Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Molo saut Provinsi Tapanuli, ibukota Siborongborong

September 25, 2008

- Sebesar Rp12 Milyar dana hibah, untuk mendukung penyelenggaraan calon Propinsi Tapanuli

Oleh Ivan Napitupulu Blogger Batak parBalige, Toba Samosir
Media Online Bersama Toba dot Com - Pemberian hibah sebesar Rp 12 Milyar menjelang terwujudnya Propinsi Tapanuli atau Protap jika sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Seluruh fraksi menyatakan setuju atas pemberian hibah itu antara lain Fraksi Indonesia Merdeka , Fraksi Keadilan Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan PKS dan Fraksi Nasional Demokrasi.

Dana hibah yang berjumlah Rp 12 Milyar tersebut sebesar Rp 10 Milyar diperuntukkan mendukung penyelenggaraan pemerintahan calon Protap selama 2 tahun berturut-turut terhitung sejak peresmian sebagai daerah otonom, dan Rp 2 Milyar untuk membiayai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah untuk pertama kali yang penjabarannya tertuang dalam APBD Tobasa tahun anggaran berjalan.

Dalam rapat paripurna khusus DPRD Toba Samosir, kemarin Rabu (24/9), seluruh fraksi menyatakan setuju.

Dalam pemandangan umum yang dibacakan
Robert Hutajulu dalam pemandangan umum mengatakan
setuju penganggaran hibah karena pembentukan Protap merupakan aspirasi masyarakat dan hal yang strategis bagi pertumbuhan kawasan Tapanuli di masa mendatang.

Sedangkan Ketua FKD, Parade Manurung BA, dalam surat pernyataan fraksinya mengatakan sangat setuju pembentukan Protap dan berharap agar pihak eksekutif mengalokasikan dana tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Hal senada juga diutarakan FG yang disampaikan Asmin br Sitinjak dan sekaligus mengajak mendoakan agar Protap secepatnya terwujud.
Sementara Sekretaris Fraksi PDIP PKS, Jonang MP Sitorus, mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik akan hadirnya sebuah Provinsi Tapanuli yang sudah lama dinanti-nantikan masyarakat.

Fraksi PDIP PKS setuju atas dana hibah dengan tetap berpedoman dan mengacu kepada undang-undang dan peraturan pemerintah. Menghimbau Bupati Tobasa agar mempedomani peraturan yang ada tentang dana hibah, secara khusus PP No 58 Tahun 2005. Mengusulkan agar Ibukota Protap di Kecamatan Siborongborong Taput dengan alasan geografis. Tentang aset-aset daerah akan dibicarakan kemudian dan tetap mengacu kepada undang-undang dan peraturan yang ada.

Dalam pemandangan umum fraksinya, Jonang MP Sitorus juga mengusulkan agar pemerintah pusat menempatkan pelaksana tugas gubernur adalah orang yang tepat dan menguasai kultur serta budaya wilayah Tapanuli.

Kemudian FND melalui Mangapul Siahaan menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Protap bertujuan mulia sehingga pihaknya sangat setuju atas pemberian hibah demi suksesnya pembentukan Protap.

FND juga menyetujui penyerahan kekayaan daerah yang dimiliki atau dikuasai berupa barang bergerak, personil, dokumen dan utang piutang Kabupaten Tobasa yang nyata-nyata dalam wilayah calon Protap, dan tindaklanjutnya dilaksanakan setelah Protap terbentuk.

Setelah seluruh fraksi menyatakan setuju atas pemberian dana hibah tersebut, selanjutnya Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus menandatangani Surat Keputusan DPRD Tobasa No 07 Tahun 2008 tertanggal 24 September 2008 tentang “Persetujuan Cakupan Wilayah, Penetapan Nama, Penetapan Lokasi Ibukota, Alokasi Dana, Penyerahan Aset Dan Pemindahan Personil Pembentukan Calon Provinsi Tapanuli”.

Dalam pidatonya, Tumpal Sitorus berharap dengan adanya keputusan DPRD Tobasa itu pembentukan Protap secepatnya terwujud. Menurut informasi yang diterimanya, pembentukan Propinsi Tapanuli akan ditetapkan pada 21 Oktober 2008 mendatang. “Mari kita membawa dalam doa, kiranya Provinsi Tapanuli segera terwujud sesuai jadwal,” harapnya.

Pada kesempatan itu Bupati Tobasa Monang Sitorus yang turut menghadiri rapat paripurna khusus itu dalam pidatonya mengatakan sangat mendukung pembentukan Protap.

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Provinsi Tapanuli Sudah Melalui Prosedur yang Benar, Selama 9 Tahun
Gubernur SUMUT H.Syamsul Arifin akhirnya buka suara, ini kutipan dari perkataannya kepada INDO POS : Gubernur SUMUT mengaku bahwa dalam penandatanganan SK Provinsi Tapanuli tidak ada

Mengapa SUMUT Layak Dimekarkan?
Hari ini saya membaca Harian Kompas Dari data Daftar Pemilih Tetap, disebutkan jumlah penduduk dibeberapa provinsi : 1.Kepulauan Riau : 1.145.324 2.Jambi : 2.091.673 3.Bangka Belitung : 782.512 4.Gorontalo

Horas..Rura Silindung untuk Sementara Pasangan Torang Lumbantobing/Bangkit Parulian Silaban, unggul.
Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Media Online Bersama Toba dot Com - Pemilihan kepala daerah atau Pilkada)Kabupaten Tapanuli Utara yang dilaksanakan, Kemarin Senin (27/10) berlangsung

Seputar Perdebatan Pembentukan Provinsi Tapanuli
Dalam berbagai perdebatan seputar rencana pembentukan Provinsi Tapanuli dengan beberapa teman batak, saya mendapatkan beberapa poin yang selalu dan terus menerus menjadi titik serang mereka.

Dairi seharusnya masuk Propinsi Tapanuli
Dairi sudah selayaknya masuk propinsi Tapanuli, hal ini karena di dairi sungguh kentalnya kultur Batak. Apalagi Kabupaten Pakpak Barat sudah terbentuk jadinya Kabupaten Dairi yang

Komentar

44 Responses to “Molo saut Provinsi Tapanuli, ibukota Siborongborong”

  1. Samsul on September 26th, 2008 11:05

    Apa memang sudah pantas jadi Propinsi ?
    Jangan kita latah . Dengan SDM seperti sekarang ini , rasanya belum patas merdeka .
    Contoh yg di depan mata aja , 25 Anggota Dewan Toba Samosir .
    Siapa yg benar2 memperjuangkan Kepentingan Rakyat Toba Samosir ?
    Yg ada memperjuangkan kantong sendiri dgn berebut Poroyek.
    Dan kalau dipaksakan jd propinsi , paling2 akan terjadi persoalan seperti di Tobasa tapi dalam skala propinsi artinya kekusutan spt di Tobasa tapi dalam skala yg lebih besar .
    Slogan Tobamas aja masih perlu di pertanyakan ,
    Atau kita tunggu slogan berikutnya , yang mencoba meninabobokan masyarakat .
    Lucu ya !!!!

