akan bersatu, Dahulu Martabe didengungkan oleh Raja inal, Tetapi sekaranglah Martabe baru terlaksana 100 %.
memang agak sulit mempersatukan orang batak, lebih mudah bagi orang lain yang belum berpendidikan menyatukan pendapat dari pada orang batak, semua merasa lebih pintar. Sewaktu di bandung saya pengalaman memimpin rapat orang batak, hanya menentukan tempat saja bisa sampai jam 5 pagi tidak selesai, semuanya punya ide yang cemerlang dan brilian, tetapi tidak ada tindak lanjut, dan tidak tau apa maunya, semuanya mau sana dan sini sampai akhirnya terjadi kebuntuan. Jangan lah cita-cita yang bagus ini, menjadi gagal, hanya karena kita orang batak saja tidak sehati, semuanya sok punya opini dan pendapat, sampai tujuan akhir tidak tercapai, dan buyar semuanya, dan itu salah satu kejelekan kita, SANGAT BANGGA MENGGAGALKAN PENDAPAT ORANG DAN RENCANA ORANG LAIN, saya hanya berharap kita
1.harus bisa mengemas diri kita agar kita dihargai, bukannya menjelek-jelekkan bangso sendiri, dan mengecilkan bangso sendiri.
2.semoga bangso batak tetap jaya
3.Apapun pendapat orang Tapanuli tetap jaya selalu
saya pribadi, setuju kita semangati untuk terwujudnya protap.
tapi jangan dilupakan, togar silaban telah membeberkan hal2 penting yang harus dibenahi terlebih dahulu.
memang ada keraguan soal PAD …, tapi mungkin itu karena belum dikelola dengan baik aja …. atau mungkin mengelolanya selama ini untuk kepentingan segelintir orang atau kelompok saja …
hidup bangso batak …, mari kita bekerja dan bekerja sama
http://rapmengkel.com