  2. realylife on September 26th, 2008 15:51

    mari pasang logo bloggersumut
    bisa di comot di sini
    bloggersumut.net
    mohon di pasang ya

  3. swandy sihotang on Oktober 4th, 2008 00:09

    Horas dihita saluhutna dan salam kenal.
    Dulu sangat menarik memperhatikan bagaimana peran pemuda dalam pembentukan propinsi Banten. Tapi dalam pembentukan Propinsi Tapanuli ini, peran para pemuda seolah terabaikan, dan yang bergerak dari dulu adalah para elit Batak. Pernah dulu kita gerakkan para pemuda di Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam pembentukan Propinsi Tapanuli ini, tapi sayangnya pola-nya sangat berbeda dengan dengan para senior kita. Tapi bagaimana pun pola-nya kita harapkan secepatnya terbentuk Protap.

    Horas

  4. Ferdinand on Oktober 5th, 2008 07:59

    sekarang saya mau bertanya, apakah orang banten, maluku,maluku utara,gorontalo,buton,dan kep riau lebih maju dari orang batak, Ibu kota prov banten serang tidak sebesar Balige atau siantar,SDM batak jauh lebih maju dari banten, donatur orang batak jangan diragukan lagi. Selama saya kuliah di Bandung saya jarang menemukan orang-orang buton,gorontalo,kepri,dll, tetapi kalau orang batak yang jadi Guru Besar banyak di ITB, malah jadi Bupati di provinsi lain sudah ada. JADI PROVINSI TAPANULI sungguh amat layak,dengan adanya protap pembangunan lebih fokus. hanya orang-orang yang gak mau orang batak maju saja yang menolak protap. Jadi kesimpulan saya Provinsi Tapanuli layak untuk didirikan
    1.SDM terbaik seindonesia (bobot 40 %)
    2.SDA yang melimpah (20 %)
    3.Donatur (10 %)
    4.Hubungan dengan luar (10%)
    5.Parawisata (danau Toba)(10%)
    6.dll (10%)

  5. togarsilabanparlobutala on Oktober 9th, 2008 16:10

    Tujuan pembentukan propinsi itu untuk apa?.
    Harus bisa dijelaskan dengan ukuran-ukuran yang rasional dan dipertanggungjawabkan. Ukuran-ukuran emosi apalagi ukuran primordial semangat etnis yang berlebihan, tidak cukup alasan untuk pembentukan suatu Propinsi.

    Menurut Undang-undang, otonomi ada pada kabupaten dan kota. Artinya fungsi propinsi hanya perpanjangan tangan dari pemerintah Pusat. Pelayanan masyarakat semua ada di pemerintah kabupaen dan pemerintah kota, bukan di pemerintah propinsi. Pembangunan masyarakat, menurut undang-undang adalah tanggung jawab pemerintah kota dan pemerintah kabupaten. Pemerintah propinsi hanya fungsi kordinasi. Artinya secara administratif, peran Pemerintah Propinsi dalam pelayanan masyarakat dan pembangunan kemasyarakatan sangat kecil.

    Padahal untuk menjalankan fungsinya, Pemerintah propinsi menghabiskan anggaran yang sangat besar untuk operasional administrasi. Termasuk 12 milyar yang disiapkan kabupaten Tobasa (posting diatas). Dengan fungsi yang relatif kecil, penganggaran biaya administrasi propinsi dengan seluruh jajarannya, mulai dari gubernur sampai petugas cleaning servis, maka hanya akan memboroskan anggaran negara.

    Berapa kantor baru yang harus dibangun, berapa kendaraaan yang harus dibeli, berapa operasional yang yang harus disiapkan. Semua itu menggunakan uang negara. Akan lebih bijaksana kalau anggaran itu digunakan untuk pelayanan masyarakat dan pembangunan. Lebih berguna biaya meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di Kabupaten/kota di Tapanuli, lebih baik untuk bangun sekolah atau puskesmas. Lebih bermanfaat memberikan bantuan modal ke pengusaha UKM, ketimbang untuk biaya operasional kantor propinsi.

    Banyak para analis sekarang justru mengembangkan wacana penggabungan propinsi untuk menghemat biaya operasional perangkat daerah. Karena para kepala dinas di propinsi dan jajarannya, tidak punya kerjaan yang jelas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

    Yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas pemerintahan di kabupaten. Bagaimana menerapkan “Good Kabupaten/Kota Governance”, dijajaran pemerintah daerah dan di DPRD. Harus diakui, bahwa pelayanan dan kapasitas kemampuan pemda dan DPRD kabupaten (termasuk di wilayah Tapanuli), masih belum cukup menghadapi tantangan dan kebutuhan rakyat. Mendingan ini yang digenjot.

    Jadi tegasnya, pembentukan Propinsi tapanuli itu, mungkin hanya untuk ajang rebutan gubernur, anggota DPRD propinsi, kepala dinas propinsi, atau rekanan propinsi. Kalau ini yang terjadi, kita tidak akan maju-maju. Cuma menambah persoalan baru.

    Horas.

  6. Ferdinand on Oktober 9th, 2008 21:28

    Saya sebagai orang batak perlu was-was di indonesia ini, kalau lae togar silaban berkata kita harus berfikiran rasional, maka saat ini sudah banyak orang yang tidak berfikiran rasional, jadi kita juga harus membaca pergerakan dan arah negara dan bangsa ini kedepan.
    1.Jika tetap dengan Provinsi SUMUT maka jika dilaksanakan refredum pelaksanaanSyariat Islam otomatis SUMUT menjadi basisnya, bisa dilihat dengan pemilihan GUBSU terakhir
    2.Segala sesuatunya kalau masih tinggal di Indonesia tidak dapat lepas dari politik dan kepentingan baik agama, suku dan ras , sekarang sudah jarang orang batak yang jadi petinggi (mentri dan panglima tidak ada) dan mulai terpinggirkan
    3. Sebagai manusia yang ber AKAL orang batak harus mampu berdiri sendiri dan lepas dari kebiasaan buruk dan maju, atau mungkin lae togar silaban bukan ORANG BATAK yang mau orang batak menjadi pecundang di tanahnya sendiri. Dan batak harus mampu membuktikan itu, ATAU kita hanya mau di doktrin ORANG BATAK TAK BISA BERSATU, dan yang lain segala kejelekan orang batak, sehingga KITA MENJADI BATAK PECUNDANG
    4.Belajar dari ACEH, mereka melawan dengan tidak menggunakan PIKIRAN RASIONAL, jika mereka melawan dengan pikiran rasional (seperti pendapat lae togar silaban) maka selama-lamanya lah orang aceh jadi PECUNDANG. Bertahun-tahun aceh menjadi sapih perahan pemerintah pusat dengan membuat transmigrasi (menjawakan aceh, dan di Sumut sudah berhasil jawa 40 %) dan pembodohan rakyat aceh
    5.JADI ORANG BATAK HARUS BELAJAR DARI ACEH
    jadilah provinsi Tapanuli

  7. Pande on Oktober 15th, 2008 16:45

    * Ferdinand

    Saya sangat setuju dengan pendapat saudara.kita harus jeli membaca situasi yang akan datang demi kelangsungan dan eksisnya bangso batak….maju terus saudara ferdinand, pasti banyak halak kita yang mendukung saudara……nice comm….!!!!!

  8. Ferdinand de lessep on Oktober 16th, 2008 22:01

    Dari saya pertama sekali baca komentas togar silaban saya tidak pernah setuju dengan pendapat anda, selalu pesimis. ingat sekali lagi diberbagai web saya katakan kepada anda
    1. Orang batak adalah orang yang ber akal, Harus mampu membalikkan keadaan, dan mampu membangun diri sendiri, sehingga tidak selalu di pecah belah orang lain dengan mengatakan orang batak tidak bisa bersatu
    2. Albert Einstein berkata Orang kalau mau jadi pintar harus punya impian baru kita bisa menjabarkan semuanya, Jadi itu semua adalah IMPIAN ORANG batak, jangan salahkan ORANG BATAK bermimpi
    3. Banyak orang lain akan menertawakan orang batak jika Provinsi Tapanuli tidak jadi, BERARTI BERHASILLAH RENCANA MEREKA MENGHANCURKAN ORANG BATAK.
    4. Lae Togar Silaban saya ragukan ke Batakan anda, anda yang selalu berfikir rasional, atau memang anda bukan orang batak.
    5. Kalau tinggal di Indonesia segala sesuatu tidak bisa dilepaskan dari SARA, kalau tidak ada provinsi Tapanuli, maka……….anda jawab sendiri kekosongan ini.

  9. Sekali lagi tentang pembentukan propinsi Tapanuli (1) « tara digading dang dingdang dong.. on ma, on Oktober 20th, 2008 14:34

    [...] tanggapan sdr. “Ferdinand“, yang diposting di berbagai blog termasuk di Silaban net, Bersama Toba, dan Harry Simbolon, (atau bahkan di blog lainnya yang belum sempat saya lihat), tentang rencana [...]

  10. togarsilabanparlobutala on Oktober 20th, 2008 14:57

    Terimakasih untuk tanggapan yang berapi-api dari angka dongan. Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk berpijak pada fakta legal dan praktis rasional.

    Mari kita coba cermati dengan kepala dingin dan argumentasi yang benar. Jangan sampai konyol, menilai “keBatakan” seseorang dari ukuran pro atu kontra terhadap pembentukan propinsi Tapanuli.

    Bagi saya, tidak jadi masalah kalau ada orang meragukan keBatakan karena saya tidak sependapat dengan orang itu.

    Untuk itu saya menuliskan tanggapan yang agak panjang lebar di :

    http://taolobutala.wordpress.com/2008/10/20/sekali-lagi-tentang-pembentukan-propinsi-tapanuli-1/

    http://taolobutala.wordpress.com/2008/10/20/sekali-lagi-tentang-pembentukan-propinsi-tapanuli-2/

  11. Ferdinand de lessep on Oktober 22nd, 2008 07:45

    Saya lihat CV lae cukup mumpuni, seharusnya lae bisa ikut membangun Tapanuli, bukannya pesimis dan sepertinya tidak mau kampung kita maju, saya saja yang kurang berpendidikan seperti lae berani untuk maju, Tapi ngomong-ngomong lae satu angkatan sama laeku Edy Santo Hutagaol sekalarang di PAL, Lae juga seniorku, walaupun kita berbeda jurusan, tapi aku respek liat CV nya lae, jadi lae Togar ikutlah membangun Tapanuli, bukannya pesismis…

  12. togarsilabanparlobutala on Oktober 23rd, 2008 13:31

    Saya sangat setuju dan mendukung usaha untuk meningkatkan pembangunan di Tapanuli. Saya sangat mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat Tapanuli. Tapi saya berpendapat, bahwa upaya peningkatan kesejahteraan rakyat Tapanuli bukan dengan pembentukan propinsi Tapanuli.

    Pembentukan propinsi Tapanuli tidak akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (lihat posting saya). Memang akan ada sekelompok orang yang saya sebut sebagai “aktivis Tapanuli” yang akan memanfaatkan pembentukan propinsi baru.

    Para aktivis Tapanuli, akan berupaya menggolkan propinsi, karena dengan begitu, mereka akan menangguk keuntungan dari proses pembentukan itu. Kegiatan menangguk keuntungan itu dilakukan dengan berbagai cara mulai dari cara yang halus samapai cara yang kasar dan vulgar. Para aktivis ini nantinya akan memperebukan “kue” pembentukan propinsi. Ada yang sebagai birokrat (Kepala Dinas Propinsi), menjadi politisi (Gubernur, & anggota DPRD), dan sebagai rekanan (kontraltor dan suplier). Para aktivis inilah yang memobilisasi berbagai komponen untuk mendukung pembentukan propinsi Tapanuli.

    Padahal petani kopi di sidikalang, penanam kacang di Toba, petani kemenyan di Pakkat, atau guru SD di Tipang tidak akan mendapatkan apa-apa dari pembentukan propinsi itu. Bagi mereka tetap “business as usual”. Tidak ada peningkatan.

    Saya lebih mendorong peningkatan KAPASITAS kabupaten yang masih relatif baru. Para birokrat dan legislatif di kabupaten baru (Samosir, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat) masih dalam proses pembentukan. Mereka belum menjalankan fungsinya secara maksimal. Inilah yang harus didorong untuk lebih mantap, profesional dan konsisten. Bagaimana Kabupaten ini mendorong pertumbuhan dan pembangunan di Tapanuli.

  13. Ferdinand de lessep on Oktober 23rd, 2008 20:13

    terkadang kita tidak akan dapat bekerja secara terpisah-pisah, kalau misalnya tidak ada suatu komando dari provinsi tapanuli, siapa yang akan peduli dengan mereka, seperti kata perbahasa bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, kalau kita mengharapkan setiap daerah membangun daerah masing-masing itu semua akan hanya menjadi mimpi, Dengan terbentuknya Provinsi Tapanuli diharapkan setiap orang batak akan terbangun dan akan membangun daerahnya masing-masing, kita masih punya jejak kaki (Tapanuli) yang tidak bisa kita hilangkan begitu saja. ATAU SUATU SAAT KITA PULANG KESANA SUDAH TIDAK KETEMU LAGI ORANG BATAK, malah sudah dikuasai orang lain. Janganlah kita terlampau berfikiran negatif terhadap penggagas ini, memang sudah menjadi rahasia umum akan ada ‘fee’ untuk setiap pembentukan daerah baru, seperti kabupaten Dairi di pecah menjadi Pakpak barat, Bupati Dairi akan mendapat fee karena berhasil menggolkan pakpak barat, Untuk masa Transisi ini tidak banyak yang diharapkan dari semua orang, Hanya dengan Membangun satu jiwa, yaitu jiwa kita baru kita bangun jiwa-jiwa yang lain, mari kita menjadi pembaharu bagi bangso batak, Mudah-mudahan akan banyak orang seperti lae Togar yang berjiwa bersih dan idealis. seperti kata-kata di kitab suci “Tulus Seperti Merpati dan Cerdik Seperti Ular, kadang-kadang kita terlampau tulus dan idealis, tetapi kita juga harus cerdik agar kita bisa lepas dari masalah kita.
    Dengan terbentuknya Provinsi tapanuli, Bangso batak yang tercerai berai akan bersatu, Dahulu Martabe didengungkan oleh Raja inal, Tetapi sekaranglah Martabe baru terlaksana 100 %.

  14. Ferdinand de lessep on Oktober 24th, 2008 21:34

    memang agak sulit mempersatukan orang batak, lebih mudah bagi orang lain yang belum berpendidikan menyatukan pendapat dari pada orang batak, semua merasa lebih pintar. Sewaktu di bandung saya pengalaman memimpin rapat orang batak, hanya menentukan tempat saja bisa sampai jam 5 pagi tidak selesai, semuanya punya ide yang cemerlang dan brilian, tetapi tidak ada tindak lanjut, dan tidak tau apa maunya, semuanya mau sana dan sini sampai akhirnya terjadi kebuntuan. Jangan lah cita-cita yang bagus ini, menjadi gagal, hanya karena kita orang batak saja tidak sehati, semuanya sok punya opini dan pendapat, sampai tujuan akhir tidak tercapai, dan buyar semuanya, dan itu salah satu kejelekan kita, SANGAT BANGGA MENGGAGALKAN PENDAPAT ORANG DAN RENCANA ORANG LAIN, saya hanya berharap kita
    1.harus bisa mengemas diri kita agar kita dihargai, bukannya menjelek-jelekkan bangso sendiri, dan mengecilkan bangso sendiri.
    2.semoga bangso batak tetap jaya
    3.Apapun pendapat orang Tapanuli tetap jaya selalu

  15. sihomb on Oktober 27th, 2008 11:09

    saya pribadi, setuju kita semangati untuk terwujudnya protap.
    tapi jangan dilupakan, togar silaban telah membeberkan hal2 penting yang harus dibenahi terlebih dahulu.
    memang ada keraguan soal PAD …, tapi mungkin itu karena belum dikelola dengan baik aja …. atau mungkin mengelolanya selama ini untuk kepentingan segelintir orang atau kelompok saja …
    hidup bangso batak …, mari kita bekerja dan bekerja sama

    http://rapmengkel.com

  16. Tumpal N on November 30th, 2008 20:52

    kalau dari pro dan kontra itu pasti ada,dan untuk protap saya yakin lebih banyak yang setuju.tapi kalau kita lihat yang kontranya banyak masalah ibu kota saja karena masalah ibu kota ini yang orang elit sana tidak ada yang mengalah.

  17. sanco on Desember 13th, 2008 13:07

    Tidak perlu lagi bahas membahas. Tunjukkan, bahwa kita peduli kampung halaman. Mari bersatu. kini saatnya pulang membangun bona pasogit. Provinsi Tapanuli Yes.Trims. Sanco Manullang adalah Wakil Sekretaris Pembentukan Provinsi Tapanuli

  18. silo on Januari 5th, 2009 21:00

    jadi propinsi saja kok takut. Trus kalo tetap saja kabupaten mo dapat apa ?
    biar kan saja kuenya dibagi-bagi orang sini dari pada orang sono.Gak salah banten ato maluku utara ato gorontalo bahkan buton raya. Mereka tu orang gakmau ketinggalan. Udahlah satukan tekat mari berbuat sebisanya kita demi portap.30 tahun gak lama kok. Tapi baguslah bedapendapat itu jadi filter buat kita-kita. Horas

  19. ferdinand de lessep on Januari 6th, 2009 19:21

    sepertinya provinsi tapanuli akan selalu dihambat, sudah berulangkali di mentalkan, banyak yang sirik kalau tapanuli maju, SAYA YAKIN sampai SELESAI PEMILU DAN PILPRES pembahasan Provinsi Tapanuli akan dipingpong, ditunda-tunda terus, MARI MASYARAKAT BATAK BERSATU TEKAD MEMPERJUANGKAN PROVINSI TAPANULI TERWUJUD, banyak halangan yang dihadapi

  20. Haro Rajagukguk sian Tamba on Januari 7th, 2009 16:05

    Puji Tuhan…
    Horas ma dihita saluhutna…
    Perkenalkan saya D.I.Haro Rajagukguk sian huta Tamba (Desa Cinta Maju Kec. Sitio-tio, Kab. Samosir), berdomisili di Bogor dan saat ini bertugas di Balikpapan.

    Setelah saya membaca pendapat beberapa dongan terutama lae Silaban dan Lae Ferdinand, saya berpendapat pada intinya kedua laeku ini mengiginkan bangso batak maju sude, terutama angka na tinggal di bona pasogit, seperti masyarakat petani. Memang pembentukan Protap tidak serta merta akan memberikan dampak yang signifikan pada kemajuan, artinya tidak dalam tempo singkat akan terlihat pencapaian kemajuan. Tidak juga harus dengan pembentukan Protap, masyarakat akan maju.
    Yang disampaikan lae silaban benar, begitu juga yang disampaikan lae ferdinand. Disinilah kehebatan orang batak dalam berargumentasi, makanya banyak pengacara andal orang batak.

    Akan saya teruskan besok pagi, berhubung sudah sore.

  21. lambas on Januari 29th, 2009 10:20

    to Ferdinand :
    membentuk atau merubah status atau menaikkan taput jadi propinsi bukan menjadi prioritas membangun bona pasogit. Tapi yang menjadi prioritas kita adalah membenahi dulu gereja HKBP yang besar itu beserta pimpinannya yang sebenarnya sudah merosot pengaruhnya dalam membangun karakter/pertobatan masyarakat dalam semangat etos kerja, semangat melayani, semangat memberi yang terbaik,semangat hidup kudus,semangat berjuang dalam studi dan lain-lain. Terlalu sedikit pendeta yang kental semangat melayani membangun kerohanian/pertobatan masyarakat apalgi semangat menginjili. Melihat banyaknya gereja dan pendeta di bona pasogit, kurang signifikan pengaruhnya terhadap pembangunan karakter pemerintah maupun masyarakat.
    Kekristenan di tanah Batakt tidak kental lagi dengan nilai-nilai tanggung jawab iman : bekerja keras, hemat, disiplin yang sudah terbukti berhasil membangun kejayaan bangsa Eropa barat dan Amerika dalam segala hal sebagai wujud etika protestanisme.
    Kemerosotan ini terjadi karena mulai kuatnya pengaruh Teologi liberal yang sudah /menggerogoti merusak Kekristenan dan pengaruhnya di Eropa dan di HKBP. Apa yang dikatakan Lae Silaban menjadi perhatian serius kita bersama. Perlu persiapan sumber daya rohani yang lebih kuat dan berkarakter.
    Lihat saja pengaruh premanisme makin kuat mempengaruhi kepemimpinan di gereja dan di pemerintahan saat ini.
    Di bagian manapun di dunia ini kemurnian pengajaran dan penerapan masyarakat terhadap Ajaran Kekristenan yang kental pasti membawa pembaharuan melebihi ajaran maupun ideologi apapun.
    Lihatlah Amerika lebih maju dari Eropa karena Kekristenan di Amerika masih lebih baik dari pada di Eropa. Sekolah Teologi masih lebih banyak yang baik di Amerika dari pada di Eropa.
    Eropa Barat masih lebih maju dari Eropa Timur atau Eropa Utara karena Kekristenan di Eropa Barat lebih baik. Bahkan Jerman yang dekat dengan Turki yaitu Eropa yang dipengaruhi Islam sangat terbelakang di bandingkan Jerman.
    Taiwan yang satu ras dengan China tapi Taiwan lebih terbuka terhadap Injil/Kekristenan, nyata lebih makmur dan maju dari China. Korea Selatan yang satu leluhur dengan Korea Utara Tapi Perkembangan Kekristenan di Korea Selatan sangat pesat maka kemakmuran dan kemajuan di Korea Selatan sangat pesat dibandingkan Korea Utara Yang menderita bahkan tingkat kemiskinan di Jepang lebih tinggi dari pada di Korea Selatan.
    Orang Batak sekalipun sudah Kristen tapi karena Kekristenannya lebih dominan sudah diracuni aliran liberal : tidak setia membaca menghargai bibel untuk menggali ajaran teologi salib, gereja tidak lagi menginjili dan memberi pengajaran yang sehat, tidak ada semangat hidup kudus, perjuangan melawan dosa dan ambisi. Atau kesaksian hidup orang Batak sebagai Orang Kristen tidak kental lagi termasuk para pendetanya, maka kemerosotan makin nyata.
    Propinsi atau tidak propinsi sama saja.
    Mari kita lebih kritis dan hati-hati di Luar Tuhan Yesus kita tidak bakal maju secara mantap. Mungkin maju tapi bahaya mengintip kita.
    Horas !

  22. Ferdinand on Januari 29th, 2009 20:10

    Saya mengerti maksud lae itu, MALAH ITU YANG SAYA KHAWATIRKAN LAE, tapi saya tidak bisa ungkapkan di FORUM ini, karena pembaca di FORUM ini sangat majemuk, takut ada pergesekan.

    Kalau lae lambas mengerti maksud saya, pembentukan protap menancapkan eksisitensi kita sebagai orang batak, kalau tidak (TAHUN 2030), Bupati Tapanuli Utara pun Sudah bernama Soegiono, pujonugroho atau yang lain. Sinyal-sinyal kesana sudah ada, Apakah kita gak malu, sampai wakil gubernurpun orang jawa, (saya yakin sampai kapanpun kalau pilkada langsung orang batak akan kalah), CEPAT-ATAU LAMBAT PROVINSI SUMUT AKAN DIKUASAI ORANG luar sumut, dan Bupati Tapanuli Utara tahun 2030 Pasti Bernama Ir.H.Soegiono MBA, Jadi Provinsi Tapanuli setali 3 uang, SAYA TIDAK AKAN BISA UNGKAPKAN DISINI, malah itu menyangkut Eksistensi HKBP juga, kalau tidak tahun 2030, HKBP akan musnah, nanti gereja-gereja HKBP akan berubah fungsi seperti di Turki.

    Lae pernah tau cerita Efesus (turki sekarang?), dahulunya seperti Tapanuli ini, tetapi sekarang Efesus adalah Turki. (boleh di pahusor-husor lae di bagasan roha).

    Kalau saya apalah lae, nalao mate dohita sasude, INI HANYA UNTUK PAHOMPU DOHOT KETURUNAN KITA, Asa unang mago do peta Tapanuli i. KARENA INDONESIA NEGARA SATU-SATUNYA YANG DASAR NEGARANYA TIDAK JELAS (UUD 45, sudah diamamdemen berapa kali), dan lambat laun UUD 45 akan berubah, seperti kasus di Turki ima lae.

    Botima Jolo
    Horas Jala Gabe

  23. lambas on Januari 30th, 2009 16:17

    To Lae Ferdinand :
    Molo lam godang hita Bangso Batak Lae menyadari on , tarlumobi negaranta on lam olo tegas padaohon angka tahini songon Islamisasi lam hasea do negaranta. Nga taboto lam manurun do situasi di negaranta nuaeng on ala Pancasila nunga mulai ndang lam diargai be.
    Inkon ingotonta do Banso Batak Maju ala dung ro pe angka Parbarita na uli.
    Mulai ma merosot ala nunga merosot hakristenonta jala merosot ma semangat hamajuuon.
    Jadi ingkon mulak do muse hita tu Semangat ni Ajaran Reformasi Martin Luther

  24. Ferdinand on Januari 31st, 2009 20:34

    ido tepat lae, nagabe dihambat do saonari, di p.jawa, nungga piga gareja hkbp dibakkar, soadong be toleransi saonari. Saonari husukkun ma jolo lae, bolo dibakkar hkbp di bekasi, ise hita na bukka mulut??????? Sip do sude halak hita, alai suatu saat bolo nungga adong pijakanta ingkon lebih berani dohita bersuara, MALAH DI TANGERANG DIDOK PEMDA DO HKBP ALIRAN SESAT, hea do dibege lae i?????????? Ima lae, ingkon ta boto do perkembangan di negaranta on, DISAMAKAN DO HKBP dohot LIA EDEN, Jala dibakkar do HKBP.

    Jadi lae lambas, didok lae hita asa mulak tu barita nauli, alai on ma kenyataan na hita terima saonari, Jadi Protap, salah satu bagian do asa unang mago hita (songon Efesus i), Prosesna lambat alai pasti bisa terjadi tu halak hita bangso batak.

    Mauliate

  25. Frans Dipo on Januari 31st, 2009 21:10

    Horas ma angka ale-ale na adong di lapo on……

    Songon na targorak do rohangku mambege pangkataion muna taringot tu PROPINSI TAPANULI.

    Apalagi songon ahu on naso umboto birokarasi ni pamarenta, jd minattian do ahu mangihut diskusi on, asa tamba saotik parbinotoan.

    Ai hut nai majolo, nunga adong tahe KOTAMADYA di Tapanuli.

    Mauliate.

  26. Ferdinand on Februari 1st, 2009 19:47

    Lae Frans Dipo, didok lae dang umbotu birokrasi, na merendah do lae…atau merendah untuk meninggi? Alai bolo sukkun-sukkun ni lae i nungga timboi, au yakin lae malah orang pemerintahan, nungga godang binotomuna di birokrasi on. ALAI GODANG DO HALAK HITA SONGONI DIPAOTO-OTO DIRINA.

    Saya membahas disini murni hanya untuk kemajuan Tapanuli, bukan untuk debat kusir.
    Alai terserah lae ma, dang jadi pe Provinsi Tapanuli dang adong untungna di ahu, Untungna holan di Keturunanta do, AHU YAKIN DO ANGKA PENGGAGAS NI ON NAUNG MARHEPENG DO LAE, Bolo adong pe ambisina laho mendapat bagian di Protap on, itu hal wajar (holan poin ke 5 doi sian prioritasna)

    Memang di Tapanuli dang adong dope KOTAMADYA, alai itu bukan persyaratan mutlak bukan?? Buktina holan rekomendasi DPRD Tkt I SUMUT nama mambahen mancet. Berarti tidak masalah i lae Frans Dipo, huboto do maksud ni pertanyaan munai, BAHWA TAPANULI TIDAK PANTAS JADI PROVINSI KARENA BELUM ADA KOTAMADYA.

    Sebenarna ahu sandiri pe nunga pesimis di Protap on, tipis…….. Mungkin ada rencana Tuhan yang lain tu Bangso Batak bolo dang jadi be i, Semoga ma, suatu saat Tapanuli unag tinggal nama,
    Tapanuli menjadi Tapian Nauli manjadi Tapuli menjadi ditapuki menjadi Toponuli Untoro………

    Horas

  27. Nikson Sitohang on Februari 1st, 2009 22:36

    Saya adalah putra desa Baringin Kec. Parlilitan, Kab. Humbang Hasundutan. Saat ini saya sudah menjadi warga Batam dan menjadi Guru PNS di Kota Batam. Saya mencermati semua tanggapan/tulisan dari Bapak/Ibu. Secara pribadi saya juga sangat mendukung Propinsi Tapanuli. Tapi saya juga kurang setuju kalau ide pembentukan protap karena suatu saat kita menjadi seperti Turki atau Bupati Taput bernama Sontoloyo. Yang menjadi fokus perhatian kita adalah sikap mentalitas kita orang Batak secara umum yang sudah mulai merosot. Itu diawali dengan kemerosotan Iman seperti pertikaian di HKBP, HKI, GKPI dll yang sangat menggerus energi positip orang Batak yang berimbas kepada sikap mental yang menjadi orang pesimis. Kita sudah menjadi tergolong yang suka berantam, berontak dll. Alhasil, kita juga sekarang menjadi malu setelah sadar akan sikap-sikap kita yang sangat tidak mencerminkan sikap Kristiani dalam Firman TUhan. Ada satu hal yang perlu kita tanamkan dalam diri kita, kalau Tuhan berkenan protap pasti jadi. Kalaupun kita berjibakupun dan sudah maksimal berusaha tapi Tuhan tidak berkenan maka protap juga tidak bakal jadi. Untuk itu mari kita kembalikan kepada Tuhan ingat: “You must, believe” (Engkau musti Percaya)

  28. Ferdinand on Februari 2nd, 2009 10:31

    Olo lae…, au pe nungga dang seberapi-api songon najolo be,

    Adong kutipan saotik sian koran SIB :

    Gorontalo juga sebelumnya disebut tidak akan mampu jadi satu propinsi, tapi nyatanya Gorontalo telah jauh lebih maju dari provinsi lain. Saya yakin Provinsi Tapanuli kalau lepas dari Sumut akan mampu dengan potensi yang dimilikinya.
    ……..surat-surat yang terkait tentang Provinsi Tapanuli juga kami kirimkan ke Komisi II DPR RI, dan setelah kongres kami langsung turun ke Sumut dengan menemui Tokoh Masyarakat Sumut DR GM Panggabean dan menyurati Gubernur Sumut yang berisi desakan agar Gubsu merekomendasi Provinsi Tapanuli.
    Dari semua daerah yang menginginkan pemekaran tercatat bahwa hanya persyaratan Protap yang paling sempurna namun sampai saat ini belum terealisasi, jadi DPRD Sumut dinilai sangat bodoh apabila tidak mengapresiasi aspirasi itu, ada apa dengan anggota dewan Sumut,” katanya.

    Ternyata Protap itu lebih memenuhi syarat, JADI LAE SUDE, UANG DIDOK BE PROTAP TAK LAYAK, MALAH HALAK BATAK DO MANDOK DANG LAYAK. Gabe bingung do iba………………………….

    horas

  29. Frans Dipo on Februari 2nd, 2009 16:05

    Horas….

    Mauliate Lae Ferdinan…. santabi lae, ndang na paoto2 manang na merendah lae… Alai na mangihutton parsiajaran ta najolo do… ima tingki SD, adong DATI I, adong DATI II, jd nuaeng PROTAP berstatus aha do… DATI I do manang DATI II.

    Molo DATI II dope… bah… nanget2 ta bahen Lae…. apalagi hita sbg kaum minoritas…. ndang boi lae ngotot (REVOLUSI MEMERLUKAN PENGORBANAN *Cheguivera) pengorbanan lae… bukan tarik urat leher…. hati2 kena amandel…. apalagi skrg lg musim hujan lae….

    Songon pandok ni lae… ” Buktina holan rekomendasi DPRD Tkt I SUMUT nama mambahen mancet”

    Ndang cukup holan rekomendai lae…..

    Mulak majolo hita tu pudi…. molo so salah ahu (tolong dikoreksi) halak hita hinan do (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara) sahat tu saonarai hita do muse donganni no.1 marhusip2…..
    Hape sude do ra hita mamboto tao silalahi mancai bolak……alai aha na masa….. pola so diboto do lae….
    Jadi aha ma laeku…..lapatanni rekomendasi DPRD Tkt I SUMUT…. tong do mulak2 tu bona na annon rekomendasi i.

    Hita bereng ma muse singkola na ditopini tao taba…. guru2 na angka si bottar … murid2 na simalo2… ise muse ma na pajongjonghon i, jala aha lapatan na.

    Molo hita antusi do lae…. boasa boi jonjong parsingkolaan ni angka namalo disekitar ni masyarakat dibawah garis kemiskinan…. muzijat kan lae.

    Jd songon na marcatur i lae…. molo so boi sian tonga, sian siamun, molo so boi sian siamun, bah… sian hambirang, molo tung pe so boi sian hambirang… hita pasingkolahon majolo angka pion2 i……. paima angka peluang2 utk menyerang….

    Sarupa ma i dohot na ta hatai on lae… molo so adong dope Kotamadya di Tapanuli…. bah hita bahen majolo (walaupun itu bukan persyaratan mutlak… tp kita kaum minoritas) yg penting ikuti prosedur “APA KATA DUNIA”.
    Dung lengkap sude susunan birokrasi… mamboan sipanganon ma hita tu DATI II, ndang boi DATI II, bah.. tu DATI I, ndang boi DATI I, tu DPD (sebagai perwakilan daerah) ndang boi DPD, marsingkola majolo hita… paima adong peluang2…. sambil mencari simpatik ni angka sibottar mata i nama lewat kreatifitas putra daerah dan konspirasi anak rantau.

    Pertanyaan na… BOHA CARA NA….
    Dalihan Na3 direformasi….. jadi Dalihan Na4 (Manat mardongan tubu, Elek Marboru, Somba Marhula2, Serep marroha)

    Sorry Lae Ferdinan…. molo adong hata2 na so berkenan…. bukan maksud utk menyakiti, tapi hanya sekedar berdiskusi.

    Mauliate.

  30. Tigor Simangunsong on Februari 11th, 2009 20:56

    Sebelum ada pemekaran di Negara ini sebenarnya PROTAP sudah lama di inginkan. lihat Bangka dan Kepri tidak begitu lamakan ?
    Bahkan aku ingat zaman waktu sekolah sudah ada dalam lagu, tapi sudah lupa aku. yang jelas ada kesan dihalang-halangi, begini deh jadinya.
    @ mas, kang, kane, Buyung : SAMSUL
    saudara saya rasa tidak tepat berkata: ” Dengan SDM seperti sekarang ini , rasanya belum patas merdeka ” waduh kok se goblok itu saudara berfikir tentang TAPUT.

    Horas

  31. Sumando Simatupang on Februari 16th, 2009 17:06

    Horas ma di hita saluhutna….
    Sebagai seorang pemuda yang berasal dari Tapanuli tepatnya desa Lumban Sianturi, Kec. Paranginan Humbahas, saya pribadi sangat mendukung pembentukan Protap itu sendiri. Dimana dengan adanya Protap maka dengan sendirinya birokrasi pemerintahan lebih singkat dan lebih signifikan dalam menanggapi keluhan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Tapanuli. Memang sudah barangtentu setiap pekerjaan itu menginginkan hasil. Demikian halnya dengan para aktivis yang lagi semangatnya menginginkan terbentuknya Protap, akan dan menginginkan suatu hal ( dalam kebirokrasian pemerintahan) nantinya. dan saya rasa hal itu masih wajar-wajar saja. Ga mungkin kan seorang pekerja ga dapat imbalan.
    Pembentukan Protap ini saya yakini akan membawa dampak yang sangat positif bagi kehidupan masyarakat Tapanuli. Salah satu contohnya, terbukanya peluang bagi pemuda/i bangso batak menjadi pemimpin di tanah sendiri. Selain itu pengelolaan sumber daya yang sangat berlimpah di Tapanuli dapat lebih meningkat secara drastis. Apabila ada propinsi sudah barang tentunya kesempatan konsul-konsul dari negara lain untuk ditempatkan di Tapanuli, dan ini membuka peluang untuk kita menarik para investor dengan menggunakan bantuan para konsul tadi. Sehingga tercipta kehidupan yang sejahtera. Dan masih banyak lagi keuntungan yang lain yang sudah tentu di dapat segera setelah pembentukan Protap maupun setelah proses lama (dengan catatan sudah lebih singkat dari sebelum pembentukan provinsi).

    tapi ingat jangan gara-gara Pembentukan Protap Integritas bangsa yang berdaulat kita nodai.

    Kita dukung pembentukan Protap hanya semata-mata untuk peningkatan taraf hidup masyarakat banyak…

    Horas Tapanuli….
    Horas untuk pemuda/i-nya,
    mari bergandengan tangan membangun Tapanuli…
    Horas…Horas….Horas…

    Indonesia tetap Jaya….
    Merdeka…merdeka…merdeka…

  32. irmanto simamora on Februari 17th, 2009 18:53

    Horas..
    hidup PROTAP…
    nunga piga taon hita paimahon protap on
    ini saatnya kita lebarkan sayap untuk mencapai propinsi yang baru
    ima PROPINSI TAPANULI

    molo dang jadi annon protap i, ikkon tetap do ta perjuanghon.

    HORASSSSSSS..

  33. lembang hutasoit on Februari 27th, 2009 14:49

    kalau bisa para pelopor kita tetap bekerja secara profesional, kita smua dambakan PROTAP Terlaksana…… ingat jangn emosional……… tapi rasional , smangat truzzzzzzzzz

    dan harus di teliti……….. apakah kita sudah searah, jangan -jangan ada yang maju, dan ada yang mundur kapan sampainya , satu hati dong… bangso batak… kkita itu kuat!!!!

  34. parhuta-huta on Maret 1st, 2009 23:07

    horas, memang pas doi asa lebih serius hita ate, uang na sai marbadai be, jala hami parhuta-huta on unang gabe bingung, sadama hamu..gabe sibolis i do namonang bolo sai marbadai hamu

  35. sumando simatupng on Maret 3rd, 2009 19:17

    Horas……
    Nunga songon naleleng iba dang mangikuti perkembangan Protaop on. Nunga sahat tu dia perkembangan angka laekku…

  36. sumando simatupang on Maret 11th, 2009 15:37

    Horas pemuda Tapanuli. Naung ngali be do holong i di hita on sude? Dang adong be manang ise sian hita maningkir pollak persadaanta on. Unang do dah di mohop na i guntur hita on sude. Sai songon mohop-mohop te ni manuk. Dung nuaeng dang adong be tarsunggul tu rohatta manghatai hutatta i.
    Songon na sibuk be do haroa sude anak Tapanuli ate. Umbaen dang tarsunggul be rohatta be mambahen angka opini-opini na boi mambangun kemajuan ni Tapanuli. Baik masalah Protap na memanas naimbaruon manang pe taho perkembangan-perkembangan na adong di Tano Toba Na Uli.
    Tung sihol do roha ni iba sandiri umbege perdebatan ni lae Frans Dipo dohot lae si Ferdinan na ro sian dua kubu berbeda dengan prinsip yang sama ima sama-sama naeng pamajuhon Tapanuli. Boha do lae naung habis opini do angka halak lae…???

  37. darwin on Maret 17th, 2009 21:48

    Saya sebenarnya tidak setuju mengenai pemekaran dimana saja entah dari Aceh Papua,Maluku,SULUT[Gorontatalo]………….tetapi berhubung provinsi di atas di setujui membentuk provinsi baru maka TAPANULI juga wajib DISETUJUI. BILA TIDAK DISETUJUI PEMERINTAH=TIDAK ADIL ,DISKRIMINASI,MELIHAT DARI AGAMA SUKU RAS——-karena sudah 7 tahun bos permintaannya sedangkan yg lain gak sampai 2 tahun langsung gol…………ingat karena tidak adil maka akan ada yg berontak…..jaga NKRI

  38. Siahaan Putra Siborongborong on April 7th, 2009 21:53

    Saya sangat setuju dengan akan dimekarkannya PROTAP, tapi kapan realisasinya…????
    Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya adalah dambaaan semua lapisan masyarakat khususnya masyarakat lapisan bawah..
    Bila kita tinjau kembali letak geografis sumatra utara yang cukup luas, akan sangat sulit untuk mewujudkan pemerataan tersebut.
    Sampai saat ini pembangunan infrastruktur aja masih terkendala di daerah Tapanuli, Pemerintah jangan hanya omong doank keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia..mana buktinya??
    Mari kita berjuang terus…Pantang Mundur demi terwujudnya PROTAP..
    Horasss…!!

  39. tina nababan on April 16th, 2009 15:22

    horas…
    parjolo, instrospeksi diri majo..bagas jo pikiri hamu boh..

    ale na paling utama…
    DOS NI ROHA DO UMBAEN NA SAUT..
    apapun itu..
    jangan tergesa-gesa mengambil suatu keputusan, anon manolsoli di pudi

    songon i majo

    maju terus halak kita

  40. Rianto Siregar on April 18th, 2009 10:54

    ok.sekarang saya baru tahu misi utama protap.dulu saya berharap sibolga yang paling tepat dijadikan sebagai propinsi dari tapanuli.tapi sekarang saya sangat setujuh dengan di pilinya siborong-borong jadi ibu kota dari protap. maju trus pendukung protap.hidup orang tapanuli.horas

  41. Abdul on Mei 22nd, 2009 15:34

    Ferdinand saya setuju dengan pendapat anda. Namanya gak pake marga, tapi tuturnya seperti bermarga. Bukan seperti tutur yang lain sebagian pake marga tapi tuturnya bukan tutur bermarga.
    Maju bersama Tapanuli, berantas kebodohan

  42. Abdul on Mei 22nd, 2009 15:41

    “tina nababan jangan tergesa-gesa mengambil suatu keputusan, anon manolsoli di pudi”

    ai dang na tergesa-gesa dah inang, SD dope iba nga adong rencana on jala huingot dope “Uli ni Tapanuli molo saut Propinsi” au hian ma di dok mangendehon on di sikkola kalas 4 dope.

    Etong inang ma jo saonari marumur 23 + ma umur niba, antong nga sadia leleng rencana i?

    Horas ma

  43. Guntur on Mei 24th, 2009 01:45

    Saya amati semua yang hadir disini tidak ada yang salah. Semuanya benar. Hanya saja, saya pikir perbedaan pendapat itu terjadi karena posisi kita yang berbeda saat memandang Rencana Pembentukan PROTAP itu. Ada yang diposisi Timur, barat, utara, selatan dll. Namun yang penting bagaimana membuat perbedaan itu menjadi PEREKAT bagi KESATUAN Suku Bangsa Batak ( maaf, bukan Persatuan ). Untuk yang satu ini bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah – tidak semudah mengucapkannya – dan membutuhkan kesadaran yang tinggi, tidak saja untuk dapat melakukan Intropeksi Diri – atas martabat, harkat dan marwah dirinya, orangtua dan saudaranya juga para Leluhurnya – tapi juga kemampuan melihat maupun memprediksi kehidupan anak cucunya kedepan. Menurut hemat saya tidak diperlukan tegang leher, suara yang keras, perdebatan yang panjang dan yang sejenisnya. Yang dibutuhkan adalah pemahaman, strategi dan pemikiran yang mendalam, bagaimana membuat plus memberdayakan KESATUAN itu agar secara bersatu padu dapat melaksanakan sekaligus meraih apa yang telah lama diinginkan. Kalau Batak mau……… Batak juga bisa. Kenapa tidak ? Mencoba tidak mengapa, Mengapa tidak mencoba ? H o r a s !

  44. Bontor Simatupang on Juni 28th, 2009 15:27

    Horas… horas … horas…
    Hita harus berjuang demi terwujudnya PRO[PINSI TAPANULI. Terus semangat. jangan kalah semangat. Tuhan adalah maha pengasih.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak